
Setelah sampai di apartemen, Revan langsung membuka pelan pintu kamar Zaskia. Terlihat calon istrinya itu tidur pulas. Perlahan Revan mendekat setelah melepas sepatu Dan jaketnya.
"Nyenyak banget tidurnya yang." ucap gala sambil menoel-noel pipinya.
"Gemesin banget sih yang, cup cup cup..." berkali-kali Revan memberikan kecupan, namun Zaskia tidak bangun juga, hanya menggeliat dan tidur lagi.
"Abang bobo sini ya yang, boleh ya?" ucap Revan yang tak mungkin dijawab oleh Zaskia.
Setelah masuk ke dalam selimut yang sama, Revan masih terus memandangi wajah ayu gadisnya.
"Teruslah bahagia sayang, abang janji akan melakukan segalanya agar adek bahagia sama abang." bisik Revan di telinga Zaskia.
Perlahan Revan merebahkan diri di sisi zaskia dan menarik kepala Zaskia bisa tidur di lengan Revan. Seketika mual dan pusingnya yang tadi dirasakannya hilang. Tak lama Revan pun ikut terlelap sambil memeluk Zaskia
Saat menjelang subuh, zaskia menggeliat, merasa mendapatkan tempat ternyaman, Zaskia mendusel mencari kehangatan dan posisi nyaman. Dia memeluk erat gulingnya. Namun saat merasakan pelukannya dibalas, Zaskia seketika membuka matanya. Dia langsung mendongak. Masalahnya, tidurnya nyenyak banget, dia takut ada orang lain yang masuk diam-diam membobol pintu apartemen Revan.
Sejenak dia menghembuskan nafas lega. Ternyata calon suaminya. Untung Revan belum bangun, kalau dia tahu posisi Zaskia saat ini pasti akan membuat Zaskia menjadi malu. Bukan cuma memeluk, bahkan lutut Zaskia sudah berada di atas perut Revan dengan ujung jari kaki yang persis di atas Revan junior.
"Abang bikin kaget tau ga." ucap Zaskia setengah berbisik sambil berusaha menurunkan kakinya.
"Mau kemana sayang, abang masih ngantuk." ucap Revan dengan suara serak, dia merasa terusik gerakan-gerakan Zaskia. Revan menahan agar Zaskia tak bergerak dari posisinya semula. "Biar kayak gini saja, jangan kemana-mana dulu."
"Abang pulang jam berapa, kok Kia ga tau?" tanya Zaskia sambil mengusap rahang kokoh Revan.
"Kamu pules banget tidurnya, sampe ga tahu kan abang susulin tidur." jawab Revan sambil menangkap tangan Zaskia lalu menggigit jarinya.
"Abang ih, sakit. Kenapa digigit sih?" tanya Zaskia cemberut.
Revan hanya tersenyum masih sambil memejamkan matanya. "Adek tuh sukanya mancing-mancing deh. Abang pengennya gigit yang lain, tapi pasti ga boleh."
"Emang makanan apa digigit-gigit. Emang apaan yang lain?" tanya Zaskia yang belum mengerti maksud Revan.
Revan membuka matanya, dia menyangga kepalanya dengan salah satu tangannya. "Beneran ga tahu, adek mau tahu?" tanya Revan sambil menatap mata Zaskia dalam. Tangannya membelai wajah Zaskia kemudian mulai turun.
"Emang apaan?" tanya zaskia lirih sambil merasakan tangan yang menyapu wajahnya, yang selalu membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Seperti terhipnotis, dia larut dalam tatapan mata elang Revan. Bahkan Zaskia tidak menyadari tangan Revan yang sudah berhasil membuka dua kancing atas piamanya.
Dada Revan bergemuruh, dia mendekatkan wajahnya pada wajah Zaskia. Perlahan dia mengecup bibis Zaskia sekilas lalu m*l*um*tnya dengan lembut. Zaskia yang terhanyut dengan ciuman Revan memejamkan matanya dan perlahan membalas ciuman prianya. Tangan Revan menyusup ke balik piyama dan langsung menyentuh kulit Zaskia yang lembut.
