RAHASIA NAURA DIBALIK JERUJI PENJARA

RAHASIA NAURA DIBALIK JERUJI PENJARA
Rahasia itu.........


__ADS_3

Tok tok tok....


"Mbak Ayuni? Masuk mbak!.... Sama siapa mbak kesi.....?..."


Plak!!!


Belum selesai kalimat pertanyaan Naura, Ayuni datang-datang langsung menamparnya.


"Mbak?.... A ada apa?"


"Jangan pura-pura kamu!"


Kakak tercintanya datang kerumahnya untuk pertama kalinya. Sendirian pula, dipukul 2 siang. Tanpa ba bi bu langsung melayangkan telapak tangannya yang pedas mendarat dipipi mulus Naura.


"Pura-pura apa mbak?"


"Kamu sudah membuat Kemal tergila-gila sama kamu!"


"Mas Kemal? Itu fitnah mbak! Kami memang murni berteman baik. Kak Fendy justru yang sering minta tolong pada mas Kemal karena mereka teman rekanan! Kenapa mbak bisa bilang begitu?!"


"Halah!!! Jangan pura-pura sok polos kamu, Plung! Ingat! Kamu harus sadar diri, kamu ini sudah punya suami dan tidak boleh 'berhubungan' dengan Kemal!"


"MasyaAllah mbak! Mbak Ayuni datang-datang terus marah-marah, menuduh aku 'ada main' dengan mas Kemal. Aku bersumpah demi Allah, mbak! Kami hanya berteman biasa saja!"


"Bohong! Aku sering dengar Kemal bercerita tentang kamu. Selalu tentang Naura dan Naura! Aku kesal sekali mendengarnya!"


"Mbak? Mbak cemburu padaku?... Atas dasar apa mbak cemburu padaku? Atas kapasitas apa juga mbak mencurigaiku?"


Plak!!!


Kali ini tamparan kedua terasa lebih menyakitkan bagi Naura. Terlebih ketika sepasang mata indahnya menangkap 'amarah luar biasa' yang berkobar ditatapan mbaknya, Ayuni Kartika.


Aku bisa melihat kobaran besar api cemburumu mbak!


"Kamu mencintai anak tirimu sendiri, mbak? Ya Allaaaah!!! Istighfar mbak! Istighfar....."


"Usir Kemal kalau dia main lagi kerumah ini! Kalau tidak, aku sendiri yang akan melaporkan perbuatanmu pada suamimu!" ancam Ayuni pada Naura.


"Perbuatan apa? Perbuatan yang bagaimana? Dan kami tidak pernah melakukan perbuatan mesum apalagi menyimpan 'bara api' seperti yang mbak lakukan!"

__ADS_1


"Hik hik hiks....!"


Ayuni Kartika, kakaknya Naura. Kini berusia 39 tahun. Dan sedang mengalami sindrom puber kedua. Ternyata..... menyimpan rasa 'lebih' pada anak tirinya.


Rasa yang tak biasa. Rasa yang haram, yang tidak sepatutnya hadir didalam hati seorang ibu tiri meskipun usia keduanya hanya terpaut dua tahun. Tapi itu bukanlah 'rasa' yang elok untuk disimpan Ayuni Kartika.


Meski cinta itu buta. Walau cinta itu tidak memandang status, umur maupun kasta. Tapi tak sepantasnya kakaknya mempunyai perasaan itu pada Kemal Pasha, putra pertama suaminya sendiri yang saat ini tengah tergolek lemah tanpa daya karena stroke menyerangnya setahun yang lalu.


Hhhh.....


Naura tidak membenci Ayuni. Tidak bisa.


Biar bagaimanapun Ayuni adalah kakak kandungnya. Meskipun dua kali telapak tangannya dengan keras mendarat dipipi kirinya, tapi Naura mengerti perasaannya.


Bertahun-tahun Ayuni hidup dalam 'penderitaan' yang sesungguhnya.


Menikah diusia muda, usia 15 tahun....dengan pria yang jauh lebih tua darinya. Tanpa cinta sama sekali. Justru dengan menyimpan dendam dan sakit hati yang mendalam pastinya karena terjerat hutang piutang bapak.


Naura mengerti keadaan hati Ayuni yang porak-poranda. Sangat mengerti.


Ia memeluk tubuh kurus kakaknya itu. Ikut menangis mengasihani luka batin Ayuni Kartika.


Dan kini,.... ternyata, hampir setiap hari putra tirinya yang tampan....dan hanya terpaut usia 2 tahun lebih muda darinya, yang selalu hilir mudik bolak-balik disekitarnya membuat Ayuni jatuh cinta.


Witing tresno jalaran soko kulino. Cinta tumbuh karena terbiasa.


