Putri Yang Terbuang

Putri Yang Terbuang
BAB 72. RITUAL PENGANTIN BARU


__ADS_3

Mohon dskip dulu kalau munculnya siang ya😁😁


Setelah acara selesai, semua keluarga memutuskan untuk kembali ke rumahnya masing-masing kecuali dua pengantin baru itu memutuskan untuk menginap semalam.


"Mbak, nanti jalan-jalan yuk. Ajak suami kita, biar bisa double date." ucap Zaskia pada Zahra saat akan memasuki kamar masing-masing. Revan yang mendengarnya tersenyum sambil mengelus pucuk kepala istrinya.


Zahra juga tersenyum mendengar ide Zaskia. Dia hanya mengangguk dengan antusias.


"Nanti habis isya saja ya. Sekarang istiragat dulu!" kali ini Reno yang menyahut.


"Ya udah, mbak masuk dulu ya. Nanti kabar-kabar lagi." Zahra ikut menyahut.


Selanjutnya mereka memasuki kamar masing-masing. Sampai di dalam kamar Revan langsung melepas pakaiannya dan hanya menyisakan boxernya saja. Entahlah, sebenarnya apa yang dipikirkannya sejak tadi sampai celananya terlihat sesak.


Dia mendekati istrinya yang sedang duduk di depan meja rias sambil melepas hijabnya. Zaskia yang melihat itu pun jadi malu sendiri, pipinya sudah bersemu merah. Dia membuang pandangannya ke arah lain dan segera berusaha menetralkan kegugupannya.


"Yang... Kangen!" ucap Revan sambil memeluk istrinya dari belakang.


Zaskia tersenyum, beberapa saat kemudian dia melonggarkan pelukan Revan dan berbalik. Dia berdiri dan memeluk suaminya.


"Kita dari tadi sama-sama terus lho bang." ucap Zaskia sambil memainkan tangannya membentuk garis abstrak di dada bidang suaminya yang sudah tidak terhalang apapun.


"Hheemmmmhhhh.... Tapi ga bisa mesra-mesraan kaya gini yang." jawab Revan dengan tangan kiri berada dipinggang Zaskia, sementara tangan kirinya sudah naik mencari spot untuk bepegangan.


"Aaahhhhh... Geli bang. Kena kain agak perih." protes Zaskia saat asetnya dir*m*s dari luar agak kencang.


Revan segera menurunkan reslering gamis batik yang terletak di punggungnya, Zaskia tak tinggal diam, dia meluruskan tangannya sehingga bajunya meluncur sempurna ke lantai.


Sejak pertama kali merasakan sentuhan suaminya tadi, seakan tubuhnya ingin merasakan lagi yang lebih jauh dan lebih lama.


"Kalau begini? Enak?" tanya Revan saat tangannya sudah menyusup kedalam kain yang bentuknya seperti kaca mata.


"Eemmmmggghhhh.... Abang...!" bukannya menjawab, Zaskia malah mengeluarkan suara seksi yang membuat Revan terbakar ga*rah.


"Lebih enak mana yang, pake tangan apa mulut?" tanya Revan lagi masih sambil bermain-main di sana.


Zaskia tidak menjawab dia hanya menggigit bibir bawahnya zambil memejamkan mata. Revan bertanya bukan untuk menggoda, dia hanya ingin memastikan istrinya merasa nyaman dan mereka bisa sama-sama terbang ke nirwana.


Tak lama Revan membuka pengait kain yang menutupi bukit kembar istrinya. Setelah terlapas Zaskia malah memeluk erat suaminya. Entahlah rasanya masih malu, suaminya melihat tubuhnya yang tanpa penghalang.


Sementara Revan malah menikmati sensasi saat dadanya bersentuhan lagsung dengan dada Zaskia polos. Tangannya sedikit demi sedikit menarik leging yang dipakai zahra ke bawah. Zaskia masih tak bereaksi.


"Abang... Apa kita akan melakukannya sekarang? Aaahhh...." tanya Zaskia saat tangan revan beralih mer*m*s b*kongnya.

__ADS_1


"Kenapa? Adek belum siap?" tanya Revan yang belum tahu arah pembicaraan istrinya.


