RAHASIA NAURA DIBALIK JERUJI PENJARA

RAHASIA NAURA DIBALIK JERUJI PENJARA
Karma Ismail, Pertemuan Kemal Dan Witha


__ADS_3

Ditempat lainnya, seorang pria berambut gondrong dan kucel penampilannya meringkuk didalam jeruji penjara.


Ya. Dialah Ismail.


Matanya yang bulat besar memerah sambil tertawa-tawa menyeringai tak jelas.


Bibirnya komat-kamit kadang membesar suaranya kadang berbisik-bisik.


"Nau, Naura? Kamu kamu kembali padaku Naura?" tanyanya pada salah seorang sesama penghuni sel tahanan itu.


Bug.


Satu pukulan telak menghajar wajah hitamnya yang berminyak.


Tapi anehnya Ismail hanya mengusap wajahnya yang bengap tapi bibirnya terus menyeringai. Terkesan aneh misterius kadang menakutkan.


Namun penjara itu berisi 7 orang lainnya tahanan yang juga bukan ece-ece kasusnya.


Hingga Ismail tentu saja jadi bulan-bulanan mereka.


"Ngeh* lu! Ude gue bilang diem, jangan rese' masi aja tingkah lu bikin empet!"


Seorang yang menghajarnya tadi karena ditanya tak jelas oleh Ismail mengoceh kesal.


Salah seorang lagi menjulurkan kakinya kearah langkah Ismail hingga pria itu jatuh terjelembab kelantai.


Wajahnya terbentur keras dan dinginnya keramik sel tahanan.


Giginya rontok beberapa biji. Mengalirkan darah segar dari balik gusi yang tercabut paksa gigi-gigi kuning kehitaman itu.


Anehnya Ismail tetap nyengir. Membuat penghuni lain semuanya menertawakan kelakuannya yang sudah hilang akal.


"Orang gila!"


"Sarap emang ni orang!"


"Gue yakin, minggu depan ni orang di bawa ke Grogol. Masuk RSJ Sumber Waras! Hahahaha..."

__ADS_1


"Hahahaha.....!"


Semua tertawa terbahak-bahak. Termasuk Ismail yang juga nampak berjingkrak-jingkrak kegirangan.


Tangannya masih mengusap-usap lelehan iler bercampur darah segar yang terus mengucur dari mulutnya.


Ismail.


Mendapatkan balasan setimpal juga dari Tuhan.


Setelah bertahun-tahun lamanya tanpa kesadaran sebagai hamba yang takut pada Sang Pencipta, ia telah melakukan perjanjian terkutuk dengan bersekongkol pada iblis jahanam.


Jangan pernah berfikir, bermain jampi-jampi tidak ada effeknya untuk diri sendiri. Tak perlu menunggu balasan di akhirat nanti, didunia sendiri telah Tuhan perlihatkan karmanya.


Itulah. Janganlah sembarang bersekutu dengan setan. Karena setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.


Jikalau kau sakit hati dengan perkataan seseorang, redamlah emosimu dengan berpasrah pada Tuhan.


Introspeksi diri sendiri, mengapa orang begitu tega menyakiti. Bisa jadi mungkin tanpa sadar, kita sendiri yang telah memulai pertarungan batin itu dengan kata-kata kasar yang keluar dari bibir tanpa sadar.


Menyadari kekurangan dan berdoa meminta Tuhan mengampuni dosa-dosa kita, inshaaAllah hati kita yang sakit akan menjadi tenang.


(Mohon maaf, author terlalu banyak omong๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™wkwkwk๐Ÿ˜โœŒIni hanyalah novel rekaan ya gaess... Hanyalah tulisan tiada maksud tertentu apalagi penulis terkesan 'sok bijaksana' padahal 'tidak bijaksini'๐Ÿ˜…๐Ÿ˜„๐Ÿ™๐Ÿ™โœŒโœŒโœŒ)


Ismail menjadi pesakitan. Gila dalam arti sebenarnya. Gila karena cintanya yang tak tersampaikan dan tak tersalurkan.


Andai Ismail tidak terus-terusan terobsesi dengan Naura, mungkin saja saat ini ia sedang bahagia bersama istrinya Solihati dan kedua putri cantiknya.


Amat sungguh disayangkan.


Kemal hanya tersenyum kecut, mengetahui Affandi membawa Naura. Bahkan Kemal bisa merasakan.... Affan telah berhasil menaklukan wanita pujaannya juga.


Sedih hatinya tapi berusaha mengikhlaskan.


Jodoh ditangan Tuhan.


Sekuat dan sekeras apapun ia berusaha menarik hati juga memaksa Naura agar mau membalas cintanya, toh tetap gayung tak bersambut.

__ADS_1


Naura sudah ditakdirkan Tuhan menjadi milik Affandi.


Kemal ada janji temu klien malam ini. Sepasang suami istri pengusaha material juga.


Tadinya ia niat ke toko bunga tempat Naura bekerja untuk membeli buket bunga. Tapi gagal karena ada kejadian Naura yang dibawa Ismail.


Akhirnya kini Kemal membelinya ditoko seberang jalan yang tak jauh dari resto yang ia dan kliennya pilih untuk pertemuannya.


Kemal kaget. Melihat sesosok wanita mungil berjalan masuk kedalam resto mendahuluinya.


Witha??? Ada janji juga rupanya perempuan imut itu! gumam Kemal dalam hati.


Witha sepertinya tidak ngeuh dan tak melihat Kemal yang duduk tak jauh dari mejanya.


Hmmm.... Ternyata wanita itu ada kencan makan malam sama pacarnya rupanya. Gumam Kemal lagi.


Treeeet..... treeeet..... treeeeet


Handphone Kemal bergetar.


"Hallo, ya selamat malam boss? Saya sudah ada ditempat. Kenapa? O iya? Oh... O baiklah, boss! Tidak apa-apa boss, saya mengerti sekali. Semoga istri boss lekas pulih dan sehat kembali! Ya. Tidak apa-apa! Saya memaklumi keadaannya. Hehehe.... Ya ya ya, namanya sedang hamil muda, saya mengerti sekali meskipun belum menikah! Hahaha.... aamiin amin! Doakan saja boss, saya cepat dapat pasangan! Terimakasih banyak. Hahaha... Okey get well soon buat istrinya, boss!"


Klik.


Hhhh....! Kemal menghela nafas pendek. Pertemuannya dipending karena kliennya tidak bisa hadir. Istrinya yang tengah hamil 3 bulan muntah-muntah terus katanya.


Ya mau bagaimana lagi. Kemal tidak bisa memaksa meskipun kini ia sudah lebih dulu datang ketempat yang telah disepakati.


Mata Kemal melirik ke arah meja makan Witha.



Gadis itu memang tidak melihatnya. Karena posisinya yang memunggungi Kemal.


Jadi Kemal hanya melihat jelas pria yang jadi teman kencan Witha malam itu.


Pria biasa saja. Ternyata seleranya tidak cukup bagus! kata hati Kemal.

__ADS_1


Tapi.... Eh?....


.............BERSAMBUNG..............


__ADS_2