RAHASIA NAURA DIBALIK JERUJI PENJARA

RAHASIA NAURA DIBALIK JERUJI PENJARA
Tantangan Witha Untuk Kemal Pasha


__ADS_3

Kemal tersenyum kecut melihat kebahagiaan yang Affandi dapatkan.


Ada rasa iri, tapi tidak dengki.


Ia sedih, jodohnya belum juga Tuhan datangkan. Apakah ia harus terus berjuang, demi mendapatkan pasangan?


Seperti Affandi. Yang fokus dan mantaf niat dari dalam hati.


Kemal juga ingin seperti Affan.


Padahal secara umur, Affan lebih muda 6 tahun darinya. Affan 32 tahun sedangkan dia sendiri telah 38 tahun.


Hhhh.....


Melihat kedua pasangan yang begitu serasi dipelaminan itu tentu saja membuat hatinya terenyuh.



"Makanya, cepat cari pasangan! Biar kalau datang ke kondangan, ga sendirian bro!"


"Hm..... Songong nya yang baru saja nikah! Kalau saja kau tak menikungku, sudah resmi Naura jadi pendampingku! Huh! Dasar pengacara junior!"


"Hahahaha..... maaf mas bro! Jangan diambil hati ucapanku!"


"Hilih! Sudah tak aneh mulutmu pedas seperti biasa! Pengacara kalau tidak pedas, kurang menggigit!"


"Hahahaha..... bisa saja mas Kemal nih!"


Kemal tersenyum kecut. Tiba-tiba matanya melihat sesosok tubuh mungil yang tengah duduk dikursi paling pojok belakang.



Witha.


Tengah bengong melamun sendirian melihat kearah Naura, sang mempelai pria yang sedang diatur posenya oleh si fotografer untuk foto wedding nya bersama Affandi.


Kemal berjalan kearah Witha.


"Woi, jangan bengong! Ayam tetanggaku kemarin mati gara-gara kelamaan bengong!" goda Kemal pada Witha.


"Garing ish candanya! Itu mah guyonan jaman dulu kala!"


"Biarin! Ora urus. Mau candaan jadul, mau candaan komeng, mau candaan sule,.... aku ga peduli!"


"Eh?.... candaan jadul, candaan komeng?... candaan Aduuuul, bukan jaduuul!!! Iiiish, mas Kemal rese'! Bikin aku mikir keras banget tauuuu!"


"Hahahaha.....! Ketauan khan, kamu itu ga suka pelawak ya? Awas lho, kena tegur bang Andre Setingki karena hidupmu kurang sense humor!"


"Ande Stinkyyyyy! Maaaas! Iiiish...."


"Aduuuh, aduuuuh..... Belum nikah sudah KDRT ini! Ampun deh ampun, hahahaha....!"


Witha mencubit lengan Kemal saking gemasnya. Hingga merah terjejak disana.


"Maaf mas Kemal! Witha terlalu over ya nyubitnya!?"


"Hiks. Tanggung jawab Witha!"


"Iya, iya. Witha tanggung jawab! Maaf ya mas! Mas mau Witha beliin apa?"

__ADS_1


"Mau nyogok?"


"Bukan nyogok juga. Cuma permintaan maaf, nanti Witha belikan buat mas Kemal!"


"Mau hatimu, boleh?"


"Mas Kemal! Mas Kemal bikin Witha merinding, tauuuu....! Witha gak suka cowok yang suka gombal. Beneran! Bikin illfeel!"


"Mana ada aku gombal! Entah kenapa, didepan kamu aku koq bawaannya pingin gombalin terus!"


"Ish, ish ish....! Apa karena mas Kemal tahu kartu merahku yang ditipu mentah-mentah oleh si Hans, lantas mas sengaja mengolok-olok aku dengan gombalan?"


"Mungkin juga sih!"


"Maaf mas! Aku memang bukan gadis cantik. Aku juga bodoh, karena suka dengan pria-pria standar! Tapi aku juga punya harga diri, tak mau digombalin sesuka hati mas Kemal. Walaupun mas Kemal orang yang tampan!"


Kali ini Kemal yang bengong.


Witha benar-benar terlihat marah besar karena candanya yang berlebihan.


