
Zaskia mulai terbiasa menjalani kehidupannya bersama Revan. Enam bulan berlalu, banyak hal-hal tak terduga dalam pekerjaannya.
Saat masuk bangku kuliah dulu, Zaskia memang tidak pernah menggunakan nama besar keluarnya maupun suaminya. Dia ingin dikenal sabagai Zaskia saja, bukan sebagai anak konglomerat. Sama seperti Revan, Zaskia hanya ingin mendapatkan teman yang tulus. Meski tetap ada saja orang yang julid dan mengganggunya.
"Ki, ada pemotretan? Kok buru-buru?" tanya Syifa, salah satu teman akrabnya. Saat itu mereka baru saja selesai kelas. Zaskia setengah berlari keluar dari kelas.
Tak banyak yang tahu kalau dia sudah jadi model tetap Renata Boutique. Bukannya tidak mau bergaul, namun Zaskia sengaja membatasi diri agar tetap fokus pada kehidupan pribadinya juga. Kuliah ya untuk mencari ilmu, kalau sekedar pengin punya temen banyak, hal itu bisa sambil lalu dan jangan sampai mengorbankan rumah tangganya.
"Enggak kok, lagi ada janji sama Abang makan siang. Dah ya... Udah ditungguin soalnya. Daaa..."
Zaskia tak menutupi hubungannya dengan Revan dari teman-teman dekatnya, meskipun mereka mengira Zaskia baru berpacaran atau bertunangan.
"Ok beb, tiati!" seru Syifa.
Syifa adalah salah satu mahasiswa penerima beasiswa dari luar kota, sama sepertinya dulu, seandainya beasiswa itu diambil. Syifa juga orang yang dia percayai untuk mengelola usahanya.
Zaskia memutuskan untuk membuka usaha sendiri bersama teman-teman kuliahnya. Lebih tepatnya dia hanya mengarahkan dan mengawasi saja. Selebihnya dia hanya melakukan pemesanan dan mengecek saat barang datang. Model untuk baju-baju nya dia sendiri. Waktu awal-awal dia sampai 2 hari full melakukan foto-foto untuk 200 lebih model pakaian, selanjutnya kalau ada pakaian model baru dia akan melakukan pemotretan.
Dia menyewa ruko yang letaknya tidak jauh dari kafe untuk memulai usahanya. Karena mertuanya mempunyai pabrik garment terbesar dan harganya pun relatif lebih terjangkau, namun kualitas tetap oke, maka usahanya tidak jauh-jauh dari pakaian jadi. Dia menawarkan paket usaha juga dalam promosinya. Dan ternyata peminatnya sangat banyak. Sehingga dalam waktu 3 bulan saja resellernya sudah banyak dari seluruh oenjuru negri. Namun dia juga menjual ecer pakaian berbahan premium bulan hanya untuk kelas menengah, namun untuk kelas bawah juga.
Marketingnya cukup bagus. Tentu saja memanfaatkan sosial media menjadi andalan dalam promosinya. Apalagi saat melihat thofu, pasangan selebgram yang sedang viral itu berjualan lewat tiktok live dan bisa mencapai omset sampai dengan 1M hanya dalam waktu 1 jam saja. Zaskia juga mencoba hal yang sama setiap malam minggu. Tidak usah lama-lama, hanya jam 8 sampai 10 malam saja, omsetnya lebih dari 1M. Revan bahkan lebih sering menemani istrinya live malam minggu di ruko dari pada mengawasi kafenya. Karena sejak kejadian di kafe beberapa bulan lalu, followers Zaskia semakin banyak. Tentu saja, hal itu tak disia-siakan oleh Zaskia.
"Maaf By, tadi dosennya lelet banget," ucap Zakia sambil menyalaminya.
"Abang juga baru saja datang kok. Kenapa harus lari-lari sih, tar jatuh gimana?" sahut Revan setelah mendaratkan kecupan mesra di kening Zaskia. Selama 3 bulan kuliah, memang baru pertama Revan mengajaknya makan siang bersama. Pasalnya pekerjaan Revan akhir-akhir sangat padat, belum lagi Papa meminta Revan untuk membantu mengaudit laporan keuangan perusahan setiap bulan..
Saat mengantar jemput istrinya, Revan memang dilarang oleh istrinya untuk turun dari mobil, takut ada yang naksir, katanya. Makanya, sejak tadi dia tiba dan turun dari mobil, semua mata memandang ke arahnya dengan tatapan terpesona. Apalagi dia masih lengkap menggunakan sragam kebesarannya, hal itu membuat ketampanannya menjadi berlipat-lipat.
