
"Yang, tadi salah bawa ponsel ya? Hp adek bunyi terus dari tadi." ucap Revan saat mereka sudah selesai bersih-bersih dan sholat ashar. Dan saat ini mereka sedang bersantai di depan tv sambil ngeteh.
"Masa sih Bang? Coba Kia ambil dulu." Zaskia ke kamarnya mengambil ponsel di dalam tas yang tadi dipakai kerja.
Kia hanya nyengir saat apa yang dikatakan Revan benar adanya. Untung tidak ada telepon penting di ponselnya Revan, pikirnya.
"Maaf Bang, habis tadi pagi kan waktu ke rumah hp aku masukin tas semua jadi satu. Terus waktu itu Kia keluarin 2 hp abang, tapi ga tau kalau ketuker." ucap Zaskia menyesal.
"Ga papa kok Yang, sini!" ucap Revan sambil menepuk tempat di sampingnya. Zaskia menyodorkan ponsel Revan.
"Emang ada yang penting ya Bang?" tanya Zaskia saat melihat wajah serius Revan.
Revan mengangguk. Dia menunjukkan siapa saja yang tadi menghubunginya, termasuk juga Andre.
"Kamu masih belum bisa memaafkan Andre? Apa ada sebagian hatimu yang masih kamu sisakan untuknya?" tanya Revan lembut agar Zaskia tidak tersinggung.
"Ih, kok Abang tanyanya gitu?" jawab Zaskia sambil menyeder manja pada pundak Revan.
"Ya kalau enggak kenapa pesannya ga pernah kamu bales?" tanya Revan yang kini tangannya mulai membelai rambut Zaskia.
"Sebenernya pas awal-awal itu aku ga pernah respon dia karena Kia masih kecewa, Kia masih sakit hati, Kia marah. Ya gitu deh, namanya orang habis diselingkuhin. Tapi saat sudah sama Abang, Kia tuh cuma mau menjaga perasaan Abang. Abang itu sudah menghapus luka dan kesakitan hati Kia dan Kia juga ga mau memberi harapan seolah Kia masih mau memberinya kesempatan. Gitu aja sih Bang." jelas Zaskia pada Revan.
Revan mengecup kening Zaskia lama untuk menyalurkan rasa bahagianya.
"Ok, kalau gitu, biar dia tidak membayangi hubungan kita, kamu buka pesannya. Setidaknya kamu balas pesan terakhirnya. Kalau dia mau ngajak ketemu, Abang akan temenin. Kamu mau kan hubungan kita lepas dari bayang-bayang masa lalu?" ucap Revan sambil mengelus kepala Zaskia yang masih menempel di pundaknya.
Sesaat dia mendongak, tangannya naik ke wajah Revan dan mengusap rahang kokoh Revan. Sejenak mata mereka bertemu.
"Dulu pas pertama lihat Abang, Kia itu sempat bertanya-tanya. Mamanya Abang dulu ngidam apa pas hamil Abang, kok bisa gantengnya maksimal gini. Tapi saat Kia udah ketemu mama dan papa yang cantik dan ganteng, Kia baru tahu ternyata Abang itu perpaduan mereka." ucap Zaskia, posisi mereka masih sama saling beratapan. Terlihat jelas , ada tatapan mendamba di mata mereka.
"Apapun akan Kia lakukan, agar nanti hubungan kita terus bahagia kek gini... Cup!" ucap Zaskia yang diakhiri dengan mengecup rahang Revan sekilas.
"Adek lho yang menggoda duluan, jangan salahkan Abang kalau nanti bener-bener Abang memakanmu." goda Revan.
"Abang ih, kesana mulu deh pikirannya. Mana hp Kia?" tanya Zaskia sambil menengadahkan tangannya.
To Mas Andre :
Maaf Mas, Kia baru bisa bales
Kia udah ga papa. Kia doakan agar Mas Andre selalu bahagia. Kia sudah memaafkan Mas Andre.
Kia juga sudah menemukan kebahagiaan Kia sendiri.
Pesan terkirim, centang dua abu-abu.
