Rembulan

Rembulan
Long Distance-Long Distance an


__ADS_3

Sudah dua hari semenjak kepergian Juno ke Surabaya, ternyata kebersamaan mereka selama hanya beberapa hari telah merubah banyak hal dalam diri Bulan.


Ada perasaan berbeda yang membuatnya selalu teringat pada lelaki yang menjadi suaminya itu. Dalam sehari hampir dua kali mereka melakukan panggilan telepon. Jangan ditanya soal berkirim pesan, setiap waktu istirahat dihabiskan olehnya hanya untuk sekedar menjawab atau mengirimkan pesan.


"Lagi apa?" kembali pesan masuk ke dalam hp-nya.


"Biasalah masih kerja, baru jam tiga kan masa udah pulang" Bulan mengerutkan dahi, baru dua jam yang lalu Juno mengirimkan pesan menanyakan kabarnya.


"Mau pulang jam berapa?" hufft Bulan memijit kepalanya, terasa memusingkan. Jam pulang kantor rasanya sudah diketahui orang banyak. Mereka mulai bekerja dari jam 9 sampai ke jam 5 sore, tapi ini kok masih ditanyakan.


"Yah seperti biasalah jam 5 an. Paling telat magrib lah, setelah magrib baru pulang" balas Bulan


"Ngerjain apa sih sampai kerja ke magrib.. jangan terlalu malam pulangnya bahaya, aku kan lagi gak di Jakarta" perasaan dulu selalu pulang dengan Afi lewat dari magrib gak pernah diprotes.


"Iya... Aa emang gak ada kerjaan dari tadi kirim pesan melulu, aku ini lagi banyak kerjaan, jadi musti jawabin WA"


Bulan merasa tidak nyaman dari tadi ia seperti sibuk bermain hape. Hingga akhirnya ia memutuskan membalas pesan di web sehingga tidak terlihat bermain hp.


"Kepala aku pusing... mata sakit dari tadi bikin layout gambar baru di komputer" balas Juno, nadanya seperti laki-laki manja. Bulan hanya mengela nafas, bagaimana lagi saat ini semua orang sudah sangat tergantung dan terus menerus menatap layar komputer atau laptop.


"Istirahat dulu, liat pemandangan keluar yang hijau-hijau biar seger matanya" saran Bulan. Untunglah Pak Kevin sedang ada agenda rapat sehingga ia tidak terlalu sibuk.


"Hmm pengen menatap yang lain... hehehe" tulis Juno.


"Menatap apaan?" Bulan mengerutkan dahinya.


"Hehehe... Vitamin D"


"Astagfirullahaladziem... Aa ih..." Bulan menatap kiri dan kanan khawatir ada yang melihat, tapi akhirnya dia tersenyum sendiri. Siapa juga orang yang akan melihat, lagipula istilah vitamin ini hanya dia dan Juno yang tahu.


"Please aku mau liat, biar kepala ku gak pening lagi" sambungnya lagi.


"Ihhh.. gimana sih.. masa iya aku ngeliatin yang kaya gitu" Bulan melotot kesal menatap layar komputer, biarpun orangnya tidak ada di depan matanya, paling tidak memuaskan rasa kesalnya.

__ADS_1


"Kamu ke toilet, nanti kita video call disana atau kamu kirim foto" tulis Juno lagi.


"Gak ... gak mau..." jawab Bulan.


"Please... kepala aku pusing banget... mata rasanya sepet banget butuh pemandangan yang menyegarkan"


"Aku inget waktu di hotel dulu ngeliat kamu pakai tanktop... beuuuuh mantap banget" tulisnya lagi, Bulan tersenyum lucu membayangkan ekspresi suaminya yang sedang menulis pesan penuh hasrat tapi dengan wajah datar.


Yah, apa salahnya sih mengikuti keinginan suami, toh hanya mereka berdua yang tahu.


"Aku takut nanti fotonya ada yang lihat... kaya artis-artis yang diperas karena foto atau videonya ada yang nyuri" tulis Bulan.


"AKU JANJI LANGSUNG HAPUS"


"Aku juga gak pengen ada yang lihat istri aku, tapi sekarang aku lagi butuh banget" kembali Juno merajuk.