Pribahasa Jawa yang sering Naura dengar dipelajaran basa daerahnya.


Lama Naura memeluk tubuh belakang mbaknya itu. Berdua mereka menangis bersama. Menyesali nasib dan takdir Tuhan yang terasa pahit mereka rasa.


"Jangan ambil Kemal-ku! Jangan Naura!... Aku kesepian! Aku membutuhkan perhatiannya padaku. Hik hik hiks....."


"Ora mbak! Aku ora bisa nglakoni, mbak! Mana mungkin aku berbuat seperti itu! Hik hik hiks....cintaku hanya untuk suamiku seorang saja!"


"Tapi sejak dia kembali menemukanmu, dia berubah padaku. Dia jarang pulang. Jarang menyambangiku dan jarang menchat-ku! Hik hik hiks...."


"Mbak! Kamu tidak boleh terus-terusan menyimpan rasa itu mbak! Kamu berdosa mbak! Jangan seperti itu! Dia anak tirimu!"


"Tapi aku mencintai dia, Mplung! Dia yang selalu menguatkan aku tetap bertahan disisi lelaki bangkotan itu! Karena dia-lah aku menerima semua takdir burukku ini, Nduk! Huhuuuhuaaa hik hik hiks..."

__ADS_1


"Mbaaaak! Mbak Yuni, hilangkan perasaan itu mbak! Buang jauh-jauh, mbak!"


"Kamu tahu apa Naura? Apa kamu tahu bagaimana deburan jantungku, ketika melihat senyuman manisnya yang begitu indah memuji masakanku yang enak? Apa kamu dengar detak jantungku yang berdegub keras, karena ajakannya setiap malam minggu pergi keluar bersama Lyora meskipun itu hanya untuk ke warung nasi kucing dan warung kopi membeli roti bakar saja?....


Kamu mana tahu, Naura!?!?"


Ya Tuhan! Mbak-ku jatuh cinta pada anak tirinya sendiri. Ya Illahi Robbi, aku harus bagaimana! Harus sedih atau harus bahagiakah!


"Apa....Kemal mengetahui isi hatimu?"


"Tentu saja aku menyimpannya rapat-rapat dalam hatiku ini! Aku tidak mau ia jadi benci padaku dan menjauhi pelan-pelan karena illfeel dengan perasaanku padanya!"


"Mbak.....!!! Aku prihatin mbak! Hik hik hiks...."


"Sejak dia cerita bertemu kamu, raut wajahnya semakin berbeda dimataku. Wajahnya indah sekali bersemu merah jambu ketika ia bercerita tentang kamu dan kamu. Dia juga lupa, bilang masakanku 'luar biasa'... dia tak lagi mengajakku keluar dengan motor bebek kesayangannya! Dia berubah gara-gara kamu!!!"


"Mbak! Tidak, mbak.... Kami tidak ada hubungan apa-apa! Sumpah demi Tuhan! Mas Kemal memang beberapa kali sowan kemari! Itu pun atas permintaan kak Fendy yang menitipkan amplop untukku. Tidak ada yang spesial diantara kami, mbak!"


"Bohong kamu!!!!" Ayuni berteriak histeris.


""Aku tidak bohong dan tidak pernah bohong padamu, mbak!"


"Aku selalu melindungimu! Menjagamu dari Datuk dengan selalu bercerita pada Kemal sejak pertama kali Datuk memintaku membawamu kerumah kami! Aku yang menyuruh dia 'menggagalkan' pernikahanmu demi masa depanmu, Naura! Akulah yang selalu menjadi 'tameng'nya. Dan aku kaget setengah mati ketika Kemal justru melakukan 'lebih' dari apa yang kuminta. Dia mencium bibirmu saat itu, ketika pertama kalinya bertemu kamu! Dan aku masih terluka jika mengingat itu!!"


Naura menangis sesegukan. Melihat kobaran besar dimata Ayuni menunjukkan betapa ia memang begitu besar pengorbanannya pada diri Naura. Sampai-sampai luka yang begitu besar dan menganga dihatinya sulit terobati.


Ayuni mengambil pisau dapur yang ada diatas meja makan bekas Naura mengupas buah mangga tadi siang.


"Tinggalkan Kemal! Jauhi dia! Kau harus menuruti keinginanku!"


Entah bagaimana tiba-tiba Ayuni mengacungkan pisau itu kearah adik semata wayangnya dan ternyata..... Fendy maju kedepan Naura hendak melindungi istrinya dan.......


Jleb.


"KAK!!!!!!"


Darah segar muncrat dari bagian dada Fendy yang terluka kena tusuk Ayuni.


..........BERSAMBUNG...........

__ADS_1


__ADS_2