Zaskia menunjukkan pesannya pada Revan yang dijawab dengan anggukan dan acungan jempol. Tak berapa ada panggilan video masuk. Mungkin Andre sudah membaca pesannya.
"Dia malah video call Bang. Gimana, angkat ga?" tanya Zaskia. Dia pikir tadinya cukup berbalas pesan saja.
"Ya udah angkat aja, kalau senyum jangan manis-manis!" ucap Revan lalu merebahkan badannya dan meletakkan kepalanya di paha Zaskia sebagai bantalnya.
On call
"Assalamu alaikum Mas." jawab zaskia dengan sedikit tersenyum.
Andre yang melihat wajah Zaskia jadi teringat masa-masa indahnya dengan Kia.
Masya Allah, Zaskia tambah cantik banget. Batin Andre. Bukannya menjawab salam malah sibuk mengagumi kecantikan sang mantan.
"Mas, ada apa?" pertanyaan Kia menyadarkan lamunannya.
__ADS_1
"Ah, iya. Wa alaikum salam. Apa kabar Zas?" tanya Andre basa-basi, padahal saat ini jantung dan hatinya tidak sedang baik-baik saja.
"Kia baik Mas, Mas sendiri gimana, sehat kan?"
"Iya, Mas baik. Emmm Zas... Mas benar-benar minta maaf karena pernah menyakiti hati Zaskia. Sungguh semua itu bukan kesengajaanku." ucap Andre sungguh-sungguh.
"Kia kan sudah bilang kalau Kia sudah memaafkan. Mungkin ini memang takdir yang harus Kia jalani. Mas juga harus menjalani hidup Mas Andre dengan baik dan bahagia." ucap Zaskia memberi dukungan pada Andre. Ia melihat sorot penyesalan yang begitu dalam.
"Apakah benar-benar sudah tidak ada lagi kesempatan untukku Zas? Apakah di hati kamu sudah tidak ada lagi rasa untuk Mas?" tanya Andre penuh harap.
Itulah yang dia tidak ingin bahas saat bertemu atau berkomunikasi dengan sang mantan. Meski sudah menjawab tidak dia akan menanyakan lagi dan lagi.
"Maaf Mas, Kia sudah menemukan seseorang, Kia mencintainya, dan Kia akan menjaga hati Kia untuknya. Mas Andre harus bisa melupakan Kia." ucap Kia menjelaskan agar Andre tidak berharap terus.
Mendengar calon istrinya berkata demikian, hati Revan rasanya ingin terbang. Kepalanya mendusel di perut Zaskia dan memeluknya erat. Tangan Kia membelai kepala Revan dan sedikit meremas rambutnya.
Andre menghela safas kasar saat mendengar keteguhan hati Kia. "Baiklah, tapi kita masih bisa ketemu lagi kan. Anggap Mas ini kakak kamu, jika ada masalah atau butuh bantuan jangan ragu menghubungi Mas. Dan... Apakah boleh Mas berkenalan dengan seseorang yang sedang dekat denganmu itu?" tanya Andre penasaran.
Sejenak Zaskia mengalihkan pandangannya dan beralih ke Revan yang masih berada di posisi yang sama. Alih-alih membantu menjawab permintaan Andre, Revan malah menggigit perut Kia.
"Aww Abang ih... Kok digigit sih, sakit!" ucap Zaskia reflek, lalu dia membekap mulutnya saat sadar masih terhubung di panggilan video.
"Ini Mas Andrenya mau kenalan, bisa enggak?" tanya Zaskia sambil manyun.
"Gak usah dimanyunin gitu, minta Abang cium?" ucap Revan berkelakar. Revan mengambil ponsel yang dipegang Zaskia lalu mendudukkan tubuhnya di samping Zaskia. Tak lupa dia merangkul Zaskia agar bersandar di dadanya.
Sedari tadi Andre yg mendengarkan obrolan mereka pun bisa menilai kedekatan mereka. Bukan sandiwara lebih tepatnya.
Layar ponsel Andre saat ini dipenuhi oleh wajah tampan Revan. Fix... Dilihat sari segi manapun kalau masalah fisik, Andre jelas kalah telak. Saat Zaskia mengunggah foto Revan beberapa hari lalu wajahnya memang ditutupi emot love. Sedangkan di halaman ig Revan tidak ada foto dirinya. Baru kali ini, wajah Revan terlihat jelas oleh Andre.
