RAHASIA NAURA DIBALIK JERUJI PENJARA

RAHASIA NAURA DIBALIK JERUJI PENJARA
Terungkapnya Rahasia Naura Ketika Dibalik Jeruji Penjara


__ADS_3

"Apa???!?"


Tita kaget dan lemas. Perutnya yang sakit melilit ditambah kabar berita yang buruk semakin membuat suasana hatinya tak karuan.


"Aaaaaaarrrrrrgggggghh!!!!!" teriaknya kesal membuat ibu mertuanya hanya bisa memberinya dorongan semangat.


"Sudahlah, Tita! Kamu masih muda, masih bisa memiliki anak lain kali."


"Enaknya kamu ngomong! Aku ini kehilangan janin dalam kandunganku!!!! Dasar wanita sial*n! Gara-gara kalian, aku jadi sengsara begini! Kalian harus menjual rumah sarang setan itu segera, dan uangnya aku yang paling besar!"


"Kenapa begitu? Enak saja!" umpat ibu mertuanya kesal.


"Ya harus! Itu harus jadi konvensasi buat anakku yang meninggal sebelum sempat kulahirkan!!"


"Eh, enak saja! Jadi sekarang kau mau memerasku? Dasar perempuan begundal! Seenaknya kau bicara mengancamku!"


"Hei, hei, hei....! Kenapa kalian malah bertengkar diruang persalinan? Harusnya gerak cepat ini melakukan tindakan! Karena jika tidak, nyawa ibunya pun bisa ikut terancam! Ini kalau dirumah sakit besar, sudah harus ambil tindakan caecar! Kalian malah ribut hal yang tidak jelas!"


Bu bidan yang memiliki klinik marah dan kesal sekali. Membuat Tita langsung termangu, takut juga mendengar perkataan bu bidan tadi karena menyangkut nyawanya.


"Terserah bu bidan saja! Saya tidak mau mengurus perempuan itu!" ibu mertuanya melenggang keluar dengan wajah melengos kesal.


"Hei, hei... wanita tua bangka! Kembali!! Urus persalinan aku dulu! Hei...heiiii!!!!"


Tita berteriak-teriak histeris. Sementara bu bidan ikutan keluar ruangan mengejar ibu Fendy. Tentunya untuk meminta pertanggungjawabannya karena telah membawa pasien bermasalah ke kliniknya.


"Kalian bawa saja ke rumah sakit besar! Saya tidak mau mengambil resiko! Apalagi kalian terlihat seperti orang-orang yang tidak punya empati dan tanggung jawab!" gerutu bu bidan pada kedua orangtua Fendy serta Tita.


Mereka bertiga akhirnya digiring dua sekuriti bertubuh besar dan berwajah sangar keluar klinik persalinan.


Tita menangis meraung-raung.


"Silakan pergi dari sini sebelum saya panggilkan polisi karena buat onar disini!" ancam ba bidan dan beberapa orang karyawan klinik.


"Ini gara-gara kalian!" cerca Tita marah pada mertuanya.

__ADS_1


"Gara-gara mulutmu yang tajam melebihi tajamnya silet! Masih untung kami tidak meninggalkanmu di tengah jalan!"


"Kalian mengancamku?"


"Kau ini, benar-benar ya?! Mulutmu tidak pernah sekolah ya? Atau kau harus kebangku sekolah biar kau kunyah itu bangkunya! Otakmu tidak berpendidikan! Berbeda dengan menantuku yang terdahulu!"


"Hahahaha.... dasar orangtua gila harta! Menantu yang kau usir dan kau sia-siakan itu sekarang kau bangga-banggakan! Kau lihat saja lagi nanti! Kau punya 2 orang anak lelaki lain, kau akan mendapatkan balasan dan ganjaran dari menantumu yang lain nanti. Karena kau dzolim pada menantu!"


"Jangan banyak omong kau! Kau pun sama saja! Dasar perempuan sundal! Perempuan perebut laki orang!"


Ibu mertua dan menantu itu saling berebut kata-kata pedas nan super kasar. Membuat orang yang lalu lalang hanya menengok sebentar, lalu kembali cuek dengan aktifitas dan kesibukan masing-masing.


"Sudah! Ayo, kita tinggalkan saja perempuan setan itu!" kata bapak mertua Tita seraya menarik tangan istrinya masuk kedalam taksi yang baru saja ia berhentikan.


"Heiiii.....! Dasar mertua sial*aaan!!!!! Kalian yang setaaaaaan! Rajanya setaaaaan!!!!"