Mata zaskia membola ditengah ciuman panasnya saat merasakan dadanya dir*m*s lembut. Tangannya berusaha melepaskan tangan Revan, namun Revan menahannya dan mengabaikannya. Ciuman mereka pun terlepas dengan nafas yang terengah-engah.
"Jangan kek gini bang." ucap Zaskia dengan suara serak. Tangannya masih menumpu pada tangan Revan yang menguasai salah satu bukit indahnya.
Revan sedikit mengusap dan m*r*m*snya lagi, kali ini malah Zaskia memejamkan matanya dan menahan mulutnya agar tidak mengaluarkan suara laknat.
__ADS_1
Perlahan Revan melepaskan tangannya, namun dia mencegah tangan Zaskia yang mencoba menutupi dadanya. Revan menatap cetakan yang menyerupai gunung itu.
"Indah sekali sayang." ucap Revan penuh hasrat.
Tak ingin ikut terlena, buru-buru Zaskia Membenarkan piamanya. Jantungnya masih terpacu. Dia merutuki dirinya yang tidak bisa melawan tubuhnya sendiri, meskipun logikanya berpikir tidak.
Revan yang menyadari kesalahannya segera memeluk Zaskia yang masih berada di bawahnya. "Maaf sayang, abang... Abang ga kuat."
"Sabar abang... Sebentar lagi, semua akan jadi milik abang. Jangan kek gini lagi." sahut Kia.
"Gak tahu yang... Abang ga janji." ucap Revan masih dalam posisi yang sama.
"Ih, kok ga janji sih. Udah sana bangun! Kita ke rumah abang habis subuh ya. Kia mau sama bunda dulu sebelum dijemput om Zian." ucap Zaskia manja.
"Iya sayang, 5 menit lagi ya... Habis itu kita bangun!" jawab Revan yang belum beranjak dari posisinya.
"Kia sesek bang... Ayo, buruan bangun!" ucap Kia lagi sambil mencubiti pinggang Revan pelan.
"Geli yang, aahhh... Iya iya... Abang bangun. Nih udah bangun." ucap Revan yang beranjak dari posisinya dan langsung duduk di tepi ranjang.
Zaskia mulai bangkit dan berdiri. Dia mendorong revan keluar dari kamarnya menuju kamar Revan sendiri. Tak cuma sampai di sana. Zaskia mengarahkan Revan ke kamar mandi. Setelah menutup kamar mandi dari luar, zaskia segera menyiapkan baju ganti untuk Revan. Setelah semuanya beres, dia bergegas kembali ke kamarnya sendiri dan ikut bersiap-siap.
******
"Mbok Mi lihat bundanya Kia ga, kok Kia ga lihat ya dari tadi?" tanya Kia saat di dapur melihat mbok Mi sedang menata sarapan di meja makan.
"Oh, kalau gitu Kia ke atas ya Mbok." ucap Kia yang segera berlalu tanpa mendengar jawaban dari mbok Mi.
Kia mengetuk pintu kamar yang diyakini Kia bundanya berada di dalam. Tak lama, mbak Siska membukakan pintu. Kia melongokkan kepalanya ke dalam.
"Bunda ada di dalam mbak?" tanya Zaskia.
"Masuk Ki, lihat bunda deh! Masih ngenalin bunda ga?" ucap Siera.
"Ya ampun, ini bunda? Astaga, kok bisa kayak gini. Ini dari apa mbak tompelnya? Kayak asli ih! Nanti kalau ga bisa lepas lagi gimana mbak, masa bunda Kia cantiknya ilang sih." ucap Kia saat melihat hasil make over bundanya.
Siera terkekeh melihat kepolosan calon iparnya ini.
" Tenang Kia... Bunda udah praktek kok tadi caranya melepas dan memakainya. Kalau soal make up, ternyata bunda ini jago banget. Mbak lupa kalau bunda ini istri sultan. Ya pastilah jago dandan, hahaha..." ucap Siera mencandai bunda. Laras sendiri hanya tersenyum sambil menggeleng.
"Sayang... Doakan bunda ya. Semoga mereka yang sudah memisahkan kita dari ayah segera bisa kita hancurkan, doakan bunda agar kuat, jaga diri kamu. Ingat, kamu adalah kelemahan ayah dan bunda, maka itu kamu juga harus belajar jadi kuat. Jangan tunduk pada siapa pun yang akan menyakiti kamu. Mengerti kan maksud bunda? " ucap bunda memberikan wejangan pada Zaskia.
