Putri Yang Terbuang

Putri Yang Terbuang
BAB 84. MINUMAN BERNUTRISI


__ADS_3

Pindah ke dalam dulu aja Mas, biar agak rileks. Kalau masih pusing banget apa saya panggil dokter saja?" tanya Bimo yang menyusul ke toilet. Bagaimanapun dia merasa memiliki tanggung jawab terhadap keselamatan keluarga dari atasannya ini.


"Abang kuat kan? Abang ga papa kan?" tanya Zaskia yang cemas karena baru sekarang melihat Revan tak berdaya seperti ini.


"Sebentar sayang, Abang masih mual. Begini sebentar biar agak reda." ucap Revan mencoba menenangkan istrinya, meskipun tadi dirinya merasa tak nyaman.


Zaskia mengusap-usap punggung Revan dengan sayang. Revan menghirup dalam-dalam wangi tubuh istrinya yang membuatnya lebih tenang.


"Bantu gue ke dalam bentar Ar." ucap Revan pada Ardi yang mualnya sedikit mereda. Perlahan dia melepaskan pelukannya pada Zaskia.


Tanpa menjawab, Ardi dengan sigap membantu Revan ke dalam ruangannya diikuti Zaskia dari belakang.


"Perlu panggil dokter?" tanya Ardi yang tahu jika sudah seperti ini akan lama sembuhnya kalau tidak dipanggil dokter.


Zaskia duduk dan memberikan pahanya untuk bantal Revan.


"Obat gue ada di sini. Tinggalin kami aja bro. Tolong bilang ke semua, acaranya langsung dimulai saja. Mintakan maaf karena tadi terjadi kekacauan." ucap Revan sambil memejamkan mata.


Ardi mengacungkan jempolnya lalu pamit keluar.


"Masih pusing banget By? Perutnya masih mual?" tanya Zaskia sambil merogoh minyak kayu putih di dalam tasnya.


"Kunci pintunya dulu yang." ucap Revan sambil menegakkan tubuhnya. Zaskia langsung patuh mengunci pintu tanpa bertanya apa-apa. Dia pikir mungkin karena tubuhnya minta dibaluri minyak makanya dia akan lepas baju.


"Sini Kia baluri minyak biar hangat." ucap Zaskia. Namun saat akan menuang minyak ke atas telapak tangannya, Revan mencegahnya.


"Jangan dek, masa udah keren gini bau minyak. Adek lepas jilbab dulu, Abang pengen nyium baunya adek." ucap Revan sudah mulai narsis.


"Nanti tambah mual cium baunya Kia, By." ucap Zaskia khawatir. Namun dia tetap melalukan apa yang diminta suaminya.


"Duduk sisi sayang." pinta Revan menepuk pahanya.


Perlahan Zaskia mendekat dan mendudukkan dirinya di paha Revan dengan posisi menghadap ke arah Revan.


Dengan cepat Revan mengendus leher putih istrinya yang dia yakini membawa ketenangan bagi syaraf otaknya. Sesekali Zaskia menggeliat menahan geli.


Bukan hanya membau, lama-lama dia juga menciumi leher istrinya dan sesekali memberikan gigitan kecil.


Zaskia sendiri menciumi kepala suaminya kadang merem*s rambutnya. Tangan Revan pun tak tinggal diam, perlahan dia mulai membuka resleting depan gamis yang dipakai Zaskia. Bibirnya mulai turun menciumi bagian dada istrinya yang sudah terbuka. Sejenak dia menegakkan badannya, lalu menatap istrinya.


Zaskia menangkupkan kedua tangannya ke wajah Revan.


Cup cup cup...

__ADS_1


Zaskia memberi kecupan bertubi-tubi di bibir suaminya.


"Udah enakan?" tanya Zaskia kemudian.


Revan tersenyum dan mengangguk. Wajahnya nampak tak sepucat tadi.


"Makasih ya, udah jadi obat buat Abang. Udah ga mual, tinggal pusing dikit." ucap Revan tulus sambil menyelipkan anak rambut Zaskia ke belakang telinga.


"Jangan dipaksain? Mau pulang aja? Atau mau minum?" tanya Zaskia yang masih sedikit mengkhawatirkan keadaan suaminya.


"Minum aja." jawab Revan sambil mengusap lembut dada Zaskia dengan tatapan yang mengandung arti.


"Mau minum apa? Kia ambilin ya." tanya Zaskia lagi. Tangannya mengusap pipi suaminya. Mata mereka saling bertemu.


Revan menggelengkan kepalanya. "Mau minum yang bernutrisi dan alami yang." jawab Revan dengan suara serak.


"Heemmmm? Maksudnya? Abang mau jus?" tanya Zaskia yang belum mengerti maksud suaminya.


Revan menggeleng, "Abang pengin minum susu."


