RAHASIA NAURA DIBALIK JERUJI PENJARA

RAHASIA NAURA DIBALIK JERUJI PENJARA
Kesedihan Tak Hanya Milik Naura


__ADS_3

"Kamu harus siap-siap! Kemungkinan masuk penjara bisa saja terjadi jika aku menemukan bukti!"


Kemal kini yang balik menatap wajah Affandi lekat.


"Silakan! Dan terima kasih untuk peringatannya!"


Entah mengapa diakhir pertemuan kedua pria dewasa itu justru memasang wajah tak meng'enak'kan.


Seolah ada pertarungan batin diantara keduanya.


Padahal Affandi Rajata tak seserius itu juga ucapannya tentang Naura Salsabila, clientnya kepada Kemal Pasha.


Jujur ia memang jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi untuk berlanjut menjalin hubungan serius, dia tak berani berharap dan mengkhayal. Namun memikirkan nasib Naura serta wajah cantiknya yang sendu, kadang tak urung Affandi juga suka menghalu lebih. Itu biasa dilakukan para pria yang sedang menikmati kesendiriannya dan ditengah kesepian menerpanya.


............


Affandi pulang kerumahnya pukul 5 sore. Cukup lama ia mengobrol serius tapi santai bersama Kemal Pasha. Orang yang diselidiknya.


Ia mulai memiliki keyakinan cukup besar, kalau Kemal terlibat asmara juga dengan Naura. Meskipun Affandi belum yakin apa Naura juga menerima asmara Kemal hingga akhirnya ia membunuh suaminya sendiri.


Air shower kamar mandinya yang dingin menusuk kulit tubuhnya yang halus berwarna kuning langsat.

__ADS_1


Wajah Naura seolah berputar-putar terus dikepalanya. Ia bahkan seolah bisa melihat airmata wanita itu dan berganti senyum tipisnya yang misterius.


Hampir dua tahun tak memberikan 'itu' pada suami. Apa yang terjadi pada Naura? Apakah.... Naura tidak merindukan hubungan badan layaknya para istri diluar sana? Tidakkah ia takut, kalau suaminya justru menjadi berpeluang mencari cinta lain akibat penolakannya itu?


Wajah Affandi basah tersiram air shower yang sengaja ia fullkan ukurannya. Hingga terasa agak sakit ketika tetesan-tetesan air itu menimpa wajah tampannya.


Ia ingat Delima. Mantan pacarnya dimasa kuliah dulu. Delima-lah perempuan pertama yang menikmati keperjakaannya.


Mereka melakukan hubungan intim itu dikamar kost Delima disuatu malam ditengah guyuran hujan yang deras mengguyur ibukota.


Delima Maharani. Mahasiswi fakultas Ekonomi jurusan Manajemen Keuangan itu sudah setahun lebih menjadi kekasihnya.


Affandi dan Delima seangkatan dan seumuran pula. Delima secantik Naura. Anggun berkelas dan terpelajar pula. Tapi kenyataan jodoh tak berpihak padanya.


Entah, percintaan model apa yang Delima pakai pada pria yang kini jadi suaminya itu. Yang pasti urusan titel dan jabatan, ia memang kalah jauh dibanding suaminya yang seorang pengusaha tambang batubara dikawasan Borneo sana.


Hhhh.... Affandi meninju dinding tembok keramik kamar mandinya hingga ujung tangan kepalannya itu berdarah.


Perempuan itu dimana-mana semua sama. Jika ada kesempatan yang lebih bagus, pasti akan mudah berpindah tanpa perlu pikir panjang.


Affandi selesai mandi dan berpakaian.

__ADS_1


Tiba-tiba hapenya berdering beberapa kali. Ternyata, dari pihak Kalapas yang mengabarkan kalau Naura menyayat urat nadi dilengan kirinya dengan pecahan kaca. Naura nekat hendak bunuh diri!


Affandi meloncat kaget. Segera mengambil tas, dompet dan kunci mobilnya. Melesat keluar menuju Lembaga Pemasyarakatan tempat Naura ditahan.


Wajah Naura terlihat pucat pias. Mata dan bibirnya terkatup pertanda ia tengah tertidur pulas.


Affandi bergerak cepat menghampirinya dan duduk disamping ranjangnya. Matanya meredup. Merasakan betapa beratnya beban kehidupan yang tengah dialami perempuan dewasa berumur 31 tahun yang terbaring lemah dihadapannya.


Naura terlihat kuat dan perkasa dimatanya selama ini. Ternyata hatinya rapuh bagaikan kayu jeunjing yang telah dimakan rayap, kayu yang terburuk kualitasnya. Membuatnya begitu mudah depresi dengan mengambil tindakan bodoh.


Entah mengapa. Malam itu hati Affandi begitu nelangsa juga, melihat wajah polis klien-nya. Ia pun ikut naik keatas ranjang tempat tidur Naura. Lalu memeluk tubuh Naura dengan dekapan hangatnya. Berharap bisa membagi semangatnya yang juga mulai memudar.



Tak ada yang berani mengusik tidur keduanya. Hanya pasangan mata para sipir pria juga wanita yang menatap penuh tanda tanya dan pertanyaan memenuhi isi kepala serta hati mereka.


Affandi tak perduli.


Ia biarkan semua berargumen dalam hati. Intinya ia hanya ingin berbagi hati suci dan tulusnya untuk membantu menyemangati Naura.


Semoga Tuhan mengijabah doanya. Memberi kekuatan dan juga jalan bagi mereka. Hingga segera terlepas dari masalah. Aamiin.

__ADS_1


...........BERSAMBUNG............


__ADS_2