Putri Yang Terbuang

Putri Yang Terbuang
BAB 45. RENCANA FELY


__ADS_3

"Apa ada yang serius Bang?" Tanya Revan saat memasuki ruang kerja. Terlihat Reyhan langsung membuka laptop dan membuka rekaman cctv.


"Ada yang harus kita bereskan. Apa kau kenal dengan salah satu ART kita? Namanya Lina, dia di bagian loundry." tanya Reyhan to the poin.


Revan mengernyit menyatukan alisnya, nampaknya dia sedang mengingat-ingat sesuatu.


"Abang kan tahu, aku ga pernah berinteraksi dengan mereka." jawab Revan kemudian.


"Ok, kita lihat langsung saja lewat rekaman cctv. Emmm... Coba mulai satu bulan terakhir." ucap Reyhan sambil menekan dan mengetik tuts keyboard.


Pagi itu Revan terlihat sedang bersiap berangkat kerja. Terlihat Lina sedang berada di balik jedela memeperhatikan dan merekam semua aktifitas yang dilakukan oleh Revan. Setelah selasai dia ke ruang loundry untuk menyelesaikan pekerjaannya. Setelah semua cucian dijemur, Lina terlihat menuju kamarnya. Sepertinya dia mandi dan ganti pakaian, karena kurang lebih setelah setengah jam, dia keluar lagi dengan penampilan yang terlihat lebih segar dan pakaian yamg berbeda.


Terlihat di masuk di antara jemuran pakaian dalam yang terletak di tengah-tengah slimut dan sprei yang terbentang mengelilinginya. Sejenak dia berhenti lalu tersenyum, diambilnya kain segi tiga kemudian dia mecium dengan hidungnya, tak lama Lina memandanginya sambil tersenyum.


Perasaan Revan sudah tidak enak. Tangannya mengepal sempurna, rahangnya mengeras.


Sore hari terlihat lagi Lina dengan posisi yang sama di balik jendela seperti pagi hari. Aktifitas itu terlihat terekam setiap hari saat Revan berangkat dan pulang kerja. Dan sudah bisa dipastikan bahwa barang yang terlihat sedang diambil oleh Lina di area penjemuran adalah barang-barang milik Revan.


"Brengsek!" akhirnya Revan tak tahan untuk tidak mengumpat.


"Sebentar... Ini kayaknya pas kamu mau dikeroyok itu deh!" ucap Reyhan memperlihatkan posisi Lina sedang berkutat pada ban mobil Revan.


Setelah itu terlihat Lina sedang menelepon seseorang. Hari berikutnya terlihat di rekaman cctv Lina tampak uring-uringan.


Beberapa hari berikutnya setelah Revan pulang dari rumah sakit terlihat Lina selalu memposisikan diri agar bisa melihat keadaan Revan. Sejak saat itu terlihat Lina sering menghubungi seseorang seperti sedang merencanakan sesuatu.


Sampai hari ini, aktifitas yang sempat tidak dilakukan karna Revan sering pulang ke apartemen, tadi pagi dilakukan lagi. Setelah Revan pergi, fokus Lina beralih pada Zaskia. Lina selalu mengamati gerak gerik Zaskia. Siang hari jam 1an terlihat Zaskia menuju taman, tak lama Lina juga masuk mengikuti arah Zaskia. Kurang lebih 30 menit terlihat Lina keluar dari taman dengan terburu-buru dan menunduk berjalan ke belakang rumah lewat samping. Sampai di belakang Lina terlihat tersenyum puas.


Tak berselang lama setelah Lina keluar dari taman, Kiara dan si kembar masuk.


"Jangan - jangan, dia yang melukai Kia? Atau dia sudah memprivokasi Kia? Kamu ga tau kan tadi Kia pingsan?" tanya Reyhan.


"Apa? Kia pingsan? Dia ga cerita soalnya." ucap Revan menahan cemas.


"Bentar, kita lihat selanjutnya." Reyhan melanjutkan rekaman yang tadi dipause.


Sekitar 20 menit setelah Lina keluar, terlihat Mang Ujang mendorong angkong sambil berlarian dengan panik, diikuti Kiara yang menggendong Nesha yang kelihatan takut sambil menggandeng Danesh.


Beberapa ART dan Siera nampak berhambur keluar dan ikut panik melihat Zaskia yang dibawa menggunakan angkong dalam keadaan pingsan.


Beberapa menit setelahnya telihat dokter adam datang dan masuk rumah dengan tergesa.


"Coba perlihatkan cctv yang ada di dalam Bang!" ucap Revan kemudian.


Sekitar jam setengah 4 terlihat Zaskia keluar dari kamar menuju meja makan bersama Kiara. Mereka makan sambil bercanda. Terlihat sekali Zaskia berusaha untuk tidak terlihat kesakitan. Setelah itu mereka berkumpul di ruang tengah bersama anak-anak menikmati 2 box besar es krim.


