
Acara pagi ini sangat meriah. Setelah berbagai sambutan disampaikan oleh pihak-pihak terkait, sampailah kini pada sesi pengumuman kelulusan dan pengumuman siswa siswi yang berprestasi.
"Juara umum pada kelulusan sekolah SMA XX adalah...."
MC sedikit menjeda ucapannya.
"Zaskia Maharani kelas XII IPA 1... Kepada Ananda, dipersilakan untuk naik ke atas panggung untuk menerima kenang-kenangan. Sebagai informasi, bahwasanya Ananda ini sudah meraih juara umum 3tahun berturut-turut. Semoga ke depannya akan menjadi lebih baik lagi, lebih berprestasi lagi. Aamiin."
Tepuk tangan meriah mengiringi Zaskia naik ke atas panggung. Setelah menerima hadiah kenang-kenangan dari sekolah, dia dipersilakan untuk mengucapkan sepatah dua patah kata.
Zaskia mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut tempat diadakannya acara. Dia tersenyum saat melihat ayah dan bundanya berpelukan. Mereka terlihat bahagia, haru sekaligus bangga. Hidup serba kesusahan tak membuat putri mereka kehilangan semangat belajar.
Sambil meraih mic, Zaskia masih mencari keberadaan suaminya.
"Selamat pagi. Assalamu alaikum warahmatullahi wa barakatuh. Pertama-tama saya ingin memanjatkan puji syukur yang sebesar-besarnya pada Allah SWT yang telah memberikan saya keluasan rahmat dan juga kelapangan hati sehingga saat ini saya bisa berdiri di sini dengan bangga. Karena sesungguhnya Dialah yang sudah membimbing saya untuk sampai pada tahap ini."
Zaskia sejenak menjeda ucapannya. Matanya berkaca-kaca, namun tetap dia tahan agar jangan sampai jatuh. Dia masih mencari-cari keberadaan Revan.
"Terima kasih untuk bapak dan ibu guru yang sudah mendidik dan membimbing saya, yang sudah dengan sabar mendengarkan celotehan kami setiap hari. Kalian sama sekali tak mengharapkan tepuk tangan saat kami menjadi pintar."
Terlihat Revan berlari kecil mendekati panggung.
Set.
Akhirnya mata mereka bertemu. Dia memberikan senyum bangganya pada Zaskia diberengi dengan acungan jempol. Seolah mengatakan bangga dengan Zaskia.
Saskia pun membalas dengan senyuman yang tak kalah menawan.
"Saya juga ingin mengucapkan terima kasih pada bunda Laras. Sosok yang selama ini selalu ada dan berjuang untuk kehidupan saya. Yang selalu sabar dengan tingkah polah saya. Yang selalu menguntai doa disetiap lima waktunya untuk saya. Terima kasih Bunda, lihatlah ini semua karena Bunda."
Kali ini air mata Zaskia berhasil lolos. Guru-guru yang tahu perjuangan hidup Zaskia juga tak kuasa meneteskan air mata, begitu pun dengan teman-temannya.
"Terima kasih juga untuk Ayah. Karenamulah Kia jadi tahu beratnya perjuangan dan tahu bagaimana caranya kita harus berusaha untuk menggapai kebahagiaan. Saya hanya ingin ayah tahu, kami sangat menyayangimu. Ayah tetap yang terbaik."
Banyak makna yang tersirat dalam setiap kata-kata yang keluar dari ucapan Zaskia. Bukan untuk mengingatkan ayahnya tentang kesalahannya, namun ini adalah ungkapan syukur pada ayahnya. Mungkin jika dia hidup bergelimang harta dari kecil, belum tentu sekarang Zaskia bisa tumbuh sebaik ini.
"Yang terakhir, terima kasih untuk semua teman-teman saya, yang baik, yang sudah mensuport saya hingga tahap ini. I love you all."
