
Setelah aktifitas yang mengeluarkan banyak energi dan peluh itu, Revan dan Zaskia segera membersihkan diri dan menuggu saat maghrib tiba.
"Masih sakit banget ya?" ucap Revan yang melihat istrinya berjalan dengan langkah yang berbeda.
Zaskia mendekat dan tanpa disuruh dia mendaratkan bok*ngnya dipangkuan suaminya.
"Masih perih, tapi udah mending. Abang sih, ga kira-kira. Kayaknya punya abang tuh bukan ukuran normal deh." ucap Zaskia sambil mengalungkan tangannya ke leher Revan.
Revan tersenyum lalu mendaratkan kecupan bertubi-tubi pada bibir istrinya yang sedikit manyun.
"Tapi adek suka kan? Masa enggak sih. Yang gede itu bikin lebih puas, hehehe." jawab Revan asal sambil terkekeh.
"Awas aja kalau nakal, pokoknya itu cuma milik Kia. Kia ga mau membaginya." ucap Zaskia memukul pelan dada suaminya.
Sebenarnya Zaskia merasa beruntung karena hanya dialah orang yang pertama dan satu-satunya yag bisa sedekat ini sama Revan.
"Iya sayang, abang sepenuhnya punya kamu. Semua yang ada di diri abang cuma milik kamu." ucap Revan sambil memeluk istrinya.
"Jahat ga kalau Kia pengen abang ga usah sembuh aja. Kia pengennya cuma Kia aja yang bisa deket sama abang. Kia ga bisa membayangkan ada wanita lain yang deket-deket sama abang, apa lagi nempel-nempel kayak gini sama abang?" tanya Zaskia yang dihadiahi senyum lebar suaminya.
Revan pun sebenarnya juga sudah tak berharap apa-apa lagi. Dia sudah sangat bersyukur karna telah mendapatkan tambatan hatinya. Dia berjanji akan selalu membahagiakan istrinya.
"Abang juga tidak berharap sembuh lagi sayang. Cukup adek saja, abang sudah sangat bahagia. Ga akan ada wanita lain di hati dan hidup abang." sahut Reva menenangkan istrinya yang sedang dalam mode posesif.
Zaskia menegakkan tubuhnya dan mata mereka saling beratapan. "Jadi kalau ada cewek yang berusaha menggoda abang dan ingin merebut abang dari Kia, Kia boleh kan menggenggam erat tangan abang biar abang enggak pergi. Kalau perlu Kia bakalan merantai abang biar abang enggak lari." celoteh Zaskia lagi.
Revan mengerti kegelisahan istrinya, dia pasti takut apa yang terjadi pada bundanya akan terulang padanya.
"Kalau perlu semua harta abang, diatasnamakan adek saja, biar ga akan ada yang kejar abang karna abang miskin. Abang rela kok dirantai, sekarang juga mau. Tapi harus dikasih yang enak-enak. Gimana, mau sekarang aja? Abang siap lho!" goda Revan pada istrinya sambil mengedip-ngedipkan matanya.
Zaskia tidak menyahut ucapan suaminya, dia malah beranjak turun dari pangkuan Revan. Dia berjalan mondar mandir mengelilingi kamar hotel.
Revan masih bingung dengan apa yang dilakukan istrinya. "Adek kenapa sih, nanti capek loh. Katanya masih sakit. Duduk lagi sini!"
"Tar dulu bang... Lihat deh! Kia jalannya biasa aja kan? Takut diledekin nanti." ucap Zaskia.
"Ga ada yang akan ngeledek sayang, mereka juga pasti tadi baru melakukan hal yang sama dengan kita. Jangan over thinking, kita maghrib dulu ya. Ponsel kamu dari tadi bergetar terus. Tapi nanti aja bukanya, habis maghrib." sahut Revan menenangkan istrinya.
"Tapi kan..." belum selesai Zaskia protes, Revan sudah menarik lembut tangan istrinya untuk mengambil air wudlu. Setelah itu mereka melakukan shalat magrib berjamaah.
Sesuai yang dikatakan Revan tadi setelah selesai sholat berjamaah mereka rebahan di atas ranjang sambil membuka ponsel. Ada benerapa panggilan dan pesan dari Andre, Denis, Bu Mala, Kiara, Bunda, mbak Rita, serta ada beberapa teman-temannya yang lain.
"Ini kenapa pada kompak semua sih telepionin Kia?" tanya Zaskia heran, pasalnya belum memberitahukan pernikahannya ini pada orang di sekitarnya.
"Coba lihat ig kamu deh yang!" ucap Revan.
"Eemmmm... Jadi kerjaan Kiara." kata Zaskia. Kiara ternyata memposting fotonya saat Revan mencium keningnya setelah akad dengan caption 'Samawa ya abang @revan_da dan @zaskia_kia'
Banyak sekali dm yang masuk. Mungkin karena Zaskia tidak muncul memberikan tanggapan. Orang-orang yang mengenal Zaskia langsung menyerbu ke WhatsApp pribadi Zaskia. Namun Karena akan bersiap pergi dan pasti tidak akan sempat membalas satu persatu pesan dari teman-teman dan keluarganya, Zaskia dan Revan memutuskan untuk mengkonfirmasi melalui unggahan di instagram dan status WhatsApp mereka.
