
"Sayang.." Athar mendorong pintu kamar hotel.
Setelah menenangkan diri dengan mengendarai mobil tanpa tujuan, akhirnya Athar pun sadar kalau apa yang sudah dirinya lakukan terhadap Kenanga adalah sebuah kesalahan, tak seharusnya dirinya bersikap seperti itu terhadap Kenanga, harusnya Athar bisa lebih berfikir jernih dan mendengarkan alasan dari Kenanga, tak mungkin Kenanga mau bertemu dengan Riko begitu saja tanpa alasan yang kusus, bukankah selama ini Kenanga di buat trauma akan masa lalunya? Sungguh, Athar merutuki kebodohannya sendiri karena tak bisa berfikir dengan jernih dan terbakar api cemburu. Rasa cemburu Athar semata-mata hanya karena tak ingin kehilangan Kenanga dari hidupnya. Namun sikapnya yang emosional malah membuat Kenanga tak ada lagi di kamarnya. Kedua mata Athar menyapu seluruh ruang kamar hotel, mencarinya ke sana dan ke sini tapi Kenanga tak ada di dalam kamar tersebut. Athar mencoba menghubungi ponsel Kenanga tapi sayangnya ponsel Kenanga tertinggal di dalam kamar tersebut.
Athar berdiri mondar-mandir tidak jelas, waktu sudah menunjukkan pukul 01.16am membuat Athar semakin Risau, ingin pergi mencari Kenanga-pun Athar bingung harus mencari Kemana. Akhirnya Athar mencari ke Resto hotel, berharap Kenanga berada di sana. Namun saat tiba di resto hotel, dirinya juga tak mendapati Kenanga di sana.
"Sayang kau kemana" Athar mengusap wajahnya dengan kasar.
Sungguh Athar menyesali segala kebodohannya, andaikan saja dirinya tak marah dan tak berkata kasar kepada Kenanga mungkin Kenanga tak akan pergi menghilang seperti ini.
^
Kenanga mengerjapkan matanya, kedua kelopak matanya perlahan terbuka, kepalanya terasa pusing dan berat. Kedua mata Kenanga menatap sekeliling kamar, dan sedikit tersenyum,hatinya terasa lega karena kejadian bersama Riko hanyalah mimpi. Namun senyumnya langsung pudar seketika saat pintu kamar mandi terbuka dan terlihat manusia jelmaan iblis keluar dari dalamnya.
"Selamat pagi sayang" sapaan itu terlontar dari mulut Riko, membuat Kenanga langsung membuka selimut yang menutupi tubuhnya.
Tak ada ekspresi apapun, Kenanga terdiam, hanya buliran air mata yang membasahi kedua sudut matanya. Ternyata kejadian semalam bukanlah mimpi buruk , melainkan kenyataan buruk yang harus Kenanga terima saat ini.
"Sayang ada apa?" Riko mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang, tangan kokohnya hendak menyentuh pipi Kenanga namun dengan cepat Kenanga menepis kasar tangan Riko supaya menjauh darinya.
__ADS_1
"Kenapa kau melakukan ini?" ucapan Kenanga terdengar putus asa
Dunia Kenanga seakan runtuh, kebahagiaan di depan mata yang akan dia dapatkan bersama Athar rasanya itu kini tinggal mimpi, mimpi yang tak akan pernah terwujud, padahal minggu ini acara pernikahannya dengan Athar akan di gelar. Lantas apakah Athar akan menerima dirinya saat ini? Kondisi dirinya yang sudah di sentuh oleh pria lain. Kenanga semakin menangis sejadi-jadinya. Hatinya hancur, mengapa hal seperti ini harus menimpa dirinya. Kenanga semakin mengeratkan selimut yang menutupi tubuhnya. Kepalanya semakin terasa pusing, pipinya juga terasa sakit akibat semalam Riko memukulnya karena Kenanga terus saja melawan dan menolaknya.
"Sayang.." Suara Riko terdengar sangat lembut, namun membuat Kenanga semakin membencinya
"Jangan menangis, aku tidak akan kemana-mana. Kita akan menikah secepatnya" Kali Riko bahkan langsung merebahkan tubuhnya di samping Kenanga.