Tita semakin histeris. Menangis sekencang-kencangnya sambil memegangi perutnya yang sakit sekali.


Orang-orang yang tadi ramai satu persatu pergi. Mereka tak lagi peduli apalagi mendengar sumpah serapah Tita dengan bahasa kasarnya. Bahkan mengumpat kencang dengan menyebutkan semua hewan kebun binatang. Tentu saja orang pun menjadi illfeel melihatnya.


Tita hanya duduk berselonjor ditepi jalan. Rasa sakitnya semakin besar. Seiring keringat dinginnya yang semakin banyak.


Suasana sekitar sepi. Tak ada lagi orang lalu lalang. Tak ada siapapun yang bisa ia mintai pertolongan.


Hingga matanya semakin kabur berkunang-kunang. Lalu tanpa sadar tubuh Tita jatuh tersungkur ke dalam selokan yang ada dipinggir trotoar jalan. Pingsan.


...................


Kemal terkejut ketika membaca berita disurat kabar harian langganannya.


Ada berita wanita hamil besar meninggal dunia didalam selokan tepi jalan raya. Dan Kemal terkejut melihat wajah dan nama identitas mayat tersebut.


"Ini khan si Tita? Istri sirinya si Fendy? Kenapa dia sampai seperti ini? Bukannya dia harusnya sedang senang-senang dengan keluarga almarhum suaminya karena mendapatkan rumah beserta isinya?"


Kemal bingung.

__ADS_1


Ia langsung menanyakan kabar berita itu pada Affan. Ternyata Affan telah lebih dulu tahu. Karena polisi kembali menyelidiki kasus yang juga menyeret Naura sebagai klien nya.


Meskipun dalam kasus kematian Fendy, itu sudah di peti es kan. Kasusnya telah ditutup Kejaksaan karena keluarga Fendy menarik semua laporan dan berkas-berkas atas tuduhannya kepada Naura.


"Untunglah! Naura aman, mas! Meski sempat pula dicecar pertanyaan dan alibi Naura atas kematian Tita, istri almarhum Fendy!" tutur Affan menjelaskan pada Kemal.


Kemal menghela nafas lega.


"Kau tahu, mas? Justru kini kedua orangtua Fendy yang jadi tersangkanya! Karena ada saksi cukup banyak dari klinik rumah sakit bersalin yang menjadi saksi kalau mereka bertiga ribut besar sebelum kejadian meninggalnya Tita disana. Bahkan sampai diusir oleh aparat setempat akibat keonaran yang mereka buat!"


"Hhhh.....! Siapa yang berbuat jahat, harus siap pula dengan konsekuensi balasan yang didapat!"


"Justru aku senang, mas! Kasus ini membuat nama Naura dibersihkan dari segala tuduhan. Dan tinta hitam yang tadinya tertulis di identitasnya sebagai orang yang cacat hukum kini sudah bersih!"


"Alhamdulillah! Aku senang, pada akhirnya semua masalah telah terselesaikan perlahan. Juga Rahasia Naura dibalik jeruji penjara tempo hari telah terbuka."


"Iya mas! Terimakasih banyak atas bantuanmu bro! Meskipun pada kenyataannya, kau tidak menjadi saksi di sidangnya Naura. Karena memang kasus Fendy tidak disidangkan!"


"Hahaha... sial kau pak pengacara junior! Aku ini tulus membantu Naura! Bukan membantumu!"


"Hahahaha.....! Iya iya. Baiklah kalau begitu argumenmu! Ya sudah, aku masih banyak kerjaan mas! Nanti kita sambung lagi obrolan kita!"


"Woke! Bye bro! Sore nanti aku izin ingin membawa Naura jalan-jalan!"


"Kemana mas?"


"Kepo kau?! Ya sudah! Yang penting aku sudah minta izin darimu sebagai bossnya, dan Naura sudah menyetujui pergi dengan aku sore ini! Jangan banyak fikiran! Tugas kerjaanmu berat, bro! Hehehe....!


Klik.


"Ah ****! Lagi-lagi mas Kemal mau menikungku!" gerutu Affan seorang diri.


Pikirannya jadi sedikit bercabang.


Tapi sebagai seorang lawyer yang memiliki dedikasi tinggi, ia tak ingin mengecewakan kliennya yang telah percaya padanya. Akhirnya Affandi pun sibuk tenggelam dengan kasus yang sedang ditanganinya.

__ADS_1


............BERSAMBUNG............


__ADS_2