"Abang udah dikirim foto-foto kita tadi?" tanya Zaskia sambil melihat ke arah ponsel Revan.
__ADS_1
"Ini abang lagi lihat-lihat. Coba pilih deh, nanti abang kirim." jawab Revan sambil memperlihatkan foto-foto pernikahan mereka.
"Siniin tangan abang yang ada cincinnya, biar Kia ambil fotonya." seru Zaskia.
Cekrek cekrek...
"Kita belum ada foto selfi berdua lho yang ngomong-ngomong. Sini, yang mesra, cup!" ucap Revan sambil mengarahkan cameranya padanya dengan posisi sedang mengecup pipi istrinya.
"Ih, abang Kia belum siap. Buat apa emang foto itu? Jangan dipajang, Kia ga pake jilbab." ucap Kia manja.
"Ya ga dipajang lah. Buat koleksi pribadi, biar kalau kangen ada yang dilihat, hehehe..." ucap Revan sambil kerkekeh.
Akhirnya Zaskia menunggah beberapa foto mereka di instagramnya dan dan juga mengunggahnya di WhatsApp story.
"Mohon maaf tidak bisa membalas satu persatu. Mohon doa restunya ya semua..." tulis Zaskia di sosmednya.
Sedangkan Revan malah membuka cctv di kamarnya dan mengambil tangkapan layar saat posisi mereka sedang berpandangan mesra, dengan tangan Zaskia berada di wajah Revan.
"Lihat deh yang, bagus kan?" tanya Revan.
"Eh, ini kan tadi siang. Kapan ngambil fotonya bang?" bukannya menjawab, Zaskia malah balik bertanya.
Revan tidak menjawab pertanyaan istrinya, dia hanya tersenyum lalu mengecup pucuk kepala istrinya. Kemudian dia membuka halaman instagramnya dan mengunggah foto itu dangan caption 'Bidadari Syurgaku❤️ @zaskia_kia'.
Meskipun foto itu hanya terlihat dari samping, namun sudah cukup menggambarkan, betapa sempurna pasangan ini dilihat dari fisiknya. Tak lupa Revan mengupload foto - foto mesranya yang lain, sengaja dia pilih foto yang hanya menampilkan foto candid, yang tidak menampilkan seluruh wajah mereka.
Belum lama mereka memanjang foto moment pernikahan mereka, sudah banyak dibanjiri like, komen dan dm. Mereka memutuskan untuk tidak membuka dulu, karena sudah ada notifikasi dari Zahra yang memberitahukan kalau jadi keluar 15 menit lagi setelah isya. Mereka pun segera bersiap-siap. Setelah sholat, mereka langsung keluar bersama Reno dan Zahra yang sudah duluan dan menunggunya di loby hotel.
"Udah lama mbak nunggunya?" tanya Zaskia pada Zahra.
"Udah... Ngalah sama ibu negara. Ikutin aja dari belakang. Ga harus gandengan terus kan?" ledek Reno saat melihat wajah masam Revan karena Zahra memonopoli istrinya.
Revan segera melangkah bersisihan dengan Reno. "Ga usah manyun, minta dicium? Sesekali lo gandeng gue kek, biar kayak abang beneran gue, hahaha." ucap Reno lagi.
"Ogah, ntar dikira gue belok lagi!" sahut Revan sambil mempercepat langkahnya menyusul dua wanita di depannya. Reno pun mengejar adik bungsunya itu masih sambil terkekeh.
"Udah diajakin kemana aja sama Bang Revan?" tanya Zahra pada Zaskia.
"Ke mall aja sih mbak, 2 kali. Kan Kia juga belum lama di sini. Abang juga kerja." sahut Zaskia menjelaskan.
"Kita makan dulu ya, laper banget sebenernya dari tadi. Mau pake layanan hotel tanggung. Pengen makan diluar sama-sama soalnya." ungkap Zahra.
"Kok sama sih, kita makan dimana mbak? Mbak punya tempat makan favorit atau tempat kenangan di sini?" tanya Zaskia antusias.
Sejenak mereka menghentikan langkah lalu menengok ke belakang di mana suami-suami mereka dengan setia mengikuti dari belakang.
"Ini kita mau kemana bang?" tanya Zahra pada Reno.
"Kalian mau makan apa? Gimana kalau ke resto sebrang hotel aja. Lauknya komplit, mayoritas makanan Indonesia. Nanti ke mallnya juga deket, ga usah muter-muter." jawab Reno memberi saran.
Meskipun sudah setahun lebih Reno tidak tinggal di Jakarta, namun dia masih hafal restoran-restoran favorit tempatnya pernah makan, atau menjamu kliennya.
