
Suara adzan terdengar merdu di telinga Zaskia. Dia menggeliat dan perlahan membuka matanya. Seulas senyum tersungging dari bibirnya yang mungil, saat memandangi wajah suaminya yang masih damai dalam tidurnya. Namun dia malu saat mengingat semalam telah menjadi wanita nakal yang menggoda pria tampan di depannya ini. Rasanya dia ingin bersembunyi saja agar suaminya ini tidak melihatnya.
Setelah beberapa saat, Zaskia memutuskan untuk mandi terlebih dulu baru membangunkan Revan. Kalau mandi berdua, bisa-bisa mereka akan kebablasan lagi.
Setelah selesai membersihkan diri, Zaskia membangunkan suaminya.
"By... Bangun! Udah subuh. By...." Zaskia membangunkan dengan mengusap-usap pipi Revan, namun suaminya hanya melenguh.
"By... Bangun nanti habis subuh tidur lagi. Yang... Bangun!"
Revan mengerjap beberapa kali lalu menyipitkan matanya. Dia tersenyum sambil menarik Zaskia ke pelukannya.
"Ayo bangun, mandi dulu. Nanti tidur lagi ga papa."
"Sebentar lagi sayang... 5 menit," ucap Revan sambil memejamkam matanya lagi.
"No! Bangun sekarang. Nanti Kia malah ikut ketiduran. Ayo By! By...." ucap Zaskia lagi, kali ini dia menciumi leher Revan karena Revan memeluknya erat.
"Geli sayang... Adek ngapain?" ucap Revan saat Zaskia menggigit lehernya.
"Kok ga merah? Caranya bikin merah-merah gimana sih By?" tanya Zaskia polos, yang membuat Revan langsung bersemangat bangun.
"Adek mau bikin tanda di sini?" tanya Revan yang dijawab dengan anggukan oleh Zaskia. "Ok, Abang mandi dulu. Habis subuh Abang ajari," ucap Revan bersemangat.
Revan langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sementara zaskia mengambil air wudlu. Tak butuh waktu lama mereka pun segera menunaikan 2 rakaat.
*****
Pagi ini Zaskia berangkat bersama Revan tanpa sopir. Senyumnya mengembang saat sampai diparkiran, Zaskia melihat teman-temannya sudah berkumpul di dekat lorong menuju kelas. Tentu saja Zaskia juga merindukan saat-saat sekolah dulu.
"Seneng bisa ketemu teman-teman lagi?" tanya Revan saat melihat senyum istrinya.
"Iya By, mereka baik sama Kia. Kia pasti akan merindukan saat-saat bersama mereka," jawab Zaskia.
"Ya udah, samperin sana. Katanya kangen?" ucap Revan sambil mengusap pipi istrinya yang terlihat sangat cantik dengan make up tipisnya.
"Abang ga mau turun sekalian? Nanti Kia kenalin ke mereka."
"Abang nanti aja. Ada suprise buat kamu."
Zaskia mengusap tanda merah di bawah rahang hasil karyanya tadi pagi.
"Ini jangan ditutupi. Biar orang tahu kalau Abang udah ada yang punya. Abang cuma milik Kia," ucapnya posesif.
__ADS_1
Revan malah tertawa renyah. Wanita bergelar istrinya itu selalu bisa membuatnya merasa berarti.
"Aman, kalau perlu tambahin lagi. Abang rela kok," ucapnya menggoda Zaskia.
"Jangan baperin Kia napa sih By? Udah ah, Kia turun dulu. Jangan nakal ya!" pamit Zaskia sambil mencium punggung tangan Revan. Revan hanya tersenyum menyaksikan istrinya yang masih saja salah tingkah saat digoda.
Dengan bersemangat Zaskia mendekati teman-temannya yang tadi berkumpul. Mereka sejak tadi memang sudah memperhatikan mobil yang dipakai Zaskia. Saat Zaskia turun pun perhatian mereka tak lepas dari gadis cantik dengan stelan kebaya yang juga cantik berbalut hijab yang senada dengan bajunya. Anehnya mereka sama sekali tidak ada yang mendekat.
Zaskia yang tadinya setengah berlari sekarang jadi memperlambat langkahnya. Bahkan saat Zaskia sudah beada di dekat mereka pun, tak ada yang menyapa.
Aneh, mengapa aku seperti orang asing ya. Apa aku buat salah yang bikin mereka marah ya. Atau karena mereka tahu aku sudah menikah diam-diam tanpa mengundang mereka? Batin Zaskia was-was.
Denis yang sering berhubungan dengannya belum tampak ada di antara mereka. Dari mimik mereka, justru sepertinya mereka malah berbisik-bisik membicarakan Zaskia. Ada apa sebenarnya.
Drrtttt... Drrtttt...
Ponsel Zaskia yang memang sejak tadi hanya dipegang bergetar. Terdapat nama Rizka di sana. Orangnya udah di depan mata, kok malah telpon sih? Zaskia merasa bingung, namun dia tetap mengangkatnya.
