RAHASIA NAURA DIBALIK JERUJI PENJARA

RAHASIA NAURA DIBALIK JERUJI PENJARA
Bahagia 'Kan Kita Jelang Jika Kita Berpasrah Meminta Yang Terbaik Pada Tuhan


__ADS_3

"Mas Kemal, Assalamualaikum!"


[Waalaikumsalam. Nauraaaa, kamu dimana?]


Suara keras Kemal dibalik handphone milik Affan itu memekakkan telinga Naura. Membuat ia menjauhkan benda itu dari indera pendengarannya seraya tersenyum kecil.


Affan yang berada tepat dihadapannya ikut tersenyum melihat gaya Naura. Ia mengerti, Kemal pasti kalang kabut mencari-cari Naura.


Hingga pria yang kini akrab dengannya itu sampai berkali-kali men chat dirinya menanyakan keberadaan Naura.


Tadinya Affan sengaja ingin membalas perlakuan Kemal tempo hari pada dirinya yang iseng membuat dirinya terbakar cemburu sewaktu Naura pulang ke kampung halamannya tanpa bilang-bilang.


Kini saatnya ia 'balas dendam' pada Kemal. Tapi akhirnya Affan kasihan juga. Karena dia tahu, Kemal adalah pria yang baik. Kemal tidak pernah mau mengambil kesempatan dalam kesempitan.


Affandi akhirnya menelpon Kemal dan memberitahukan dimana kini Naura berada sambil memberikan handphonenya itu kepada Naura untuk dapat bicara langsung pada Kemal via HP nya.


"Aku aman mas! Aku sekarang tinggal di selatan. Alhamdulillah aku dipercaya mamanya mas Affan untuk menjaga toko bunga beliau! Iya mas! Mas boleh mampir kesini sewaktu-waktu mas tidak sibuk dengan pekerjaan!"


"Jangan ganggu dia Nau! Dia sedang sibuk menghitung tiang-tiang panjang serta jutaan paralon! Hehehehe...." Affan ikut berkomentar menggoda Kemal.


[Hei, kau pak pengacara junior! Berani-beraninya kau ya, membawa Naura-ku tanpa konfirmasi dulu denganku! Awas kau, aku akan buat perhitungan denganmu bro!]


"Hehehehe.... Iya bro! Kutunggu perhitunganmu segera! Jangan terlalu lama! Cepat meluncur!"


Affandi memberikan alamat tempat toko bunga mamanya kepada Kemal.


"Apa, mas Kemal marah besar pada mas Affan?" tanya Naura resah.


Affan tertawa. Ia gemas melihat Naura yang terlihat panik karena obrolan kedua pria ditelepon itu terdengar kasar dimatanya.


"Sepertinya begitu!" jawab Affan menggoda Naura. Semakin cemas Naura dibuatnya.


"Tolong mas, kumohon! Jangan sampai ada keributan diantara kalian! Ini salah aku! Kalian tidak boleh bertengkar karena salah faham. Mas, ku mohon....! Jangan hiraukan amarah mas Kemal ya? Sebenarnya mas Kemal itu orang yang baik. Tapi memang temperamennya itu agak tinggi! Tapi hatinya sangat baik. Sungguh, mas!"


"Tuh khan!? Kamu sendiri lebih membela dia ketimbang aku khan?! Terlihat jelas khan? Ada perasaan apa diantara kalian!"


"Mas! Maaf mas! Diantara kami tidak ada apa-apa. Aku ini kini saudaranya, mas! Kami memiliki tanggung jawab bersama dalam hal mengurus Lyora! Bukan seperti yang mas Affan fikirkan!"

__ADS_1


Affan menahan tawanya hingga perutnya mulas. Dia senang sekali bermain-main dengan perasaan Naura yang begitu polosnya.


"Ya sudah! Kita lihat saja nanti reaksinya!"


"Mas! Mohon jangan buat keributan disini ya mas? Kasihan mama mas! Kalau sampai toko bunganya ramai karena putra tersayangnya berbuat onar dan ribut disini! Ya mas? Jangan ya?" tutur Naura lembut, terdengar seolah sedang merayu.


Tapi rayuannya lebih mirip rayuan bocah sepuluh tahun yang takut dan sedang merajuk. Membuat Affandi semakin senang bersandiwara.


Kemal datang beberapa puluh menit kemudian.


Naura segera keluar toko ketika mendengar suara deru mobil terparkir didepan halaman. Sangat takut sekali jika terjadi sesuatu yang tidak ia inginkan.