"Iya bunda... Tapi Kia sebenernya masih kangen sama ayah dan bunda." sahut Zaskia sambil memeluk bundanya.
__ADS_1
"Bunda janji, nanti setelah bertemu ayah, bunda akan video call Kia. Kia bisa ngobrol lagi sama ayah. Besok juga kita akan ketemu lagi kan. Kia lupa kalau Papanya Revan mengajak keluarga kita makan malam? Kia juga akan ketemu sama Om Adi, kakaknya ayah, papanya Arya. Kia sudah tahu Arya kan?" ucap Laras menghibur putrinya.
"Mamanya Kak Arya juga? Katanya kemarin Om Adi lagi terbang ke Singapore jemput mamanya Kak Arya." tanya Kia yang merasa bahagia. Karna ternyata dia memiliki keluarga yang sangat menyayanginya. Dulu Zaskia pikir, dia memang ditakdirkan untuk sendiri dan tidak pernah bisa mendapatkan kasih sayang. Apalagi saat budenya mengatakan kalau dirinya anak yang sengaja dibuang karena ayahnya tidak menginginkannya.
"Iya sayang, kita akan berkumpul. Kita punya banyak saudara, Kia bahagia kan?" tanya Laras lembut.
Kia menganggukkan kepalanya dengan antusias lalu kembali memeluk bundanya.
"Udah dong, kok malah melow gini sih. Sarapan dulu yuk Kia sayang. Kamu sudah siap Laras?" tanya Mama Rena yang baru saja datang.
"Abang ga sarapan dulu?" tanya Zaskia yang melihat revan terburu-buru memakai sepatunya.
"Panggilan dadakan yang, suruh dampingi rapat ke Bandung. Ga sempat sarapan kayaknya. Abang nanti pulangnya agak telat ya." ucap Revan.
"Iya ga papa. Tapi sempetin sarapan dulu. Abang terusin siap-siapnya. Kia ambilin makan dulu." ucap Kia sambil berjalan keluar kamar menuju ruang makan.
Revan tersenyum bahagia melihat calon istrinya yang memperhatikannya. Tidak salah pilih istri, batinnya.
"Revan mana sayang? Kok sendirian?" Tanya Papa Tomo.
"Abang masih siap-siap Pa, buru-buru katanya. Ini Kia mau ambilin sarapan abang aja. Ga papa kan Pa?" ucap Zaskia meminta izin.
"Boleh dong, habis itu Kia jangan lupa sarapan tapi ya." kali ini Mama yang menyahut.
Zaskia segera menaruh nasi goreng dan telur ceplok di atas piring dan membawanya ke kamar Revan.
"Laras, terima kasih ya sudah melahirkan Kia dan mendidiknya dengan sangat baik. Kami beruntung Kia bisa berjodoh dengan anak kami." ucap Mama Rena setelah Zaskia berlalu.
"Saya juga bahagia Mbak, kalian sangat menyayangi Zaskia meski dia hanya orang dari kampung yang tidak punya apa-apa." ucap Laras terharu.
"Sudah sudah jangan sedih-sedih. Kita akan jadi keluarga, kita akan saling membantu, akan saling menyayangi. Ayo lanjutkan dulu sarapannya." ucap Papa Tomo.
Mereka oun akhirnya melanjutkan sarapan mereka dengan perasaan bahagia sekaligus terharu.
Zaskia masih menyuapi Revan yang masih sibuk memasukkan laptop dan berkas-berkas ke dalam tas.
"Satu suap lagi. Aa..!" ucap Kia sambil menyodorkan sesendok nasi goreng ke mulut Revan.
"Energi abang terisi full hari ini. Bukan cuma perut, hati abang juga. Makasih ya sweetheart." ucap Revan sambil mengecup kening Kia.
Kia tersenyum, sesungguhnya dia pun merasa sangat bahagia. Ucapan dan sentuhan pria dewasa itu selalu membuatnya terbang ke awang-awang. Semoga selamanya Revan akan memperlakukannya semanis ini.
TBC...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan komentar dan tekan 👍 dan ❤️
Makasih❤️❤️