
Sementara di tempat berlangsungnya pesta, Mayang mencak-mencak karena dia terkena muntahannya Revan. Dan itu terjadi saat kamera Arya menyorot ke arahnya. Bisa dipastikan besok dia akan dicecar pemburu berita.
Arya sendiri segera mengklarifikasi bahwa perempuan yang bernama Mayang tadi hanya terobsesi pada Revan.
"Coba minta dia untuk memberi bukti kalau dia pernah dekat bahkan pacaran sama Revan, saya jamin 100 persen, dia tak akan mampu memberi bukti. Karena Revan memang tidak pernah dekat dengan perempuan, baik dekat secara fisik, atau pun dekat dalam konteks pacaran." begitu ungkap Arya dalam klarifikasinya.
"Maaf ya semua, saya jadi ga enak. Harusnya tadi Nita ga datang saja daripada dia maksa ikut. Ga nyangka dia bakal nekad bikin rusuh." ungkap Nita pada teman-teman suaminya dan semua yang ada di sana.
"Udah mbak, ga papa kok. Bang Revan ga separah dulu. Sekarang udah punya pawang. Ara sendiri juga ga nyangka kalau Bang Revan bakalan bikin acara kumpul-kumpul kayak gini. Kalau dulu ga bakalan mau dia, mentok ngumpulnya sama kalian kan?" tutur Kiara membeberkan kebenaran tentang Revan. Dan semua mengangguk setuju.
Memang, sejak bertemu Zaskia, hidup Revan lebih berwarna. Lebih sering berbaur, lebih sering mengunjungi kafe. Perubahan itu dirasakan juga oleh orang-orang yang terkait langsung dengan Revan. Terutama sahabat dan karyawannya.
Banyak komentar yang masuk saat live. Banyak pula yang mengirim DM pada Arya, meminta agar meliput anak bungsu pengusaha yang dimaksud Mayang tadi secara eksklusif. Apalagi saat mereka tahu yang dimaksudkan adalah owner dari kafe yang lagi hits dan hampir menjadi destinasi seluruh pecinta kuliner dan penjelajah tempat instagramable untuk membuat vlog. Dari situlah Rembulan Cafe makin terkenal. Maka tak heran jika Revan memutuskan untuk memperluas kafe dan juga membuka cabang di tempat lain.
"Ok, semua... Silakan dimulai pestanya. Yang mau bakar-bakar juga disediakan tempat lengkap dengan peralatannya ya. Maaf atas kekacauan yang terjadi tadi. Yang mau makan dan minum, silakan menikmati sepuasnya. Kita habiskan malam ini untuk bersenang-senang. Ingat ya... No alkohol! " ucap Roni membuka acara makan-makan itu. Biarlah nanti saja yang punya acara membuat sambutan.
"Makasih Pak Roni... Hidangannya makanan semua nih Pak? Gak ada gitu, cowok jomblo dihidangkan di sini? Capek Pak jomblo terus!" celetuk Siska.
"Huuuuu....!" seru teman-temannya.
Roni yang tahu Siska suka ceplas-ceplos hanya ikut tertawa. "Jangan salah Sis, nih.... Tinggal pilih yang agak kebule-bulean (menunjuk Fandy), atau yang jawa tulen (menunjuk Bimo), atau yang kayak oppa korea (menunjuk Ardi). Lengkap lho Sis? Buruan daftar, keburu sold out lho, hahaha..." celetuk Roni membuat suasana menjadi lebih ramai.
Sejenak mata Ardi dan Siska tak sengaja bertatapan. Siska segera menunduk lalu membuang pandangan ke arah lain karena salah tingkah. Sebenarnya sudah lama Ardi sering memperhatikan kasir itu. Saat membayar pun kadang sengaja dibuat lama agar bisa menggoda Siska. Dan Siska pun jadi sering salah tingkah karena sering digodain Ardi.
Banyak cerita di balik layar antara mereka. Namun entah mengapa, Ardi belum berani terang-terangan mengungkapkan perasaannya.
"Makan bareng Mas Bimo yuk Sis, siapa tahu jodoh. Biarin yang belakang kebakaran jenggot." ucap Bimo sambil menarik tangan Siska dan sedikit melampar senyum mengejek pada Ardi.
Sementara Ardi hanya mendengus jengkel karena keduluan Bimo.
__ADS_1
"Buruan kejar Bro, sebelum Siska beneran ditempel sama Bimo." ucap Fandy menepuk bahu Ardi.
Dengan langkah lesu Ardi pun menyusul Bimo mengambil makanan.
Tak lama kemudian Revan dan istrinya keluar menemui semua tamu. Revan sudah terlihat segar lagi. Senyumnya terus mengembang, tangannya bahkan tak lepas dari Zaskia, istrinya.
