Putri Yang Terbuang

Putri Yang Terbuang
BAB 69. SAH


__ADS_3

"Anak buah kita melihat Laras ." ucap Roy saat bertemu Diana. Kali ini Diana yang datang ke apartemen Roy.


"Apakah mungkin Laras bersama anak buah Abimana? Abimana sendiri apakah melakukan pergerakan yang mencurigakan?" tanya Diana penasaran, dia takut kecolongan karna memang selama beberapa minggu belakangan ini Abimana mulai aktif lagi di perusahaan.


"Aku rasa tidak, bahkan dia masih mengutus orang untuk terus mencari kebarasaan Laras. Hanya saja sepertinya, Keluarga Abidin dan Aditama akan terjalin hubungan yang sangat kuat karena anak-anak mereka akan bertunangan." jawab Roy masih demgan nada tenang.


" Apakah Abimana akan menghadiri pertunangan ponakannya itu? Apakah kita bisa menyusup dan memata-matai mereka?"Tanya Diana.


"Sepertinya akan sulit. Acaranya dilaksanakan secara tertutup. Keamanan pasti berlapis, lagi pula untuk apa kita mengurusi hal tidak penting? Jika sampai membuat gaduh malah akan membuat kita terseret." Roy memberikan saran.


"Ok, tidak masalah. Oiya, ada laporan dari mansion Abimana. Dia memakai jasa perawat khusus. Apakah mungkin pecundang itu bisa sembuh." tanya Diana lagi. Karena tidak biasanya Abimana mau di rawat oleh perempuan.


"Bukankah selama ini belum terindikasi Abimana melakukan pemeriksaan terkait kakinya yang lumpuh itu. Masa kita kecolongan sih? Bukannya setiap hari suruhanmu itu selalu memberikan informasi terkait kegiatan Abimana?" tanya Roy.


"Kamu benar. Saat ini aku menyuruhnya untuk mendekati perawat itu, setidaknya kita harus bisa menguasainya juga seperti yang kita lakukan pada semua pelayan wanita di sana."


"Bagus, jangan pernah memberikan kesempatan pada Abimana untuk bangkit. Hanya saja, mengapa sampai saat ini obat yang diberikan oleh orang suruhanmu itu tidak juga menampakkan hasil. Apa kamu yakin dengan efek obat itu?" Roy mulai meragukan kinerja suruhannya.


"Nora bilang dia masih terus menmcapurkannya dengan makanan Abimana. Hanya saja semua itu sering terbuang percuma karena Abimana sering menolak untuk makan. Pelayan tidak ada yang berani untuk memaksanya makan. Tapi akhir - akhir ini dia selalu menghabiskan makanannya. Entah apa yang membuatnya bersemangat untuk terus hidup. Apa jangan - jangan dia sudah tahu keberadaan Laras? Jangan-jangan kita sudah melewatkan informasi penting. Akan aku cek ulang, Nora harus segera menekan perawat Abimana itu, setidaknya kita harus mendapatkan informasi tentang mereka." ucap Diana tiba-tiba panik.


"Sudahlah, tak perlu berlebihan. Segera hubungi saja orang suruhanmu itu." ucap Roy santai.


"Aku akan menghubunginya. Aku pulang dulu. Jangan lupa buat Revan terdesak. Kita harus bisa menjeratnya. Pikirkan lagi rencana selanjutnya." ucap Diana sambil keluar dari apartemen Roy.


Roy mengernyitkan dahinya. "Baiklah, jika kamu tak mau bekerja sama dengan cara baik-baik, maka aku akan menggunakan cara terkahir dan kupastikan kamu tak akan bisa lari, hahahaha..." ucap Roy bermonolog sembari tertawa terbahak-bahak.


