
Affandi mondar-mandir bolak balik diteras rumah Naura.
Diteleponnya lagi nomor hape Kemal Pasha. Tapi ternyata kali ini tidak aktif. Semakin membuat Affandi bertambah jengkel dan makin curiga.
"Pasti Mas Kemal yang membawa pergi Naura! Tapi kemana ya kira-kira?.... Mmm...Kalau kerumahnya di perumahan XX, kayaknya ga mungkin deh! Naura pasti berfikir dua kali untuk ikut ketempat yang tidak penting baginya! Apa...... jangan-jangan Naura ke kampung halamannya bersama Kemal!?!?"
Affandi memukul angin saja.
Kesal dan cemburu bercampur menjadi satu. Bingung hendak melakukan apa. Karena langsung meluncur ke kampung Naura itu rasanya susah.
Tugas pekerjaannya masih banyak di Jakarta. Belum waktunya libur juga. Ditambah ini sudah cukup malam. Sudah pukul 8 malam.
Akhirnya Affandi memutuskan pergi dari rumahnya Naura dengan perasaan agak terluka.
Bayangan yang tadi indah dikhayalannya kini musnahlah sudah.
Padahal Affandi memimpikan pergi makan malam bersama Naura di resto sederhana saja. Memilih menu seafood dengan kuah yang hangat menyegarkan. Berharap ia membantu Naura membukakan cangkang kulit udang lobster yang lumayan susah bagi seorang wanita.
Hhhh.... Menguap sudah angannya karena Kemal Pasha.
Mobil yang dikendarainya kini sampai diwilayah rumahnya. Tentu dengan kecepatan diatas rata-rata karena emosi jiwanya yang sedikit tinggi. Apalagi fikirannya kembali kepada suara senga' Kemal yang mematikan handphonenya ketika ia menelponnya tadi.
Bahkan Kemal berkata sedang ada urusan penting dan akan menelponnya kembali nanti.
Urusan apa? Urusan penting mengobrol dengan Naura? Atau..... O iya, tahlilan 7 hari kematian mbak Ayuni besok kalau tak salah. Mmm... Mungkin mereka sedang berdiskusi masalah penting itu. Mungkin juga! Aku tidak boleh punya fikiran buruk pada Kemal apalagi Naura! Hhhh..... Hais! Kacau fikiranku jadinya!
__ADS_1
Affan sibuk dengan fikiran negatifnya. Tapi kemudian akhirnya dia bisa juga meredam jiwanya yang sempat marah dengan berusaha tenang kembali.
Naura tak mungkin mengambil langkah yang gegabah untuk hidupnya kini. Ia sudah begitu dewasa pemikirannya.
Pasti sudah tahu mana buruk dan mana baik. Mana penting dan mana yang tidak penting.
Affan masuk kamar dan langsung mandi.
...........
Ditempat yang berbeda, Ismail masih terbatuk-batuk memasuki rumahnya. Lalu agak tergesa masuk 'kamar khusus'nya.
Dia mengambil segelas air, lalu mencemplungkan 'sesuatu' seperti biji tasbeh beberapa butir. Lalu meminumnya setelah bibirnya komat-kamit membaca suatu mantra.
Masih agak gatal tenggorokannya. Tapi kini sedikit membaik.
Ismail kembali ke kamar pribadinya yang penuh barang-barang aneh peninggalan Mbah Kliwon.
Bapaknya sering sekali memarahinya diawal-awal untuk membuang benda-benda mengandung magis yang menyeramkan itu. Bahkan ibunya pernah membuang itu ketempat sampah yang ada dibelakang rumah.
Tentu saja Ismail marah sampai mengamuk. Ibunya sendiri mendapatkan pukulan dibahunya membuat wanita tua itu kini agak nyeri tungkai tangan kirinya.
Kini kedua orangtuanya lebih memilih diam daripada harus berurusan dengan Ismail yang sudah terkontaminasi hasutan iblis itu.
Mereka hanya menunggu mukjizat Tuhan yang bisa mengubah dan merubah Ismail kembali seperti semula.
__ADS_1
Meja hitam cukup besar itu terlihat seram. Terlebih pada barang-barang yang Ismail tata seolah itu adalah perhiasan rumah tangga.
Ada gigi gerigi beberapa binatang buas seperti gigi buaya dan gigi taring macan tutul. Lalu juga ada rambut warna merah kasar terbungkus kain kaffan.
Konon kabarnya itu adalah rambut genderuwo yang mbah Kliwon dapat ketika berkelahi hebat dengan makhluk astral itu.
Ada juga dua buah keris berukuran mini. Konon keris itu adalah pasangan suami istri makhluk peliharaan mbah Kliwon yang makannya adalah darah ayam cemani setiap 2 tahun sekali di malam satu Suro atau malam 1 Muharram.
Yang paling membuat merinding lagi adalah kotak kayu cendana berukuran 10x25 sentimeter.
Meskipun terlihat biasa, bahkan nyaris seperti kotak pensil anak-anak sekolah. Hanya terdapat ukiran-ukiran indah disetiap sisi kotaknya, tapi didalamnya ada sosok makhluk yang menyeramkan.
Ada jenglot berusia ratusan tahun yang terbungkus kain kafan tujuh lapis.
Entah asli entah palsu. Ismail sendiri tidak berani membukanya lagi dirumahnya sendiri, kecuali terakhir kali ia buka dirumah mbah Kliwon.
Konon katanya jenglot adalah jelmaan orang pintar/karuhun yang melakukan tapa Bhetara Karang. Ilmu hitam itu membuatnya tetap hidup meskipun sudah mati jasadnya.
Ia meminta makan pada si empunya. Dan makannya itu berupa darah segar dan minyak wangi. Jikalau sang empunya tidak memberinya makan, maka makhluk itu akan mengganggu diri serta keluarga sipemilik jiwa raganya. Tapi bila sang pemilik bisa memberikan kepuasan dalam hal makan serta pelayanannya itu, maka mereka juga memberikan feedback berupa kekayaan dan kejayaan.
Wallahu a'lam bissowaf!
Dosa apakah yang paling besar disisi Allah? Beliau menjawab : Dosa membuat tandingan untuk Allah, padahal Dia-lah yang menciptakanmu. (HR. Imam Bukhori dan Imam Muslim)
Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, namun Dia mengampuni dosa lainnya bagi orang yang dikehendaki-Nya. Siapa saja yang menperserikatkannya, berarti amat jauh kesesatannya. (Q.S Al-Furqon 68-71)
__ADS_1
Sampaikanlah, wahai hamba-hamba Ku yang melampau batas atas mereka, janganlah kalian berputus asa dari menggapai kasih sayang Allah. Sesungguhnya Allah dapat mengampuni semua dosa, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S Az-Zumar 53)
.............BERSAMBUNG.............