"Iya...iya sebentar aku ke toilet dulu." Bulan beranjak dari meja kerjanya.


"Mbak aku ke toilet dulu" Marrisa mengangguk sambil terus menatap laptopnya. Anjar juga tidak ada karena sedang menemani Kevin.


"Sudah belum?" kembali Juno mengirimkan pesan. Bulan menggerutu kesal


"Sabar... susah tau emangnya aku biasa bikin foto ginian" akhirnya ia membuka tiga kancing kemeja bagian atas, untung saja hari ini ia tidak memakai pakaian dalam sport, beberapa waktu belakangan ini ia membiasakan memakai pakaian dalam yang bermotif feminim dengan memakai renda.


Cengkrek... cengkrek.... Cengkrek.... Bulan mengambil beberapa posisi, ia tersenyum geli melihatnya. Ternyata dadanya lumayan bagus seperti model iklan pakaian dalam. Bulan menarik nafas panjang, dikirimkannya ketiga foto itu, tidak menampakkan mukanya sama sekali, ia khawatir kalau terjadi hal yang tidak bisa diprediksi.


Lama tidak ada jawaban membuatnya yakin kalau suaminya merasa cukup. Dirapihkannya pakaian dan beranjak keluar dari toilet.


Tungting ....tungting...tungting.... panggilan video... Mata Bulan membulat ada apa suaminya memakai panggilan video.


"Ada apa A..." Bulan melihat Juno di layar telepon.


"Buka lagi.... vitamin D.... buka lagi sekarang cepat" suara Juno terdengar mendengus tidak sabar.

__ADS_1


"Eh.... Aa dimana ini?" Bulan melihat di belakang Juno.


"Aku di toilet... buruan... buka lagi vitamin D aku udah gak sabar...." suara Juno terdengar tidak sabar dan mendengus kasar.


Bulan membuka kemejanya lagi, sudah ia perkirakan pasti jadi panjang urusannya ini.


"Buka terus... arghhhhh" mata Bulan membulat...apa yang sedang dilakukan suaminya disana.


"A... lagi ngapain...?" Bulan bingung kamera handphone Juno jadi mengarah ke dinding langit-langit.


"Jangan ditutup... buka sedikit lagi.. cepat... bukaa....arghhhh..." Bulan menjadi panik... jangan-jangan... OMG...


"HEI LAGI NGAPAIN DISITU.... JANGAN MESUM DI KANTOR.... KELUAR" terdengar suara teriakan keras di luar bilik toilet. Nafasnya langsung merasa terhenti, ya ampun itu seperti suara mba Icha... berbarengan dengan itu ia bisa mendengar suara Juno dari telepon..


"Argghhhhhh....." teriakan Juno membuat Bulan langsung mematikan telepon dan merapihkan pakaiannya.


"KELUAR...." kembali suara terdengar keras, perlahan Bulan keluar dari bilik toilet.


"Bulaaan.... lu lagi ngapain disana... sama siapa lu disitu?" ternyata benar Marissa.


"Hehehehe lagi pipis mbak..." jawab Bulan sambil tersenyum kecut.


Marissa menarik Bulan keluar dan membuka pintu toilet, benar saja tidak ada siapa-siapa disana.


"Sialan... lu phone se x sama si Juno" teriak Marissa. Bulan tersenyum kecut.


"Halal Mbak... sama suami..." jawabnya pasrah.


"Ingge gak apa-apa... lu bisa masuk..." teriak Marissa. Bulan langsung kaget, artinya dari tadi ada orang yang mendengar percakapannya dengan Juno.


Pintu toilet dari luar terbuka. Inneke masuk dengan muka penuh rasa ingin tahu.


"Si Bulan lagi phone se x sama si Juno... gila bener tuh anak...awas gw kemplang kalau ketemu... gak nyangka si Juno suka gituan"

__ADS_1


Lutut Bulan terasa lemas, setelah sekian lama tidak bertemu dengan Inneke, ia terpergok sedang melakukan panggilan geli-gelian berdua di telepon. Mau ditaruh dimana mukanya... Junaediiiiiiiii aku mauuuu eh maluuuuuuu


__ADS_2