
Satu tahun pertama sudah mereka lewati, sekarang menuju satu setengah tahun pernikahan mereka, saat Santi melihat di media sosial semua ibu diseluluruh dunia merayakan hari ibu bersama anak-anaknya.
ketika ia melihat foto anak-anak dan ibundanya tersentak hatinya, apa yang dituliskan di surat kabar ini sebenarnya bukanlah pemberitaan untuk ibu-ibu yang sudah mempunyai anak, akan tetapi ini ditujukan kepada saya yang belum berhasil menjadi ibu.
"Berbanding lurus dengan pasangan lainnya, tentu dalam kurun waktu satu setengah tahun ini belum ada apa-apanya sama mereka yang sudah lebih lama menunggu, tapi rasa sakit ini tidak bisa dipungkiri, pasti tak jauh berbeda,"Ucap Santi.
Hari itu, hatinya hancur, derai air matanya mengucur jelas di wajahnya, ia tak sanggup menahan rasa sedihnya dengan keadaanya saat itu. Namun lagi-lagi suaminya selalu meguatan Istrinya sepulang kerja.
Iman,"Kenapa kamu menangis sayang?
Santi," Aku tidak kuat melihat pemberitaan disosmed(sambil memperlihatkan layar androidnya).
Iman," Sudah...sudah kamu tidak boleh bersedih sayang!
Santi,"Kamu tidak tahu perasaan aku...........
Santi yang masih dalam keadaan kesal malah tambah kesal mendengar celoteh suaminya, ia pun marah-marah, sampai suaminya pun ia diamkan berhari-hari tanpa ngobrol sepata kata.
Melihat tingka istrinya, Iman menemui Ari sahabatnya bercerita tentang kejadian yang ia alami saat hari perayaan hari ibu.
Tok...tokkkk....tookkkkk....
Iman,"Assalamualaikum....
__ADS_1
Ari,"Waa'laikumussalam, ayo masuk man..
Iman," Terima kasih Ri..
Ari," ya, kayak siapa saja Man....., ada apa rupanya lu kemari?
Iman," Hmm, kangen lu aja Ri..
Ari,"Ah....pasti ada yang mesti lu ceritain kan?
Iman,"Iyaa....sebenarnya mau cerita sama lu!
Ari,"Soal bini lu bunting?
Iman,"Justru itu Ri...
Iman,"Masalahnya justru belum ada tandanya, jadi Santi sedih Ri...
Ari,"Sabar saja, nanti juga pasti ada Man...
"Semua itu sudah ada yang ngatur, hanya saja sabar apa tidak kita menunggu? tidak ada seorang pun tidak ingin menjadi ibu,"kata Ari.
"Terkadang rencana Allah itu lebih indah dari pada rencana kita sebagai makhluknya, ingin ini, ingin itu, kalau kata-Nya belum, ya... belum Man",Tambahnya.
__ADS_1
Mendengar jawaban sahabatnya, Iman langsung pamit pulang, ia kembali kerumah ingin membujuk istrinya dengan penuh sabar,"Sejatinya tulang rusuk perempuan itu tercipta dari tulang rusuk laki-laki dan tulang rusuk yang bengkok itu bengkok tidak mungkin aku paksa untuk lurus",ucapnya.
*Tok...tokkkk....tookkkkk....
Tok...tokkkk....tookkkkk*....
Iman,"Assalamualaikum....
Santi,"Waa'laikumussalam
Iman," Sorry dik santi, abang kemarin tidak paham perasaanmu!
Santi," Sebenarnya Santi yang salah bang...,tak seharusnya marah-marah.
Iman," Iya ndak apa, yang kemarin-kemarin dik, sekarang kita buka lembaran baru!
Santi pun menyadari kesalahannya, tetapi suaminya sedikit pun tak ingin membalas kemarahannya, yang sudah mendiamkan suaminya selama tiga hari.
Santi,"Bang santi rindu senyummu?
Iman," Ini nah senyumku( Senyum palsu, dengan memaksakan).
Santi," Iiiihhhh...abang(manja).
__ADS_1
Iman," Sorry, abang becanda..
Sejak kejadian itu, keduanya jadi belajar bersabar dan menunggu datangnya si buah hati yang selama ini mereka nanti-nantikan. Meskipun terkadang rasa sakit itu muncul dalam benak Santi. Namun sang suami tetap berusaha mengayomi istrinya atas dasar cinta dan kasih sayang yang sudah mereka rajut.