
Setelah bernarasi hampir satu jam, Revan mengakhirinya dengan sesi pertanyaan. Sejak dia berpidato, dari awal suasana memang tampak hidup. Cara membawakan materi untuk memotivasi semua siswa dan juga orang tua, nampaknya juga sangat mengena dan bisa dimengerti oleh mereka.
"Menurut Pak Revan gimana dengan generasi muda yang sekarang lebih suka bermain soamed daripada belajar? Bukankah bikin konten juga akan menghasilkan uang nantinya?"
"Bagaimana dulu Pak Revan bisa termotivasi untuk melanjutkan S2 sedangkan tidak usah repot-repot kuliahpun Pak Revan sudah menjadi anak pengusaha yang otomatis nantinya akan mengelolanya juga?"
Itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan materi yang dibawakan Revan, yang dijawab dengan gamblang olehnya juga. Namun tak sedikit pertanyaan yang out of topic dan malah menanyakan malasah pribadi.
"Pak, mau tanya... Ini penting dan harus dijawab. Bapak sudah punya pasangan belum? Kalau belum ciri-ciri wanita impian Pak Revan seperti apa? Saya boleh daftar ga?"
Nampaknya pertanyaan ini justru mewakili semua wanita terutama yang masih jomblo yang hadie di situ.
Revan tersenyum ke aras Zaskia, namun Zaskia malah menutup wajahnya.
Sebelum menjawab, Revan mengangkat tangannya dan memperlihatkan cincin pernikahannya. Hal itu cukup untuk menjawab pertanyaan mereka. Mereka pun menduga-duga mungkin dia sudah menikah atau baru tunangan? Senyum Zaskia mengembang sempurna melihat yang dilakukan suaminya.
"Wanita yang ada di hati saya ada di sini. Dia wanita yang cersas, baik, cantik, paket komplit di mata Saya. Pak Kepala Sekolah, boleh saya pinjam muridnya sebentar?"
Semua mata menuju Kepala Sekolah yang duduk di depan panggung. Kepala sekolah yang di maksud pun mempersilakan Revan dengan memberi kode lewat tangannya.
Revan mendekati barisan siswa kelas XII. Setelah sampai di dekat Zaskia, Revan mengulurkan tangannya dan dengan malu-malu disambut Zaskia. Dia menuntunnya ke atas panggung. Zaskia sendri malah menyembunyikan wajahnya di balik punggung suaminya.
"Saya rasa, saya sudah tidak perlu lagi memperkenalkan dia..." ucap Revan sambil menatap Zaskia penuh cinta. "Karena dia tadi sudah berdiri di sini juga sebagai siswa berprestasi. Kami baru sekitar 2 bulanan saling mengenal. Ya dek?" tanya Revan meminta persetujuan.
Zaskia hanya menganngukkan kepalanya, namun tangannya diam-diam mencubit pinggang Revan sambil berbisik, "Malu By..."
Revan tersenyum lagi, kali ini dia mengusap kepala Zaskia penuh sayang.
"Jodoh itu misteri, tak bisa ditebak. Yang direncanakan pun belum tentu jadi. Pacaran sudah 5 tahun. Eh... Malah nikahnya sama orang lain. Yang tidak pacaran malah langsung bisa ke pelaminan. Jadi adek-adek semua... Ini juga harus kalian ingat-ingat. Jodoh itu rahasia Allah. Tugas kita adalah terus berusaha menjadi orang baik, berusaha memperbaiki diri, maka nanti Allah akan kirimkan jodoh yang baik juga untuk kita."
Sejenak mereka saling bertatapan. Mereka pun seolah berkata bahwa bahwa Revan hanya untuk Zaskia.
"Saya juga pernah muda, saya juga pernah merasakan sakit hati karena cinta. Tapi hal itu jangan sampai membuat kita terpuruk. Pasrahkan semua pada Allah, jadikan itu sebagai motivasi hidup. Buktikan kita bisa lebih baik tanpa dia. Dan gadis ini adalah jawaban doa saya, bahkan saat itu saya sudah pasrah kalau seandainya tidak diberikan jodoh. Meski dalam hati saya tetap memohon pada Tuhan untuk diberikan yang terbaik untuk hidup saya, maka datanglah dia."
__ADS_1
Semua menjadi terharu dengan kisah cinta mereka. Tak menyangka, jika orang yang selama ini diposting oleh sahabatnya itu ternyata sehebat ini. Beruntungnya Zaskia, pikir mereka.