"Ayo masuk By, itu mereka perhatiin kita," ucap Zaskia sambil menunjuk ke sekitar dengan dagunya.
Revan tersenyum lalu membukakan pintu untuk istrinya. Setelah Zaskia duduk dengan nyaman, dia menuju kursi kemudi.
Zaskia menatap suaminya saat mobil tidak juga bergerak.
"Kenapa By?" Ternyata sejak tadi suaminya itu juga sedang menatapnya.
Revan membawa tangan Zaskia ke bibirnya.
Cup....
"Abang kangen Dek, sejak pagi Abang kepikiran adek terus."
Sudah 3 hari Zaskia mendapatkan tamu bulanannya, hal itu membuat Revan menjadi murung karena tidak mendapatkan jatahnya.
Zaskia mengulas senyum, dia sudah hafal kebiasaan suaminya.
"Mundurin joknya By!"
Revan hanya mengernyitkan dahi, namun tak urung dia memundurkan tempat duduknya juga.
__ADS_1
"Kenapa Yang?" tanya Revan dengan wajah cengonya.
Zaskia hanya tersenyum namun tangannya perlahan membuka kancing tuniknya satu persatu. Untung Revan menggunakan mobil yang kacanya tidak tembus pandang.
Revan menelan ludahnya kelat saat menyadari perbuatan istrinya. Tangannya terangkat perlahan, namun dia menariknya kembali.
"By, ini kenapa bengkak gini ya, kalau di pegang juga sakit.," keluhnya saat tamu bulanannya datang bulan lalu. Karena itulah sejak kemarin dia menahan diri untuk tidak memainkan sumber nutrisi anaknya kelak.
Zaskia yang menyadari kalau suaminya itu takut akan menyakitinya pun beranjak dari duduknya, kemudian duduk di pangkuan Revan.
"Ja... Jangan gini Yang. Takut nanti Abang tidak bisa mengendalikan diri. Abang takut nyakitin Adek," ucap Revan dengan tubuh menegang dan mata terpejam.
Cup cup cup...
Zaskia dibuat gemas dengan reaksi suaminya itu. Setelah beberapa kecupan mendarat di bibir Revan, Zaskia mulai ******* bibir suaminya yang selalu menjadi candunya.
Mendapat serangan seperti itu, Revan dengan sigap langsung membalasnya, bahkan yang tadinya ragu berubah jadi menggebu-gebu. Perlahan tangannya pun naik, mengusap pelan dua benda kenyal di dada istrinya.
Haah. Haah. Haah...
Mereka sama-sama terengah-engah saat ciuman mereka terlepas.
"Masih sakit Yang ini?" tanya Revan dengan tangan masih nangkring di dada Zaskia.
Zaskia tersenyum dan menggeleng.
Revan tampak sumringah mendengar jawaban istrinya, senyumnya tercetak lebar.
"Jadi Abang boleh kan?" tanya Revan penuh semangat.
"Boleh, tapi jangan lama-lama. Abang masih mau ke kantor kan?" Jawaban yang sungguh tak berguna karena suaminya sudah lebih dulu mendaratkan bibirnya di dada Zaskia.
"Aahhh... By...!"
*****
"Nanti nginep di rumah Ayah ya By, kangen sama Bunda," ucap Zaskia sambil memisahkan duri ikan dan menyuapkan ke mulut Revan.
Sejak bersama Zaskia sepertinya menu ikan bakar menjadi makanan favoritnya, apalagi dia tinggal mangap saja. Zaskia memang terlihat sangat memanjakannya terutama masalah perut.
"Boleh... Tar Abang jemput di apartemen aja ya? Habis ini ada acara kemana?"
Revan tahu kegiatan istrinya, antara ke kampus, ke kafe, ke ruko, ke butik Mamanya atau ikut pemotretan. Meski dulu sempat ditawari untuk endorse produk-produk tertentu, namun Zaskia memutuskan untuk tidak mengambilnya. Kini justru dia banyak menggandeng anak-anak muda yang ingin berbisnis dan membantu mempromosikan produk mereka, gratis.
Sejauh ini eksistensinya sangat berharga bagi orang-orang yang mengenalnya. Berteman dengan kalangan bawah dia ga malu, bergaul dengan kalangan atas, anak pejabat dan artis pun dia ga malu-maluin. Dengan tetap bersikap ramah, hormat dan bersahaja, dia malah menuai banyak pujian.
"Nanti ke ruko bentar, ada barang datang," jawab Zaskia.
