RAHASIA NAURA DIBALIK JERUJI PENJARA

RAHASIA NAURA DIBALIK JERUJI PENJARA
Naura Masuk Rumah Sakit


__ADS_3

Apakah seseorang yang sudah menikah, tidak pantas untuk menjalin pertemanan dengan pria lain?...


Jawabannya, tergantung dari niatan dan ketulusan hati masing-masing tentunya.


Seperti Fendy. Dia sangat kesal ketika mengetahui istrinya bisa tertawa terbahak-bahak hanya karena guyonan receh dari sahabat prianya, yakni Ismail ketika ia menyambangi kampung istrinya dengan tujuan membawa Naura kembali ke ibukota.


Ya. Naura memang menceritakan semua masa lalunya. Termasuk pertemanannya sejak kecil dengan Ismail.


Fendy merasa 'gagal' sebagai suami. Ketika melihat sendiri begitu manis dan cerahnya senyum Naura dihadapan Ismail.


Sedangkan dihadapannya, Naura tidak seperti itu sebulan belakangan ini. Lebih tepatnya, semenjak ia mengalami keguguran.


Jujur Fendy terbakar api cemburu. Tapi jelas tak ingin ungkapkan itu.


Biar bagaimanapun, ia sendiri ingin istrinya itu kembali ceria. Seperti masa-masa belum terjadinya musibah bencana yang menimpanya.


"Kita pulang, Naur! Kamu sudah lebih baikan keadaannya!" ajak Fendy setelah mereka melepas kangen dan makan bersama ibuk serta bapak lesehan diruang tengah rumah keluarga Naura.


Bagi Fendy, 5 hari sudah cukup untuk Naura merefresh kondisi jiwanya yang sempat labil.


Dan Fendy ingin kembali kehidupan rumah tangganya seperti dulu lagi.


Ia merasa kehilangan juga dirumah tanpa Naura. Fendy makanpun harus beli. Pakaian kotornya juga sudah numpuk sekali.


Belum lagi ranjang terasa dingin tanpa istri tidur disampingnya. Begitu juga ruang televisi dan dapur, daerah kekuasaan Naura. Terasa sepi tanpa Naura.


Ternyata ia merasa 'kehilangan' yang teramat dalam ketika Naura tak ada disisinya.


Naura menurut. Ia pamit pada ibu dan bapak untuk pulang ke ibukota. Kembali menjalani rutinitasnya sebagai ibu rumah tangga mengurus rumah serta keluarga kecilnya.


"Kamu nampak bahagia dikampung, Naur!"


"Iya kak!"


"Apa karena ada Ismail yang sering menghiburmu?" kata-kata Fendy mulai menjurus kearah ingin tahu.


"Hehehe... bisa jadi! Ismail memang tiap hari selalu mengajakku keliling kebun kak! Memanen jagung, memetik leunca, mengoret kebun cabainya juga! Cukup sibuk Naura sampai lupa untuk mengingat kesedihan."

__ADS_1


Jawaban Naura semakin membuat panas hati Fendy. Ia diam seribu bahasa. Duduk dengan mata dan fikiran menerawang ke arah jalan raya.


Mengikuti alur bis yang kadang sesekali berguncang. Maklum, tidak semua jalanan beraspal mulus. Kadang rusak berlubang parah membuat seluruh penumpang seakan bergoyang.


Naura memejamkan matanya. Menyenderkan kepalanya dibahu Fendy yang hangat dan lebar.


Sejujurnya Fendy kangen masa-masa seperti ini. Tapi hatinya kadung terbakar hingga suasana romantisnya pun terkikis sedikit demi sedikit.


Hanya membiarkan tanpa ada niatan mengelus apalagi membetulkan letak posisi kepala istrinya itu dengan benar.


Fendy tahu, Ismail mencintai Naura dari cerita Naura sendiri waktu diawal mereka menikah.


Fendy senang. Ternyata Naura memilih terbuka, menceritakan semua masa lalunya. Bahkan tentang ciuman bibir pertamanya yang dicuri anak tiri kakaknya pun tak luput dari cerita Naura.


Fendy tidak terlalu mempedulikan itu. Karena dia sendiri telah berpacaran dengan lima orang gadis sebelum bersama Naura. Dan urusan cium mencium, sudah lumrah baginya.


Ia percaya sepenuhnya pada Naura. Karena Naura memang masih polos dan suci meskipun sudah dua tahun lebih merantau kesana kemari di pelariannya masa-masa itu.


Tapi Fendy tetap saja cemburu, jika melihat langsung bagaimana istrinya tersenyum mempesona lawan jenis lainnya. Apalagi pria itu pernah menyimpan rasa dan masih sendiri pula statusnya.