"Dan karena memang sudah klik, kami memutuskan untuk tidak pacaran. Dan... Alhamdulillaah kami sudah menikah 4 hari yang lalu. Saya bersyukur karena dia bisa menjadi bagian dalam hidupnya. Semoga kisah kami bisa menjadi motivasi untuk kalian nantinya, dalam hidup itu yang penting kita mencintai Tuhan, maka Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk kalian. Mungkin itu saja ya semuanya... "
Revan menuntuk kembali istrinya ke tempatnya semula. Karena malu, Zaskia segera memeluk Rizka yang dari tadi duduk di sampingnya.
"Sumpah Ki, laki kamu keren parah. Astaga, kamu nemu di
mana sih. Masih ada ga stok yang kayak gitu. Aku mau dong satu aja," ucap Rizka kemudian setelah Revan kembali ke panggung untuk mengakhiri sesi itu.
"Abang itu cuma satu dan ga ada yang sama seperti Abang. Dia itu penyelamat dan pengobat hati Kia yang pernah sakit," ucap Zaskia bangga.
"Sweet banget sih dia Ki... Tapi tadi kayak dingin orangnya, kalau sama kamu begitu juga ga?" tanya teman Zaskia yang ada di belakangnya dan hanya memajukan kepalnya.
"Enggak. Dia itu kalau di rumah manja. Aku juga heran kok bisa."
Zaskia mengakkan badannya. Wirda yang ada di depannya ikut menoleh ke belakang.
"Mana ada orang nikah bohongan Da... Kurang kerjaan aja," sahut Lisa, yang ada di samping Wirda.
"Kalau gitu selamat deh, makan-makannya kapan nih?" yang lain ikut bertanya.
"Kita lagi mau makan-makan kalo lo lupa," Rizka ikut mengomentari.
"Tenang saja. Kalian semua datang ya besok, ada syukuran kecil-kecilan. Pokoknya datang aja, bebas ga usah pikirin amplop sumbangan atau kado, hehehe..."
Kelihatannya bercanda, tapi Zaskia sebenarnya mengatakan yang sebenarnya.
"Beneran? Ah, lupa kalau sekarang Kia udah jadi anak sultan. Tapi beneran kan, tar gue datang gada apa-apa di sana? Terus nanti jadi jalan?" tanya Lisa.
"Ya jadi dong, kan udah diplanning. Buat kenang-kenangan juga. Biar ada momen bisa ngumpul bareng," jawab Kia mantab. Entahlah sejak dari kota tingkat pedenya meningkat barkali-kali lipat.
Beberapa saat kemudian seluruh rangkaian acara sudah selesai dilaksanakan. Sesuai rencana, Revan rela menjadi sopir istri dan teman-temannya.
__ADS_1
Saat pamit ke ruang guru, semua dibuat baper oleh Revan yang memperlakukan Zaskia dengan manis. Ah, bahkan pesona Zaskia mampu mengalahkan guru dan karyawan muda di sana.
Zaskia tak tahu kalau kehadirannya saat ini membuat banyak orang patah hati. Dengan senyum yang terus mengambang, Zaskia menyalami mereka satu per satu dan mencium punggung tangan mereka.
"Baper gue sumpah. Pengen nikah muda juga deh rasanya," ucap Lisa saat melihat Revan dan Zaskia berjalan menuju parkiran sambil bercanda dengan tangan Revan yang ada di pundaknya dan sesekali mengusap kepalanya yang tertutup jilbab.
"Sama siapa? Udah punya calon emang?" tanya Wirda pada Lisa, namun pandangannya juga terarah pada dua sejoli itu.
"Boleh deh, sama aku ya. Besok langsung ke penghulu," sahut Raka sambil memarik tangan Lisa ke sampingnya dan merangkul pundaknya.
Lisa tak menolak, dia malah seakan tidak peduli teman-temannya yang sedang memandanginya dengan tatapan horor.
"Berarti mereka udah malam pertama dong ya?" tanya Rizka yang mendapat hadiah tabokan dari Wirda.
"Aw... Sakit beb," rintihnya saat bahunya terasa pedas.
"Makanya difilter kalau ngomong," protes Wirda.
"Ya kan bener kan omongan aku. Kalau udah nikah mau ngapain aja kan bebas. Ga dosa. Ya kan Sa?" tanya Rizka meminta pembelaan.
Lisa yang ditanya gelagapan dengan muka yang sudah merah padam.
"Ah, eh... Iya apa tadi? Iya sih memang begitu," sahut Lisa keceplosan. Sedangkan Raka yang merangkul pundaknya hanya tersenyum menyeringai.
"Ck, ga kompak ah," ucap Wirda.
"Jadi sudah siap buat nanti malam?"
TBC...
Hayo ada apa dengan Lisa dan Raka?
Stay tune terus ya...
__ADS_1