"Oh, kalau gitu nanti Abang samperin sekalian ya. Kita pulang bareng," ucap Revan setelah menelan suapan terakhirnya. "Temen kamu jadi tunangan?" tanya Revan kemudian.
__ADS_1
"Sheila? Rencananya minggu depan. Kenapa By?" tanya Zaskia heran. Pasalnya dia tidak pernah mengurusi masalah orang lain sebelumnya.
Revan memang sering bertemu dengan teman-teman Zaskia yang mengurus bisnisnya di ruko. Sheila biasanya akan bergantian dengan Syifa. Mereka membawahi 10 orang karyawan tetap dan 5 orang karyawan freelance. Pernah berada dalam ekonomi lemah, membuat Zaskia lebih memperhatikan mereka. Revan pernah juga beberapa kali melihat Sheila dikunjungi oleh pria yang katanya adalah calon tunangannya.
"Ga papa, cuman kayaknya Abang pernah lihat sekilas, Jason bersama cewek. Tapi ga tau mungkin sodaranya, tapi kalau saudara masak sih ya, mereka ciuman bibir."
Bukannya fokus pada Jason, saat mendengar ciuman bibir, Zaskia malah teringat peristiwa di mobil tadi. Coba kalau tercyduk, pasti sudah jadi berita viral dengan judul 'Oknum PNS terlibat Skandal dengan Mahasiswa' atau 'Oknum PNS Terciduk Mesum dengan Mahasiswa'.
"Kok malah senyum-senyum sih? Hayo ngelamunin apa?" tanya Revan sambil mencubit gemas pipi istrinya.
"Eh, enggak kok. Habisnya Abang malah ngomongin ciuman segala," jawab Zaskia tergagap, membuat Revan tahu yang sekarang ada di pikiran Zaskia.
Revan terkekeh pelan, "Pulang aja yuk, lanjutin yang tadi, kayaknya Abang juga belum bisa move on.
"Abang ih, malu!" seru Zaskia pelan lalu bersembunyi di belakang lengan suaminya. "Eh, tadi Jason kenapa? Ciuman ya? Apa mungkin Jason selingkuh ya?"
"Itu dia, Abang takut salah. Bisa-bisa nanti malah timbul fitnah," ucap Revan bijak.
"Tapi Sheila juga harus dikasih tahu, setidaknya dia bisa menyiapkan hatinya jika memang Jason mengkhianatinya."
Zaskia menerawang ke masa lalu. Dia saja yang dulu belum memberikan hatinya pada Andre bisa sesakit itu. Apalagi Sheila, yang sepertinya sudah berharap banyak akan hubungannya dengan pria itu.
"Kok melamun? Ingat mantan Bu?" tanya Revan menggoda Zaskia.
"Apa sih Bang? Ga lucu. Tapi untungnya Kia ditinggal nikah ya Bang waktu itu. Kalau ga, Kia ga bakalan dapet suami seganteng dan sekeren Abang."
Revan yang mendengarnya praktis menepuk dadanya, berlagak jumawa.
"Hahahaha... Seneng Pak dipuji-puji?" tanya Zaskia sambil terkekeh.
"Iyalah... Apalagi sama wanita cantik nan sholehah ini. Love you sayang. Jangan lelah untuk memujiku, meski saat tua nanti Abang jadi kriput dan jelek." ucap Revan sambil mengelus kepala Zaskia yang tertutup hijab.
"Abang... So sweet banget sih. Jadi pengen berduaan terus deh. Tapi sayang jam makan siang udah kelewat dari tadi lho. Udahan yuk!" ucap Zaskia sambil membereskan barang bawaannya.
Revan pun berdiri dan mengulurkan tangannya pada Zaskia. Zaskia bukannya menggenggam tangan suaminya tapi malah merengkuh lengan Revan sambil nyengir.
"Dasar...!" seru Revan sambil menarik ujung hidung Zaskia. Pasangan muda itu selalu menjadi perhatian di manapun mereka berada. Mereka pun ke kasir lalu keluar dari restoran dengan saling bersenda gurau.
"Jadi seperti itu kelakuan cewek yang sering diceritakan Valdy? Hah... Ayam kampus!"
Ucap seorang yang berada di meja lain, yang sejak Zaskia masuk memvideonya, meski tidak terdengar suaranya, namun interaksi Zaskia dan Revan terlihat jelas.
TBC....
Terus stay tune ya gaes...
Babak baru kehidupan Zaskia- Revan sudah dimulai dan pastinya akan semakin seru.
Jangan lupa tekan like dulu ya, biar authornya lebih semangat
__ADS_1