__ADS_1
"Ya udah, ayok sayang. Abang aja yang gandeng, kan mau nyebrang. Kakak ipar, itu suaminya dipegang yang kenceng biar ga dibawa wewe gombel." ucap Revan sambil meraih tangan istrinya. Meski kurang mengerti, tapi Zaskia hanya menurut saja.
"Modus... Dasar bucin, bilang aja pengin nempel-nempel Kia kan? Tau gue akal bulus lo." seru Reno yang juga merengkuh pinggang istrinya.
"Ga usah ngata-ngatain, aku seneng liat bang Revan kayak gitu. Rara pikir bang Revan bakalan menjomblo seumur hidup." ucap Zahra setengah berbisik.
"Iya sayang, abang cuma bercanda. Abang juga seneng dong, adek bontot abang bisa menemukan kebahagiaannya." sahut Revan yang memang sejak dulu suka menggoda Revan, karna Revan lah anak mamanya yang paling manja.
"Duduk di lesehan aja ya yang? Biar duduknya bisa deket-deketan." tanya Revan yang kemudian dijawab sendiri.
Zaskia hanya mengangguk setuju. Mereka memilih tempat yang dekat dengan jendela. Reno dan Zahra yang di belakangnya pun segera menyusul dan duduk di sebrang mereka.
Sementara di meja lain, sepasang mata sedang memperhatikan keberadaan Revan sejak dia memasuki restoran tadi. Rencananya dia akan bertemu dengan seorang pengusaha yang diharapkan akan memberikan kehidupan yang lebih baik ke depannya.
"Itu mas Beny kan? Duh, om Rudi masih lama ga ya? Mana dia datang sama cewek lagi. Sok mesra, aku yakin ceweknya juga pasti cuma mengincar hartanya. Apa aku deketin Mas Beny aja ya, daripada main sama kakek-kakek." gumamnya, yang hanya bisa ia dengar sendiri.
Wanita itu adalah Vera, dia belum menyadari bahwa wanita yang bersama Revan adalah Zaskia. Siapapun yang dulu mengenal Zaskia juga pasti tidak akan menyangka, jika gadis yang selama ini dia sebut jelek dan dekil sekarang sudah menjadi cinderela. Terakhir kali waktu mengamuk di Mall itu, perubahan Kia memang belum begitu terlihat.
"Samperin sekarang apa nanti ya?" ucap Vera lirih.
Belum sempat dia mengambil keputusan untuk mendekati Revan, seseorang paruh baya, botak bagian depan dan perut agak membuncit mendatangi meja Vera.
"Vera kan?" tanya orang itu.
"Eh, iya om. Ini Om Rudi kan?" ucap Vera. Ekor matanya masih sesekali melirik ke arah Revan, takut kalau-kalau dia menyadari keberadaannya bersama om-om.
"Jadi bagaimana? To the point saja, jadi aku memang butuh wanita untuk melayaniku setiap saat. Tapi aku tidak ingin ada ikatan. Dan aku tidak ingin ada yang tahu hal ini. Imbalannya seperti apa yang telah kita sepakati di telepon kemarin." ucap Rudi tanpa basa-basi.
"Iya om, Vera mau. Lalu kapan saya harus mulai melakukannya?" tanya Vera berharap agar dia tidak memulainya malam ini.
"Nanti akan saya kabari setelah dari luar kota." sahut Rudi lagi.
Setelah sedikit berbasa-basi. Rudi akhirnya meningalkan Vera setelah membayar makanan Vera tentunya. Vera tersenyum lebar karena telah mendapatkan mangsa yang tidak harus terikat dengannya. Dia menoleh kembali pada dua pasang kekasih yang nampak makin terlihat mesra.
Di sana sudah terlihat menu makanan yang tertata rapi. Gadis yang dia sangka pacar Beny dengan telaten mengambilkan bahkan menyuapi pria yang diincarnya itu. Pria itu sendiri nampak senang sekali menempel dan bermanja pada kekasihnya, bahkan sampai minumpun dibantu.
"Astaga, itu lebay banget. Besok kalau jadi cowokku, aku pastikan dia yang akan melayani aku." ucap Vera dengan percaya diri.
Setelah beberapa saat menunggu. Akhirnya mereka selesai dengan makan malamnya, namun masih santai sejenak.
Tak membuang waktu Vera pun akhirnya menghampiri mereka.
"Mas Beny kan?" tanya Vera yang hanya terfokus pada Revan.
Keempat orang yang ada di sana hanya saling bersitatap, bingung dengan maksud perempuan itu. Namun Zaskia dan Revan yamg memgetahui siapa yang datang pun hanya berpandangan lalu tersenyum.
"Temen-temen abang waktu di kafe memperkenalkan abang dengan nama Beny." bisik Revan pada istrinya.
Zaskia yang mengerti tersenyum mengeringai....
TBC.....
__ADS_1
Tetap dukung karyaku ya dengan cara vote, like d tinggalkan komentar.
Makasih❤️❤️