"Ya udah, Kia bikinin sebentar ya." sahut Zaskia sambil bergerak akan turun dari pangkuan suaminya, namun Revan menahannya.


"Pengen susu yang ini sayang... Pengen nen, boleh ya? Tapi kamu yang keluarin." jawab Revan sambil merem*s squishy istrinya dari luar.


Wajah Zaskia mendadak memanas. Meski mereka sudah beberapa kali melakukan yang lebih dari skin ship, namun jika Revan membicarakan hal yang vulgar, entah mengapa Zaskia menjadi malu.


"Nanti kalau kebablasan gimana? Ga enak By."


"Enggak yang, janji nen doang."


Dengan malu-malu Zaskia pun menuruti permintaan suaminya. Senyum Revan mengembang saat yang dia inginkan terpampang nyata di depannya. Tanpa membuang waktu dia segera melahap makanan lezat di depannya itu bergantian.


"Aw... Jangan digigit By." ucap Zaskia.


"Sori sayang, habis gemes banget." jawab Revan, dia kembali memainkannya bergantian.


Sepertinya Zaskia adalah obat yang ampuh bagi Revan. Zaskia adalah perisainya, itu yang dia rasa.


"Udah ya By, nanti lagi." ucap Zaskia yang merasakan tubuhnya semakin panas. Bukannya menolak, sesungguhnya saat ini Zaskia sedang menahan diri agar tidak meminta sentuhan yang lebih dari suaminya.


Revan menegakkan tubuhnya. Terlihat dari tatapannya dia memang belum puas. Zaskia menjadi gemas dengan kelakuan absurd suaminya. Ah, Laki-laki ini benar-benar telah mengobrak-abrik hatinya. Zaskia malah mencium bibir suaminya yang masih mode mupeng itu. Tentu saja dengan senang hati Revan menyambutnya.


"Senangnya, istriku sudah mulai berani menggoda suaminya." goda Revan saat ciuman mereka sudah terlepas. Ya, sepertinya dia sudah sehat seperti sedia kala.

__ADS_1


"Kamu tuh gemesih By. Kalau orang tahu, Revan yang mereka kenal dingin sama cewek ini, pasti ga nyangka kalau ternyata cowok ini mesumnya ga ketulungan. Jadi gemes pengen gigit." ucap Zaskia sambil mencubit pipi suaminya.


"Ya udah kalau mau gigit yang di bawah aja sayang. Dari tadi dianggurin lho!" goda Revan lagi.


"Apa sih By... Jangan mulai deh. Sekarang apa dirasain? Pusing, mual? Lagian, ngeri juga ya fans kamu. Sampai segitunya menghalu." ucap Zaskia sambil cemberut.


Revan tersenyum, tangannya terulur membenarkan pakaian istrinya dan menutup kembali resleting yang terbuka tadi.


"Udah enak yang, kan udah diobatin. Obat dokter aja kalah. Suami kamu ini memang kelewat ganteng, wajar kalau banyak fansnya. Sayangnya, Abang bukan tipe orang yang tebar pesona. Jadi aman, tenang aja. Hanya Zaskia Maharani yang mampu bikin Abang tertarik dan jatuh cinta." jawab Revan.


"Serius By... Malah bercanda. Entah di luar sana pasti masih banyak lagi yang lebih gila dari dia." protes Zaskia.


"Beneran sayang... Apa lagi tadi, susunya seger banget." sahut Revan.


"By.... Diem ga? Jangan diingetin terus." ucap Zaskia sambil memukul lirih lengan suaminya.


"Iya sayang, ga lagi kok. Lagian kamu masih malu aja. Padahal kalau di rumah, pasti kita udah tidak


ada yang waras, khilaf semua. Ya kan? Hayo ngaku!" goda Revan yang membuat wajah istrinya makin merona.


Zaskia mengalungkan tangannya kemudian menyembunyikan wajahnya di dada Revan. Tangan Revan pun membelai surai hitam istrinya dengan sayang. Revan tahu kalau istrinya saat ini sedang malu.


"Kita keluar yuk, kafe juga udah mau tutup. Acara juga dah dimulai kayaknya. Masa yang punya hajat pacaran terus." ucap Revan kemudian yang membuat Zaskia menegakkan badannya, sedang tangannya masih berada di leher suaminya.


"Beneran udah ga papa?" tanya Zaskia meyakinkan Revan.


"Bener sayang, asal ada kamu di dekat abang. Abang akan baik-baik saja." jawab Revan pasti.


Cup


Zaskia lagi-lagi mengecup bibir Revan dan turun dari pangkuan suaminya. Tangannya terulur dan langsung disambut oleh Revan. Mereka keluar beriringan dengan tangan saling tertaut. Nampak wajah Revan sudah cwrah seperti semula.


TBC...


Jangan lupa dukungannya ya bestie


Vote


Loke


Komen


Makasih ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2