Putri Yang Terbuang

Putri Yang Terbuang
BAB 71. TUNANGAN


__ADS_3

Saat sampai di ballroom Zaskia celingak - celinguk mencari keberadaan ayah dan bundanya. Waktu di rumah Aditama, Abimana sudah mengunjunginya, bahkan melewatkan seharian penuh bersama ayahnya. Namun rasanya belum puas, Zaskia masih ingin lama-lama bermanja pada ayahnya. Namun Zaskia juga sadar, saat ini dia sudah menjadi seorang istri. Dia tetap harus mengutamakan suaminya. Meakipun ke depannya Revan tak membatasi intensitas pertemuannya dengan orang tuanya, namun tentunya Zaskia juga tak ingin egois, yang penting semuanya dalam keadaan sehat dan baik-baik saja itu sudah cukup baginya.


"Itu ayah sama bunda bang, ternyata lagi kumpul sama mama dan papa juga. Ayo ke sana bang!" ajak Zaskia sambil menggoyangkan lengan Revan.


Revan segera merengkuh pinggang istrinya dan berjalan menuju tempat yang ditunjuk Zaskia.


"Ayah...!" seru Zaskia sambil merangkul Abimana dari belakang.


"Anak ayah udah jadi istri masih manja aja!" ucap Laras yang kemudian mengusap bahu putrinya.


"Udah ada ayah Abi, sekarang papa dilupain." ucap Papa Tomo pura-pura merajuk. Zaskia menegakkan tubuhnya dan beralih memeluk lengan mertuanya.


"Enggak dong Pa, kalian ayah-ayah terhebatku. Kia sayang sama kalian." ucap Zaskia manja. Revan yang melihat tingkah istrinya itu semakin gemas, coba sekarang di dalam kamar, sudah pasti Revan langsung menerkamnya.


"Sayang, tadi dicariin sama mbak Zahra. Belum ketemu kan? Dulu waktu kita tinggal di tempat tante Mely, mbak Zahra sering banget godain kamu. Pasti kamu sudah ga ingat kan?" ucap Laras kemudian.


Memang sejak usai ijab qobul tadi zahra yang ingin bertemu dengan Zaskia, belum sempat terwujud. Pasalanya tepat sehabis ikrar ijan qobul dia kebelet ke kamar kecil dan saat dia kembali Zaskia sudah tidak ada di ballroom.


" Sekarang mana Mbak Zahranya? Iya, Kia tidak ingat, kan waktu itu Kia masih kecil. Ya kan Bun?" sahut Zaskia.


"Kalian tidak ketemu mereka di atas? Tadi katanya mau ke kamar untuk istirahat. Kamar kalian cuma selisih 1 kamar aja lho." jawab Mama Rena.


"Revan ga tahu kalau bang Reno juga ke atas, Ma." jawab Revan sambik mengerutkan kening kening.


Bang Reno mau saingan ma gue kayaknya. Ah, sampai lupa kalau abang gue juga pengantin baru. Batin Revan terkekeh.


"O iya, tadi sampai belum memberi selamat lho. Katanya Mas Tomo juga dikasih mantu baru yang lain?" ucap Abimana sambil terkekeh, yang disambut dengan tawa kebahagiaan oleh mereka.


Revan mulai mendekat pada istrinya dan berbisik, "Jangan jauh-jauh dari abang."


Revan mengambil alih Zaskia yang masih memeluk lengan mertuanya. Zaskia tersenyum menyaksikan keposesivan suaminya. Tanpa ada penolakan Zaskia pun malah memeluk pinggang suaminya dari samping.


"Nempel teruusssss....." Ledek Reyhan yang baru datang besama istrinya danikut bergabuung dengan keluarganya.


"Nggak usah dengerin Ki... Tuh lihat, dia sendiri kayak ulet keket, hahaha..." sahut Siera.


Zaskia hanya tersenyum, dia memang sudah terbiasa dengan saudara - saudara suaminya itu. Meski selalu saling meledek, nemun mereka sebenarnya saling menyayangi.


"Mau langsung bulan madu sayang? Kalian pengen kemana, biar ayah yang mengatur." ucap Abimana.


Revan dan Zaskia saling berpandangan lalu tersenyum.

__ADS_1


"Belum Yah... Kia masih punya tanggungan, Selasa minggu depan ada wisuda sekolah yah." ucap Zaskia yang membuat mata mereka saling berpandangan. Mereka sampai lupa kalau Zaskia ini baru mau lulus SMA.


