Putri Yang Terbuang

Putri Yang Terbuang
BAB 110. Aku Ingin Dihamili


__ADS_3

"Enak ya By tempatnya. Meski sederhana tapi nyaman. Anginnya sepoi-sepoi." Zaskia menyandarkan kepalanya di pundak sang suami. Mereka sudah tak canggung lagi mengumbar kemesraan di depan umum.


"Iya, enak ya buat pacaran. Apalagi mojok gini, bisa sambil *****-*****," jawab Revan sambil terkekeh. Tangannya mulai meraba-raba paha istrinya.


"Abang ya... Dimana-mana tetep aja omes."


Meskipun protes, nyatanya Zaskia malah memeluk lengan Revan erat.


"Ya kan pahala nyenengin istri, kalau ga diomesin ga bisa enak dong." lirih Revan yamg hanya terdengar oleh Zaskia.


"By... Udah ih, tar ada yang denger."


Pasangan itu sungguh tak punya hati. Tidak tahu apa, kalau dari tadi banyak pasang mata yang iri melihat kemesraan mereka. Malah dengan terang-terangan bermesraan di muka umum. Coba kalau ada yang tidak terima terus dilaporkan bagaimana?


Revan semakin terkekeh. Menggoda Zaskia semakin lama bukan hanya menjadi hobinya bahkan sekarang sudah menjadi candunya.


"Malem minggu nginep di sayap kanan ya yang habis live. Pengen nabur benih di sana."


Mereka sudah lama tak memasuki rumah sayap kanan. Kalau ga ke apartemen ya ke rumah besar. Mama Rena akan berpidato panjang lebar kalau pasangan ini terlalu sibuk dan lupa berkunjung ke rumah. Meski begitu, setiap hari minggu Revan dan Zaskia sudah sepakat untuk free dari pekerjaan agar bisa quality time. Untuk Zaskia sendiri kalau ada waktu luang selalu menyempatkan mengunjungi Mama ke butik. Namun sampai sana biasanya bukannya asyik ngobrol berdua namun Mama Rena malah sengaja pamerin Zaskia pada teman temannya yang berkunjung langsung ke butik.


Maka tak heran, kalau Zaskia sekarang lingkar pergaulannya sudah banyak sari kalangan atas, keluarga pejabat dan juga artis.


"Heleh tabur benih segala, beraninya kalau udah tanggal-tanggal gini. Abang curang ah. Pengen dihamilin Kia tuh By!" rengekan Zaskia terdengar lucu di telinga Revan. Bukan hanya terkekeh, Revan sekarang jadi tertawa.


"Iya iya tar Abang bikin hamil. Makan yang banyak nanti, biar besok pagi bisa cepet lahir."


Zaskia hanya mencebik mendengar jawaban suaminya yang sangat santai. Zaskia sebenarnya juga tak ingin memaksakan harus buru-buru punya anak. Dia mengerti suaminya itu sedang berusaha membuatnya nyaman terlebih dahulu..


Tak lama pesanan mereka pun datang. Revan sengaja pesan nasi goreng kambing dan Zaskia pesan nasi goreng seafood, agar nanti saat makan bisa tukeran, suap-suapan lebih tepatnya.


"Cobain deh yang, beneran enak lho." Revan menyodorkan satu sendok nasi gorengnya ke mulut Zaskia.


"Heem... Bisa jadi referensi menu di kafe ini. Ini nasgor seafoodnya juga enak. Kaya pake bumbu rempah gitu ya. Beli resepnya sama Bapak penjualnya aja kali ya By."


Zaskia juga menyuapkan sesendok nasi gorengnya ke mulut Revan. Begitulah mereka, bahkan acara makan aja bisa jadi peluang bisnis. Bergantian saling menyuapi, sesekali mengelap bibir pasangan mereka yang belepotan.

__ADS_1


"Sudah selesai makan bro?" sapa seseorang saat Revan dan Zaskia sudah selesai makan.


"Eh, di sini juga? Udah lama?" jawab Revan sembari menyalami pria itu.


"Mbak Kezia kenal sama Mas Andre?" pertanyaan itu membuat Andre salah tingkah. Dia bingung harus menjawab bagaimana.


Mereka berdua gabung di mejanya Revan. Kezia nampak salah tingkah.


"Ih, Mbak Kezia malu-malu. Kalian pacaran?" Zaskia mencoba menganalisa keadaan.


"Itu... Sebenarnya dia... dia...pacar Mas saat SMA. Setelah kelulusan, dia pergi tanpa kabar." akhirnya Andre bersuara.


"Jangan bilang kalian ini cinta lama belum kelar ya. Astaga, aku seneng dengernya. Kia lebih ikhlas kalau Mas Andre sama Mbak Kezia daripada sama Vera." Zaskia mengungkapkan pendapatnya secara terang-terangan di hadapan kedua orang itu.


Kezia semakin tertunduk malu. Menantu bosnya itu benar-benar membuatnya salah tingkah.


