Putri Yang Terbuang

Putri Yang Terbuang
BAB 31. ABIMANA KEMBALI


__ADS_3

"Assalamu 'alaikum Bu." Kia mengucapkan salam saat melihat Bu Rus sedang menyapu teras rumah.


"Eh, neng Kia. Aduh... Dua hari ga ketemu kok makin cantik saja ya. Ayo masuk!!" ucap Bu Rus Girang melihat Kia datang.


"Sudah sarapan? Ibu bikin nasi uduk tadi." tanya Bu Rus lagi.


"Yah... Sayangnya sudah bu. Nanti aja, kalau laper lagi Kia makan." jawab Kia menyusul duduk di sebelah Bu Rus.


"Kata Rita Neng Kia sekarang sama calon lakinya ya? Gimana, dia baik kan sama Kia?" tanya Bu Rus kemudian.


Kia terharu, Bu Rus masih peduli dengan keadaannya.


"Alhamdulillaah Bu, Oiya...," ucapan Kia terjeda saat membuka tas dan mengambil amplop yang tadi dia siapkan.


"Ini ada titipan dari Abang, buat jajan katanya. Maaf tadi Abang ga sempet mampir, buru-buru mau kerja soalnya." ucap Kia sambil menyerahkan amplop yang isinya tebel pada Bu Rus.


"Eh, ga usah Neng... Ini buat kebutuhan Eneng aja. Ibu sudah ada buat jajan." ucap Bu Rua menolak halus sambil mendorong tangan Kia pelan.


"Kia juga dikasih lebih banyak Bu. Jangan menolak, Bu Rus udah Kia anggap Ibu Kia juga. Ya Bu, kalau ga mau terima besok lagi Kia ga mau main ke sini." Kia membujuk Bu Rus.


Akhirnya Bu Rus pun menerima pemberian Kia.


"Mbak Rita masih di kamar Bu?" tanya Kia.


"Belum lama keluar, katanya mau beli pulsa. Tunggu aja di kamar Neng!" bu Rus memberi saran.


Setelah pamit Kia masuk ke kamar Rita. Dia merebahkan tubuhnya di kasur sambil memainkan hpnya.


"Eh, foto profil aku udah diganti? Pasti kerjaan Abang ini." ucapanya sambil tersenyum.


Setelah hampir 2 minggu tidak aktif di sosmed, ini pertama kalinya Kia mengunggah foto saat tangan Revan menggenggam tangan Kia yang memperlihatkan cincin yang dipakainya status WhatsApp dengan caption,


" Life must go on, and you're my future❤️❤️"


Belum lama di unggah, sudah banyak pesan masuk mengomentari. Abaikan dulu, batinnya.


Kia membuka halaman instagramnya,


Mengunggah foto candid Revan tadi pagi, dengan caption, :


"Pencuri ❤️ tetaplah di sini @revan_da"


Kia terkekeh sendiri ketika banyak sekali komentar dan dm yang masuk.


"Biar pada penasaran ah, kapan-kapan aja balasnya, hahaha..."


Masih di halaman ig, Kia kembali mengunggah foto saat bersama Papa Tomo.


"Masa aku dibilang simpanan Om-Om😪 anaknya kalah saing dong @revan_da"


"Kia...!!!" suara mbak Rita sudah terdengar nyaring dari luar.


"Ya ampun mbak Rita, udah ngalah-ngalahin toa aja tau!" jawab Kia sambil menutup telinganya.


"Sumpah ya aku tuh udah dari kemarin ya, nahan penasaran. Cepet cerita sekarang!" todong mbak Rita.


"Apa sih mbak, masih pagi juga mau ngegosip." sanggah Kia menghindar.


"Ga peduli ya, mau pagi mau siang mau malam, ceritain sekarang tentang bos ganteng itu. Dia kok bisa so sweet banget sih Kia..." ucap Rita penuh kagum pada sang bos.


"Kan udah dibilang kemarin kalau kita ketemu pas dia dapat insiden itu. Terus ga sengaja ketemu, padahal aku ditanya kerja dimana aja aku ga bilang. Eh ternyata malah bosku sendiri. Apa menurutmu ini takdir mbak?"

__ADS_1


"Sudah jelas masih tanya. Terus itu gimana si bos? Romantis ga? Kamu kan tinggal seatap ya, udah ngapain aja?" Rita menginterogasi.


"Mbak Rita kepo deh, emang mbak mikirnya apa?" Kia menjawab sambil tersipu. Mengingat dia sekarang jadi lebih agresif, berani mencium laki-laki dambaan sejuta umat itu.


