RAHASIA NAURA DIBALIK JERUJI PENJARA

RAHASIA NAURA DIBALIK JERUJI PENJARA
Makhluk Apakah Yang Mengintai?


__ADS_3

Prang!!!!!!


Seperti sudah menjadi kebiasaan, Ismail pasti melampiaskan kekesalannya pada perabotan rumah tangga milik bapak ibunya.


Kali ini mangkuk beling besar bekas sayur lodeh buatan Ibunya melayang dan jatuh berbenturan tembok rumah yang masih batako, belum di pelur itu.


"Ismail!!!!!"


Kesal bapaknya melihat gelagat anak semata wayangnya yang semakin gila saja tingkahnya.


"Apa kau sudah tidak waras, Ismail?"


Plak. Plak Plak!


Wajah tua dihadapannya membatu. Tiga tamparan dari darah dagingnya itu menyakiti sekali perasaannya.


Ibunya hanya menarik tangan dari separuh jiwanya itu masuk ke kamar lain.


Kepalanya hanya menggeleng-geleng berharap suaminya itu faham pada apa yang dimaksudnya.


Anak mereka sudah berubah menjadi pengikut setan. Sang Ibu yang sudah lebih lama mengetahui tabiat Ismail yang berubah drastis hanya mengusap-usap pipi suaminya.


Dua bocah cilik hasil dari pernikahan Ismail dan Solihati ikut masuk dan merangkul tubuh kakek neneknya. Mereka takut sekali melihat bapaknya yang berubah bagaikan serigala.


..............


Naura dijemput Affan pukul 9 pagi menjelang siang. Mereka akan pergi ke Lembaga Pemasyarakatan tempat Naura ditahan untuk 'wajib lapor'.


Affandi mendapatkan sepucuk surat dari Kalapas disana atas nama Naura, yang isinya kalau kliennya itu ditunggu kedatangannya hari Jum'at siang di kantor Agraria.


"Naura dapat panggilan dari pihak Agraria wilayah domisilimu Jum'at besok. Kira-kira ada urusan apa ya?" gumam Affan bertanya pada Naura tapi lebih mirip bertanya pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Perasaannya sedikit tidak enak. Tapi tidak bisa menebak-nebak. Hanya menerka dalam hati, urusan apa pihak agraria memanggil Naura.


Naura sendiri mengernyitkan dahinya. Ikut bingung dan tidak tahu, ada apa sampai dirinya diminta datang dihari jum'at nanti.


Setelah absensi selesai, Nau kembali pulang diantar Affan sampai halaman rumahnya.


"Maaf ya, aku ada urusan pekerjaan yang tak bisa kupending, Nau!"


"Tidak apa, mas! Terima kasih sudah menjemput dan mengantarku ke Lapas sampai kembali kerumah."


"Kamu punya uang? Mau kupinjamkan untuk pegangan?"


"Ada, mas! Terima kasih atas tawarannya!"


"Baiklah! Aku pergi ya, Nau? InshaaAllah kalau sempat, aku kemari lagi nanti malam!"


Affan tersenyum melihat Naura mengangguk seraya melambaikan tangannya.


Makanya ia tak ingin banyak berkata-kata yang bisa meruntuhkan harga diri dan juga rasa sungkan Naura padanya.


Karena jika itu terjadi, akan fatal baginya. Dan Naura perlahan membangun kembali pondasi pertahanan dirinya untuk terbuka pada Affandi lagi.


Naura kaget setengah mati, melihat seekor kelelawar tiba-tiba ikut masuk kedalam pintu rumahnya yang baru saja ia buka.


Hari masih siang. Sekitar pukul sebelas lewat menjelang dzuhuran.


Bagaimana mungkin seekor kelelawar yang biasanya tertidur disiang hari dan aktif dimalam hari itu tiba-tiba dengan gesitnya melesat dan masuk kedalam rumahnya.


Jantung Nau berdebar kencang.


Meskipun tidak terlalu penakut karena sudah terbiasa ditinggal suaminya yang gilir ke madu nya walau tanpa sepengetahuan Naura, tapi Naura degdegan juga.

__ADS_1


Apakah kelelawar itu hanya tersesat dan mencari tempat persinggahan saja?


Atau mungkin karena penglihatannya yang buruk disiang hari membuatnya mencari tempat redup lewat pancaran indera penciumannya saja?


Entah. Naura kurang mengerti.


Matanya mencari-cari kemana kelelawar itu berdiam didalam rumahnya.


Tak didapatinya sosok kelelawar itu disetiap sudut ruang tamu dan ruang tengah bahkan plafon dapurnya juga.


Kemana kelelawar itu bersarang?


Naura mindik-mindik membuka pintu kamarnya. Khawatir hewan itu nantinya masuk kamar dan menabrak segala sesuatunya didalam kamarnya.


Tak lagi terlihat. Bahkan terdeteksi mata Naura.


Hingga pada akhirnya, hanya helaan nafasnya saja mencoba menenangkan dirinya yang seolah sedang berhalusinasi.


Apa mungkin itu hanya pantulan cahaya mataku saja ya? Tapi koq tadi sepintas mirip kelelawar yang menerobos masuk kedalam? Hhh... Ya Allah ya Tuhanku, semoga Engkau selalu melindungiku dari hal-hal yang tak lazim dan bencana yang mengintaiku. Aamiin...


Naura masuk ke kamarnya. Mengunci pintu kamarnya lalu berganti pakaiannya dengan yang lebih santai.


Tak terlihat olehnya, sepasang mata makhluk yang tadi ia cari-cari tengah menatapnya tanpa berkedip.


Makhluk apakah itu?


Hewan kelelawar seperti perkiraannya kah?


Atau.......


............BERSAMBUNG..............

__ADS_1


__ADS_2