
"Mas berilmu tinggi!"
"Aku dulu adalah pribadi yang culun dan tak punya sesuatu apapun yang dapat kubanggakan selain nama sohor bapakku yang nyeleneh!"
"Ternyata menjadi anak dari orang yang terkenal itu tidak selamanya menyenangkan ya mas?!"
"Hhhhh.... Itulah sebabnya, aku bertekad akan berbeda 180 derajat dari bapak! Tak ingin seperti dia. Tapi kenyataannya, darah lebih kental daripada air. Aku toh pada akhirnya seperti dia juga. Menjadi penganut klenik supranatural! Hhh.....!!!"
"Tapi mas menggunakannya untuk kebaikan!"
"Semoga!.... Awalnya aku terjun bebas kearah ilmu kebatinan karena aku frustasi patah hati."
"I iyakah? Aku tak percaya, orang setampan dan sebaik mas Kemal dikecewakan wanita!"
"Huh! (Kemal mendengus seraya tersenyum ketir) Kamu tak tahu bagaimana bentuk hatiku ini, Nau!?"
"Maaf!"
"Mereka hanya ingin bersenang-senang saja. Begitulah! Hhh.... Entah memang belum jodoh juga! Hingga aku akhirnya menekadkan bulatku untuk pesantren kilat selama 3 bulan. Disana ternyata kami tidak hanya diajarkan ilmu agama saja. Ada ilmu kanuragan juga ilmu kebatinan.
Semua santri bebas memilih jalannya dengan niat dan balasan ditanggung masing-masing. Aku.... memilih semua jalan. Karena aku merasa sangat pandir dalam segala hal!"
"Hebat, mas!"
"Jangan memujiku, kalau pada akhirnya kau pun mem-PHP kan ku saja!"
Naura hanya tertawa kecil.
"Kita ini kini bersaudara, mas! Terlebih kini ada Lyora yang wajib kita jaga bersama sampai ia dewasa dan ada pria baik yang datang melamarnya!"
"Lalu? Aku sendiri? Hiks.....masa' aku harus jadi bujang lapuk padahal wajahku ini tampan seperti Park Bo Gum artis Korsel itu!"
"Hehehehe.... Aku percaya, setiap orang pasti sudah Allah beri jodohnya. Hanya jodohnya mas belum ketemu!"
"Hm..."
"Hihihihi.... maaf mas, canda!"
"Oh iya. Satu yang perlu kamu ingat pesanku! Jauhi si Ismail itu kecuali kamu mau menjadikan dia suami keduamu!"
Deg
Jantung Naura berdebar ketika nama Ismail berkumandang.
"Dia pria baik!"
"Cih! Baik apanya! Baik karena ada maunya!"
"Ismail adalah teman yang setia. Dia,... menyukaiku sedari kecil. Dia selalu menjagaku mas, tanpa pamrih!"
__ADS_1
"Hohoho....kereeen! Pasti hidungnya megar dipuji kamu setinggi bintang dilangit!"
"Dia, mencintai tapi tak pernah sekalipun kurang ajar padaku mas!"
"Hhh.... Terserah! Tapi aku hanya ingin mengingatkanmu dari dirinya! Dia berbahaya!"
"Terima kasih atas perhatianmu, mas!"
Naura diam. Menilai salah kalau Kemal sedang cemburu pada sahabat kecilnya itu.
Kemal membawa Naura ketempat tinggalnya. Ia juga telah mengirimi chat pada Affandi sang pengacara Naura.
Karena memang Naura memberitahunya kalau besok ia masih ada panggilan di kantor Agraria.
Affandi ternyata tak butuh waktu lama untuk meluncur ke kediaman Kemal menyusul Naura.
"Ayo Nau! Aku lebih tenang jika kamu menginap dirumah mama dibandingkan tinggal dirumah ini hanya berdua dengan mas Kemal!"
Pria yang satu ini cemburunya juga tak bisa dimengerti Naura.
Tapi Naura menyetujuinya. Ia juga merasa lebih nyaman jika menginap dirumah keluarga Affan dibanding harus menginap dirumah Kemal tanpa orang lain selain mereka berdua.
