Putri Yang Terbuang

Putri Yang Terbuang
BAB 80. KEMBALINYA NYONYA RUMAH


__ADS_3

"Bagaiman Dok? Apa ada yang serius?" tanya Abimana usai Dokter memeriksa keadaan istrinya.


"Jangan khawatir Pak, tidak ada yang serius. Hanya luka luar dan memar. Istri anda hanya shock saja, makanya belum sadar." jawab dokter yang menangani Laras.


Untungnya body guard dan polisi tidak terlambat masuk ke ruangan saat Diana menyerang Laras. Diana terpaksa ditembak untuk melumpuhkannya, karena berusaha mencelakai Laras. Hal itu bisa langsung menjadi salah satu bukti untuk menjebloskan Diana ke dalam penjara. Karena banyaknya tindak kejahatan yang dia lakukan, kemungkinan dia akan mendapatkan hukuman yang berat. Belum lagi tentang kasus penculikan, eksploitasi dan perdagangan manusia itu akan membuat hukumannya semakin berat.


Tak lama Zaskia datang bersama suami dan mertuanya. Setelah mendengar kabar dari Zian, Laras yang memang sudah sampai di rumah Sutomo langsung menuju rumah sakit yang disebutkan Zian.


"Ayah... Bunda kenapa? Kenapa bisa sampai ke rumah sakit?" Zaskia yang baru saja datang langsung menghambur ke pelukan ayahnya sambil menangis.


"Sabar sayang. Kata dokter keadaan bunda tidak begitu parah. Kita tunggu sampai sadar ya." sahut Abimana menenangkan putrinya. Abimana tahu bagaimapun Zaskia pasti sangat khawatir dengan keadaan bundanya.


"Tapi seseknya bunda ga kambuh kan? Bunda waktu di desa sering batuk sesek kalau kecapekan." ungkap Zaskia. Abimana baru mengetahui fakta ini, tiba-tiba rasa bersalahnya kembali muncul. Pasti sangat berat menjalankan peran sebagai seorang ibu sekaligus ayah untuk putrinya.


" Bunda akan baik-baik saja sayang. Maafkan ayah ya, itu semua karena ayah yang menelantarkan kalian. Maafkan ayah." ucap Abimana masih sambil memeluk Zaskia.


"Maaf Yah, Kia ga bermaksud mengungkit masa lalu. Ayah jangan mengingatnya lagi. Kia hanya takut sakit bunda kambuh." ucap Zaskia lirih.


Revan yang berada di belakang Zaskia mengusap pundak istrinya dengan sayang. Zaskia perlahan melapaskan diri dari pelukan ayahnya. Revan menyalami Abimana disusul papa dan mamanya.


Zaskia dan Revan mendekati ranjang dimana Laras masih terbaring.


"Bunda cepet bangun ya. Laras sama Abang sudah di sini." ucap Zaskia sambil mengecup kening bundanya. Revan masih setia mengusap punggung istrinya seolah mengatakan, semua akan baik-baik saja.


"Apa yang terjadi?" tanya Papa Tomo.


"Diana mengamuk dan Laras terkena amukannya. Tapi untunglah hanya luka memar." jawab Abimana sambil sesekali melirik istrinya.


"Tapi perempuan itu sudah diamankan kan?" tanya Papa Tomo lagi.


"Ya, dan aku tidak akan membiarkan dia lari lagi dari jeratan hukum seperti dulu Mas." jawab Abimana mantap.


"Bagus, perempuan itu memang harus mendapatkan pelajaran." sahut Papa Tomo.


"Tuan, ada kabar baik. Tim gabungan sudah berhasil membekuk sindikat yang kita targetkan. Hanya saja ada beberapa orang yang sempat kabur. Dan mereka masih berusaha mengejarnya." lapor Zian pada Abimana.


"Baguslah. Semoga mereka segera tertangkap." sahut Abimana sambil berjalan menuju istrinya. Abimana mencium tangan Laras berkali - kali.