"Masa sih kalian ga ngapa-ngapain? Kalian di apartemen berdua aja kan? Yakin ga terjadi apa-apa? Coba lihat!" ucap mbak rita sambil menarik kaos panjang Kia.


"Iihh... Mbak Rita mau apa sih!" Kia menahan tangan Rita yang memaksa membuka kaosnya.


Setelah pergulatan panjang, akhirnya dimenangkan oleh Rita yang berhasil melepas kaos panjangnya.


"Astaga, beneran ga ada c*p*ngnya. Kuat juga ya itu bos. Gue aja yang cewek rasanya gemes, mau gue... Emmmmhhhh!!!" greget Rita mengepalkan tangannya gemas.


"Dasar mbak Ritanya aja yang mesum. Siniin! Kaos mahal ini mbak! Sayang kalo robek." ucap Kia sambil cemberut.


"Kamu udah dapet bos tajir juga pakaiannya kaos mulu. Sesekali dong dandan seksi, pake dress gitu. Bos Revan ga membelikan memang?"


"Aku ga pede mb, ga biasa. Abang juga ga keberatan kok. Ada sih dress pendek-pendek di lemari. Besok aja pakenya kalo sudah sah."


"Dia serius kan Ki sama kamu? Jujur aku takut kamu terluka lagi." ucap mbak Rita mulai serius.


"Doakan saja Mbak, jalani saja sih kalo aku mah. Kita berangkat sekarang aja yuk mbak, sekalian mau lihat kampus yang deket kafe itu. Siapa tahu besok bisa keterima di sana." jawab Kia mengalihkan agar otak mesumnya tidak merajalela.


"Kamu jadi kuliah?" tanya mbak Rita lagi sambil mengambil tas selempangnya. "Btw sampein makasih ya, bonusnya udah masuk, gede lagi! Bisa buat beli skincare yang agak mahalan, hahaha..." lanjutnya sambil tertawa girang


"Insya Allah mbak. Udah yuk, keburu siang! Iya nanti disampein." jawab Kia sekenanya.


********


Hari ini pertama kalinya jadwal terapi Abimana. Semua dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Mereka masih mengikuti permainan Roy, dan selalu memantau pergerakannya.


"Rileks saja Pak, jangan tegang. Kita tidak langsung latihan jalan. Kita latihan menggerakkan otot-otot kaki dulu biar lemes, peredaran darah juga akan lancar."


Latihan kali ini sesuai target, dengan semangat membara dan mengikuti semua instruksi dari terapis. Bahkan dia meminta tambahan waktu terapi dari yang sudah dijadwalkan.


Setelah terapi, Abimana datang ke kantor, kali ini dia didampingi oleh Zian, orang yang dipilih oleh Aditama yang nantinya akan menggantikan Roy.


"Apa ada pergerakan?" tanya Abimana saat mereka sedang dalam perjalanan menuju kantor.


"Iya Tuan, Roy mulai mempengaruhi investor perusahaan kita. Dia diam-diam mendirikan usaha yang nantinya akan menadi rival kita. Pelan-pelan Roy menurunkan kinerja perusahaan agar investor mulai goyah dan tidak percaya lagi dengan perusahaan kita. Dan sekarang mereka sedang megurus perizinan, berkasnya sudah masuk di DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu)."


"Kamu ada rencana?"


"Sepertinya banyak dokumen ilegal yang mereka gunakan untuk mengajukan perizinan. Tanah yang mereka gunakan masih dalam sengketa. Modal mereka untuk mendirikan usaha juga dari hasil pencucian uang dan itu jelas kita punya buktinya."


"Apakah kira-kira mereka benar-benar akan menjual tanah mereka?"


"Dari informasi yang orang kita dapat, roy menawarkan harga tinggi bahkan 5 kali lipat dari harga normal. Tentu pemilik tanah sangat dengan hati mau menjualnya. Namun saya yakin sebelum terbayar, mereka harus menandatangani akte jual beli dan selanjutnya kemungkinan mereka tidak akan mendapat uang sebanyak yang mereka janjikan, Tuan. Orang kita sudah bergerak untuk memperingati warga agar jangan menandatangani apapun sebelum uang mereka terima penuh. Artinya jika surat pembebasan lahan itu sudah mereka kantongi sudah bisa dipastikan bahwa surat itu palsu."


"Bagus. Kita tetap ikuti permainan mereka. Kita masih harus menggali lagi apa saja yang mereka rencanakan." jawab Abimana.


"Bagaimana dengan pencarian istriku?" tanya Abimana kemudian.


