RAHASIA NAURA DIBALIK JERUJI PENJARA

RAHASIA NAURA DIBALIK JERUJI PENJARA
Masih Seputar Kemal dan Ayuni


__ADS_3

"Ma, maaf.... Mbak terbiasa melakukan itu pada Lyora!" ralat Ayuni dengan suara bergetar.


Kemal tak meneruskan wajah kagetnya. Ia melanjutkan makannya dengan agak tergesa-gesa.


Diluar suasana terdengar gemericik air, rupanya hujan tiba-tiba mengguyur bumi di malam hari sekitar pukul 9 malam lebih itu.


"Lyora kenapa belum pulang?"


"Tadi Lyora japri mbak, katanya mau nginap dirumah temannya. Kepegung hujan!"


Ayuni berbohong pada anak tirinya itu. Padahal yang sebenarnya justru ia lah yang mengirimkan pesan pada putri semata wayangnya itu agar menginap saja. Karena ia ingin memiliki kesempatan berduaan dengan Kemal.


Kemal berdiri dan berjalan kelantai atas menuju kamarnya. Setelah perutnya terasa kenyang, ia ingin mandi.


Baru saja tangannya memegang grendel pintu kamar hendak menutup, tiba-tiba Ayuni menahannya.


"Biar Mbak isi dulu bathtub kamar mandinya dengan air hangat!" katanya memberi alasan.


"Tak usah. Biar aku saja!"


Ayuni terlihat kecewa sekali. Tapi tetap berdiri didepan pintu dengan wajah menunduk.


"Mbak, maaf.... Aku mau mandi dulu!" pinta Kemal berusaha mengusir Ayuni secara halus.


"Sebenarnya ada yang mau mbak diskusikan sama Kemal!"


"Hhhhh.....! Tunggu di bawah, atau dikamar bapak. Nanti aku kesana!"


Ayuni menatap bola mata Kemal dengan tatapan memohon. Kemal hanya mengangguk dan segera mengunci pintunya setelah Ayuni bergerak pergi menjauh.


Kemal menarik nafasnya lagi. Semakin terasa ketidak-nyamanannya jika hanya berdua dengan ibu tirinya itu.


Ia merebahkan tubuh penatnya di atas kasur ranjangnya.


Menatap kelangit-langit kamar dengan fikiran menerawang. Bapaknya kondisinya sudah seperti itu. Cepat atau lambat dia akan menjadi penerus beberapa usaha milik bapaknya.


Dulu Kemal selalu menolak dan membangkang setiap perintah serta perkataan bapaknya. Dia benci sekali pada bapaknya itu. Ingin rasanya meludahi karena benci kalau tak takut dosa dan dikutuk jadi anak batu yang durhaka.


Kemal syukurnya masih tetap dianggap nomor satu oleh Datuk Irhamsyah, karena Kemal adalah anak yang memang ia idam-idamkan sejak awal menikah dengan ibuknya.


Bahkan sering juga Kemal menghasut dan merusak rumah tangga Bapaknya dengan istri-istri selain ibu kandungnya itu. Hingga akhirnya perceraian menjadi imbasnya.

__ADS_1


Kemal tahu banyak sepak terjang bapaknya dengan banyak wanita. Bahkan jika dia mau, ilmu bapaknya dalam mengambil hati wanita sudah bisa ia kuasai.


Bagaimana caranya mengambil hati wanita, membuat wanita jadi penasaran dengan dirinya, bahkan bagaimana hingga akhirnya wanita yang berusaha keras mengejar-ngejar dia. Kemal tahu caranya.


Tapi Kemal tidak ingin menjadi seperti bapak. Menhadi pria yang geragas pada wanita. Karena semakin ia mempermainkan hati wanita dengan bergonta-ganti cinta, semakin kosong pula hatinya.


Seperti halnya bapaknya. Bahkan kini, Kemal yakin sekali kalau bapaknya sedang dalam tahap penyesalan diri sendiri. Menjalani masa tua kesepian dan penderitaan kesakitan tanpa ada cinta yang benar-benar tulus untuknya.


Semua itu adalah karma baginya.


Meskipun ada istri disampingnya, tapi hati dan jiwanya kosong karena istrinya pun tak mengurusnya. Masih ada untungnya karena Tuhan masih memberinya kelayakan ekonomi. Jika tidak, entah bagaimana nasib tuanya. Mungkin bapak sudah menggelandang menjadi gembel.


Walaupun anaknya banyak dari beberapa perempuan yang pernah menjadi istrinya, tapi karena tingkah lakunya yang minus membuat hampir seluruh anaknya tidak ada yang respek kepadanya.