Ia jelas-jelas curiga melihat kedekatan mereka kembali bertemu. Tapi gengsi untuk menanyakan langsung pada Naura soal itu.


Malam pukul 11 malam, mereka baru sampai dirumah. Tidur kembali bersama diranjang kamar serasa bagaikan 'pengantin baru'. Tentu saja membuat Fendy tak bisa menguasai hasrat bercintanya setelah melihat dan memegang tubuh Naura yang sintal.


Tangannya perlahan menyelusuri gaun tidur istrinya yang berwarna pink menggoda. Dari bawah kaki, naik perlahan ke pah* hingga pangkal pinggul Naura.


Naura juga merasakan rindu belaian Fendy suaminya. Hampir dua bulan lamanya, ia mendiamkan 'senjata tajam' milik Fendy. Tepatnya setelah ia mengalami keguguran.


Jadi dia membiarkan tubuh halusnya kembali dirangs*ng pemilik hatinya.


Fendy semakin berani melancarkan aksinya melihat respon balik Naura yang seolah 'mengiyakan' ajakan tanpa suaranya itu untuk making love.


Serangannya semakin gencar. Jari jemarinya semakin lihay meraba dan mengelus bagian-bagian sensitif tubuh Naura. Hingga ******* pelan istrinya mulai terdengar semakin menggetarkan jiwanya.


"Sayang,.... aku kangen kamu!" bisiknya setelah menggigit pelan telinga Naura yang mungil. Lidahnya bermain-main sebentar diarea itu.


"Hhhh..... Aku juga kangen dirimu, Kak!.... Aaaahh...!!" Naura mendesah dan melenguh lirih sekali. Semakin mengencangkan otot-otot syaraf alat vit*l Fendy.

__ADS_1


Fendy menenggelamkan wajahnya kedada istrinya perlahan.... Jemarinya masuk kedalam blues baju tidur Naura yang berbahan silky nan lembut itu. Tepat menuju sasaran, dua buah gunung kembar Naura yang terasa menyungsung akibat buah rangs*ngan Fendy.


"Aaah....!" Lagi-lagi Naura mendesah. Terlebih ketika bibir dan lidah Fendy bersatu mengul*m mempermainkan put*ng sus*nya yang sudah cukup lama tak dihis*p itu.


"Sayaaang....!"


"Hhhmmmmm.....!!!"


Malam itu, pertama kali mereka kembali melakukan hubungan suami istri setelah dua bulan lebih Naura tak 'melayan*' Fendy sebagaimana mestinya.


Tapi tiba-tiba,....


"Aduuuuh....!!!!" Naura berteriak kesakitan.


Ia menghentakkan kakinya dan mendorong tubuh Fendy kuat-kuat hingga 'pagutan'nya terlepas dari dalam organ int*m milik Naura. Membuat Fendy gagal melakukan klimaksnya.


Tentu saja itu bukan hal yang bisa dimaklumi begitu saja. Fendy kecewa.


"Kenapa sayang?"


"Sakit, kak! Sakit sekali rasanya!"


Naura menangis memegang bagian bawah tubuhnya. Rasa sakit yang begitu hebat membuatnya menghentikan 'serangan' Fendy yang sedang gencar-gencarnya.


"Apa kuret mempengaruhi ya? Tapi kamu khan sudah hampir dua bulan. Dan bahkan untuk wanita melahirkan pun masa nifasnya hanya 40 hari sudah bisa kembali hubungan bad*n!" kata Fendy pelan.


Keringatnya belum mengucur deras. Ini baru setengah permainan saja. Tapi Naura justru men-cut-nya ditengah jalan. Membuat pusing 'kepala'nya tiba-tiba.


Fendy kembali berusaha menarik tubuh Naura. Menelungkupkannya diatas ranjang agar meneruskan 'perjuangan'nya. Ia ingin berjuang sampai akhir. Tanggung rasanya jika belum tersalurkan dan meleleh air man*nya.


"Aah, kaaak!!!!" Naura kembali menjerit ketika Fendy menekannya lebih dalam.


Ujung pangkal 'milik'nya terasa hangat. Tapi Fendy terkejut melihat darah segar muncrat keluar dari alat kelam*n Naura selepas ia menarik pen*snya.


"Aaargh!!!" Naura menjerit kesakitan. Dan Fendy tentu saja kaget bukan kepalang.


Naura mengalami pendarahan hebat setelah permainan mereka. Bahkan nyaris kehilangan nyawa jika tak segera Fendy larikan kerumah sakit.

__ADS_1


Tiga kantong darah yang Naura butuhkan untuk transfusi. Malam itu Fendy berjibaku dengan batinnya sendiri. Antara menyesal dan merasa bersalah tapi tak ingin menjadi tersangka atas kejadian yang menimpa Naura.


..........BERSAMBUNG..........


__ADS_2