Tak lama Laras menggumam. Semua mendekat ke arahnya. Matanya perlahan bergerak, sedikit dami sedikit mulai terbuka.


"Sayang..."


"Bunda..."


Ucap Abimana dan Zaskia bersamaan.


"Apa yang kamu rasakan sayang?" tanya Abimana saat Laras sadar.


"Bunda haus?" tanya Zaskia menyodorkan minum untuk Laras. Laras tersenyum kemudian mengangguk.

__ADS_1


"Laras ga papa Mas. Tadi itu cuma tiba-tiba pening pas kena lemparan kayu. Terus kaget juga denger tembakan." ucap Laras setelah membasahi tenggorokannya.


"Kia takut Bun. Bunda jangan nekat lagi. Kia ga mau Bunda kenapa-napa." ucap Zaskia sambil memeluk tangan Laras.


Zian segera memanggil dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Karena Laras sudah merasa baik dan memang tidak ada luka dalam, Laras pun akhirnya dibawa pulang.


Papa dan mama Revan hanya mengantarkan sampai depan mansion, karena sore ini juga adik serta anak-anaknya akan kembali ke Surabaya.


Dan ini adalah pertama kalinya Zaskia menginjakkan kaki di istana ayahnya. Sungguh, dia tidak menyangka kalau dulu dia pernah tinggal di mansion itu.


Sebelumnya Zian memang sudah mengabari Pak Endra jika Nyonya mereka terluka, namun sebentar lagi akan dibawa pulang bersama Nona mudanya. Makanya Pak Endra berinisiatif mengumpulkan para pelayan untuk menyambut kedatangan mereka.


"Selamat datang kembali Nyonya. Senang sekali akhirnya di mansion ini kembali damai. Saya juga senang sekali, ternyata Tuan Abi sudah kembali sehat. Syukurlah." ucap Bi Ipah saat menyambut tuan dan nyonya rumah. Laras dan Zaskia tersenyum melihat sambutan mereka yang antusias.


Sedangkan Revan dan Abimana hanya tersenyum sekilas. Mungkin karna mereka mempunyai sifat yang sama, yang tidak bisa beramah-tamah ke semua orang. Namun juga bukan berarti sombong.


"Ya, terima kasih untuk kalian yang sudah setia bekerja di rumah ini. Baiklah, saya akan kenalkan secara resmi, mungkin ada di antara kalian yang belum mengenalnya. Dia adalah Laras, istriku yang selama ini saya cari, dan sekarang saya sudah menemukannya. Hormati dan patuhi setiap ucapannya seperti kalian mematuhiku. Mengerti?" ucap Abimana tegas.


"Baik Tuan." jawab mereka kompak.


"Dan ini adalah putriku namanya Zaskia sedangkan yang di sebelahnya adalah suaminya Revan. Mereka juga harus kalian patuhi." ucap Abimana lagi.


Zaskia tersenyum, dalam hati sia masih tidak menyangka kalau hidupnya akan berubah sedrastis ini. Dari babu menjadi ratu, mungkin itulah gambaran yang tepat untuknya. Meski begitu, dia tak mau tinggi hati. Bukankah harta dan tahta hanya titipan? Jika Allah berkehendak, Dia bisa mengambilnya kapan saja.


"Baiklah, kalian bisa kembali. Pak Endra... Apakah kalian sudah menyiapkan kamar putriku?" tanya Abimana.


"Sudah Tuan. Nona Muda tinggal pilih. Mau yang di atas atau di bawah. Di atas ada dua kamar yang sudah saya siapkan Nona." lapor Pak Endra.


Revan tersenyum mendengar ucapan istrinya, dia tahu kalau istrinya masih ingin dekat dengan bundanya.


"Bunda di atas sayang. Kia mau di atas juga?" tanya Laras yang tau arah pertanyaan Zaskia.


