RAHASIA NAURA DIBALIK JERUJI PENJARA

RAHASIA NAURA DIBALIK JERUJI PENJARA
Cerita Kisah Cinta Affandi Dan Masa Mudanya


__ADS_3

Naura kembali tersadar pada keadaannya. Tubuhnya masih hanya terbungkus selimut. Affan juga kini mulai menyadari kondisi Naura.


Pakaian Naura basah semua dan masih dikamar mandi tamu. Affan kemudian meminta Naura untuk menunggu.


Ia pergi kekamarnya, mencari sesuatu. Tak lama kemudian kebawa dengan paperbag ditangan.


"Ini....pakaian mama! Lengkap berikut dalemannya. Mudah-mudahan bisa Naura pakai untuk sementara. Biar pakaianmu, aku cuci dulu sebentar!"


Affan memberikan tas kertas itu pada Nau. Ia menuju kamar mandi dan keluar lagi dengan kantung plastik berisi pakaian basah miliknya dan Naura.


Kontan saja Naura tak enak hati dan segera beranjak dari duduknya untuk meraih kresek ditangan Affan.


"Jangan mas, biar Nau yang cu, aw....!!"


Naura kaget bercampur malu.


Karena tergesa-gesa berdiri dan melangkah hendak menghampiri Affan, kakinya sendiri justru menginjak selimut yang membalut tubuh polosnya. Dan.......


Melorot hingga kebawah. Memperlihatkan kondisi tubuhnya yang......


Affan merah padam wajahnya karena tanpa sadar melihat lagi dua buah yang tadi siang ia main-mainkan. Bahkan banyak jejak tanda merah yang ia tinggalkan disana.


Affan menunduk malu. Juga membiarkan Naura yang terpekik sibuk membetulkan selimut bulunya kembali menutupi tubuhnya.


Hampir saja otak kanannya menyuruh otak kirinya untuk kembali merangkul tubuh indah milik wanita idamannya dihadapannya itu.


Tapi kesadarannya terus membetot fikirannya untuk tetap normal dan tidak kembali gila.


Ia tidak ingin merendahkan Naura. Dengan ia melampiaskan nafsunya saja, secara tidak sadar justru dirinya telah menyakiti hati dan diri Naura.


Affan ingin menjadi pria gentlemen yang datang melamar secara resmi. Membawa seserahan menemui wanita ini dan keluarganya.


Lalu sang penghulu menikahkan mereka dengan ijab kabul janji suci nan abadi kepada Tuhan Yang Maha Esa disaksikan dan diamini kebahagiaannya oleh para kerabat serta sahabat.


Itu khayalannya. Itu keinginan terbesarnya.


Jika ia menikmati Naura saat ini tanpa suatu ikatan, selain dosa besar.... ia juga secara langsung justru merendahkan juga menjatuhkan harga diri, harkat dan martabat Naura.


Naura sejatinya wanita baik-baik. Hati dan jiwanya begitu murni. Affan telah mengetahuinya sejak pertama kali jumpa.


Sejak matanya menembus kedalaman netra wanita dihadapannya untuk pertama kali.


Wanita yang gigih membela suaminya meski kenyataannya saat itu ia adalah seorang tertuduh yang membunuh suaminya itu.


Sedangkan ia tetap melakukan pembelaan pada diri suaminya yang notebene adalah korbannya. Bukan pembelaan untuk dirinya sendiri. Tapi justru bersedia pasang badan bahkan menutupi sampai akhir untuk tidak membuka aib suaminya.


Dimana ada wanita seperti itu? Dimana lagi bisa ia cari?


Tidak ada.


Dan Affan terbang terpesona kelangit ketujuh.


Selain hati Naura yang memincutnya, wajah manis cantik serta keseluruhannya begitu sempurna dimata Affandi.

__ADS_1


Memang didunia ini tidak ada yang sempurna. Karena sejatinya yang sempurna hanyalah Tuhan Ta'ala.


Affan muda sudah begitu banyak berpetualang. Meski bukan seorang playboy apalagi player.


Tapi dimasa mudanya dulu ia telah banyak mengenal tipe-tipe perempuan.


Affan pernah memacari seorang model mantan None Betawi. Sudah pasti soal kecantikan, inner beauty serta attitude kecerdasannya tidak perlu diragukan lagi.


Tapi nyatanya, ada satu hal yang tidak bisa ia terima. Karena Nida (namanya) kurang respek pada mamanya yang menurut gadis itu norak dan alay sebab mama selalu berbicara campur-campur bahasa Indonesia-Sunda.


Mama Affan memang asli keturunan Sunda. Sumedang tepatnya, kota kelahiran mama.


Itulah, kenapa ia lebih memilih putus dari Nida yang kata orang bisa menjadi keberuntungannya.


Lalu Friska. Wanita cantik yang telah memiliki karier cemerlang diusia belia sebagai wonder woman menurutnya.


Friska dari keluarga baik-baik. Semuanya telah sangat cocok dengan diri Affan. Baik sifat juga karakter. Mama juga menyukai kesopan santunan Friska yang memang terlihat tulus sekali.


Tapi sayang,... ketika ia menjelaskan siapa jati dirinya, Friska juga perlahan berubah. Hingga pada akhirnya gadis itulah yang memutuskan cintanya dengan alasan keluarganya tidak menyetujui sebab bibit, bebet dan bobot dirinya tidak diketahui asal-usulnya.


Hhhh.....


