
Kenanga terlihat kembali menghubungi nomor ponsel milik Kekasihnya, Athar. Namun sayang sekali nomor ponsel pria itu masih tidak bisa di hubungi dengan kata lain tidak aktif, sungguh Kenanga merasa kesal. Kenanga terlihat kembali melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, pesawatnya sebentar lagi akan take off tapi dirinya belum berhasil menghubungi Athar untuk menjemputnya.
"Awas saja nanti" Kenanga mematikan ponselnya.
Kini Kenanga duduk tenang di dalam pesawat yang sedang mengudara membawa dirinya kembali ke kota kembang, sudah setengah bulan lamanya Kenanga berada di luar kota, dan selama dua pekan pula Kenanga merasakan kalau dirinya ternyata merasa ada yang hilang saat Athar jauh darinya, entahlah mungkin Kenanga kini sudah terbiasa dengan keberadaan Athar di sisinya, semua bentuk perhatian dan kasih sayang dari Athar membuat Kenanga merasa nyaman bahkan merasa kehilangan pria itu saat harus berjauhan darinya, meski setiap malam dirinya selalu bertukar kabar melalui panggilan video call tapi tetap saja Kenanga merindukan sosok Athar yang nyata bukan hanya sebatas gambar belaka.
Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam lamanya, akhirnya pesawat yang Kenanga tumpangi kini sudah tiba di Bandara Husein Sastranegara kota Bandung. Kenanga mengenakan kacamata hitamnya, di padukan dengan kemeja senada dengan celana jeans putih, terlihat begitu cassual tapi tetap memesona. Kenanga menarik kopernya menuju keluar bandara, rencananya Kenanga akan menggunakan taksi untuk kembali ke rumah, namun sebelum kembali ke rumahnya, Kenanga akan terlebih dulu mengunjungi kekasihnya untuk memberikan hukuman karena susah sekali di hubungi.
Namun tiba-tiba Kenanga di kejutkan dengan pergelangan tangannya yang di tahan seseorang hingga tubuh Kenanga berbalik dan langsung di peluk oleh seorang pria bertubuh tegap menggunakan jas kerja yang lengkap, Kenanga terkejut namun saat hidungnya mencium aroma parfum yang tak asing, membuat Kenanga diam tak bergeming.
"Tuhan selalu menjodohkan kita Kenanga" ucap Riko, tangan kokohnya memeluk Kenanga dengan erat seakan dirinya tak ingin melepaskan gadis itu untuk yang kedua kalinya.
"Aku tahu, kita akan di pertemukan kembali untuk memperbaiki masa lalu" imbuhnya, aroma wangi rambut Kenanga membuat Riko mabuk kepayang dan ingin berlama-lama memeluk mantan kekasihnya itu.
"Lepaskan aku" Kenanga mendorong tubuh tegap Riko dan melepaskan diri dari pelukan pria itu
Kenanga tersenyum sinis penuh ejekan, merasa geli akan sikap Riko, dulu pria di hadapannya ini meninggalkan dirinya tanpa alasan di hari pernikahan mereka, bahkan saat Kenanga menginginkan alasan atas kegagalan pernikahan mereka, dengan enteng Riko memberikan alasan di luar logika serta nalar manusia, sungguh menjijikkan pikir Kenanga.
__ADS_1
Tapi bukan Riko namanya bila menyerah begitu saja, sikap ambisiusnya untuk memiliki sesuatu sangatlah tinggi, hingga Riko menarik tangan Kenanga, mengajak gadis itu mencari tempat yang lebih sepi supaya bisa berbicara lebih leluasa dengan Kenanga. Parkiran mobil menjadi pilihan terbaik Riko saat itu, saat tiba di parkiran mobil Riko melepaskan pergelangan tangan Kenanga, dan kini keduanya saling berdiri berhadapan.
"Kenanga sayang" Riko berusaha menyentuh pipi Kenanga namun dengan cepat Kenanga menepisnya dengan kasar
"Jangan menyentuhku dengan tangan kotormu" seru Kenanga
"Kau lihat ini" Kenanga menunjukkan jari manisnya tepat di depan wajah Riko, sebuah cincin berlian yang cantik dan berkilau melingkar sempurna di jari manis Kenanga
"Aku sudah bertunangan, jadi berhentilah menggangguku" imbuhnya
Riko terkejut dan shock saat melihat sebuah cincin yang melingkar di jari manis Kenanga, tapi sebisa mungkin Riko bersikap tenang meski hatinya gelisah, namun Riko akan berusaha kembali membawa Kenanga kembali ke dalam pelukannya seperti dulu.
