
Jauh diseberang sana. Seorang pria lebih tua usianya beberapa bulan saja dari Naura, tengah melamun dipinggir galengan sawah.
Ya. Dialah Ismail, teman Naura sedari kecil.
Tumbuh dan besar bersama gadis manis, lincah, ceria bernama Naura adalah suatu anugerah terindah baginya. Anugerah yang selalu syukuri bahkan hingga saat ini.
Betapa bahagianya Ismail bila mengenang masa kecil dan masa mudanya dahulu.
🎶Aku masih ada disini
Masih dengan perasaanku yang dahulu
Tak berubah dan tak pernah berbeda
Aku masih yakin nanti milikmu
Aku masih ditempat ini
Masih dengan setia menunggu kabarmu
Masih ingin mendengar suaramu
Cinta membuatku kuat begini
Aku merindu kuyakin kau tahu
Tanpa batas waktu, kuterpaku
Aku meminta walau tanpa kata
Cinta berupaya
Engkau jauh dimata tapi dekat didoa
Aku merindukanmu
Aku masih didunia ini
Melihatmu dari jauh bersama dia
Walau pasti kuterbakar cemburu
Tapi janganlah kau kemana-mana
Aku merindu, kuyakin kau tau
Tanpa batas waktu, kuterpaku
__ADS_1
Aku meminta walau tanpa kata
Cinta berupaya....
Ooooooh
Aku merindu, kuyakin kau tau
Tanpa batas waktu, kuterpaku
Aku meminta walau tan0a kata
Cinta berupaya
Engkau jauh dimata, tapi dekat di doa
Aku merindukanmu
Aku merindukanmu
Aku merindukanmu🎶
Airmatanya mengalir tiba-tiba.
Alunan lagu dari penyanyi Ade Govinda feat Fadli Padi yang sedang booming karena menjadi OST salah satu sinetron stasiun televisi swasta itu seolah begitu jelas menggambarkan perasaan hatinya pada seorang teman masa kecil yang begitu dicintainya. Yakni, Naura Salsabila.
Tapi cintanya tetap tertuju pada Naura seorang saja.
Ia masih mengingat perjuangannya terus memepet Naura sejak masih kanak-kanak hingga remaja. Berharap persahabatannya bersama Naura berubah menjadi cinta timbal balik dan berujung dipelaminan.
Ternyata..... rasa sakit yang ia terima. Bahkan bertubi-tubi rasanya.
Pernyataan cintanya pada Naura, belum sempat ia dapatkan jawaban dari gadis manis cantik yang sedari kecil telah menjerat hatinya itu.
Naura justru pergi meninggalkan kampung ke kampung sebelah. Karena mengikuti ajakan mbak Ayuni kakaknya untuk tinggal bersama.
Awalnya, ia masih sangat berharap....Naura menjawab ucapan cintanya dan menerimanya sebagai seorang kekasih.
Tapi, ternyata hatinya harus terluka mendengar pembicaraan bapaknya dan bapak Naura di saung dekat sawah mereka.
Katanya Naura dipinta Datuk Irhamsyah untuk menjadi istri barunya.
Jantung Ismail serasa terkena petir yang menggelegar saat itu. Hangus, hitam menggosong hatinya.
Bagaimana tidak. Bandot tua yang padahal kakak iparnya Naura malah ingin mempersunting Naura tanpa punya malu dan rasa bersalah serta takut pada pandangan masyarakat pada umumnya.
Tapi apa daya. Kemiskinan membelenggu Naura dan juga dirinya. Hingga baik Naura maupun dia, tak bisa bertindak apapun. Tak mampu berbuat apa-apa untuk melawan tirani kekejaman Datuk Irhamsyah, tokoh masyarakat yang begitu disegani di semua kampung diwilayah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat itu.
__ADS_1
Hanya tangisan kepiluannya saja, pada saat itu. Dan doa pengharapan, semoga hubungan Naura dan Datuk Irhamsyah tidak berlangsung lama.
Karena Ismail sudah sering mendengar sepak terjang pria bangkotan yang suka kawin cerai itu.
Hatinya bisa ia obati. Berharap doanya terkabul. Tak apa hilang peraw*nnya, tapi bisa dapat jandanya. Begitu kata hatinya menghibur diri sendiri.
Terdengar kabar lagi, Naura berhasil melarikan diri dari pernikahan yang tidak ia inginkan itu. Gagal kepelaminan, membuat Ismail sujud syukur karena Naura masih belum berubah statusnya sebagai 'istri'.
Sayangnya setelah terdengar kabar berita itu. Justru Naura menghilang bak ditelan bumi. Tak diketahui rimbanya meskipun Ismail kesana kemari mencari.
Bahkan sudah berapa dukun dan cenayang paranormal yang Ismail kunjungi guna mengetahui dimana Naura berada. Tapi nihil. Padahal sudah beratus-ratus ribu uangnya dari hasil kerja serabutannya, ia gelontorkan. Namun semuanya hanya beromong besar dan palsu saja.
Ismail kecewa untuk kedua kalinya. Namun tetap masih berharap, suatu hari nanti Naura 'kan jadi miliknya.
Hingga tiba-tiba, matanya bagaikan melihat cahaya indah seolah kebahagiaannya ada didepan mata.
Naura, pulang kerumahnya. Berwajah semakin ayu, cantik menawan. Dengan bentuk tubuh semakin ideal. Terang saja membuat Ismail kembali jatuh cinta berpuluh-puluh kali lipat pada Naura.
Tapi,.... lagi-lagi seperti dagelan wayang hidupnya. Keesokan harinya bapak Naura malah menikahkan Naura dengan pria yang ikut bersamanya dari ibukota.
Dan menangis sejadi-jadinya dibelakang kedua mempelai, yakni Naura dan Fendy suaminya, ketika ijab kabul mereka berlangsung tanpa hambatan sama sekali.
Hampir gila Ismail. Otak dan perasaannya tercabik-cabik tanpa ampun. Hati dan jiwanya seolah terbang tertiup angin tak jelas arah.
Kosong dan hampa.
Merana.
Hanya bisa meratapi nasib buruk yang selalu setia menempeli dirinya. Hanya tangisan kekecewaan yang dalam dan pilu menemani hari-hari selanjutnya.
Ismail patah hatinya.
Terluka berkali-kali hingga nyaris bunuh diri, tapi tak mati-mati.
Ia malas makan, ogah mandi apalagi kerja untuk dirinya sendiri. Hanya bermalas-malasan dirumah, rebahan dan merokok daun kawung digulung sedikit tembakau. Begitulah sehari-harinya.
Itu berlangsung cukup lama. Hampir setahun kelakuannya begitu-begitu saja.
Hingga, Naura kembali pulang.....dengan berita menyedihkan. Dia habis sakit karena keguguran.
Ismail yang seolah melihat bidadari syurganya kembali datang, langsung berbenah diri.
Ia membersihan dirinya totalitas. Mandi berkali-kali, mencukur bulu-bulu lebat yang tumbuh diwajah dan tubuhnya setelah setahun lamanya ia biarkan begitu saja.
Demi untuk diperlihatkan lagi kejantanan dan ketampanan dirinya pada Naura. Apalagi, Naura mudik seorang diri tanpa diantar suami. Otomatis Ismail bisa melihat celah itu lagi.
Kesempatan dirinya untuk tebar pesona kepada Naura.
__ADS_1
............BERSAMBUNG.............