"Beneran mau mudik Ki? Pengen banget ke pantai... Mas, kita bareng aja ya ke sananya." ucap Siera antusias. Sudah lama sekali dia ingin menjelajahi pantai di Gunungkidul.


"Nanti kita bicarakan lagi. Sepertinya kita bisa kesana ramai-ramai sekaligus survey lokasi proyek. Bisa kan Bi?" ucap Sutomo menengahi.


"Kalau begitu, gimana kalau sekalian mengadakan syukuran kecil-kecilan di kampung Laras Mas, biar bagaimanapun selama ini kami tinggal di sana. Bulik-buliknya Laras juga harus tahu, mereka pasti senang Zaskia akhirnya menemukan kebahagiaannya. Kita bisa berbagi kebahagiaan di sana." ucap Laras kemudian.


"Rencana berangkat kapan Van?" tanya Mama Rena.


"Rencananya senin, pagi ngantor dulu, karna Revan ga ambil cuti, paling izin sampai jumat Ma. Rencananya Revan ambil cutinya pas mau resepsi aja."


"Kalau begitu masih banyak waktu, nantinkita bicarakan lagi untuk memastikannya." ucap Sutomo.


MC sudah memulai acara, keluarga sudah menduduki kursi yang disediakan. Saat itu pengantin baru yang satunya baru terlihat


Wajah mereka nampak ceria, Revan yang melihatnya jadi bersungut dan menggerutu, " Tau gitu tadi ga buru-buru keluar kamar yang, masa kita kalah sama abang." bisik Revan.


Saat ini mereka duduk di barisan kursi nomor dua dari depan. Meskipun kursi sudah ditata sedemikian rupa rapi, namun karna Revan pengennya menempel pada istrinya, maka dia menggeser kursinya mepet tanpa jarak dengan kursi istrinya. Tangan mereka masih saling terpaut di atas paha Revan, sesekali dia mengecupnya. Tentu saja mereka membuat baper, embak-embak pelayan hotel dan tamu undangan Aditama dan Zaenal abidin.


Kiara dan Arya memang tak ingin menyembunyikan hubungan mereka, namun bukan berarti mereka mengundang semua teman kampusnya. Hanya teman deket saja beberapa orang. Yang selama ini benar-benar sahabat terdekatnya.


Reno dan Zahra mengambil tempat duduk di samping Revan.


Revan yang ditanya malah melengos, dan cemberut. Dia malah menyembunyikan wajahnya di leher Zaskia yang tertutup hijab. Zaskia menengok, dia baru saja menyadari ada Reno dan Zahra di sana. Reno hanya terkikik melihat reaksi Revan. Masih tak menyangka adeknya yang cuek itu bisa manja dengan pasangannya.


"Abang ga mau kenalin Kia sama bang Reno sama mbak Zahra?" tanya Kia saat melihat Revan meletakkan kepalanya di pundak Zaskia. "Tukaren tempat duduknya, Kia mau kenalan dulu." ucap Zaskia lagi lalu berusaha berdiri setelah Revan menegakkan kepalanya.


"Hai Kia? Masih ingat Mbak Rara?" tanya Zahra yang tadi hanya diam menyaksikan dua R bersaudara itu berdebat. Dia memberi kode pada suaminya bahwa dia juga ingin tukaran tempat. Kedua wanita berhijab itu saling berpelukan.


"Kia udah lupa mbak kalau wajah mbak Zahra, kan masih kecil dulu, tapi Kia masih ingat kalau dulu pernah kenal sama mbak Zahra." jawab Zaskia. "Kia seneng bisa ketemu mbak lagi, mbah zahra sekarang cantiknya masya allah.... Beruntung banget yang jadi suaminya." lanjut Kia lagi. Reno yang mendengar mengerutkan alisnya. Sedangkan Revan tersenyum penuh arti.


"Kamu juga cantik banget Kia... Ga heran abang aku yang satu ini hatinya nyangkut di kamu. Aku pikir, dia itu ga suka cewek loh!" ucap Zahra. Reaksi Reno dan Revan saat ini terbalik.


"Kia beneran ga tau kalau Zahra ini istrinya abang?" tanya Reno pada Zahra. Sedangkan yang ditanya malah menengok pada suaminya.