"Kau sudah gila? itu hanya sebatas Angan, sebatas mimpi yang tak akan mungkin menjadi nyata" sembur Kenanga.
Kenanga benar-benar tak habis pikir Riko bisa mengatakan hal gila semacam itu padanya, padahal dulu Riko yang membuang dirinya lantas mengapa pria itu saat ini bersikukuh kembali dengan dirinya? sungguh tidak masuk akal.
"Pengusaha mana ? Aku pastikan usahanya akan aku hancurkan supaya kau tahu kalau hanya aku yang pantas untuk bersanding denganmu" Riko berkata begitu sombongnya, karena Riko tau Rival bisnisnya yang paling kuat dan menjadi pebisnis nomor satu adalah Athira, jadi Riko bisa pastikan kalau tunangan Kenanga pasti levelnya berada di bawahnya.
__ADS_1
Kenanga kembali tersenyum sinis "Kau pikir dengan uang bisa membeli segalanya? Termasuk janji setia?"
"Riko, kau salah besar ! Tunanganku bukan seorang pengusaha sepertimu, dia hanya pria biasa yang menjadi pelayan masyarakat, mengabdikan diri untuk melayani orang-orang yang membutuhkan bantuannya, pekerjaannya mulia dan tidak sepertimu yang menggunakan segala cara hanya demi uang semata" tukas Kenanga
"Sudahlah, aku tidak ingin membuang waktu membicarakan hal yang tidak penting dengan orang sepertimu" Kenanga membenarkan kacamata hitamnya dan hendak berlalu pergi dari hadapan Riko tapi untuk kesekian kalinya pria itu menahannya.
"Kenanga, maafkan aku" ucapnya, kali ini suara Riko terdengar melunak dan datar
"Berikan aku kesempatan kedua, aku tidak akan menyia-nyiakannya, aku saat ini sudah memiliki segalanya. Kepercayaan dari papa bahkan bisnisku juga sudah berkembang maju" ucap Riko tapi perkataan Riko tak membuat Kenanga bergeming dari posisinya.
"Jauhkan tanganmu. Aku tidak mau di sentuh pria manapun selain tunanganku" tegas Kenanga.
Perlahan Riko melepaskan tangan Kenanga, tatapan matanya yang biasanya tegas dan ambisius kini berubah menjadi sendu, kedua manik matanya terlihat berkaca-kaca menatap punggung Kenanga yang perlahan menjauh darinya.
"Kenanga, andaikan kau tau" Riko memejamkan matanya, hatinya terasa sakit dan rapuh.
Bayangan beberapa tahun silam kini kembali menghantui dirinya, hari dimana seharusnya menjadi hari bahagianya bersama Kenanga berubah menjadi sebuah bencana untuknya, dimana hari itu Riko di paksa oleh papanya untuk pergi menghadiri lelang tender dari salah satu perusahaan asing terbesar di Asia, Riko berusaha menolak papanya, tapi papanya terus saja berdalih demi ribuan karyawan yang berada di bawah naungan perusahaan mereka, karena saat itu perusahaan milik keluarganya sedang mengalami kesulitan keuangan, bila bisa merebut lelang tender tersebut maka bisa di pastikan perusahaannya bisa selamat dari kebangkrutan. Riko tak memiliki pilihan lain, dirinya mengorbankan perasaannya demi ribuan Karyawan yang harus hidupnya Riko tanggung, bila perusahaannya bangkrut tentu saja karyawannya akan menjadi pengangguran yang tak bisa menghidupi keluarganya.
__ADS_1
Namun keputusan Riko saat itu pula sudah menghancurkan hati Kenanga, hingga membuat gadis itu membenci dirinya hingga seperti saat ini, sungguh menyakitkan untuk Riko, tapi Riko bertekad untuk merebut Kenanga kembali ke dalam pelukannya, apapun yang terjadi, kali ini Riko tak akan melepaskan Kenanga seperti dulu, meski papanya menjadi halangannya sekalipun.