Putri Yang Terbuang

Putri Yang Terbuang
BAB 78. RENCANA


__ADS_3

Setelah melewati malam indah dengan istrinya, sepasang pengantin baru, Revan dan Zaskia nampak begitu pulas mengarungi mimpi. Nampaknya adegan yang baru saja mereka lalui sampai terbawa mimpi. Bahkan saat tidur pun sepertinya dua insan itu pun enggan berpisah. Mereka salling mengeratkan pelukan, mencari kehangatan pada masing-masing pasangannya.


Merasa tenggorokannya kering, Zaskia terpaksa membuka matanya dan berusaha bangun. Saat menanjak di lantai tiba-tiba sendinya terasa nyeri. Dia menutup mulutnya agar tak mengeluarkan suara takut membangunkan suaminya.


Dia menyambar gaun tidurnya yang tadi dilempar Revan sembarangan. Dengan tertatih dia berjalan ke sudut kamar dimana ada kulkas mini di sana.


Zaskia mengambil sepotong roti dan sebotol air mineral lalu membawanya ke sofa.


"Ternyata begituan juga bikin laper ya. Abang ngersain juga ga ya? Ah, kalau iya kasihan, pasti dia kecapean banget. Tapi tidurnya nyenyak banget. Sayang, kalau dibangunin." gumam Zaskia sambil memandag suaminya.


Dia menuangkan air mineral ke dalam gelas dan meminumnya. Setelah menghabiskan rotinya, dia ke kamar mandi untuk buang air kecil. Setelah keluar dari kamar mandi, sejenak Zaskia memandangi wajah suaminya sambil mengusap rambutnya.


"Ya Allah, terima kasih sudah memberiku suami yang baik seperti abang. Jagalah cinta kami ya Allah, jadikanlah dia pasanganku sampai kelak di syurgaMu. Aamiin... Cup!" Zaskia memanjakan doa lalu mengecup kening suaminya. Zaskia nampak tak bosan-bosan memandangi wajah nan tampan yang ada di depannya itu.


Revan nampak menggeliat, kakinya bergerak-gerak sampai selimutnya tersingkap. Posisinya menjadi telentang, dan nampaklah tubuh polos Revan. Wajah Zaskia tiba-tiba bersemu merah saat melihat senjata suaminya ternyata berdiri tegak. Jantungnya mulai berdetak tak karuan menahan gejolak dalam dirinya. Dia memberanikan diri menyentuh benda yang sudah membuatnya ketagihan itu.


Zakia memejamkan matanya sejenak setelah berhasil menggenggam benda itu. Belum apa-apa sesuatu yang berada di bawah sana rasanya sudah ikut berkedut.


Asataga, apa yang sudah kulakukan? Bisa-bisanya aku jadi semurahan ini. Batin Zaskia lalu melepas setelah sedikit mengelusnya.


Zaskia membenarkan selimut suaminya lalu berjalan menuju jendela kaca besar kemudian membuka tirainya. Terlihat pemandangan kota yang indah dari kamar itu. Namun tak berapa lama dia dikagetkan oleh tangan besar yang melingkar di perutnya.


"Kenapa sudah bangun? Adek ga betah di sini?" tanya Revan sambil menciumi leher istrinya. Tidak lupa tangannya mulai naik dan memainkan squishy kesukaannya.


"Aahhhh... Abang..." Zaskia mel*ng*h merasakan sensasi geli dan enak secara bersamaan. "Tadi haus, laper, pengen pipis juga." lanjutnya. Zaskia menumpu pada tangan kiri Revan yang ada di perutnya. Sedangkan tangan kanan Revan sudah masuk dari bawah dressnya.


"Abang kenapa ikutan bangun? Kia ganggu Abang?" tanya Zaskia lagi. Sambil menahan diri agar tidak mend*sah.


"Abang nyariin guling hidup, pengen peluk tapi ga ketemu. Ini masih sakit?" tanya Revan sambil menyelusupkan jarinya ke lembah kenikmatan milik istrinya.


Zaskia hanya menggeleng, tubuhnya mulai bergerak gelisah saat tangan Revan keluar masuk daierah intinya.


"Udah basah sayang, kita coba di sini ya. Agak merendah. Pegangan kaca!" ucap Revan dengan suara serak.


"Nanti kalau pecah gimana?" tanya Zaskia polos.


"Ga akan sayang, abang mulai ya." sahut Revan meyakinkan istrinya. Revan mulai berselancar dalam percintaan yang menggelora. Mereka tak dapat lagi menahan mulut mereka untuk tidak mengeluarkan suara-suara laknat. Sampai akhirnya mereka sampai puncak bersamaan.


Nafas mereka masih terengah-engah, namun Revan langsung menggendong istrinya ala koala menuju kamar mandi lalu mendudukkannya di meja wastefel. Revan sendiri mengisi bath up dengan air hangat dan menuangkan sabun aroma therapy.


"Berendam dulu biar lebih rileks dan ini ga akan terasa sakit banget." ucap Revan sambil mendudukkan istrinya ke dalam bath up kemudian dia sendiri segera menyusul masuk. Tangan Revan dengan lembut memijit pundak dan punggung Zaskia, sesekali tangannya juga nakal berkeliaran ke tempat-tempat yang dia suka.