Namun Affan lebih cepat langkahnya. Ia menarik lengan Naura hingga posisinya kini berada dibelakang Affan.


"Mas, kumohon...!" pinta Naura dengan suara berbisik mengiba, lebih mirip ******* ditelinga Affan.


Kemal langsung memeluk Affan.


"Thanks bro! Kamu sudah menolong Naura! Sudah memberinya tempat yang layak yang sesuai dengan kepribadiannya!"


Naura cengo' melihat keduanya. Lemas lututnya hingga hanya berjongkok dihalaman depan toko bunga. Untung suasana toko sedang tak ramai.


"Maaf Naura!" katanya sambil mengangguk dan menyatukan kedua belah tangannya menghaturkan simbol maaf.


"Kenapa sih? Ada apa dengan kalian?" Kemal kepo.


"Naura pikir, kita ini akan berkelahi! Dia cemas mendengar ancamanmu ditelepon tadi!"


"Yassalaaam... Hahahaha! Aku dan Affan memang seperti itu kalau bicara, Nau!"


Naura yang masih lemas hanya mengerucutkan bibirnya mengeluarkan kekesalan sekaligus kelegaan didalam hatinya.


Kedua pria itu tertawa. Dan Naura juga ikut senang dan tertawa.


Witha yang ikutan keluar halaman karena mendengar suara ramai terpaku melihat dua pria tampan dihadapannya itu.


__ADS_1


"Kak Witha, kenalkan, ini saudara Nau, namanya mas Kemal!"


"Ini, juga karyawan toko bunga disini, bro? Hei...! Kamu mempekerjakan bocah dibawah umur juga, Fan?" kata Kemal membuat kedua mata Witha melotot tajam padanya.


"Tolong dijaga perkataannya ya mas! Usia saya sudah 34 tahun tahun ini! Lebih tua dua tahun dari Naura! Bukan bocah dibawah umur! Tolong camkan! Untung mas tampan, kalau jelek, mas langsung saya backlist tidak boleh masuk toko bunga bonafid ini!"


"Alamaaaak! Galak kali' karyawanmu yang satu ini! Kubilang mirip bocah, dia marah seperti habis makan petasan cabe rawit. Cus cus cus dor!"


"Hei, tuan! Aku ini orang, bukan barongsai! Makanku nasi pakai ayam goreng, bukan petasan cabe rawit!"


Witha makin kesal mendengar celotehan Kemal yang ngasal.


"Hahahaha..... bro, sepertinya kalian berjodoh! Semoga ya hahaha...! Nau, ayo aminkan biar Tuhan mengijabah!"


"Aamiin.... Hahahahaha...!"


"Eh? Tuan tampan masih single?" Witha terkejut tak percaya. Sontak saja Nau dan Affan semakin besar tawanya. Tinggal Kemal tersenyum sinis seraya menggaruk-garuk kepalanya sedikit tersinggung tapi apa daya.


"Maaf ya mas Kemal, Naura hanya bercanda!"


"Tak apa, Nau! Untuk kebahagiaanmu, aku rela jadi bulan-bulanan kalian karena status jombloku!"


"Jangan sedih mas! Aku juga jomblowati. Tapi aku enjoy dan happy! Kenapa harus marah dan sedih? Aku percaya, jodohku juga sedang berusaha mencari aku!"


Witha membuat Kemal menatap lama dirinya.


Perempuan dihadapannya ini terlihat sangat muda. Tidak ia sangka usianya sudah 34 tahun. Berarti hanya rentang umur 5 tahun darinya. Witha juga cukup manis, meski tidak terlalu cantik.


Kemal hanya tersenyum menanggapi perkataan Witha. Ia hanya ikut berjalan masuk kepintu toko bunga milik mamanya Affandi.


Entah kenapa, suasana siang itu membuat hati Naura bahagia. Tawanya begitu lepas dan ceria. Seolah semua beban yang dulu menggelayut dipundaknya hilang seketika.


Naura bersyukur dalam hati, karena selalu dikelilingi orang-orang baik hati. Berharap setiap langkahnya kini selalu Tuhan berkahi.


Mereka berempat mengobrol santai bersama sambil menikmati makan siang ala kadarnya. Hanya sebungkus ketoprak untuk masing-masing dan segelas air mineral saja.


Tapi mampu menghangatkan suasana keakraban diantara mereka.

__ADS_1


..........BERSAMBUNG...........


__ADS_2