Zaskia hanya mengangguk sambil tersenyum. Tak lama dia mengantar bundanya ke kamar.


"Bunda udah ga papa sayang. Besok kan kita mau pulang kampung sayang. Nah kan cita-cita kamu kesampaian." ucap Laras sambil tergelak. Abimana yang tidak mengerti hanya mengernyitkan dahinya.


"Apaan Bun?" kali ini Revan yang bertanya mewakili Abimana yang juga penasaran.


Zaskia yang sadar atas candaan bundanya pun ikut tertawa.


"Itu... Dulu Kia kalau udah lulus, pengen merantau terus kalau lebaran pulang kampung bawa oleh-oleh buat bunda dan Kia bisa bikin status 'otewe mudik' gitu Bang, Yah... Hehehe..." mendengar jawabannya semua jadi ikut tertawa sekaligus terharu. Hal yang sangat sederhana namun bagi Zaskia itu bermakna besar. Karena sejak awal keinginannya adalah membuat bundanya bahagia.


"Kia bahagia. Sekarang Bunda sudah tidak perlu kerja banting tulang lagi buat Kia. Ayah mau janji kan, akan selalu bahagiain Bunda." ucap Zaskia sendu.


Abimana berkaca-kaca mendengar permintaan putrinya yang sangat sederhana. Bahkan sebagai ayah dia belum pernah memberikan apapun untuk putrinya.


Saat ini mereka masih bercakap-cakap di sofa yang ada di kamar itu. Laras tidak ingin tiduran karna dia sudah tidak merasakan sakit apa-apa.


Abimana bangkit dan masuk ke ruang walk in closet, tak lama dia sudah kembali dengan membawa sesuatu.

__ADS_1


"Van, ayah tahu, Zaskia sekarang sudah menjadi tanggung jawabmu. Ayah juga tahu, kamu tidak kekurangan materi untuk membahagiakan putriku. Tapi ini juga hak Zaskia." ucap Abimana sambil menyerahkan buku tabungan dan kartu kepada zaskia.


"Ini adalah tabungan kamu dari kamu lahir sayang. Maaf karna selama ini kamu hidup serba kekurangan. Bukan berarti ini untuk menebus semua itu, karena ayah sadar apapun tidak akan bisa membayar penderitaan kalian. Tapi ayah mohon, kamu terima ini. Ini adalah hak kamu. Tolong jangan kamu tolak ya sayang, karena jika kamu menolak, sama saja kamu tidak memaafkan ayah." ucap Abimana seraya memohon pada putrinya.


Tidak ingin mengecewakan ayahnya Zaskia pun tersenyum dan mengangguk. Dia menatap suaminya ingin melihat reaksinya. Ternyata diapun juga mengangguk tanda setuju.


"Kia terima Yah... Tapi Kia masih punya permintaan sama ayah. Apakah boleh?" tanya Kia lirih.


"Katakan sayang, apapun pasti ayah akan berikan. Bukankah semua yang ayah miliki adalah milik kamu juga?" jawab Abimana senang, karena putrinya mau meminta sesuatu padanya dan hal itu sangat dia tunggu-tunggu.


Laras dan Revan masih menjadi pendengar yang baik. Mereka sama sekali tidak menginterupsi percakapan mereka.


"Kapan-kapan Kia pengen diajakin jalan-jalan beli jajan, beli boneka, pergi ke taman juga. Meski Kia pernah melakukan bersama Papa Tomo, tapi Kia pengin juga melakukan sama Ayah." jawab Kia malu-malu.


Lagi-lagi perasaan Abimana seperti ditampar berkali-kali. Betapa sederhana permintaan putrinya. Sudah sangat banyak hal-hal yang terlewatkan bersama putrinya. Dia segera memeluk erat putrinya.


"Tentu saja sayang, kapan pun Kia mau. Ayah pasti bersedia. Ayah ingin kamu bahagia sayang."