**'*****


Hari ini semua sibuk mempersiapkan acara pernikahan Revan dan Zaskia. Untung Revan saat itu masih sempat untuk memesan sepasang cincin nikah yang ada ukiran nama di dalamnya. Sedangkan cincin berlian dan kalung yang pernah dia beli akan menjadi mas kawin. Bukan tidak mampu untuk membeli lagi, hanya saja Zaskia bersikeras tidak mau dibelikan lagi yang baru. Waktu di rumah besar Zaskia pernah diperlihatkan perhiasan itu. Zaskia melihatnya dengan takjub, namun saat melihat notanya Zaskia dibuat tercengang. Gelang dan cincin yang dia pakai ternyata harganya milyaran ditambah satu cincin dan satu kalung lagi totalnya 3 milyar lebih.


Itu saja sudah membuat Zaskia shock apa lagi jika nanti Revan membelikan lagi satu set, uang Revan bisa habis, pikirnya. Tak mau berdebat akhirnya Revan menuruti kemauan Zaskia untuk memberi mas kawin kalung dan cincin itu saja.

__ADS_1


Revan masih selalu takjub dengan pikiran sederhana Zaskia. Zaskia memang tak tahu berapa total kekayaan Revan. Terbiasa hidup serba kekurangan, membuatnya selalu menghargai uang. Baginya memiliki uang milyaran adalah sesuatu yang mustahil untuk dia lihat apalagi dia miliki. Bagaimana tidak, bahkan uang dalam jumlah 10 juta saja dia belum pernah melihatnya sebelum mengenal Revan tentunya.


Ijab qobul Revan Zaskia dan pertunangan Arya dan Kiara akan dilaksanakan di ballroom 3R Hotel. Sejak pagi hari zaskia sudah berada di salah satu kamar untuk dirias oleh MUA yang sudah disiapkan. "Kamu cantik sekali sayang." puji Laras pada putrinya. Kemarin Zaskia sudah benar-benar memantapkan hatinya. Dia akan mulai berhijab saat pernikahannya. Keluarganya mendukung penuh keputusan Zaskia tersebut.


"Bunda... Zaskia deg-degan. Apa bunda dulu saat menikah dengan Ayah juga seperti ini?" tanya Zaskia.


Laras tersenyum. Dia memahami perasaan putrinya, karna dulu ia pun tak kalah cemas saat memutuskan untuk menerima Abimana menjadi suaminya.


"Mungkin semua wanita akan memgalami hal yang sama sayang, tapi jangan terlalu tegang juga, banyakin dzikir dan sholawat biar hati tenang." ucap Laras menasehati dengan bijak.


"Bunda benar... Masih lama bun acaranya?" tanya Zaskia kemudian.


"Tidak sayang, nanti setelah ijab qobul selesai, Kia akan dipanggil untuk keluar menemui suamimu. Ingat ya sayang, seberat dan sebesar apa pun masalah dalam rumah tangga, kalian nanti usahakan agar orang lain tidak perlu tahu. Karna jika sampai kalian mengadu atau curhat dengan orang lain, sama saja kalian juga membuka aib pasangan kalian. Jangan pernah menyimpulkan sesuatu, hanya karena mendengar dan melihat sesuatu yang belum tentu kebenarannya. Bicarakan semua dengan kepala dingin. Jangan menyembunyikan apa pun, kamu mengerti kan sayang?" berulang kali Laras menasehati putrinya agar apa yang menimpanya tidak terjadi lagi pada kehidupan rumah tangga putrinya di kemudian hari.


Zaskia hanya mengangguk. Dia paham akan kegelisahan orang tuanya. "Insya allah Kia akan selalu ingat pesan bunda. Kia sayang bunda, Bunda akan selalu menjadi panutan Kia ke depannya." ucap Zaskia terharu.


Sementara di tempat akan dilangsungkannya ijab qobul Keluaraga Abidin, keluarga Rahardian, penghulu dan juga saksi telah hadir dan menempati tempat yang sudah disediakan. Revan sejak tadi tak kalah nervous, waktu masih di rumah dia hanya mondar mandir tidak jelas. Reno yang melihatnya saja sudah pusing.