Riko memiringkan tubuhnya dan langsung memeluk Kenanga yang masih di balut selimut tebal. Kepalanya dia letakkan di ceruk leher Kenanga. Tak ada penolakan dari Kenanga, gadis itu hanya diam, diam bukan berarti menerima, tapi Kenanga sudah kehabisan tenaga untuk meladeni Riko. Pria jelmaan iblis di sampingnya sungguh membuat Kenanga merasa muak.
"Aku sangat-sangat mencintaimu" ucap Riko
Kenanga tersenyum putus asa, bahkan Kenanga langsung beranjak dari kasur tersebut "Kau sudah puas?"
"Apa kau mau melakukannya lagi?" Bentak Kenanga
"Tentu saja sayang aku mau lagi, tapi kali ini cukup sekali. Setelah menikah, kita akan melakukannya setiap hari"
"Iblis!!!" Kenanga melemparkan segala barang yang dia lihat dan Riko sama sekali tak menghindarinya.
__ADS_1
Tak ingin berlama-lama dengan pria dengan gangguan jiwa seperti Riko, Kenanga lantas mengambil pakaian miliknya yang tercecer di lantai lalu mengenakannya dengan cepat. Kemudian tanpa permisi dan berkata apapun, Kenanga langsung meninggalkan kamar hotel Riko.
Dengan perasaan yang bercampur tidak jelas, Kenanga membuka kamar hotel tempat dimana dirinya dan Athar menginap. Saat pintu terbuka, Athar yang sama sekali tidak tidur langsung beranjak berdiri dan benar saja, wanita yang sudah semalaman dirinya tunggu akhirnya kembali.
"Sayang.. astaga kau membuatku takut" Athar dengan tergesa-gesa berjalan menghampiri Kenanga, bahkan pria itu hendak memeluk Kenanga tapi sayangnya Kenanga malah memundurkan kakinya memberi jarak antara dirinya dan Athar
"Sayang..." suara Athar lirih, dirinya paham pasti Kenanga saat ini masih sangat marah karena dirinya sudah menyakitinya semalam.
Kenanga tak menjawab, pandangan matanya kosong, jiwanya seakan tak berada lagi dalam raganya. Dunianya runtuh, bahkan saat Athar memanggil dirinya dengan sebutan sayang, membuat Kenanga merasa semakin sakit bahkan bulir air mata kembali membasahi pipinya. Mungkin sebentar lagi Kenanga tak akan mendengar kalimat itu keluar dari mulut Athar lagi, pria itu akan segera membencinya jika mengetahui apa yang sudah menimpa dirinya dengan Riko semalam. Pria iblis itu benar-benar merenggut kebahagiaan dan dunia Kenanga.
"Sayang.. Maafkan Aku.." Athar terlihat semakin panik dan merasa bersalah saat melihat Kenanga malah menangis di hadapannya.
"Aku tau, tidak seharusnya aku bersikap seperti semalam, harusnya aku bisa mengendalikan emosiku dan mendengarkan penjelasanmu. Aku benar-benar minta maaf" Athar berjalan mendekat ke arah Kenanga
"Jangan mendekat" kali ini ucapan Kenanga ampuh membuat Athar tak bergerak dan hanya bisa memandang wanita yang dirinya cintai menangis di hadapannya
"Aku ingin pulang" ucap Kenanga sambil berjalan berlalu dari hadapan Athar menuju kamar mandi.
Athar hanya bisa menatap punggung Kenanga yang menghilang di balik pintu kamar mandi, Athar benar-benar menyesal akan segala sikapnya semalam. Dan Athar tau pasti Kenanga saat ini masih sangat marah dan kecewa terhadap dirinya.
__ADS_1
Di dalam kamar mandi, Kenanga membasahi seluruh tubuhnya dengan air shower yang mengalir, berharap tubuhnya bisa bersih, tapi semakin Kenanga membasahi tubuhnya, semakin terasa kotor. Bahkan berulang kali Kenanga mengusap bibirnya supaya rasa bibir Riko bisa hilang, tapi rasanya sangat sulit. Segala bayang kejadian pemaksaan Riko kembali berputar do kepalanya.
"Pria iblis!!!" Kenanga terduduk lemas di bawah guyuran air shower, air matanya mengalir bersama dengan derasnya air shower yang kini membasahi sekujur tubuhnya.