Tampang oke, tapi Apakah pria ini sudah mapan, apakah dia sudah bisa menghidupi Zaskia dengan layak? Andre bertanya-tanya dalam hati.
"Saya Revan, calon istrinya Zaskia." ucap Revan santai namun namun menegaskan kepemilikannya.
"Saya Andre... Maaf mengganggu waktu santai kalian. Saya tahu saya pernah menyakiti Zaskia, karena itu saya hanya ingin memastikan bahwa kamu yang saat ini bersamanya, akan benar-benar membuatnya bahagia. Saya harap kamu tidak melakukan kesalahan yang sama seperti yang pernah kulakukan. Titip Zaskia, jaga dia!" ucap Andre dengan suara berat menahan sesak di dada.
"Tanpa diminta pun, saya pasti akan menjaganya. Jangan khawatir, karena dia adalah hidup saya. Saya akan membuatnya bahagia semampu saya." sahut Revan tegas.
"Ya... Memang harusnya seperti itu. Tapi maaf, apakah saya masih boleh bertemu dengan Zaskia?" tanya Andre ragu.
Sejenak Revan menatap Zaskia dan Kia membalas dengan senyuman. Interaksi itu tak luput dari perhatian Andre.
"Boleh aja sih, tergantung Kianya juga. Yang penting dia seneng aja sih kalau saya." ucap Revan.
Tak lama terdengar bel apartemen berbunyi, reflek mereka menengok ke belakang.
"Biar Kia aja Bang yang bukain pintu." ucap Zaskia sambil berdiri dan meninggalkan Revan.
"Apa saya mengganggu?" tanya Andre yang mendengar seperti ada tamu.
"Enggak kok, santai saja. Itu sepupu mau ngajakin keluar tapi masih nanti." jawab Revan jujur.
"Bang... Ara udah laper mau keluar sekarang apa nanti aja. Tapi kalau nanti, keburu laper." ujar Kiara yang baru saja datang dan menyusul ke ruang santai.
Revan hanya melihat saja sambil menggelengkan kepalanya.
"Jangan ganggu Abang dulu Ra. Pesen go good aja deh yang cepet. Tapi jangan nasi, soalnya nanti takut kenyang. Abang mau ngajakin kulineran katanya." sahut Zaskia yang datang sama Arya di belakang.
"Aku aja beb yang pesen, mau apa?" tanya Arya.
Zaskia kembali ke posisinya, sedang Ara seperti biasa duduk di sofa, Arya memilih mendekatkan diri dengan Kia karena sepertinya Zaskia masih canggung padanya.
__ADS_1
"Nanti kita mau ke mall xx, kamu boleh gabung kok kalau mau. Ajakin istrinya sekalian!" ucap Revan kemudian setelah semuanya tenang.
Revan sengaja menyebutkan istrinya, mungkin kalau mereka bertemu lagi, mata Vera akan terbuka kalau Zaskia sudah tidak menginginkan Andre lagi. Jadi dia tidak perlu mencari cara untuk mencelakai Zaskia karena iri.
"Ya coba nanti, ya udah deh kalian teruskan. Kapan-kapan lagi kita sambung, Assalamu alikum."
"Siapa sih?" tanya Kiara kepo, karna Zaskia sepertinya mengenalnya.
"Mantan." jawab Zaskia singkat.
"Suaminya cewek bar-bar kemarin itu?" Arya ikut menimpali.
Zaskia hanya mengangguk, tidak ada lagi tatapan kecewa atau sakit hati saat mereka ngobrol via panggilan video tadi. Artinya Zaskia sekarang benar-benar sudah move on.
Tak berapa lama bel apartemen kembali berbunyi, kali ini Kiara yang dari tadi menunggu pizza yang dia pesan berlari dengan tak sabar membukakan pintu.
"Yang, tadi Om Abimana datang ke rumah..." belum selesai Revan bicara Zaskia tersedak.
Uhuk uhuk uhuk...