Jam 4.15 Wib terlihat Zaskia ke belakang. Dia mengikuti langkah Lina yang nampak terlihat setengah berlari menuju garasi depan lewat pintu samping. Kali ini nampak Lina berdiri di balik pintu sambil menyalakan kameranya. Zaskia yang melihat ada benda jatuh dari saku Lina nampak kaget. Terlihat Zaskia menghampiri Lina dan membisikkan sesuatu. Tak lama kemudian Zaskia bergegas menghampiri Revan. Saat Revan dan Saskia masuk lewat pintu belakang, Lina buru-buru pergi.


Ceklek... Pintu ruang kerja terbuka.


"Apa papa terlambat?" tanya Papa yang baru saja masuk ruangan.


"Tidak kok Pa, kita lagi menyelidiki tikus kecil di rumah ini." ucap Reyhan.


Papa yang belum mengerti hanya mengerutkan dahinya.


Terlihat Revan memandangi layar laptop dengan tatapan sedih. Tak lama, Revan bangkit dari duduknya dan keluar ruangan sambil berlari.


Reyhan melihat layar laptop kembali, setelah itu dia mengajak Papa untuk menyusul Revan tanpa mematikan laptopnya.

__ADS_1


Sementara di taman belakang Kia terjengakang ketika mendapatkan 2 kali tamparan yang cukup keras.


"Kia... Kamu ga papa?" tanya Bimo yang tiba-tiba datang. Tepatnya melawati tempat itu. Tadi setelah sholat isya berjamaah di mushola samping, Bimo ngobrol dulu dengan Mama Rena.


Terlihat Zaskia meringis sambil memegangi pipinya, hendak bangun namun tampak kesulitan. Bimo membantu Zaskia untuk berdiri dan memapahnya untuk duduk.


"Apa-apaan kamu? Lancang sekali kamu berani menampar Zaskia?" tanya Bimo dengan nada tinggi.


"Jadi kamu juga suka sama Zaskia Bim? Tidak disangka ternyata orang kepercayaan bos besar bisa menikam dari belakang? Bagaimana kalau kita kerja sama saja?" ucap Lina.


"Jangan sembarangan kamu. Kamu berani bermain api di sini?" tanya Bimo menahan marah.


"Sudah Mas... Kia ga papa kok. Ga usah diladeni. Dia itu sakit jiwa." ucap Zaskia dengan nada lemah.


"Apa yang kamu lakukan pada calon istriku, brengsek!" Ucap Revan yang tiba-tiba datang dari arah belakang Lina dengan tatapan kebencian dan amarah. Dia langsung menghampiri Zaskia dan memeluknya.


"Maafin Abang sayang, Abang ga bisa nglindungin Adek." ucap Revan penuh penyesalan.


"Mas Revan.... Saya melihat mereka sedang bermesraan, mereka selingkuh di belakang Mas Rwvan. Karena mereka tidak mau mengaku saya terpaksa menamparnya Mas. Maaf, saya hanya ingin melindungi Mas Revan dari pembohong ini." ucap Lina ringan tanpa rasa bersalah.


Bimo dan Zaskia membulatkan matanya mendengar perkataan Lina. Sedangkan Revan perlahan melepaskan pelukannya. Dia sangat ingin merobek mulut perempuan ini.


Namun Revan masih berusaha mengendalikan tanganny.


"Apapun yang terjadi ikuti sandiwara Abang. Kita harus terlihat sedang bertengkar." bisik Revan di telinga Zaskia.


"Bener Bim?" tanya Revan pada Bimo.


"Hah...!!!" Bimo terbengong tidak mengerti, bagaimana revan begitu saja mau mempercayai perkataan Lina.


"Mas Revan percaya sama perempuan ini?" tanya Bimo masih tak percaya. Revan bukannya khawatir sama keadaan Zaskia malah ikut menuduhnya selingkuh?


"Diam!" ucap Revan pada Kia. "Apa yang membuatmu yakin mereka berselingkuh?" tanya Revan pada Lina.


"Mereka berpelukan lalu berciuman." jawab Lina sekenanya.


Bimo makin membulatkan matanya. Sementara Zaskia menunduk.


"Brengsek lo ya, berani-beraninya lo memfitnah gue. Ayo Ki... Tinggalin saja mereka. Lukamu harus diobati, jangan pedulikan mereka. Mas Revan ga nyesel kan kalo Kia bener-bener saya ambil." ucap Bimo sambil menarik Zaskia pergi.


Revan berpura-pura marah melihat mereka pergi berdua.


"Tuh kan Mas, Lina bilang juga apa. Mereka terlihat akrab sekali. Pasti punya hubungan di belakang mas Revan." ucap Lina penuh percaya diri. Perlahan dia mendekati Revan.


"Berhenti di tempatmu. Aku tidak suka pada orang yang sudah berlaku curang di belakangku berusaha mendekatiku." ucap Revan dingin.


"Ma... Maksud Mas Revan apa? Saya tidak mengerti." ucap Lina tergagap.


"Untuk apa selama ini kamu mengintipku diam-diam? Kamu mau mencelakaiku?" tanya Revan kemudian.


"Mas Revan tahu dari mana? Apakah dari gadis kampung itu? Saya tidak bermaksud apa-apa Mas sungguh." ucap Lina meyakinkan Revan.