"Bukan gitu, abang lihat jam dulu. Udah masuk ashar, kita sholat dulu, sekalian sholat 2 rokaat, gimana?" ucap Zaskia mengingatkan. Memang dari kamar mereka tidak terdengar suara dari luar. Apalagi jendela dan ventilasi belum ada yang dibuka.


"Baiklah, tapi sebentar, 5 menit saja. Abang pengen nyusu." Revan menggendong tubuh Zaskia ke ranjang tanpa mendengar jawaban Zaskia. Zaskia hanya busa pasrah dan menikmati aoa yang dilakukan suaminya.


Revan membaringkan tubuh istrinya dengan hati-hati, tanpa babibu dia langsung rakus menikmati sumber energinya saat ini bergantian tangan dan kiri. Zaskia bergerak dengan gelisah, mulutnya sudah tak terkontrol lagi dan mengeluarkan suara-suara ajaib yang membuat Revan hampir hilang kendali.


Revan mensejajarkan tubuhnya lalu memeluk istrinya. Nafas mereka saling memburu, seakan habis lari maraton.


Mereka akhirnya memutuskan untuk sholat dulu baru nanti melanjutkannya lagi.


Untaian syukur dan doa mereka panjatkan atas apa yang mereka dapaktkan saat ini. Mereka berharap Sang Pencipta akan selalu membimbing setiap langkahnya sehingga kebahagiaan akan selalu menyertainya.


Selesai sholat dan berdoa, Zaskia mencium tangan suaminya Revan pun membalas dengan mengecup kening Zaskia lama dan melepaskannya perlahan. Tatapan mata bertemu, hanya ada kilatan cinta yang keluar dari mata keduanya.


Perlahan Revan melepaskan mukena Zaskia. Dadanya bergemuruh kembali saat melihat lekukan tubuh istrinya. Saat itu Zaskia memang memilih untuk menggunakan kaos Revan tanpa dalaman atas, biar gampang, kata Revan.


Zaskia sudah diberi wejangan oleh mama dan bundanya, bahwa menyenangkan suami itu wajib, dan itu akan menjadikan suami semakin mencintai kita. Maka, meskipun masih muda, jika niatnya memang menikah maka juga harus menerima konsekwensinya. Antara lain dia harus melayani suaminya, mulai dari perut, pakaian sampai kebutuhan ranjang, dan lain-lain.


Zaskia memang masih muda, tapi dia tanggap dengan apa yang diutarakan wanita-wanita hebat itu.


Entah siapa yang memulai, aksi panas kembali terjadi.


Sesekali mereka saling menatap dengan penuh hasrat. Zaskia tak kuasa menahan jeritannya saat tangan Revan mulai menjelajah daerah yang selama ini paling dia lindungi.


"Sebut nama abang, sayang..." ucap Revan sambil memainkan tangannya di bawah sana, jangan lupa mulutnya yang tak berhenti mengulum biji kacang itu.


"Ahhh.... Revan....! Tolong....!" ucapan Zaskia benar-benar sudah tak dapat dikontrol. Revan sendiri semakin bersemangat saat istrinya menyerukan namanya.


"Abang masuk ya?" ucap Revan lebih tepatnya memberi tahu.


Zaskia yang tadinya memejamkan mata, perlahan membuka matanya masih dengan nafas yang memburu.


Revan mulai mengarahkan senjatanya pada tempatnya bersarang. Setelah dua kali meleset akhirnya tangan Zaskia bergerak tak sabaran memegang tombak tumpul itu dan membantu menuntunnya agar masuk ke tempat yang tepat.


Setelah memastikan jalan yang akan dilaluinya benar, Revan berusaha menerobosnya dengan sekali hentak.


"Aaahhhh... Sa.. Sakit bang. I... Ini ga muat kayaknya." ucap Zaskia sambil meneteskan air mata. Tangannya mencengkeram punggung suaminya.


"Maaf sayang, abang kebablasan sampe ga direm. Tahan bentar ya. Bukannya ga muat, punya adek yang sempit banget yang. Nanti sakitnya akan hilang perlahan sayang." ucap Revan sambil menghapus air mata istrinya.