"Pelan-pelan Yang makannya." kata Revan sambil menepuk-nepuk punggung zaskia.
Kiara segera memberikan air putih kepada Zaskia. Zaskia menarik nafas panjang. Sungguh dia terkejut mendengar perkataan Revan. Karena sebelumnya mereka jarang membicarakan hal yang berkaitan dengan Ayahnya secara serius.
"Abang sih, bercandanya gak lucu. Kia baru ngunyah juga!" ucap Zaskia sambil menepuk-nepuk dadanya.
Revan memeluk Zaskia dengan sayang. "Sori sayang, tapi tadi Abang ga sedang bercanda. Ayah Abi memang datang ke rumah. Sengaja kemarin Abang ga cerita tentang rencana kedatangan ayahmu. Abang ga mau berharap banyak takut nanti akhirnya kecewa. Tapi Abang sangat puas dengan pertemuan tadi."
"Jadi bener ayah datang? Apa dia menanyakan Kia?" tanya Zaskia dengan mata berkaca-kaca.
"Tujuan ayahmu memang mencarimu. Tapi sengaja belum langsung Abang kasih tahu dulu. Abang pengen denger pendapat kamu dulu, kalau kamu mau bertemu, Abang bisa mengaturnya. Bagaimana?"
Arya dan Kiara hanya mendengarkan mereka sambil makan tanpa ada keinginan untuk menginterupsi.
"Menurut Abang Bagaimana? Apakah ayah Abi akan menerima Kia? Apakah ayah Abi akan menyayangi Kia? Apa Ayah menanyakan Bunda juga?" tanya Kia kemudian.
Revan mengangguk mantap, setelah bertemu langsung dengan Abimana Revan memang sudah yakin 100% bahwa Abimana sangat menyesali hal yang terjadi di masa lalu.
"Abang yakin banget, abang melihat sorot mata ayah Abi penuh dengan luka dan penyesalan. Bahkan setelah sadar kalian sengaja dipisahkan, setahun setelah kamu dan Bunda pergi, ayah Abi tak berhenti mencarimu. Namun karena kelicikan Roy dan Diana kalian tidak bisa ditemukan. Ayah Abi juga sepertinya membutuhkan dukungan untuk sembuh, bukan cuma dari kamu tapi juga Bunda. Jadi keputusan ada di tangan kamu sayang, bagaimana?"
Dengan cepat Zaskia mengangguk, "Kia mau ketemu ayah, Kia pengen lihat ayah, Kia pengen peluk ayah. Kapan Bang, kapan Kia bisa ketemu Ayah? Bawa Kia ketemu ayah Bang." ucap Kia sambil menggoyangkan lengan Revan.
"Baiklah, biarkan Papa yang mengatur agar Bunda segera dijemput. Sabar ya, tidak lama lagi kok."
"Makasih Abang." ucap Kia sambil memeluk Revan erat. Revan membalasnya tak kalah erat.
"Hasyek.... Ketemu tante Laras. Beb, besok kalau nikah barengan aja ya sama mereka. Noh mereka dari tadi cuma pemer kemesraan terus. Kita dianggap makhluk ghoib kayaknya." ucap Arya pada Kiara.
"Kalau tante Laras ke sini paling dianterin sama Mami dan Papi. Kamu berani ketemu mereka buat lamar Ara?" tanya Kiara.
"Beneran mereka mau ke sini? Ayoklah... Nih ya Bang, biar masih Abang anggap ingusan. Arya tuh udah punya pengahsilan sendiri, cukuplah buat jajanin Kiara yang hobi makan." ucap Arya serius.
Kiara memang sempat bercerita pada Revan tentang Arya yang berniat membantu bekerja di perusahaan Papanya, meski sudah punya penghasilan sendiri. Dan Revan sepertinya juga ga keberatan jika mereka memang bersungguh-sungguh ingin menikah muda.
Revan hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah sepupu Zaskia ini. Setelah magrib mereka memutuskan untuk jalan ke mall sesuai rencana mereka.
TBC...
Konfliknya mulai diselesaikan satu per satu ya gaes...
Tetap dukung dengan berkomentar, vote, like, favorit
__ADS_1
Makasih❤️❤️