"Enak ya ternyata berendam sambil dipijit, hehe." ucap Zaskia yang kini bersandar pada dada Revan. Dia tak protes atas perlakuan Revan yang semakin menjadi.


"Mau tiap hari juga Abang siap, Sayang. Adek ga pernah berendam memang?" tanya Revan.


"Pernah. Kalau Kia bosen, nungguin abang ga pulang-pulang Kia berendam." jawab Zaskia sambil memainkan busa sabun.

__ADS_1


"Udah enakan? Lebih rileks kan? Makasih ya, Adek udah bikin Abang melayang berkali-kali." ucap Revan sambil menciumi leher istrinya.


Zaskia menoleh dan mengecup pipi suaminya. "Selama Kia sanggup, Kia akan berusaha melayani Abang kapan saja. Yang penting jangan di sembarang tempat." ucap Zaskia sambil membalikkan badannya.


"Adek juga ga perlu malu untuk minta duluan kalau pengen, janji ya." ucap Revan sambil menikmati jari-jari istrinya yang berkelana menelusuri wajahnya.


"Habis ini kita ke apartemen ya Bang. Kangen, lama ga ke sana?" ucap Zaskia tanpa menanggapi permintaan suaminya.


"Boleh, habis subuh mau langsung berangkat? Abang rencananya hari ini mau bikin syukuran kecil-kecilan di kafe. Mumpung minggu juga, pengunjung juga dapat diskon, khusus hari ini. Temen-temen abang juga datang. Kalau ada yang pengen adek undang, boleh kok." ucap Revan.


"Kia kan ga punya kenalan Bang. Mbak Rita udah anggota kafe. Eemmmm... Kalau Kak Arya sama Ara udah dikabari belum?" tanya Zaskia.


"Belum sempet, adek aja ya yang kabarin." ucap Revan yang dijawab anggukan oleh zaskia. "Udahan yuk berendamnya, lanjut mandi junub, bentar lagi adzan pasti." lanjut Revan.


Zaskia tidak menjawab, dia malah memandang Revan sambil tersenyum.


Ya Allah, adem banget punya suami ganteng dan lembut. Jadikanlah kami pasangan sehidup sesyurga Ya Allah.. Aamiin. Doa Zaskia dalam hati.


Revan yang gemas dengan tingkah istrinya itu malah menarik hidungnya. "Malah senyum-senyum, ayok!" ucap Revan lagi, Zaskia hanya mengangguk kali ini sambil terkekeh.


Setelah subuh, Zaskia dan Revan langsung meluncur ke apartemen. Mereka hanya meninggalkan pesan pada kakaknya kalau mereka telah pulang terlebih dulu.


Sesampainya di apartemen, Zaskia langsung membuat sarapan ala kadarnya untuk mengganjal perut. Omlet sepertinya lumayan, pikir Zaskia.


"Heemmmm... Enak nih. Pinternya istri abang." puji Revan pada istrinya.


"Telur doang, siapapun juga bisa Bang. Maaf ya, buat ganjel perut dulu. Nunggu nasinya mateng kelamaan." ucap Zaskia.


"Hari ini mau kemana aja Bang, sebelum ke kafe? Habis makan boleh tidur lagi sebentar ga. Kia masih ngantuk." ucap Zaskia kemudian.


"Iya, kita tidur lagi aja sayang. Masih pagi banget juga. Acara di kafe kan masih sore kok." sahut Revan. Sejujurnya Revan pun merasa lelah dan ngantuk, namun sengaja tak memperlihatkan pada istrinya.


Dengan telaten Zaskia menyuapi Revan sambil bergantian menyuapkan sarapan ke mulutnya sendiri. Selesai sarapan, Revan masih menunggu Zaskia yang mencuci peralatan makan mereka. Setelah itu mereka masuk kamar dan mengarungi mimpi.


*****


Sejak pagi Yayan sudah sibuk mengatur siasat untuk mencelakai Laras. Sampai akhirnya tercetus sebuah rencana gila. Dia memasukkan obat perangsang ke dalam infused water yang berada di kulkas dapur. Dia tahu pasti, itu adalah milik Laras.


"Kita akan bersenang-senang Dela bodoh!" gumamnya sambil melirik kanan kiri. Setelah selesai dia bersiap-siap untuk acara rutinnya di minggu pagi. Apalagi jika bukan perkumpulan manusia-manusia laknat yang tega menculik dan menjual anak-anak di bawah umur yang tak berdosa.


Masih untung jika mereka membelinya karna ingin diangkat sebagai anak. Tapi ada juga yg hanya dijadikan budak, eksploitasi anak. Jika mereka perempuan berwajah cantik, maka akan dipelihara dan akhirnya akan dijual dan menjadi wanita panggilan. Bisa juga mereka akan menjadi korban pedofil dengan bayaran tinggi.


