Putri Yang Terbuang

Putri Yang Terbuang
BAB 103. MEMINTA MAAF


__ADS_3

"Mbak Ratna tidak kamu undang, Mbak?" tanya Maeni saat mereka sedang duduk bersebelahan di depan, menyambut tamu.


"Diundang juga sih. Cuma mau datang apa tidak ya terserah mereka. Masak harus maksa kalau dianya ga mau."


Seperti menjilat ludah sendiri. Saat ini Marni sudah mencoba nempel-nempel pada laras mengakrabkan diri. Rumi yang tahu itu pun hnaya menggelengkan kepala. Biarlah, yang penting pada rukun, meski ga tahu tulus atau modus.


"Iya sih, aku pikir dulu dia bakalan mati keselek karena makan semua harta warisan dari pakde. Eh, ternyata masih hidup aja sampe sekarang."


"Hus, ga boleh nyumpahin orang kayak gitu. Kita itu manusia biasa, kita juga pasti punya salah yang tidak kita ketahui. Terua kalau kita tiba-tiba disumpahin orang kayak gitu, kamu mau?"


Laras memperingatkan Marni agar menjaga tutur katanya, jangan sampai itu berbalik padanya.


"Itu Pak Lurah kan? Sia kamu undang juga. Tidak malu dia, anaknya sudah mncoreng nama baiknya?" Marni masih saja nyerocos tidak jelas.


"Marni....!" Laras memperingati Marni dengan nada oenuh penekanan.


"Iya iya... Maaf!" Marni segera diam dan ikut menyabut calon mantan besan.


Tanpa memperdulikan Marni yang mengangsurkan tangan untuk menyalaminya, Bu Mala malah langsung menubruk Laras dengan tangis yang tak bisa dia bendung.


"Dek Laras..." Hanya itu kata yang keluar dari mulut Bu Mala. Tangkaiqn kata yang tadi disusun untuk meminta maaf sudah hilang dari otaknya. Yang hatinya yang merasa masih berat melepas Zaskia, meski sejatinya dia mengakui bahwa Zaskia sendiri terlihat lebih bahagia saat bersama suaminya.


"Sudah Bu... Jangan seperti ini. Mari bicara di dalam saja. Mari Pak." Laras memapah Bu Mala serta mengajak Pak Rudi ikut serta. Ternyata ada Andre yang datang juga, dia menyusul ibu dan bapaknya setengah berlari, namun ketika dia menolek ke kiri dan kanan tidak menemukan orang tuanya.


Arya yang menyadari keberadaan mantan sepupunya itu pun menghampirinya.


"Hai bro, masuk yuk!" Arya merangkul bahu Andre sambil menggiringnya masuk ke ruamg tamu.


Dia melihat ibunya seperti sedang meminta maaf karena ulahnya. Cepat-cepat dia sendiri juga langsung beraimpuh di depan Laras.


"Bun, Andre minta maaf. Andre sudah menyakiti putri Bunda," ucap Andre sambil memeluk lutut Laras.


Semua mata tertuju pada keluarga itu. Abimana tahu, bagaimana rasanya, saat kita melakukan kesalahan namun saat kita sadar, semua sudah terlambat. Tapi Abimana masih beruntung, Larasnya masih sendiri, masih menjadi miliknya.


"Sudah Ndre... Lihat Zaskia... Dia sudah bahagia kan? Jangan berlarut-larut hidup dalam penyesalan. Kamu juga harua mencari kebahagiaanmu." Laraa berbicara lembut sambil mengusap kepala Andre yang ada di pangkuannya.

__ADS_1


Andre mendongak melihat arah yang ditunjukkan Laras. Zaskia menggunakan kebaya terusan dan terlihat anggun dan cantik. Tangannya tak berhenti bergelayut manja pada suaminya. Mereka ternyata sedang melakukan sesi foto untuk kenang-kenangan. Sejenak Andre tersenyum, dia hanya ingin berdamai dengan semuanya. Dia tidak mau dikemudian hari ada permusuhan antar keluarga hanya karena kesalahannya.


"Ah iya, kenalkan Pak, Bu, Ndre... Ini suami saya, ayahnya Zaskia. Mas Abi, ini Pak Rudi dan Bu Mala serta Andre anaknya."


Mereka pun bersalaman, biarpun masih terlihat muda. Pak Rudi bisa melihat, ayah Zaskia ini memounyai aura kepemimpinan, sama seperti yang dia lihat pada diri Revan.


"Senang bisa bertemu dengan ayahnya Kia. Maafkan kami untuk semua kesalahan kami Pak, sata harap ke depannya kita tetap berhubungan baik. Izinkan saya tetap berhubungan dengan Zaskia, karena dia sudah saya anggap anak perempuan saya sendiri."


"Tidak masalah Pak, Bu. Saya mengerti. Saya juga pernah melakukan kesalahan. Untuk kedepannya kita akan tetap berhubungan baik." ucap Abimana bijak.


Mereka beralih berkenalan dengan keluarga besan. Sedikit dia tahu dari Andre, kalau mertua Zaskia ini bukan orang sembarangan. Mereka adalah salah satu pengusaha terbaik di Indonesia. Senangnya saat kita bisa hidup berdampingan dengan sesama tanpa ada dendam. Pikir mereka.