Padahal tiada maksud Kemal membuat Witha tersinggung. Semua ucapannya hanya untuk membuat Witha tertawa dan semakin akrab berteman dengannya.


Nyatanya, kini Witha melenggang berjalan keluar ruangan pesta pernikahan Affandi dan Naura.


"Witha! Mau kemana?"


Gadis itu tak menjawabnya sepatah katapun.


Kemal kebat-kebit. Ia segera mengikuti Witha. Berjalan lebih cepat demi mengejar gadis itu.


"Wit!" Kemal menahan lengan Witha.


Tapi langsung ditepis gadis imut itu dengan sedikit agak kasar. Witha terlihat benar-benar emosi padanya.


"Maaf Witha! Aku ga bermaksud menyinggung perasaanmu! Sungguh!"


"Ya sudah. Aku mau pulang!"


"Aku antar, Wit!"


"Tak usah!"


Kemal gemas dengan gadis mungil itu. Witha benar-benar jutek dan datar sekali raut wajahnya.


Ia selalu punya cara. Seperti dahulu pada Naura. Kalau tidak menarik paksa, ya ujung-ujungnya membopong tubuh wanita dihadapannya itu agar mau ikut dengannya.


Baru saja ia mengangkat tubuh mungil itu, tiba-tiba tas yang Witha bawa melayang tepat ke wajahnya.


"Aduh!"


Tentu saja ia melepaskan pangkuannya pada Witha. Dan gadis itu melenggang dengan tenang, tanpa rasa bersalah karena telah memukul telak wajah Kemal dengan tas kecilnya.


"Asem ni cewek! Haish! Jatuh harga diriku dipasaran kalau begini!


Hei Witha, kalau dalam 10 detik kau tidak menengok ke arahku, siap-siap nanti malam kau menerima jampi peletku!"


Kemal bergumam pelan pada dirinya sendiri.


Satu

__ADS_1


Dua


Tiga


Empat


Lima


Enam......


Tu juh.......


Delapan


Sem bi lan


Se pu...... (Witha menolehkan kepala dan wajahnya kebelakang. Memastikan kalau Kemal masih berdiri dibelakangnya. Tak sampai bercucuran darah wajahnya)


Yeeeay.... Ternyata ada perasaan juga sebenarnya dia sama aku. Okay,... siap-siap Witha! Mulai detik ini, kamu tidak boleh berhenti untuk memikirkanku! Kamu harus takluk menjadi pasanganku.


Jangan panggil namaku Kemal Pasha, jika tak bisa dapatkan kamu, Witha!


Witha kembali melenggang berjalan. Tak pedulikan Kemal Pasha yang berjalan cepat mengejarnya.


"Withaaaa! Tunggu!"


"Ayo! Katanya mau antar aku! Kalau sampai hitungan sepuluh mas belum juga jalankan mobilnya, aku akan pulang dengan taksi online saja!"


"I iya. Sabar nona Witha! Aku akan cepat! Ayo, ayo,... silakan masuk nona!"


Witha tersenyum lebar. Lalu tertawa terbahak-bahak ketika dirinya dan Kemal sudah berada didepan kemudi dan duduk manis di jok depan mobilnya Kemal.


"Maaf ya, mas! Satu sama. Mas Kemal kena prank aku! Hhihihihi....!"


"Yassalaaaaam, Withaaaaa! Aaaarrrrgggghhh!!!"


Cup.


Bibir merah Witha menempel tepat diatas bibir Kemal Pasha.


Membuat Kemal terdiam membatu tak bisa berkata-kata.


"Ayo jalan!"


"I iya. Kamu tuh ya?!"


"Antar aku pulang kerumah! Kalau mas Kemal serius, langsung bilang sama Papaku dirumah. Berani gak?"


"Hah?!? Secepat itu? Wokeh! Siapa takut? Kau menantangku?"


"Hahahaha.... maaf mas! Aku mau gas pool. Nikah secepatnya tanpa pacaran seperti anak sekolahan!"


"Ayo! Kau fikir aku pria penakut gitu? Mari kita ketemu papamu!"


Keduanya tersenyum penuh arti dengan mata saling memandang.


Mobil Kemal meluncur kearah kompleks perumahan menuju rumah Witha.


__ADS_1


............BERSAMBUNG............


__ADS_2