Semua karma buruk menjadi hukumannya didunia.


Itulah sebabnya, berpikir sebelum bertindak. Wajib kita ingat nasihat lama para orangtua jaman dulu.


Kemal membuka kancing kemejanya satu persatu. Berjalan menuju kamar mandi dan menyalakan kran showernya.


Sementara Ayuni hilir mudik, bolak balik, mondar mandir menunggu Kemal yang tak kunjung datang menemuinya.


Ayuni tahu tipe-tipe perempuan yang disukai Kemal. Anak tirinya itu tidak suka perempuan yang berdandan. Apalagi berdandan menor.


Ayuni juga telah mengganti pakaiannya dengan dres yang soft warnanya. Pakaian yang membuatnya tambah manis dan terlihat lebih muda.


Hanya sedikit kekurangannya. Bobot tubuhnya.


Ayuni memang kurus, hingga tulang-tulang tubuhnya terlihat menonjol. Membuat tubuhnya tak tampak seksi meskipun dresnya belahan depannya yang berbentuk V.


Ia menghela nafasnya. Sedih melihat dirinya yang kini. Kembali ingatannya melayang pada belasan tahun silam.


Ketika masa muda begitu indah membuai jiwanya. Tubuh sintalnya dengan sempurna membuatnya begitu banyak diincar kaum Adam disekitarnya.


Wajahnya, dulu bahkan wajahnya lebih cantik daripada Naura Salsabila adiknya. Hidungnya lebih mancung dan tubuhnya lebih bohay.


Sering ia berfikir, andaikan masa lalu bisa diputar ulang kembali. Andaikan masa remajanya bisa di putar balik lagi.


Hhhh.... Ingin rasanya memanfaatkan semua yang ada. Ingin rasanya merasakan indahnya masa remaja yang telah terbuang sia-sia karena menikah muda.


Ayuni, hanya tamatan SMP saja. Lulus sekolah setahun, langsung dinikahkan bapaknya dengan Datuk Irhamsyah.

__ADS_1


Dan wusssss...... Hilang semua angan, mimpi dan cita-citanya. Diusianya yang masih teramat muda, 15 tahun, Ayuni sudah menyandang predikat sebagai seorang istri.


Setiap malam digenjot Datuk yang memang begitu menyukai dirinya. Meskipun Ayuni seringkali melayani dengan deraian airmata dan luapan emosi tak berdaya.


Kehidupannya bagaikan patung manekin yang dipuja dan dipandangi setiap orang tapi tiada yang peduli. Miris dan menyakitkan!


Tak bisa berontak karena takut dan tak mengerti apa-apa. Hanya tangisan kepiluan. Hingga kadang Kemal datang melihatnya duduk dipojokan berurai airmata.


"Kenapa menangis?" tanya Kemal muda, saat itu.


Dan Ayuni hanya beringsut sambil menyusut airmatanya karena malu.


Bocah berwajah tampan berusia 13 tahun saat itu, memberinya saputangannya.


"Jangan menangis! Kalau menangis, tandanya kamu kalah dari Bapakku!" katanya lagi. Suaranya imut tapi nadanya tegas. Saat itu Kemal masih belum akil baliq karena suaranya belum pecah.


Ayuni muda hanya diam mendengar celoteh bocah tampan dihadapannya saat itu. Bocah tengil yang kadang menyuruhnya membuatkan mie goreng ataupun nasi goreng.


Dan bocah itulah yang kadang menemani dirinya. Menghibur hatinya yang penuh luka. Mengobati duka laranya tanpa ia sadari.


Hingga bocah itu perlahan tumbuh dewasa.


"Mbak Yun?"


Ayuni tersentak kaget. Kemal ternyata telah berdiri disampingnya dengan pakaian koko putih, sarung kotak-kotak serta kopeah hitam dikepalanya.


Semakin tampan! gumam hati kecil Ayuni.


Ayuni hendak menarik jemari Kemal. Tapi Kemal mundur lebih cepat.


"Jangan sentuh, maaf! Aku sudah berwudhu, mau baca Qur'an dikamar bapak!"


Merah padam wajah Ayuni seketika. Malu karena mendapatkan penolakan Kemal.


Memang. Sejak Kemal bercerita terakhir kali padanya tentang pertemuannya kembali dengan Naura, anak tirinya itu sering sekali menolak dirinya.


"Mari kita mengobrol dikamar bapak! Mbak bisa cerita padaku soal masalahnya!"


Ayuni menundukkan kepala. Terpekur diam memutar akal bagaimana caranya bisa mendapatkan perhatian Kemal lagi.


............BERSAMBUNG...............

__ADS_1


__ADS_2