
Naura dan Affandi kini hidup berumah tangga berharap bahagia.
Meski dalam perjalanannya selalu ada cobaan, kerikil kecil dan sedang menghadang. Tapi dengan kekuatan cinta keduanya berhasil menaklukan semua goda dan coba.
Naura juga semakin dewasa menyikapi setiap permasalahan yang ada di dalam rumah tangga mereka.
Sekecil mungkin meminimalisir setiap masalah. Meniadakan masalah kecil dan mengecilkan masalah yang agak besar. Itu taktiknya kini.
Jikalau ada kesalahfahaman, Naura berusaha menetralisirnya secepat mungkin. Dengan hati yang didinginkan dulu untuk beberapa saat.
Mengingat keduanya adalah pribadi yang disayang dalam keluarga, otomatis tabiat dan karakter keduanya sama-sama keras dalam hal menginginkan kasih sayang dan sifat manja yang cukup besar.
Tapi kembali lagi... semua terselesaikan 'atas nama cinta'.
Cinta yang menyatukan mereka. Cinta yang mengikrarkan keduanya menjadi satu.
Semua karena cinta.
Naura melahirkan seorang anak perempuan yang lucu dan menggemaskan dengan normal setelah 9 bulan 15 hari mengandung buah hati mereka.
Semua menyambut bahagia dan penuh suka cita. Mama dan Papa Affandi serta ibuknya Naura tak kalah antusiasnya.
Affandi begitu memanjakan putrinya bahkan cenderung berlebihan, menurut Naura.
Kini pertengkaran kecil diantara mereka hanyalah masalah anak saja.
__ADS_1
Affan ingin memberikan semua cinta dan kasih sayangnya full kepada Affira Habibah Rajata, nama lengkap putri mereka. Termasuk juga materi dipersembahkannya pada putri kecilnya yang menggemaskan.
Bayangkan.... bocah yang belum genap satu tahun itu sampai memiliki kamar khusus bermain laksana time zone disupermarket-supermarket besar.
Naura kurang setuju dalam hal itu. Ia khawatir Affira akan menjadi manja.
Tapi Affan berfikir lain. Dia tak ingin putrinya merasakan banyak kekurangan seperti dirinya dimasa kecil.
"Aku ngerti mas! Sangat mengerti. Karena aku juga orang tak berpunya. Bapak Ibuk tidak pernah membelikanku banyak mainan. Apalagi seperti Fira kita sekarang! Tapi daripada kita hambur-hamburkan uang hanya untuk mainan saja, rasanya kurang bijaksana! Apalagi mas yang cari uang dengan kerja keras! Secukupnya saja mas!"
"Tak apa Nau! Aku kerja untuk siapa? Untuk anak dan istriku tentunya. Aku juga sudah memikirkan jauh kedepan! Untuk biaya sekolah Fira juga sudah kualokasikan. Kita khan sudah mengasuransikan semuanya! Jangan khawatir, sayang! Jangan takut jatah belanjamu kupotong demi untuk mainan Fira! Hehehehe ....."
"Ish maaaas,... bukan begitu maksudku! Ish!"
"Hehehehe.... Sama anak sendiri gak boleh pelit, ya syayang! Muacht! Udah, udah... aku juga tak ingin memaksakan diri. Ini rezekinya Fira, anak kita! Alhamdulillah khan? Hm...?"
Naura tak bisa berkata apa-apa lagi.
"Anak kita baru satu, sayang! Cucu pertama pula dikeluarga kita masing-masing! Wajar saja jika semua kesayangan kami numplek semua pada Affira!"
Affandi benar. Kini hanya dirinya saja yang nanti harus sering memberi nasehat dan wejangan pada putrinya untuk tetap rendah hati dan tidak sombong pada orang lain.
Kemal Pasha dan Witha juga tengah berada difase penuh kebahagiaan.
Mereka tinggal bersama dirumah Kemal diperumahan XXX. Lyora juga tinggal bersama mereka meski kadang seminggu sekali menginap dikediaman Affan dan Naura.
Gadis itu telah beranjak dewasa. Pemikirannya juga telah berubah. Tidak seperti dahulu ketika mama dan papanya masih ada.
__ADS_1
Lyora sebenarnya ingin sekali kost didekat kampusnya.
Tapi Kemal melarang dan ngambek keras jika Lyora tidak menurutinya. Kemal takut pergaulan Lyora nantinya tak terkontrol. Karena Lyora kini adalah tanggung jawabnya. Hingga nanti ada seseorang yang datang melamar Lyora menjadi imamnya.
Untungnya Witha lebih wise dalam menyikapi permasalahan antara suaminya dan adik tirinya itu.
Witha menawarkan diri menjadi teman Lyora. Dan mereka justru kini terlihat lebih seperti kakak adik ketimbang Kemal Pasha.
Kemal sangat terbantu dengan cara-cara yang Witha lakukan pada adik tirinya itu.
Kini keluarga mereka semakin besar.
Mereka telah benar-benar menjadi saudara. Saudara dalam arti yang sebenarnya.
Persahabatan antara Kemal dan Affandi pun semakin lekat. Begitu juga dengan Naura dan Witha.
Hingga mereka memiliki beberapa bisnis kerjasama mulai dari toko bunga yang mamanya Affan hibahkan, hingga merambah ke bisnis properti serta restoran dan toko waralaba.
Cinta yang menyatukan semua perbedaan menjadi persahabatan.
Mereka berharap hubungan kekeluargaan mereka mendapatkan keberkahan dari Allah Ta'ala. Selalu, untuk selamanya.
Dalam hidup, selalu ada masalah. Karena dari masalah itulah, kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Semua butuh proses. Semua memerlukan waktu. Karena waktu adalah 'obat yang terbaik' dalam segala hal.
__ADS_1
...❤TAMAT❤...