
Kemal bungkam. Diam seribu bahasa.
Meskipun ia sudah tahu sejak lama perasaan ibu tirinya itu padanya, tapi ungkapan cinta Ayuni padanya membuat dirinya jadi serba salah juga.
Ayuni adalah istri dari bapaknya. Selain ia tidak memiliki perasaan lebih pada Ayuni, ia juga tak boleh melakukan hal-hal yang melanggar norma hukum apalagi norma agama.
"Kemal! Maafkan atas kelancanganku mencintaimu!"
Ayuni terisak disela-sela ucapannya. Kemal hanya bisa menelan saliva dan menghela nafasnya.
"Mbak! Aku ini adalah anak Datuk. Berarti aku adalah...anakmu juga!"
Ayuni menangis sedikit lebih keras. Malu sekali karena tidak bisa menahan dirinya lebih lama lagi.
"Aku percaya, Mbak pasti akan mendapatkan kebahagiaan yang lebih nantinya. Karena Mbak adalah orang yang baik. Mbak sangat baik malahan menurutku!"
Ayuni masih menangis. Tak menjawab kata-kata anak tirinya itu.
"Aku dan Lyora, anak mbak adalah adik kakak! Sampai kapanpun...ditubuh kami mengalir darah yang sama! Aku.... tidak mungkin mendzolimi kalian berdua! Justru sebisaku, akan selalu melindungi kalian. Selamanya, seumur hidupku semampuku!"
Semakin malu dan ringkih Ayuni mendengar penuturan Kemal.
Cintanya bertepuk sebelah tangan.
Cintanya layu sebelum berkembang.
Ayuni menangis pilu didada Kemal.
"Mbak!.... Tolong rubahlah pandangan mbak kepadaku! Aku menyayangi mbak, juga Lyora! Kita dekat satu sama lain! Kita menjadi saudara. Dan itu sudah Takdir-Nya!"
"Aku....aku tidak tahu harus bagaimana lagi! Hik hik hiks...."
__ADS_1
"Mbak ingin bercerai dari bapak? Ajukan saja. Setelah itu, mbak bisa terbebas mencari pasangan baru. Yang mencintai mbak dengan tulus tentunya! Yang mampu membahagiakan mbak pastinya!... Mbak bisa! Masih bisa! Jika memang mbak sudah tidak kuat! Lepaskanlah semua beban itu! Setidaknya, mbak tidak akan salah dalam melangkah!"
"Kamu menyuruhku bercerai dengan bapak? Dulu kamu yang selalu menguatkanku untuk tetap bertahan, Mal!"
"Dulu bapak masih sehat, segar waras! Dulu Lyora juga masih kecil. Dulu bapak bisa berbuat apa saja pada mbak! Bahkan bisa menyuruh orang untuk menganiaya mbak! Makanya aku selalu menguatkanmu, demi dirimu dan juga Lyora! Sekarang lihatlah! Lelaki itu kini tak berdaya. Bahkan entah esok atau lusa, tinggal menunggu waktu saja!"
"Kemal!... Dimana rasa sayangmu pada mbak yang dulu? Hik hik hiks! Sampai kamu menyuruhku bercerai dengan bapak!"
"Aku masih menyayangimu mbak! Juga Lyora. Aku tetap akan memberikan kalian kehidupan yang layak yang semestinya. Aku juga akan tetap mengurus biaya hidup kalian! Jangan salah faham padaku, mbak!"
"Hik hik hiks... Kamu jahat!"
"Dengar baik-baik, Mbak! Aku faham kesedihan dan juga penderitaanmu! Aku mengerti semua kesakit-hatianmu. Justru aku ingin kamu bahagia, Mbak! Carilah cinta yang baik, yang menyayangimu setulus hati! Aku yakin, kamu pasti bisa mendapatkan kebahagiaan itu!"
"Bahagiaku itu adalah jika aku bersamamu, Kemal!"
"Kita tidak akan bahagia, mbak! Kita tidak bisa bersama jika maksud mbak ke arah itu!"
"Kenapa kamu belum juga menikah, tapi masih betah menjagaku dan Lyora?"
Cinta memang membutakan Ayuni.
Meskipun banyak kata penjelasan yang Kemal lontarkan dari bibirnya, dimata Ayuni Kemal telah mem-PHP-kannya.
"Apa karena...Naura?"
"Mbak! Bisakah mbak memahami semua perkataanku sedari tadi?"
"Baik ada Naura ataupun tidak, hubungan yang mbak inginkan denganku tetap tidak bisa terjalin!"
"Kenapa?"
__ADS_1
"Ya memang tidak bisa. Tidak boleh! Juga aku tidak mencintaimu!"
"Tapi kamu bilang kamu menyayangiku dan Lyora! Itu sudah cukup bagiku, Kemal!"
"Ya aku memang menyayangimu dan Lyora! Tapi sayang sebagai ibu dan saudara! Mengertilah ucapanku, Mbak!"
"Jika kau tak ada jodoh lain, kau menunggu jodoh tapi tak kunjung datang..... Mengapa kamu tak melihat kearahku? Mungkin saja akulah jodoh yang Tuhan kirim untukmu, Kemal!"
"Astaghfirullah, mbak! Jangan berkata seperti itu mbak!"
"Aku menyayangimu tulus, aku mencintaimu Kemal! Sejak lama sudah kupendam cinta ini!"
"Tidak boleh, mbak! Tidak boleh kamu memendam perasaan itu! Kau adalah istri bapakku! Dan ada Lyora, adik yang sedarah denganku dari rahimmu! Sampai kapanpun aku tidak bisa bersamamu! Apalagi memimpikan menikah, itu tidak mungkin!"
"Apa Naura bisa menikah denganmu?"
"Mbak Ayuni!!!!"
"Apa kini kamu mengharap Naura kembali? Apalagi setelah kini Naura telah ditinggal mati suaminya? Aaaaaarrrrgggh....bodohnya aku, kenapa justru aku sendiri yang mempermudah langkahmu mendekati Naura?!?"
"Apa maksud mbak? Apa yang ada difikiran mbak hingga terlalu jauh menuduhku juga Naura, adikmu sendiri?"
"Fendy mati karena aku yang menusuknya! Aku yang telah membuat Naura menjadi janda! Hik hik hiks..... Ternyata langkah yang kuambil salah! Justru aku yang telah memuluskan jalan kalian!"
"A pa????!?!?"
Kemal melotot ke arah Ayuni. Kedua bola matanya merah dan tajam seolah hendak menelan perempuan gila yang selama ini disangkanya ringkih itu.
"Jadi....jadi selama ini, Naura itu adalah korban perbuatanmu, mbak? Jadi Naura lah yang menanggung semua kejahatanmu??? Kenapa? Kenapa mbaaaak?????"
Kemal menjerit lepas kendali.
__ADS_1
Hampir saja Ayuni mati saat itu dicekik olehnya jika tak segera sadar dan melepaskannya setelah melihat Ayuni yang megap-megap.
.............BERSAMBUNG..............