Revan dan Laras ikut hanyut dalam rasa haru. Setelah pelukan mereka terlepas, Revan langsung merengkuh istrinya, dia selalu berjanji pada dirinya sendiri untuk memberikan kebahagiaan pada istrinya.


Setelah suasana tenang Laras pun membahas rencana syukuran besok di kampung. Dia sudah menghubungi Pak RT untuk menyiapakan semuanya. Abimana langsung yang menyampaikannya pada Pak RT, sekaligus mengenalkan diri serta berterima kasih padanya karena sudah membantu Laras selama tinggal di desa. Abimana juga mengungkapkan permintaan maaf juga penyesalannya, atas kesalahan yang membuatnya berpisah dengan Laras.


"Tapi Ayah masih bingung transfernya gimana, soalnya kata Pak RT ga punya ATM." ucap Abimana. Kemarin memang sempat membahas biaya syukuran, kalau mengikuti adat di sana kira-kira menghabiskan biaya berapa. Saat Pak RT bilang, kalau cuma sekedar syukuran 50 juta cukup, Abimana malah bilang Pak RT sedang mencandainya.


"Revan kemarin juga sudah tanya-tanya Yah. Beliau bilang juga kira-kira habisnya segitu, itu pun masih sisa banyak katanya. Tapi Revan udah nitip 200 juta sama Denis, temennya Kia. Sama minta bantuan juga buat bantu-bantu Pak RT. Rencananya kalau ada sisa dibelikan sembako aja terus dibagi-bagikan gitu. Gimana menurut Ayah?" ucap Revan pada mertuanya.


"Ya... Terus kalau kamu yang sudah biayain, ayah bagian apanya dong?" ucap Abimana terlihat lesu karena keduluan menantunya.


"Tuh yang... Minta apa kek gitu. Biar ayah ga cemberut. Atau abang aja yang minta. Lumayan kan, kapan lagi porotin mertua, hahaha...." kelakar revan yang mengundang tawa ibu dan anak itu.


"Ayah kan diam-diam udah bangun rumah Bunda kan? Denis bilang, sekarang kayak istana lho Bun. Kia aja ga percaya waktu dikirim fotonya. Padahal cuma waktu seminggu kan yah?" tanya Zaskia polos.


"Yah... Ketahuan deh, padahal itu mau buat kejutan lho." ucap Abimana.


"Beneran Yah?" tanya Laras yg ikut memanggil suaminya ayah. "Mana sayang, bunda mau lihat?" tanyanya lagi pada Zaskia.


Laras berpindah posisi mendekat pada putrinya.aras nampak takjub melihat foto rumah dari luar. Bangunannya nampak lebih luas dan sekarang bangunan itu menjadi dua lantai.


Setelah agak lama berbincang, Zaskia pun pamit ingin melihat kamarnya.


"Kia mau lihat kamar Kia ya Yah. Tapi Kia ga nginep dulu ya. Abang bikin acara syukuran kecil-kecilan untuk anak-anak kafe. Udah disiapin juga sama temen-temenmya Abang. Ga enak kalau ga datang." ucap Zaskia.


"Ga papa sayang. Masih banyak waktu. Lagian bunda benar-benar ga papa kok. Bunda besok duluan ya pulangnya. Habis periksa ayah langsung terbang ke Jogja." ucap Laras mengungkapkan rencananya yang akan terbang setelah periksa ke dokter memastikan keadaan kaki suaminya sudah benar-benar pulih.


Zaskia memilih kamar yang ada dipojokan. Luasnya hampir sama dengan kamar ayahnya. Hanya ada beberapa interior yang belum ada. Kata Abimana, dia ingin agar putrinya memilihnya sendiri. Dan baju-baju Zaskia sudah disiapkan laras hanya saja belum sempat ditata.


TBC...


Jangan lupa tinggalkan komen dan likenya ya bestie

__ADS_1


Makasih ❤️ ❤️


__ADS_2