Riuh tepuk tangan mengiringi ucapan Zaskia. Zaskia pun mengakhiri dengan mengucapkan salam dan permohonan maaf. Diapun segera turun dari panggung. Saat sudah di bawah, dia tak melihat Revan lagi, sebenarnya kemana suaminya itu. Mengapa dia jadi sibuk sendiri? Pikir Zaskia.
Bukannya berprasangka buruk. Zaskia hanya takut kalau sebenarnya sedang terjadi sesuatu yang tidak baik pada Revan.
__ADS_1
Sementara di belakang panggung, tepatnya di kantor guru, sejak pagi tadi sudah dihebohkan dengan kedatangan seorang pria tampan, berwibawa dan memiliki oesona yang sangat dahsyat. Banyak guru muda dan staf sejak tadi berusaha mencuri perhatiannya. Namun sayang, sikap ramahnya hanya dia tunjukkan pada guru dan karyawan laki-laki.
Sikap dinginnya terhadap perempuan Itulah yang membuat mereka jadi semakin penasaran. Siapa sebenarnya pria itu? Apa hebatnya sampai bisa terpilih menjadi motivator di sekolah itu. Karena Denis hanya berperan sebagai wakil menyampaikan kata perpisahan, dia pun banyak waktu untuk menemani Revan. Mengingat Kejadian di kafe kemarin, yang sempat dia lihat di chanel youtube, Denis pun tak mau kejadian yang sama terjadi di sini.
"Itu orang kok bisa seganteng itu sih? Astaga, gesturnya itu lho, bikin klepek-klepek tahu!"
Salah satu guru baru yang masih muda berkomentar
"Kaya pernah lihat deh. Di mana ya?" sambung yang lain.
"Masa sih? Mana ada di sini ada cowok seganteng itu? Kecauli artia korea nyasar ke sini," sahut yang lain.
"Ya ampun, miss centil itu dari tadi usaha banget. Lihat deh! Astaga, kapan sih dia jadi dimutasi?"
"Biarin malu sendiri deh. Guru baru yang mulus aja dicuekin apalagi dia, hahahaha..."
Revan tak mempedulikan semua itu. Saat wakil kepala sekolah menanyakan tetang ide yang bisa membuat para siswa termotivasi untuk mengambangkan diri, Revan tetap fokus menjelaskan menurut pandangannya. Mereka terkesima dengan sudut pandang yang Revan jabarkan.
"Maaf Pak, boleh saya ke tempat acara sebentar?" tanya Revan saat samar-samar mendengar seseorang berbicara dengan mic. Suara yang sangat familiar baginya.
"Ah, tentu saja Pak, silakan!"
Senyumnya mengembang saat wanita kesayangannya ternyata tampil di atas panggung untuk menerima kenang-kenangan dari sekolah. Mendengar suara Zaskia yang berada disana sedang berpidato, Revan bisa melihat bahwa istrinya itu mempunyai bahasa yang baik dan komunikatif. Hanya perlu pengembangan diri dan di asah sedikit. Dia mengacungkan kedua jempolnya. Coba kalau ga di hadapkan orang banyak, Revan pasti memilih untuk mengurungnya.
Setelah Zaskia selesai, dia kembali ke kantor guru untuk melanjutkan persiapannya. Sampai di sana senyumnya tak pernah surut. Guru baru yang dikatakan mulus tadi merasa berbangga diri, karena dia berpikir Revan dari tadi tersenyum untuknya. Namun benerapa saat kemudian senyumnya surut saat melihat tanda merah di bawah rahangnya.
Mungkinkah dia ada yang punya? Ah, ga masalah. Aku rela kok menjadi yang kedua. Dari penampilannya saja sudah bisa dipastikan kalau dia orang sukses. Setelah acara, aku akan mendekatinya lebih intens lagi. Ucap guru itu dalam hati.
Setelah itu mereka ke belakang panggung untuk memulai persiapan sesi acara 'MOTIVASI MEMBANGUN DIRI'.