Cukup lama setelah Friska pergi, Affan menjomblo. Bukan karena tidak laku. Tapi karena tidak ingin sakit hati dan terbebani dengan perasaan cinta berlebihan yang justru akan menghancurkan dirinya serta masa depannya sendiri.


Dia bukan anak kandung Mama dan Papa. Dulu Affan tidak menerima kenyataan itu. Hatinya sempat berontak ketika pertama kali mengetahui kenyataan pahit itu.


Tapi Mama Papanya merangkulnya dengan lebih erat. Menyayanginya bahkan berkali-kali lipat dari ketika ia kecil.


Affan malu.


Mereka mengangkat dirinya hingga menjadi pria dewasa dan sempurna diantara yang lainnya.


Mereka melimpahkan banyak kasih sayang padanya. Mulai dari kasih sayang, harta dan doa pengharapan agar dirinya menjadi orang sukses.


Itu sebabnya Affan bertekad dalam hati. Akan selalu berusaha membalas kebaikan Mama dan Papanya semampunya. Dengan mewujudkan dirinya yang benar-benar sukses untuk kebahagiaannya dan kedua orangtuanya.


Dulu sekali, ia pernah ingin menyelidiki siapa dirinya. Siapa orangtua kandungnya yang telah tega melahirkannya kedunia tapi menghanyutkannya disungai.


Mama menangis memeluknya erat. Berharap Affan tidak pernah memikirkan itu lagi. Hanya memohon agar Affan tetap mendoakan kebaikan untuk kedua orangtua kandungnya sendiri meskipun tidak diketahui rimbanya. Apakah sudah mati, ataukah masih hidup.


Lagi-lagi Affan begitu menghormati Mamanya. Berkali-kali lipat penghormatannya bertambah pada beliau.


Mama.....Papa......


Tak kan ada orang sebaik kalian buatku meski bukan kalianlah yang menjadikanku serta melahirkanku. Hati Affan berbicara.


Lalu.... ada Delima. Wanita cantik yang juga senasib dengan dirinya. Delima juga memiliki garis tangan sebagai anak angkat dikeluarganya. Sama seperti dirinya.


Juga sedang melanjutkan study nya sebagai sarjana ekonomi. Berharap hubungan serius mereka berlanjut hingga kejenjang pernikahan nanti.


Bahkan dengan Delima, ia merasakan juga harta berharga gadis itu. Sempat 3 kali malahan mereka melakukan hubungan diluar nikah itu.


Namun ternyata,.... entah mengapa. Delima ternyata perlahan ia sadari telah berubah. Dua tahun lamanya usia pacaran mereka tak cukup juga menjadi pembuktian cinta sucinya bagi Delima.

__ADS_1


Delima meminta putus hubungan juga pada akhirnya. Alasannya, kedua orangtuanya tidak suka karena Affan hanyalah seorang calon pengacara. Bukan pengusaha.


Affan tidak bisa lagi memberi penjelasan pada Delima setelah berkali-kali memintanya untuk tetap bertahan. Ia berjanji akan menjadi pengacara yang sukses dalam kurun waktu 10 tahun kemudian.


Tapi Delima tak bergeming. Dan tetap ingin putus.


Affan tak bisa berkata apa-apa lagi. Delima bukan jodohnya.


Tiga minggu kemudian Affan mendapat kabar Delima menikah dengan seorang pengusaha kaya raya dari Borneo Kalimantan.


Setelah ia selidiki, ternyata Delima juga menjalin hubungan dengan pengusaha itu sudah 6 bulan yang lalu.


Bahkan ketika hubungan pacaran bersama Affan masih terjalin manis.


Hancur hati dan perasaan Affandi. Cinta sucinya dikalahkan oleh harta yang berlimpah ruah.


Ia tak lagi mengerti ada apa dengan wanita-wanita yang pernah singgah dihidupnya itu?


Kini.....


Wanita sederhana dihadapannya ini, yang seorang janda. Yang memiliki permasalahan rumit hingga kasus hukumnya ia yang tangani.


Berhasil membuat mata batinnya menilai, bahwa wanita ini adalah berlian yang sesungguhnya.


Naura Salsabila. Hanya beda sepuluh hari usianya dengan dirinya. Tapi perjalanan hidupnya yang teramat rumit membuat kedewasaan diri menjadikannya wanita dewasa yang sempurna dimata Affan.


"Mas!"


Affan mendongak. Wanita cantik itu kini telah berpakaian lengkap dihadapannya.


Baju mama yang sengaja ditinggal dirumah ini jika sedang bermalam terlihat manis dibadan Naura.


Rok panjang prisket berwarna abu serta sweater rajut putih itu begitu pas dipakai Naura.



"Naura! Aku cinta padamu, Naura! Aku sayang padamu! Maukah kamu menjadi istriku? Menjadi pendamping hidupku untuk selama-lamanya. Sampai maut yang memisahkan kita. Maukah Naura?"


Affan mendekat. Menatap mata Naura seolah mencari jawaban jujur diriak netra Naura yang lembab dan perlahan basah.


Wanita itu mengangguk pelan dengan senyum tipis dibibirnya.


Affan meneteskan juga airmatanya. Airmata kebahagiaan tentunya.


Didekatkannya wajahnya pada wanita pujaannya itu.



"Maaf,... aku tidak tahan dengan bibir merahmu yang menggoda. Ayo.... bawa aku ke KUA Nau!" bisiknya dengan kedua telapak tangan menyentuh wajah Naura.


Perlahan bibirnya kembali ******* bibir manis Naura.


Keduanya berci*man dengan airmata berlinang.

__ADS_1


...........BERSAMBUNG............


__ADS_2