
Sementara itu, Affandi pengacaranya, tengah sibuk mencari keterangan baru guna untuk bahan-bahan pembelaannya nanti disidang pengadilan.
Affandi mengunjungi rumah Naura. Rumah yang 9 tahun tepatnya menjadi saksi bisu rumah tangga Naura dan Fendy. Suami dan tak lain adalah korban pembunuhan yang dilakukan Naura.
Perumahan begitu sepi dan sunyi. Jarang ada kendaraan roda empat maupun roda dua meskipun itu disiang hati. Memang seperti itu setiap harinya, kata seorang pemilik warung yang tak jauh dari kediaman Naura.
Sebuah rumah kurang lebih berukuran 9x100 meter berdiri cukup kokoh dihadapannya. Berdinding dan lantai keramik warna krem terasnya. Cukup asri serta nyaman karena banyak pot-pot tanaman milik si empunya rumah.
Naura ternyata pecinta tanaman hias juga! gumam hati kecil Affandi.
Kasus Naura sudah bergulir hampir 3 minggu. Itu sebabnya rumah itu masih disegel Polisi dengan pita garis warna kuning pertanda masih dalam penyidikan dan penyelidikan pihak Kejaksaan.
Affandi sudah mendapatkan izin dari kepolisian setempat untuk melakukan survey penyidikannya sebagai lawyer tersangka. Sehingga dengan mudah ia mendapatkan kunci rumah Naura sebagai akses masuk rumahnya.
Bau apek rumah yang sudah tiga minggu tak mendapat hawa atau udara luar menyeruak tatkala Affandi membuka pintu rumah Naura.
Rumah Naura tertata rapi perabotannya. Maklum, mereka adalah pasangan suami istri yang belum memiliki anak meski usia pernikahan mereka menginjak 10 tahun lamanya. Otomatis rumah mereka selalu dalam kondisi bersih dan rapi.
Kursi ruang tamu minimalis seolah menyambut kedatangan Affandi dirumah itu. Membuat Affandi duduk sejenak menikmati empuknya sofa milik mereka.
Affandi mengedarkan pandangannya pada satu ruangan itu dengan seksama. Dipojok ruangan ada meja hias panjang berisi cangkir-cangkir keramik yang disusun rapi. Diatasnya terdapat dua vas bunga senada dengan bunga plastik senada juga.
__ADS_1
Sementara di dindingnya, ada figura besar. Dimana itu adalah lukisan potret Naura dengan Denny, almarhum suaminya. Layaknya lukisan pasangan suami istri pada umumnya. Disana terlihat keduanya berfose mesra.
Cantik dan tampan! bisik hati kecil Affandi mengamati.
Affandi lalu masuk keruangan yang lebih dalam. Ruangan tengah. Luasnya dua kali lebih besar dibanding ruang tamu. Ada lemari buffet cukup besar dengan terdapat televisi tabung berukuran 17 inch ditengahnya.
Masih juga terpampang foto kemesraan mereka yang terdapat difigura-figura ukuran sedang didalam lemari kacanya. Pertanda hubungan rumah tangga mereka layaknya rumah tangga pasutri pada umumnya.
Kamar tidur menjadi tujuan Affandi berikutnya.
Kamar berukuran 4 x 5 meter itu terlalu biasa untuk pasangan suami istri seusia mereka. Bahkan dikamar itu tidak ada figura besar maupun kecil foto pernikahan mereka.
Dikiri kanannya ada meja nakas yang diatasnya terdapat masing-masing lampu tidur mungil yang lucu bentuknya.
Pasti lampu tidur ini adalah pilihan Naura! fikir Affandi singkat.
Affandi menarik laci nakas itu perlahan. Ada beberapa carik kertas coretan tangan. Isinya macam-macam. Seperti kertas memo yang biasa ditempelkan dilemari kaca atau lemari es sebagai suatu pesan.
Tiga lembar memo. Affandi membacanya satu persatu.
__ADS_1
"AKU AKAN LEMBUR MALAM INI".
"Tolong bayar hutangku Rp. 25.000,- diwarung mang Dasri"
"JANGAN TELEPON AKU KALAU AKU BELUM PULANG"
Affandi merenung sejenak. Ia memprediksi, itu adalah tulisan tangan korban untuk istrinya, Naura Salsabila.
Affandi lalu memasukkan ketiga memo itu kedalam tas jinjingnya setelah ia masukkan terlebih dahulu kedalam kantung plastik warna bening.
Untuk yang terakhir, pengacara itu lalu masuk ke TKP. Yakni dapur rumah Naura.
Masih terdapat tanda lukisan tubuh korban dari kapur tulis warna putih, yang dibuat kepolisian ketika mengambil jasadnya.
Tiba-tiba merinding bulu kuduk Affandi. Pungguknya meremang sebentar. Dengan berdawam surat Al-Fatihah untuk sang arwah, ia akhirnya mengakhiri penyelidikannya dirumah Naura saat itu juga.
Affandi menyusuri jalanan sekitar rumah klien nya. Tujuannya adalah tetangga kiri kanan Naura untuk dia mintai keterangan.
"Sepertinya bu Naura memiliki hubungan terlarang dengan pria lain!" kata pembantu rumah tangga yang bekerja disamping rumah Naura.
Ya. Tetangga Naura kiri kanan adalah pasangan suami istri yang sama-sama bekerja. Jadi otomatis mereka jarang dirumah. Apalagi disiang bolong seperti ini. Hanya ada para asisten rumah tangga saja yang bekerja dirumah-rumah mereka.
__ADS_1
Berbeda dengan Naura. Yang memang asli Ibu Rumah Tangga. Yang tugasnya 24 jam mengurus semua pekerjaan rumah sendirian, tanpa bantuan asisten rumah tangga.
..........BERSAMBUNG...........