"Doakan ya Zas, semoga dia mau menerimaku kembali yang hanya seorang duda ini. Apalagi sekarang aku pengangguran."


"Aamiin... Ya kan Mbak? Diaminin dong!"


Zaskia menjadi bersemangat sekali menggoda mereka. Revan yang melihat istrinya seperti ingin menyatukan mereka hanya tersenyum sambil mengusap kepala Zaskia yang menempel manja di pundaknya.


"Kenapa memangnya Bro? Kamu resighn?" Revan mulai nimbrung menanggapi pernyataan Andre.


"Ya gitu deh. Aku hanya merasa ga sesuai hati nuraniku saja. Entah mengapa sejak perusahaan berpindah kepemilikan, mereka melakukan banyak kecurangan. Daripada aku nambah dosa, lebih baik resighn. Aku mau pulang dulu habis itu baru nyari kerja lagi."


"Coba kalau kamu sudah nyampe di sini lagi, sepertinya di kantor bokap atau pabrik banyak lowongan. Atau kalau kamu mau gabung ke kafe aku juga bisa."


"Beneran? Ga nepotisme kan ini?" Andre sangat girang mendengarnya. Setelah menghadiri resepsi pernikahan Revan dan Zaskia empat bulan lalu, Andre baru tahu, tentang keluarga Revan yang sebenarnya. Mereka mempunyai kekuasaan yang besar dan kekayaan entah berapa jumlahnya.


" Ya kan aku cuma merekomendasikan. Kamu tetap berusaha sendiri untuk membuktikan kamu mampu. Jangan putus asa bro."


"Thanks ya Van."


"Sama-sama. By the way.. Kami duluan ya bro. Masih mau nyariin pesenan mertua."

__ADS_1


"Mbak Kezia, Mas Andre... Kia duluan ya. Cepetan dihalalin Mbak Kezianya Mas. Ditunggu undangannya ya."


Setelah cipika cipiki dengan Kezia, Zaskia pun segera membayar menu yang tadi dia pesan.


"Makasih ya Pak. Nasi gorengnya enak. Kapan-kapan ke sini lagi Pak, kami mau menawarkan kerja sama. Semoga selalu ramai ya Pak."


"Makasih Neng. Wah ini kebanyakan Neng, satu lembar saja cukup, masih sisa."


"Ga papa Pak, ini rejeki Bapak. Bapak terima ya. Siapa tahu, besok saya ke sini lupa bawa duit, hehehe..."


"Ah, si Eneng baik pisan. Makasih ya Neng. Dengan senang hati, kami pasti akan menyambut kedatangan kalian. Semoga kalian mendapatkan rejeki yang berlimpah. Aamiin."


"Aamiin..."


Mereka pun segera berpindah lapak untuk mencari pesanan sang bunda. Di sana ternyata banyak sekali warung tenda yang berjajar, jadi tak perlu mencari tempat lain untuk mendapatkan jajanan yang mereka inginkan.


"Aku anter pulang yuk, keburu malem. Ga enak sama ibu kamu." ucap Andre pad Kezia yang masih memandang punggung pasangan tadi sampai punggungnya tak terlihat lagi. Kezia hanya tersenyum dan mengangguk.


"Jadi Mbak Kia itu tetangga kamu. Ah iya, aku lupa kalau mereka itu dari daerah yang sama dengan kita. Tapi aku masih ga nyangka aja sih kalian saling kenal." Kezia memulai pembicaraan saat mobil mulai melaju.


Andre manarik nafas panjang. Hal ini memang harus dia ceritakan. Dia ingin memulai hubungan lagi dengan Kezia setelah diketahui wanita masih sendiri. Andre tak ingin menyembunyikan apa pun agar ke depannya mereka bisa lebih memahami satu sama lain.


"Aku pernah bilang kan kalau aku pernah tunangan sama seorang gadis, tapi secara tak sengaja aku sudah menyakitinya karena akhirnya alu malah menikahi sepupunya?"


Kezia mencoba mengingat-ingat. Tak lama dia terlonjak kaget.


"Jangan bilang kalau gadis itu.... Astaga, aku jadi insecure Ndre. Sumpah ya, cewek sekeren, secantik Mbak Kia aja kamu duakan? Gimana aku yang ga ada apa-apanya ini."


Mendadak kebahagiaan Kezia menjadi keputusasaan. Sepertinya Andre harus berjuang lebih keras lagi untuk mendapatkan kepercayaan Kezia. Jangan sampai gagal lagi mendapatkan kebahagiaannya.


TBC


Follow ig aku ya gaes @momys623, othor buatin khusus untuk kalian, so langsung follow ya.


Butuh saran dari kalian untuk kelanjutan kisah Revan dan Zaskia. Yuk kita bisa ngobrol di sana.

__ADS_1


Juga ada info tentang novel othor yang lain.


Makasih dukungannya 🙏🙏


__ADS_2