Di barisan kursi siswa kelas XII, Zaskia masih celingak- celinguk mencari keberadaan suaminya. Entah mengapa dia bertambah gelisah. Dia mencri kontak Revan dan memanggilnya.
"By, kamu duduk di mana, Kia nyari dari tadi lho?" tanya Zaskia saat panggilannya diangkat.
"Ada, Abang lihat kamu kok. Sebentar lagi Adek juga akan lihat Abang? Tuggu ya!" ujar Revan kemudian.
Ternyata Zaskia pun sekarang menjadi korban bucinnya Revan. Sebentar saja tak saling melihat, rasanya sudah seperti terpisah bebera ribu kilometer jauhnya.
"Napa sih Nyah gelisah amat. Amat aja santai noh di sana?" tanya Wanda yang sejak memperhatikan kegelisahan Zaskia.
"Ga kok beb... Tenang aja, rasanya cuma agak panas aja," jawab Zaskia kemudian. Mulutnya bilang tidak apa-apa, tapi matanya masih mencari-cari sesuatu.
__ADS_1
Di jajaran kursi sebelahnya, nampak kelas lain sepertinya sedang heboh sendiri.
"Tadi aku sempet lihat yang akan jadi motivator hari ini. Sumpah, ganteng banget. Meski pake masker tapi aku yakin wajahnya genteng."
"Masa? Sama Zico mantan ketua osis kita gantengan mana?"
"Ya jauhlah, pokoknya nanti lihat sendiri lah daripada penasaran."
Tibalah saatnya MC mempersilakan Motivator yang dimaksud untuk naik ke atas panggung.
Semua histeris terutama siswa cewek, saat melihat pria tampan yang masih terlihat muda namun sangat berwibawa itu naik ke atas panggung. Riuh sorak sorai menggema diseluruh sudut tempat itu.
Berbeda dengan Zaskia, dia hanya menutup mulutnya dengan kedua tangannya, matanya membola saat melihat suami yang dari tadi dicarinya juga berpartisipasi di acara sekolahnya.
Revan tersenyum manis saat mata mereka bertemu. Zaskia yang sudah menormalkan ekspresinya dari keterkejutannya. Dia membalas senyum suaminya itu dengan memberi tanda love menggunakan tangannya.
Hanya ada beberapa yang memperhatikannya bahasa tubuh mereka yang saling menyapa lewat senyuman.
"Itu kan cowok yang semalam sama Zaskia? Dia sebenarnya siapa sih? Kayaknya dia manager hotel yang semalam deh. Hubungannya sama Kia apa ya? Mereka nampak deket banget semalam. Terus ini juga mereka saling memberi senyum?" Dira bergumam sendiri.
Silvi yang berada di dekatnya tak jelas mendengar apa yang diucapkan temannya itu. Sejak tadi Silvi sebenarnya terus menggerutu karena semua orang membanggakan Zaskia.
"Kalau ini cowok bener-bener keren, Denis pun jauh sama dia. Apa aku pindah ke lain hati aja ya?" tanya Silvi berfantasi sendiri.
"Kayaknya kamu ga bisa deh deketin dia. Orangnya dingin dan cuek," ucap Dira menanggapi pernyataan temannya itu. Bukan oming kosong, nyatanya semalam bahkan pria itu tidak menyapanya.
"Ga usah sok tahu deh. Dia senyum sama siapa sih?" tanya Silvi melihat arah pandang pria itu.
Tengannya mengepal saat tahu ternyata Zaskia lah yang menjadi pusat perhatiannya.
"Brengsek, dasar ganjen. Itu maksudnya apa sih Kia ngasih tanda love love begitu. Dasar gatel!" umpat Silvi pada Zaskia.
Revan memberikan narasinya yang tentu saja isinya adalah motivasi agar siswa-siswi tidak putus asa mengejar masa depan dan terua bersemangat menggapai impian.
TBC...
Terima kasih dukungannya ya bestie...
Jangan lupa tinggalkan komentar, like dan vote
Makasih❤️❤️
__ADS_1