"Zaskia Maharani... Kamu bohong ya? Katanya jadi pulang ikutan wisuda dan perpisahan?"
Belum juga Zaskia mengucapkan salam, temannya itu sudah sudah berteriak memekakkan telinga.
"Astaghfirullaah.... Rizka... Kenceng amat kayak toa?"
"Ya Allah... Kia! Jadi yang tadi kami perhatikan itu kamu. Astaga pangling aku tuh sumpah," ucap Lisa.
"Masya Allah... Kamu beda jauh lho say. Kangen...!" sahut Wirda.
Yang lain juga tak kalah heboh bergantian memeluk Zaskia.
"Jadi dari tadi Kia dicuekin itu karena kalian ga kenal Kia? Astaga, aku tuh sampai bingung lho. Takut bikin salah, tapi ga tahu salahnya dimana sampai kalian marah," keluh Zaskia pada teman-temannya.
"Sori... Kita beneran ga ngenalin tadi. Ga nyangka banget ya kamu bisa se... Amazing ini," ucap Wirda yang diangguki teman-temannya.
Teman-teman cowoknya juga seperti terpesona. Dari tadi tatapan mata mereka tak lepas dari Zaskia.
"Sayang udah ada yang punya, coba kalau masih single... Gue pepet terus Ki..." ucap Raka ikut nimbrung pembicaraan cewek-cewek.
"Huuuu.... Mimpi lo ketinggian. Eh, by the way tadi sama tunangan kamu? Kok ga dikenalin sih?"
"Iya sumpah, penasaran banget aku. Kamu kalau posting pasti cuma sedikit wajahnya yang kelihatan."
"Iya tenang aja, nanti dikenalin kok. By the way jadinya kita mau kemana?" tanya Zaskia mengalihkan perhatian mereka.
__ADS_1
"Makan bakso jumbo sepuasnya dong."
"Ck, bakso udah biasa. Ikan bakar atau apa gitu kek."
"Ada apa nih seru kayaknya?" tanya Denis yang baru datang. Sejak tadi dia memang sibuk sendiri karena mengurus acara perpisahan dan juga pihak sekolah berencana menghadirkan motivator.
Pihak yang diundang sudah mengkonfirmasi bahwa dia bersedia datang menjadi motivator, tapi mendadak kemarin dia membatalkan begitu saja tanpa ada alasan yang jelas. Hal itu membuat pihak sekolah merasa disepelekan. Akhirnya pihak sekolah mencari pengganti yang bersedia menjadi motivator.
Kebetulan masalah itu dibahas saat gladi bersih acara persiapan perpisahan, sehingga Denis mengusulkan seseorang untuk menjadi motivator. Tak tanggung-tanggung, ternyata calon yang diusulkan Denis biodatanya sudah tertera di internet. Setelah melihat profil calon motivator, akhirnya pihak sekolah menyetujuinya.
Semua mata tertuju pada Denis. Mereka menelisik raut wajah Denis. Tidak terlihat seperti wajah patah hati, pikir mereka.
"Hai beb, ga kangen sama aku? Mau peluk ga?" cicit Denis lagi.
Plak...
Tabokan yang lumayan keras mampir ke lengan Denis.
"Makan tuh peluk. Nih fotoin cewek-cewek buat kenang-kenangan, habis ini baru cowok-cowok, terakhir semua satu frame," ucap Zaskia sambil menyodorkan ponselnya.
"Astaga, sudah bau kota juga masih punya hobi sama. Sakit woy!" ucap Denis namun tak ditanggapi Zaskia.
Lagi-lagi ponselnya pun menjadi pusat perhatian. Namun Denis biasa saja dan langsung melakukan yang diminta Zaskia.
"Oke deh, kalau aku sih punya usul. Kita kan dari kampung, kalau mau jalan agak ke kota dikit lah. Masa ke pantai, bahkan kita udah faseh sama baunya. Gimana kalau ntar ke taman kuliner saja? Mau makan apa juga di sana ada," usul Denis masuk akal.
Semua akhirnya setuju dengan usul Denis.
"Tapi ke sananya gimana?" tanya Raka.
"Iya ya? Kelas kita ada 23 orang. Apa pake bis aja?"
Denis melihat ke arah zaskia, sebagai isyarat meminta pendapat.
"Gampang, yang cewek sebagian nanti pake mobil ayah, sebagian lagi pake mobil cowok aku. Denis pinjem mobil Bapakmu bisa ga?" tanya Zaskia yang dijawab dengan acungan du jempol oleh Denis.
Obrolan mereka berakhir saat ada pengumuman bahwa acara akan dimulai dan semua dipersilakan untuk menempati tempat yang telah ditentukan.
TBC....
Makasih masih setia mengikuti kelanjutan kisah ini.
Terima kasih juga untuk yang udah berkomentar dan meninggalkan likenya
__ADS_1
Love you all❤️❤️