RAHASIA NAURA DIBALIK JERUJI PENJARA

RAHASIA NAURA DIBALIK JERUJI PENJARA
Malam Yang Sangat Panjang Bagi Naura


__ADS_3

"Aaaaaaa.....!!!!!"


Naura bangkit dari tidurnya dengan nafas terengah-engah. Dadanya turun naik. Keringat dingin mengucur deras dari kening dan juga leher jenjangnya.


Pukul 1 dini hari, ketika ditengoknya jam didinding.


Naura masih bergetar, gemetar sekujur tubuhnya. Mimpinya terasa begitu nyata dan sangat menakutkan.


Seseorang dengan tubuh jangkis jangkung tipis, berambut gimbal panjang berdiri dihadapannya dengan hanya mengenakan cawat berwarna merah darah. Dan berlumuran darah pula sekujur tubuhnya. Bahkan dua bola matanya yang besar juga terlihat hitam dan merah menyeramkan, menatapnya dengan gigi bertaring panjang mencuat keluar bibirnya yang pecah parah.


Naura duduk disisi ranjang kayu kamarnya. Hingga terdengar suara decitan karena gesekan disetiap ujung pengaitnya.


Kwiiiik kwik kwik kwik kwiiiiiiiiik


Jantung Naura serasa berhenti berdetak.


Kaget mendengar suara aneh yang baru sekali itu ia dengar di Ibukota.


Seperti suara burung wikwik atau lebih dikenal burung Kedasih. Tapi dikampung Naura biasanya disebut burung cirit uncuing.


Merinding seketika bulu-bulu ditengkuk Naura.


"Allahu laailaha illa huwal hayyul qoyyuum.


Laa ta' khudzuhuu sinatuw walaa nauum.


Lahumaa fis-samaawati wamaa fil ardh man dzal-lazii yasy-fa'u indahuu il-laa bi-idznih.


Ya'lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhithuu-na bi syai'im min 'ilmihi il-laa bi maa syaa' wasi'a kursiyyuhus samaawaati wal ardho, wa laa ya'uduuhuu hifdhuhuma wa huwal'aliiyyul'adziim."


Naura membaca ayat Kursi beberapa kali. Perlahan diusapnya keringat dilehernya. Matanya memandang sekitar.


Naura turun dari ranjang. Berjalan perlahan keluar kamar menuju ruang tengahnya.


Tangannya menarik tuas kran dispenser setelah mengambil sebuah gelas kaca dan mengisinya dengan air didalam galon yang berada disitu.

__ADS_1


Glek glek glek glek


Air digelas habis seketika direguknya.


Trek....trek....trek....trek....


Suara detak jam dinding membuat Naura menghela nafas pendeknya.


Ia kembali kedalam kamarnya, dengan langkah sedikit goyah karena masih lemas akibat dari mimpi seramnya tadi.


"Astaghfirullah!!!!" pekiknya kaget.


Entah hewan kelelawar kah yang tadi siang masuk kedalam rumahnya, tiba-tiba keluar dari kamarnya nyaris menabrak wajah Naura.


Prang.


Suara sesuatu pecah dari arah luar, seperti suara gerabah. Naura mengingat, ada pot bunga barunya yang diganti orang dari jasa pembersih rumah yang pernah dimintai tolong Affandi tempo hari.


"Meooooow.....! Meaaaoooow!"


Naura tak berani keluar untuk menengok keadaan halaman rumahnya. Ia lebih memilih cari aman dengan meneruskan langkahnya masuk kamar.


Naura duduk ditepi ranjang kayunya. Membaca doa tidur dan kembali merebahkan tubuhnya dikasur.


Ya Allah, ya Allah, ya Allah, ya Allah.......


Tubuhnya gemetar keringat dingin kembali membasahi. Entah halusinasi entah apa, Naura seolah melihat sesosok lain juga tengah terbaring diranjang bersebelahan dengannya menghadap kearahnya dengan mata menatapnya tajam.