"Jadi beneran bang Reno suaminya mbak Zahra, Kia pikir bang Revan bohong. Kan pas itu abang bilang kalau istri bang Reno itu...." ucap Zaskia terhenti karna mengingat-ingat nama seseorang. Zahra dan Reno hanya tersenyum. Mereka tidak menyalahkan Zaskia yg memang tidak tahu apa-apa, dan semua memang terjadi begitu cepat.


"Ga usah diinget-inget. Semua hanya masa lalu. Dan sekarang istri abang mbak Zahra." ucap Reno bijak.


"Maaf bang, mbak. Kia ga bermaksud menyinggung perasaan kalian."ucap Zaskia sambil memeluk Zahra.

__ADS_1


"Ga papa Kia... Santai aja. Doanya ya, biar kami tetap langgeng dan kita juga langgeng jadi sodara." sahut Zahra.


Mereka masih mengobrol sambil menyimak acara demi acara. Kedua suami itu sesekali juga melabuhkan kecupan dan ciuman singkat pada istrinya. Sungguh terlihat sekali aura kebahagiaan yang terpancar dari wajah mereka yang berseri-seri dengan senyum yang terus tepatri.


Tiba saatnya acara puncak, yaitu tukar cincin. Kiara yang biasanya lincah dan tidak mau diam, hari ini seperti di sulap menjadi putri solo yang kalem. Biasanya tak ada yang dia takuti, tapi hari ini dia terlihat malu-malu, saat Arya menatapnya mesra dam memakaikannya cincin.


Entah mengapa, kiara yang melihat penampilan Arya yang memakai stelan jas itu, nampak berkali-kali lebih tampan. Begitu juga dengan Arya, Kiara nampak terlihat dewasa dan lebih cantik dengan dress dan make up ringan yang menempel di wajahnya.


"Cantik banget sih tunangan aku." ucap Arya setengah berbisik.


Kiara tersenyum malu. "Kamu juga kelihatan tambah ganteng pake baju kayak gini." ucap Kiara kemudian. Dia jadi membayangkan Sasi pasti akan tambah terobsesi untuk mendekati dan memiliki pria yang sekarang berstatus tunangannya ini.


Enggak, aku ga akan biarkan Sasi merebut Arya, apalagi dengan cara yang kotor. Batin Kiara.


Pasalnya kemarin dia mendapatkan pesan dari sahabatnya, kalau sasi sedang merencanakan sesuatu untuk merebut Arya dari Kiara.


"Akhirnya mama punya anak cewek juga. Sering-sering nginep di rumah mama ya sayang." ucap mama Arya yang terlihat begitu antusias terhadap calon mantunya.


"Iya tante... Ara bakalan sering-sering ke sana." jawab Ara masih malu-malu.


"Kok tante sih, panggil mama ding kayak Arya, panggil mama dan papa." ucap mama Arya lagi sambil menggenggam tangan Kiara.


"Jangan manja lagi sayang, latihan mandiri. Kan udah mau jadi istri." ucap mami Kiara ikut nimbrung dalam obrolan mereka. "Arya, mami nitip Kiara ya. Biasanya di akan nempel sama abangnya, dan sekarang dia sudah mempunyai pendamping, sekarang kamu yang harus jagain anak mami, ok. Kalau nakal, dan susah dibilangin, jewer aja." lanjutnya lagi sambil menatap calon mantunya.


"Iya Mi, Arya akan jagain Kiara. Makasih ya Mi, Pi... karena sudah menerima Arya dan mempercayai Arya." ucap Arya tulus.


"Papi percaya sama kamu Nak, jangan kecewakan kami ya." sahut Papi Kiara.


"Insya allah Pi..." jawab Arya singkat.


Satu persatu semua memberi ucapan selamat dan saling mendoakan agar yang baru saja menikah selalu diberikan kebahagiaan menjadi keluarga sakina mawadah warrahmah, sedangkan yang baru saja bertunangan, semoga dilancarkan sampai hari ha yang rencananya Akan dilaksanakan saat libur kenaikan tingkat nanti. Kurang lebih 3 sampai 4 bulan lagi.


TBC...


Terima kasih semua untuk dukungannyabyang luar biasa.


Othornya masih dalam pemulihan, semoga tetap mengikuti kisah selanjutnya.


Jangan lupa tinggalkkan komentar


Kasih dukungan juga dengan vote dan like ya

__ADS_1


Maaksih❤️❤️


__ADS_2