"Ikutan foto sana Bro, buat kenang-kenangan. Gue juga mau ke sana. Ayo bareng!" Aya menyeret Andre ke ruang tengah.


Saat itu mereka sedang berpose dengan saling tatap.


"Ini cuma pose By, tatapan Abang kayak mau nelen Kia ih!" protes Kia lirih namun masih bisa didengar oleh Andre yang sudah mendekati tempat mereka tanpa menginterupsi.


"Adek cantik banget sumpah! Abang deg-degan tatap-tatapan gini Dek." Revan berkata sambil tetap menatap Zaskia.


"Eehhhmmmm... Nanti aja mesra-mesraannya di kamar woy. Ada tamu ini.


Interupsi Arya membuat dua sejoli itu menoleh.


"Eh, bro... Sudah lama? Foto buat kenang-kenangan yuk!"


Andre tak menolak saat Revan menarik kesampingnya dan Arya memposisikan di samping Zaskia.


Cekrek...


"Ara juga mau... Maaf ya Bang, gantian!" seru Kiara yang membuat Andre bergeser.


"Jangan keluar dulu bro, duduk di situ dulu. Acaranya ga formal kok. Nanti langsung mulai pengajian kalau ustadznya sudah datang." cegah Revan saat melihat Andre bergeser. Andre hanya mengacungkan jempol lalu duduk di sofa ruangan itu.


Andre juga meminta izin Revan untuk berfoto berdua dengan Zaskia, dengan posisi yang tidak terlalu dekat. Hanya ingin menunjukkan pada semua, bahwa mereka masih berhubungan baik meski dulu pernah menyakiti hati wanita itu. Setelah itu dia juga foto bertiga dengan Revan juga.

__ADS_1


Di manapun tempat, Andre memang selalu jujur mengakui kesalahannya. Dia hanya tidak ingin suatu hari mendengar kabar tidak baik tentang hubungannya dengan sang mantan. Sudah cukup hal ini untuk pembelajaran untuknya.


Pak Rudi dan Bu Mala lega, melihat hubungan mereka yang masih terjalin baik. Juga Revan yang tidak terlalu posesif dan seakan menguasai Zaskia.


Acara segera dimulai saat Pak ustadz sudah datang. Semua berjalan dengan lancar.


Saat siang hari acara baru selesai dilaksanakan dan dilanjutkan dengan pembagian sembako. Warga tentu saja sangat bersyukur karena ternyata salah satu tetangganya yang dulu teman buruh tani adalah orang kaya. Apalagi saat tahu kalau Laras masih peduli dengan lingkungannya dan mau berbagi dengan mereka.


Teman-teman Zaskia datang pas acara akan dimulai, jadi mereka hanya bisa bersalaman saja tanpa bisa ngobrol lebih lama. Hanya Denis dan tunangannya saja yang masih tinggal. Bagaimanapun Denis banyak berperan dalam bersatunya Revan dan istrinya.


"Motornyaau dipake sekarang?" tanya Denis setelah selesai membantu pembagian sembako.


"Ga sekarang deh kayaknya. Masih capek ini. Besok aja kali ya. Rencana mau ke pantai bareng-bareng. Gampang lah kalau butuh mendadak aku hubungi," jawab Zaskia yang sedang melihat-lihat hasil fotonya.


Tak la terdengar ribut-ribut di luar. Ah, ternyata nenek lampir yang datang terlambat.


"Kenapa, mau minta sembako juga?" Dinda setengah berbisik pada Zaskia. "Sama anak lampir juga woy. Mas... Bini kamu itu datang nyariin." ucapnya lagi menggida Andre.


Kemarin secara resmi Andre memang memasrahkan Vera pada orang tuanya. Meski tak mengatakan jika dia curiga bahwa anak yang dikandung vera bukan anaknya, namun dia akan tetap mencari kebenarannya. Setidaknya dia bisa tes DNA setelah bayinya lahir. Selama masa itu Andre sudah berjanji akan tetap memberi uang pada Vera sebagai bentuk tamggung jawabnya pada anak yang dikandung Vera.


Tentu saja orang tua Vera tak terima dengan perlakuan Andre. Namun saat Andre menunjukkan bukti kelakuan Vera pada orang tuanya, akhirnya mereka bungkam.


Saat melihat Zaskia, Vera baru ngeh kalau wanita yang bersama Revan di resto itu adalah dirinya. Mukanya memerah menahan malu. Namun bukan Vera kalau tak m3miliki muka tebal. Dia sepertinya belum bisa move on dari Revan. Sejak tadi dia menatap Revan seperti orang haus.


"Matanya dijaga Mbak. Jangan lihatin suami orang kek gitu. Nanti orang akan salah paham. Mbak mau ngrayu Mas Revan juga?" pertanyaan yang begitu menohok yang dilontarkan Dinda berhasil membuatnya kesal.


Ratna sengaja datang terlambat karena takut diejek orang-orang karena dulu pernah menebar gosip tentang Laras dan anaknya.


Mata Ratna melotot saat sadar siapa yang bersama Laras.


"Loh Anda juga di sini?"


TBC....


Lanjut ga gaes?

__ADS_1


Makasih yang sudah mampir di karyaku dan setia memberikan jempolnya 🙏❤️


__ADS_2