Sampai di ballroom hotel pun Revan masih tak bisa diam, jika bukan tangan yang menepuk-nepuk pahanya, maka kakinya yang menghentak-hentak ke lantai. Keringat dingin bahkan sudah membasahi dahinya, padahal suhu ruangan ber ac itu lumayan dingin.


"Nervous bang, elo mah enak udah biasa!" sahut Revan.


Plak... Reno melayangkan tabokan di lengan Revan yang membuatnya mengaduh.


"Sembarangan kalo ngomong, mending lo apalin ijab qobulnya, jangan sampai salah. Malu-maluin." balas Reno.


"Eh iya ya, bentar bang. Astaga tadi mana sih contekan gue?" gumam Revan panik.


"Lo beneran belum hafal Van? Astaga dari kemarin ngapain aja sih." ujar Reno geram.


"Diem deh bang, jangan bikin tambah panik. Namanya orang gugup itu kalau lupa, wajar bang. Diem ya... Gue mau fokus dulu jangan ganggu." sergah Revan.

__ADS_1


"Udah, jangan ribut kasihan nanti ga jadi akad dianya bang." sambung Zahra yang dari tadi hanya menyaksikan perdebatan mereka berdua.


Bukan tidak hafal, sebenarnya Revan hanya mengembalikan kewarasannya saja. Revan mulai tenang, dia mengalihkan rasa cemasnya dengan berdzikir.


Penghulu sudah duduk di tempatnya sebelum akad, dia memberikan nasehat pra nikah kemudian pihak KUA menanyakan kecocokan data yang ada. Setelah itu Abimana mulai mengulurkan tangannya yang disambut oleh Revan. Abimana dengan lantang mengucapkan ijab dan Revan langsung menyahut dengan tak kalah lantang.


"Saya terima nikah dan kawinnya Zaskia Maharani Rahardian binti Abimana Rahardian dengan maskawin tersebut, tunai."


"Bagaimana saksi? Sah?"


"Saah...!!!"


"Alhamdulilah..."


Kemudian pengantin wanita dipersilakan untuk memasuki tempat tadi dilaksanakan ijab qobul.


Terlihat Zaskia yang keluar dengan tampilan sangat memukau dengan balutan kebaya modern dengan hijab melekat di kepalanya, membuat Revan tak berkedip. Dia memandang takjub wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya itu. Matanya berembun. Entah mengapa hari ini hatinya menjadi seperti perempuan, gampang tersentuh dan melow.


"Silakan mendekat pada suaminya Dek Zaskia, sudah kenal kan dengan suaminya? Kalau belum kenalan singkat dulu. Nanti untuk lebih akrabnya bisa disambung di kamar ya." kelakar Penghulu yang ternyata sangat mengenal sosok Revan.


Zaskia tersipu, kemudian dia duduk di samping Revan. Ada rasa haru namun juga lega, yang pasti Zaskia masih seperti bermimpi bahwa dia telah menjadi seorang istri dari laki-laki yang dengan mudah menguasai hati da pikirannya.


Revan menyodorkan tangannya, dengan lembut Zaskia menerima dan mengecup punggung tangan laki-laki yang saat ini sudah bergelar suaminya itu. Revan melafadzkan doa dan meniup ubun-ubun istrinya.


"Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih."


Tak cukup sekali, Revan mencium kening istrinya. Hal itu mengundang rasa haru semua orang yang menyaksikan prosesi ijab qobul tersebut.


Setelah itu mereka melakukan sungkeman dan mendapat nasehat pernikahan dari orang tua masing-masing. Meski sederhana, namun suasana sangat mengharukan sehingga acara sakral tersebut benar-benar terasa sangat menyentuh perasaan dan menimbulkan rasa haru.


TBC...

__ADS_1


Mihin tinggalkan jejak ya pembacaku yang baik, dengan cara berkomentar, like dan vote


Terima kasih ❤️❤️


__ADS_2