Mereka berbincang sebentar mengenai situasi dan kondisi rumah Naura. Serta sedikit kecurigaan kepada siapa saja orang-orang yang kemungkinan mengirim 'sesuatu' itu kerumah Naura.
"Sejujurnya aku tak percaya! Apalagi tak melihatnya dengan mata kepala sendiri."
"Haish! Mau percaya atau tidak, itu urusanmu! Aku hanya ingin menjaga Naura!"
"Naura masih harus menunaikan wajib lapornya selama sebulan ini. Aku masih mengusahakan jadwal sidang yang dipercepat. Tapi ternyata, ada panggilan besok ke kantor Agraria!"
"Ada urusan apa ke kantor Agraria?"
"Entah. Aku juga tidak tahu. Tapi kami akan hadapi semua masalah yang ada. Sampai semua tuntas dan terselesaikan!"
............
Naura akhirnya akan menginap dirumah orangtua Affandi. Kali ini ia sedikit lebih memberanikan diri berakrab ria dengan mamanya Affan.
Bahkan mereka berdua terlihat seperti pasangan menantu dan mertua. Karena mama Affan mengajaknya belanja untuk keperluan makan siang nanti.
Sementara Affan izin kembali ke kantor karena masih ada kerjaan.
Ditengah kesedihan hati Naura, terselip satu kebahagiaan. Ia merasa sangat berharga bila bersama keluarga Affan.
Tapi ada satu keganjalan dihati, karena merasa membohongi. Sebab statusnya yang seorang napi, juga dirinya yang seorang janda.
Kebaikan papa dan mama Affan membuatnya nyaman. Ketulusan mereka menyentuh hati Naura. Yang membuat Naura merasa tak enak hati dan ingin sekali memberitahukan jati dirinya pada mereka.
__ADS_1
Namun mengingat Affan pernah bilang, ia yang akan memberitahukan perihal Naura nanti. Kini Naura hanya berusaha berlaku biasa saja.
Keesokan harinya Affan dan Naura mendatangi kantor Agraria.
Betapa terkejutnya Naura, ternyata...disana ada ibu dan bapaknya Fendy juga Tita.
Sepertinya ada persekongkolan diantara mereka.
"Ibu, Bapak. Sejak kapan ada di Jakarta?" tanya Naura berbasa-basi seraya mencium punggung lengan mertuanya itu.
Tapi respon mereka terlihat tidak baik-baik saja.
"Duduklah! Kami ingin mengurus masalah ini secepatnya!" kata ibu mertuanya.
Naura mengangguk menuruti perintah ibunya Fendy. Affan hanya mengikuti dengan perhatian menyimak penuh.
"Maaf, kalau boleh tahu ada masalah apa?" Akhirnya Affan menengahi juga setelah mengamati satu persatu wajah-wajah orang yang kurang ia suka.
"Ini!"
Naura mengambil sepucuk surat yang disodorkan padanya.
Assalamualaikum
Bu, Pak! Dengan surat ini aku mengirimkan serta sertifikat rumahku pada kalian. Tolong dipegang baik-baik! Dan tolong dicermati kalimatku ini,... Aku akan bercerai dengan Naura setelah Tita melahirkan.
Aku telah menikah lagi dan kini istri keduaku Tita sedang hamil muda.
Kuharap Bapak Ibu mengerti aku.
Aku sengaja mengamankan sertifikat rumah yang kubeli dari hasil keringatku sendiri agar Naura tidak bisa macam-macam.
Karena aku menikah lagi tanpa sepengetahuannya.
Pasti ia akan sangat marah kalau sampai mengetahui aku berpoligami.
Untuk itu, kumohon....tolong simpan hartaku.
Akan kuambil nanti setelah aku dan Naura resmi bercerai.
Fendy Martin
Putra kalian.
Menetes airmata Naura seketika. Cinta Fendy sekali lagi menghancurkan hatinya hingga berkeping-keping menjadi serpihan.
Mengapa cinta berubah menjadi dusta? Sungguh diluar batas nalarnya.
__ADS_1
Lelah hati, jiwa raganya. Naura ambruk seketika. Pingsan.
...........BERSAMBUNG............