Revan menahan geram saat wanita itu menyebut gadisnya perempuan kampung.


"Sungguh? Bukan karena kamu suka sama saya kan? Kamu pikir aku tidak tahu apa yang kamu lakukan di area penjemuran setiap hari?" sebenarnya Revan sangat muak mengingat ini.


Di balik gasebo nampak Reyhan dan Kiara masih menguping dan memvideo keduanya sambil menahan tawa.


"I... Itu.. Anu Mas. Sebenarnya saya memang suka sama Mas Revan sejak dulu Mas Revan jadi kakak kelas saya. Tapi Mas Revan sudah sama mbak Fely. Jadi aku tidak berani berharap. Setelah Mas Revan tahu kalau Zaskia juga selingkuh, apakah Mas Revan mau memberi kesempatan untuk kita lebih dekat Mas?" tanya Lina dengan malu - malu. Tapi nampak di mata mereka yamg menyaksikan, Lina benar-benar tak tahu malu.

__ADS_1


Revan masih mencerna dan mengait-ngaitkan peristiwa yang terjadi.


"Kamu masih berhubungan dengan wanita penghianat itu?" tanya Revan lagi.


"Eh... Eng... Enggak Mas. Kami pernah bertemu beberapa minggu lalu. Maksudnya ..." Lina sudah seperti terjebak pertanyaan Revan.


"Apakan saat kamu mengempeskan ban mobilku ada hubungannya dengan wanita itu?" tanya Revan kemudian.


Lina menunduk, dia bingung harus jujur atau tidak.


"Mas... Saya tidak berniat apa-apa. Sungguh!" ucap Lina berusaha meyakinkan Revan. "Kalau saya cerita apakah Mas Revan janji mau memberi kesempatan untuk Lina jadi pacarnya Mas Revan?" tanya Lina lagi.


Benar-benar tidak tahu malu. Batin Revan.


"Baiklah, aku bersedia menjadi pacarmu tapi aku juga punya syarat. Nanti akan ku katakan asal kamu mau menceritakan semuanya." ucap Revan sambil tersenyum smirk. Wanita ini sudah masuk perangkapnya.


"Maaf Mas, sebenarnya waktu itu mbak Fely menyuruhku untuk menggemboskan sebagian bam mobil mas Revan dan rencananya di tengah jalan mobil Mas Revan akan benar-benar kempes. Dan saat itu preman suruhan mbak Fely akan merampok Mas Revan dan Mbak Fely akan datang sebagai penyelamat. Tapi ternyata kejadiannya tidak sesuai rencana. Makanya setiap hari saya harus melaporkan kapan saat mas Revan keluar." ucap Lina menjelaskan.


"Di mana wanita itu sekarang?" tanya Revan pelan.


Haruskah dia berterima kasih pada mantannya itu, karena kejadian itu mempertemukan dia dengan pujaan hatinya.


"Mas Revan ga berpikir untuk balikan lagi kan? Tadi Mas Revan udah janji lho sama Lina." ucap Lina takut Revan berubah pikiran.


"Jawab saja." ucap Revan tegas.


"Di.... Dia di perumahan deket Mas Revan dikeroyok itu." jawab Lina.


"Baiklah... Kamu mau mendengarkan apa syarat untuk bisa jadi pacar saya? Besok pagi setelah sarapan akan saya beri tahu." ucap Revan kemudian pergi dari tempat itu.


Revan masuk ke kamarnya. Dia menelepon Bimo.


"Tolong antarkan calon istriku ke rumah sayap kanan. Segera!"


"Ck... Saya pikir beneran Mas, Kia buat saya, hehehe..."


"Mau gue sunat lo! Biar habis sekalian. Buruan!"


"Iya iya... Elah ga sabaran banget sih."


Tut... Tut...


Revan segera menyambar baju tidur dan dress milik Zaskia, memasukkan di paper bag lalu keluar dari kamarnya. Setelah memastikan Lina tidak mengintipnya dia segera berlalu menuju rumah sayap kanan dengan mobil yang biasa dia gunakan untuk bekerja.


Setelah sampai dia segera memarkirkan mobilnya di garasi, Revan segera menuju pintu depan untuk menyambut Zaskia.


"Sayang... Maafin Abang ya..."ucap Revan saat melihat Zaskia turun dari mobil Bimo. Tanpa babibu Revan langsung membopong Kia.


"Abang, turunin! Malu sama Mas Bimo." Kia mencoba berontak.


"Lo ga lihat kan Bim?" tanya Revan pada Bimo. Tadi Zaskia sudah mengatakan kalau Revan sedang bersandiwara namun belum tahu tujuannya.


"Iya Mas, mata saya merem. Jangan lupa Kia.. Kalau Mas Revan macem-macem datang ke belakang saja ya. Mas Bimo siap menampung, hahaha." ucap Bimo lalu pergi.


TBC....


Jangan lupa tinggalkan komentar


Tekan 👍 dan ❤️

__ADS_1


Makasih❤️❤️


__ADS_2