Ya Allah ya Tuhanku, ya Allah ya Tuhan ya Allah ya Tuhanku.... Ya Allah ya Allah


Naura terus menyebut nama Tuhan seraya memejamkan matanya tak ingin membuka meskipun hanya sekejap.


Tubuhnya terasa kaku, tak berani bergerak. Bibirnya begitu kelu. Karena ini kali pertamanya Naura melihat 'sesuatu' yang tak lazim baginya. Sesuatu yang orang kata adalah makhluk astral. Dan ia benar-benar sangat ketakutan.


Seumur hidup Naura baru melihat makhluk ghaib yang berupa aneh menyeramkan layaknya para aktor dan aktris yang berperan totalitas difilm-film horor.

__ADS_1


Tuhaaaan....kapan ini pagi menjelang? Aku takuuuut..... Ya Allah ya Robbi ya Karim ya Rohman......


Naura takut sekali untuk membuka matanya. Takut 'makhluk' itu masih terbaring disampingnya dengan kedua bola mata hitam besarnya tengah memandanginya.


Lamat-lamat terdengar suara seperti kantong plastik diremas-remas. Dan suara itu semakin nyata seolah berada tepat di atas telinganya yang tidur menyamping. Namun kemudian kembali menjauh lagi samar-samar.


Naura teringat surat Al-Fatihah. Ia membaca basmalah dan sebisanya menamatkan satu surat meskipun jadi terasa acak setiap ayatnya karena gugup dan takut yang tak tertahankan.


Allah Allah Allah Allah...


Lalu Naura teringat perkataan bu Ustadzah Kiki, guru mengajinya ketika masih kecil.


Setan itu derajatnya dibawah manusia. Jadi, sebenarnya dia lah yang takut sama manusia! Makanya dia suka sekali menggoda cucu-cucu nabi Adam agar lemah imannya dan ikut hasutan bujuk rayunya.


Kalau sekiranya ada penampakan setan, kita yang manusia yang harus lebih berani dari si setan itu! Baca terus ayat-ayat suci yang setan paling benci. Pasti dia kalah sama kita! Karena kita beriman kepada Allah!


Naura menelan salivanya. Membuka mulutnya lebar seraya membaca terus bacaan ayat-ayat Al-Qur'an surat pendek yang ia hafal dengan suara keras dan lantang. Bukan lagi samar dan bisik-bisik.


Dikumpulkannya seluruh kekuatan di jiwa raganya. Naura beranikan diri membuka matanya lebar-lebar, sambil terus mengumandangkan asma Allah.


Diedarkannya matanya keseluruh ruangan kamarnya.


Kini tak ada lagi penampakan yang menakutkan. Hanya suara detak jam dinding yang terdengar bagaikan seretan langkah kaki yang mengitari.


Tidak. Ini halusinasiku saja. Ini hanya rasa takutku yang berlebihan karena baru pertama kali pulang kerumah ini setelah kak Fendy meninggal dunia.


Aku meyakini, orang yang telah tiada tidak mungkin menjadi setan. Karena menurut cerita ibuk bapak, setan itu adalah iblis yang mengambil ***** tinggi jiwa suci orang-orang yang telah mati. Dan berwujud menyerupai mereka.


Orang yang telah meninggal dunia justru lebih dekat dengan siksa kuburnya dimana setiap perbuatan baik buruknya didunia, maka akan mendapatkan ganjarannya meskipun itu sebesar biji dzarrah.


Mana mungkin ia mau menakuti manusia. Justru para arwah itu meminta doa dari para manusia untuk keringanan siksa kuburnya. Salah satunya yaitu, doa anak yang saleh saleha.


Naura bergumam sendiri. Fikiran dan bibirnya terus berusaha meyakinkan hati serta keimanannya. Yang perlahan Allah berikan rasa kantuknya menguasai hingga akhirnya tertidur lelap diantara ketakutannya.


Sungguh malam ini terasa begitu sangat panjang bagi Naura.

__ADS_1


...........BERSAMBUNG............


__ADS_2