"Saat ini Ramon turun langsung memimpin Tuan. Posisi sudah di Jogja, sedang menuju kampung halaman Nyonya. Setidaknya kita harus memastikan bahwa Nyonya pernah bekunjung ke sana, atau benar-benar tidak ada di sana. Setelah itu baru kita akan menyusun rencana berikutnya."


"Aku baru ingat, aku pernah membeli tanah dekat daerah pantai. Turunkan orang untuk survei lokasi. Aku ingin membuat semacam penginapan atau semacam spot untuk pariwisata, aku yakin sesuai perkembangan teknologi, saat ini banyak potensi terpendam di lokasi itu."


"Baik Tuan."


"Jika benar prospeknya bagus segera ajukan kerja sama dengan 3R, aku selalu puas dengan kinerja mereka."


"Siap Tuan."

__ADS_1


Tak terasa mereka telah sampai di kantor Abimana.


"Apakah sudah ada daftar tikus-tikus yang berkhianat kepada kita?" tanya Abimana yang saat ini sedang berada dikurai roda menuju loby kantor.


"Iya Tuan, kami masih menyelidiki kemungkinan masih ada yang lain." jawab Zian sambil mengamati pergerakan seseorang yang saat ini menyelinap menyembunyikan diri.


"Ya, terus pantau." ucap Abimana lagi.


Terjadi kehebohan setelah Abimana dan zian berada di loby. Semua karyawan lama yang mengenal mereka menyambut dengan antusias.


Selama memimpin, Abimana memang sosok yang tegas dan disiplin. Namun semua karyawan sangat menghormati Abimana karna selalu memperhatikan kesejahteraan karyawannya.


Sejak semua urusan kantor berada di bawah kendali Roy, karyawan seperti kerja dalam tekanan. Yang di bayar hanya gaji pokok dan uang makan. Uang transpot dihapus, tidak ada bonus seperti yang biasa mereka dapat walaupun hasil kerja mereka melampaui target.


"Selamat datang Tuan, senang akhirnya Anda kembali memimpin." ucap salah seorang resepsionis yang sedang bertugas.


"Terima kasih, bagaimana keadaan kantor selama saya tinggal?"


"Yang pasti akan lebih nyaman saat Bapak kembali memimpin lagi nantinya." jawab resepsionis itu lagi hati-hati takut salah menjawab.


Karyawan baru nampaknya mulai meyadari, siapa pria yang ada di kursi roda itu.


Jadi itu bos besar yang katanya lumpuh dan ditinggal istrinya?


Meskipun lumpuh, aku mau kalau jadi istrinya. Dia masih ganteng meski sudah tidak muda lagi.


Jadi benar kabar yang menyebutkan istrinya pergi karena Tuan Abimana cacat


Masih banyak lagi pertanyaan yang ada di otak mereka.


Tak lama mereka naik ke lantai di mana ruangannya berada. Di sana sudah ada Roy dan sekretarisya yang baru. Sekretaris yang lama sudah diberhentikan oleh Roy, karena Roy merasa keberadaannya sebagai ancaman. Mengingat sekretarisnya yang terdahulu sangat loyal dan dekat dengan Laras.


"Selamat siang Tuan Abimana, senang sekali Anda berada kembali di sini. Mengapa tidak mengabari dulu agar kami bisa menyambut Tuan. Bagaimana kabar Tuan?" Roy mencoba tidak gugup. Dia sungguh tak tahu apapun tentang rencana kedatangan Abimana.


"Sudah lebih baik Roy, tenang saja! Bukankah aku harua bertahan hidup jika ingin bertemu dengan istri dan anakku?" Ucap Abimana sambil tersenyum penuh makna.


"Ah iya, Anda benar." jawab Roy masih menyembunyikan kegugupannya.


"Mulai sekarang. Hetikan pencarian. Karna aku sendiri yang akan turun tangan." ucap Abimana sabil memposisikan diri dibelakang meja kerjanya.


"Siapkan meeting 1 jam lagi dengan para petinggi perusahaan." perintahmya pada Roy.


"Baik Tuan." jawab Roy pasrah.


Roy segera keluar dari ruangan Abimana untuk untuk mengatur meeting.


"Tuan, Pak Tomo dari 3R GROUP ingin membuat janji temu. Apakah Anda bersedia?" tanya Zian.


"Ya, jadwalkan!" jawab Abimana.


TBC....


Terima kasih semua...


Kalau banyak yang komen hari ini upnya double...


Jadi ditunggu ya komentarnya meskipun cuma ketik next othornya udah semangat nulis


Jangan lupa juga 👍 dan❤️


Makasih ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2