Revan mencium bibir istrinya untuk mengalihkan rasa sakit istrinya. Setelah beberapa saat Revan mulai menggerakkan tubuhnya, Zaskia pun mulai merasakan nyaman. Akhirnya mereka menyelesaikan ritual pengantin baru itu dengan bertukar peluh. Saling memberi kenikmatan surga dunia, hingga erang*n panjang mereka keluarkan di penghujung aktivitasnya.

__ADS_1


Nafas mereka masih menderu dengan posisi Revan memeluk tubuh istrinya dari atas dengan sebagian tubuhnya menumpu di kasur agar tidak benar-benar menindih istrinya.


Tak lama Revan mengangkat kepalanya, kecupan bertubi-tubi mendarat di kening Zaskia yang masih memejamkan mata karena lelah setelah pertempuran perdananya.


"Makasih sweet heart, kamu luar biasa nikmat. Cup!" ucap Revan lalu mengecup bibir Zaskia. Revan berguling ke samping Zaskia memberikan lengannya agar istrinya bisa menggunakannya sebagai bantal.


Zaskia menarik selimut hingga ke dadanya dan menenggelamkan wajahnya di dada suaminya.


"Abang yang luar biasa, kayak tenaga kuda. Ga ada capeknya." jawab Zaskia yang membuat Revan terkekeh.


"Maaf ya, tadi sakit banget ya?" tanya Revan sambil mengarahkan tangannya ke inti Zaskia.


"Eeemmmhhhh... Abang... Jangan digituin!" ucap Zaskia saat tangan nakal Revan mulai menyusup dan bermain lagi di bawah sana. Bukannya tidak boleh, tapi sebenarnya Zaskia takut jika tidak dapat menahan hasratnya dan meminta lagi, 666tentu saja dia malu.


"Kenapa? Masih sakit banget?" tanya Revan, kali ini dia hanya mengelus-elusnya saja.


"Udah ga begitu sakit bang.... Cuman geli." jawab Zaskia lirih.


"Geli geli sedap ya yang? Kalau udah ga begitu sakit boleh lagi kan?" goda Revan.


Zaskia tak menjawab, dia malah sibuk melukis di perut datar suaminya. Karna gemas Revan menurunkan tangan Kia.


"Pegang ini sayang! Digerakin kayak gini tangannya." ucap Revan mengarahkan tangan Zaskia pada senjatanya. Muka Zaskia langsung memerah saat mengingat tadi dia dengan tak sabaran memegangnya dan membantu memasukinya.


"Kenapa merah, malu ya? Ini punya adek kok. Setiap saat adek mau, dia akan memuaskan adek. Adek tadi puas kan?" goda Revan lagi.


"Jangan diingetin bang, Kia malu. Kia tadi agresif ya? Abang pasti illfeel kan? Abang kan ga suka cewek agresif." ucap Zaskia lirih.


Revan segera memeluk istrinya gemas.


"Enggak, abang suka kok. Adek kan istri abang, abang seneng apapun yang adek lakukan untuk membuat kita sama-sama puas. Abang pengen kita sama-sama nyaman saat melakukannya."


Zaskia Tersenyum. "Ini kenapa bisa gede banget sih bang? Tapi kok tadi bisa muat ya?" pertanyaan konyol Zaskia benar-benar membuat Revan hilang kendali. Dia mulai melancarkan serangan dengan sedikit tergesa-gesa.


"Coba lagi ya yang, masih muat ga. Takutnya nanti ga muat lagi." canda Revan dengan terus memberi Zaskia serangan. Sedangkan istrinya pasrah saja, karena dia juga meningkatinya.


Mereka melanjutkan sore panas mereka sampai maghrib. Entahlah, apakah nanti masih bisa jalan-jalan seperti rencananya tadi sore. Ah, Zaskia sampai lupa dengan itu.


Yang dia pikirkan saat ini adalah bagaimana dirinya bisa nanti dia berjalan normal. Pasti dia akan diledek jika jalannya ga normal.


TBC...


Mohin tinggalkan jejak dengan berkomentar, jangan lupa tekan like juga

__ADS_1


Makasih❤️❤️


__ADS_2