Sebenarnya pedofil sendiri adalah salah satu penyimpangan dimana pria dewasa cenderung lebih bahagia saat bisa melampiaskan n*fsu mereka pada anak-anak di bawah umur. Kebetulan, Yayan adalah salah satu yang membina atau mengajarkan anak-anak perempuan dibawah umur untuk melayani pria dewasa. Bukan hanya teori, Yayan bahkan mempraktikkan bagaimana berhubungan badan dengan pria di depan mata mereka. Biasanya mereka berusia 10 sampai 15 tahun. Mereka dipaksa untuk tidak berpakaian sama sekali, dikumpulkan bersama dengan beberapa laki-laki dewasa. Tentu saja yang mengajarkan dilarang keras untuk memakan mereka. Karena keperawanan mereka adalah sumber uang untuk mereka. Mereka hanya harus tahu, bagaimana dia bersikap jika ada pria yang menggauli mereka. Jika mereka melawan, maka sudah pasti ancaman hukumannya sangat berat. Dan mereka memilih untuk pasrah.


Benar-benar mereka manusia iblis. Semoga di dunia nyata tidak ada orang-orang seperti mereka. Aamiin.


Yayan mengirimkan pesan pada bosnya.

__ADS_1


To Bos :


Sedang siap-siap, jika berhasil saya akan membawa santapan lezat untuk kalian pesta bos. Meski wajahnya tidak cantik, tapi tubuhnya seksi. Kalian akan puas.


Pesan terkirim


Setelah itu dia bersiap-siap sambil terus memperhatikan gerak-gerik Laras. Dia harus memastikan, laras meminum mimuman itu.


Sementara di tempat lain, Zian sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian mereka sudah menunggu di di dekat lapangan di ujung kompleks, jalan yang biasa dilewati.


"Pak, Tersangka mengirim pesan kepada seseorang yang disebut Bos dari kontaknya." ucap Zian sambil menunjukkan isi chat iti pada salah satu anggota polisi yang bertugas.


"Bapak kenal dengan yang dimaksudkan si tersangka?" tanya polisi itu lagi.


Zian membuka cctv yang berada di dalam mansion. Di sana terihat jelas gerak-gerik Yayan. Meski tidak terilhat apa yang dilakukan saat membuka kulkas, namun gerak geriknya sangat mencurigakan.


"Dia adalah istri Tuan Abimana, Pak." jawab Zian. "Saya akan coba menghubungi Tuan Abi, saya takut tersangka berniat jahat dengan memasukkan sesutu di sana." ucap Zian yang langsung melakukan panggilan pada Abimana.


Sementara Abimana yang memang sedang memegang ponselnya segera mengamgkat panggilan dari asistennya.


"Bagaimana Zi?" tanya Abimana langsung.


"Ada, yang mencurigakan Tuan. Tolong sampaikan pada Nyonya, sebaiknya berhati-hati saat makan atau minum dari kulkas. Dari gerak-geriknya, sepertinya dia merencanakan sesuatu oada Nyonya." ucap Zian memyampaikan informasi.


Abimana melirik kamar mandi, sepertinya Laras masih di dalam.


"Baiklah zi, saya mengerti. Ada lagi?" sahut Abimana.


"Ah, Pihak kepolisian ingin menyampaikan sesuatu Pak." ucap Zian.


"Selamat pagi Pak Abi, saya yang memimpin operasi hari ini. Sepertinya rencana akan berubah. Ini adalah kasus besar, kami akan mengikuti secara diam-diam untuk mengetahui aktifitas mereka. Jika tidak mungkin menggerebek tempat mereka saat ini, yang penting kami sudah tahu lokasinya dulu." ungkap polisi itu.


"Yang penting kedua wanita yang saya maksud jangan sampai lolos Pak. Karna kalau sampai itu terjadi, jangan salahkan saya, jika saya bertindak sendiri." ucap Abimana tegas penuh intimidasi.


"Tentu... Saya sendiri yang akan pastikan." sahut polisi itu tak kalah meyakinkan.


"Baiklah kalau begitu. Terima kasih." sahut Abimana. Setelah menutup pamggilanya itu, Laras terlihat keluar dari kamar mandi.


"Bun... Zian menangkap gerak-gerik mencurigakan. Sepertinya perempuan ular itu menaruh sesuatu di makanan atau minuman. Jangan ambil apa-apa dulu dari sana." ucap Abimana memperingati istrinya.


Laras nampak mengernyitkan dahinya. Kemudian dia tersenyum.


"Sepertinya Laras tahu Mas. Sudah Laras duga. Sebentar, Laras akan mengambilnya. Biar dia seneng karena rencananya sudah berhasil." sahut Laras yang langsung keluar tanpa menunggu tanggapan suaminya.


"Akhirnya... Ayolah, ambil minumanmu dan habiskan. Lalu kita akan berpesta." gumam Yayan yang mengintip gerak-gerik Laras yang membuka kulkas dan mengambil botolnya.


Sedangkan Laras hanya memindahkan minuman itu ke botol kosong, lalu melakukan gerakan seolah-olah sedang minum. Kemudian dia berdiri dan mengangkat botol minummya yang sudah kosong dan mencucinya.

__ADS_1


Yayan sepertinya sangat kegirangan, dia masih menantikan reaksi obat itu pada laras.


TBC...


__ADS_2