"Oke semua. Silakan lanjutkan makan-makannya. Saya berdiri di sini, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Karena kalian, kafe ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Acara hari ini sebagai bentuk syukur saya, karena kemarin saya resmi menghalalkan wanita cantik di sebelah saya ini, tentunya kalian juga sudah mengenalnya. Terima kasih selama ini atas dukungannya. Kami Mohon doa restu dari semua yang hadir di sini, agar rumah tangga kami bahagia, diberikan rahmat, berkah dan barokah. Menjadi keluarga sakinah mawadah warrahmah." Revan sedikit menjeda ucapannya.
"Aamiinn.... " seru semua yang ada di sana.
"Saya tetap mengharap dukungan kalian dalam memajukan tempat kita mencari rejeki ini. Jangan sungkan bila ada saran ataupun kritik, selama tidak melanggar prinsip bisnis kita, it's oke. Sampaikan saja pada Pak Roni. Kita sama-sama terbuka saja. Mungkin itu saja, silakan lanjutkan bersenang-senang. Ngomong-ngomong ga ada alat musik ini? Kok sepi?" tanya Revan kemudian.
"Dipake Adek lo buat bikin konten noh!" ucap Fandy menunjuk Arya yang sedang bermain gitar dan Ara yang menjadi vokalisnya.
Mereka pun larut dalam suka cita kebersamaan. Tak ada batasan di antara mereka.
"By, kok Om Zian belum datang ya?" tanya Zaskia yang menunggu Zian sejak tadi. Bukan karena ingin segera memegang ponselnya, namun takut terjadi apa-apa di jalan.
Lama tak di angkat, sampai panggilang ke 5 baru diangkat.
"Sampai mana Mas?"
"Baru saja nyampe parkiran. Acaranya di mana?"
"Tunggu di situ Mas, biar Revan jemput."
Sebenarnya Revan bisa menyuruh siapa saja, namun dia melakukan hal ini untuk menghormati asisten dari ayah mertuanya itu.
Revan segera menutup panggilan dan bergegas menyambut Zian di parkiran setelah pamit dengan istrinya. Sedangkan Zaskia dengan semangatnya mencari keberadaan Rita.
__ADS_1
"Lho kok bisa barengan?" tanya Revan saat melihat Zian bersama Andre.
"Tadi ban mobilku kempes mendadak, sepertinya kena ranjau. Pas rodanya masuk kubangan pula. Kebetulan Pak Zian ini yang tadi menolong saya menghubungi bengkel. Ternyata tujuan kita sama. Jadilah kami kesini bareng." jelas Andre.
"Ini punya Nona muda yang tertinggal tadi Mas." ucap Zian menyerahkan paper bag pada Revan.
"Makasih ya Mas. Sebentar, saya simpan ke mobil dulu." ucap Revan sambil menerimanya. Revan hanya mengambil ponsel Zaskia, sementara yang lain dia masukkan dalam mobilnya, mengingat yang ada di dalamnya adalah barang berharga milik istrinya.
Setelah itu mereka langsung ke halaman belakang. Andre sempat terkejut saat Zian memanggil Zaskia dengan sebutan nona muda. Ditambah lagi sekarang di bertanya-tanya dalam hati, bagaimana bisa hanya demi melakukan syukuran kecil. Kafe sampai tutup. Mengapa tidak dilangsungkan di dalam kafe saja? Andre jadi pusing sendiri menerka-nerka.
Terlihat Zaskia berlari kecil menggandeng seorang wanita menuju ke arah suaminya.
"Eh, Mas Andre sudah datang? Selamat bergabung Mas, jangan sungkan. Mereka teman-teman Abang juga Kia." Sambut Zaskia dengan ramah.
"Om Zian... Ini yang mau Kia kenalin sama Om. Namanya Rita. Cantik kan? Ayo kenalan Om." ucap Zaskia dengan semangat.
Zian menelan ludah kasar saat menyadari siapa orang di depannya itu. Wanita yang beberapa hari lalu pernah bertengkar dengannya karena salah paham. Rita pun hanya membuang muka. Dia masih jengkel pada Zian karena sembarangan menuduhnya ingin mencuri.
Jadi namanya Zian? Ganteng sih, tapi nyebelin. Batin Rita.
"Hai, apa kabar? Aku Zian." Sapa Zian untuk mengurangi kecanggungan.
"Rita." jawab Rita dengan malas.
Zian membisikkan sesuati pada Zaskia, lalu menarik tangan Rita setelah Zaskia mengangguk.
TBC...
Di kasih crazy up ya bestie
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya
Makasih ❤️ ❤️