
“Tadi pagi sarapan gak?” sudah dua malam Juno di Surabaya, malam itu mereka kembali melakukan panggilan telepon jarak jauh.
“Sarapan dong, kalau di rumah mertua aku mesti satsitset pagi-pagi biar keliatan menantu teladan” Bulan menirukan gerakan tangan pendekar di depan telepon.
“Memangnya kamu masak apa?” suara Juno sudah terdengar serak seperti sudah mengantuk.
“Biasaalah… nasi goreng… hehehehehe, hanya itu yang aku bisa buat menu sarapan” Bulan kembali merebahkan diri.
“Lain kali aku mau dibuatin sarapan bubur” ucap Juno sambil berganti posisi.
“Bubur gandum mah aku bisa, dicampur sama krim sup biar enak”
“Kalau bubur nasi lama bikinnya mesti penuh kesabaran dan dedi dan kasih”
“Bikin lama ari makannya sebentar kan tidak seimbang dengan energi yang dikeluarkan” protes Bulan, Juno tersenyum mendengarnya.
“Kamu terlalu perhitungan sama suami” kali ini Juno yang protes suaranya terdengar mulai berat dan mulai menguap.
“Bukan perhitungan tapi menghemat energi Aa-ku sayang… supaya energi bisa dipakai sama yang lain”
“Jadi kalau mau bubur ayam beli aja… toh cuma buat Aa sendiri, kecuali dimakan sama banyakan mendingan bikin sendiri” muka Bulan terlihat menyabar-nyabarkan diri.
“Kamu udah sayang sama aku ternyata?” Juno kembali tersenyum.
“Eww… suka kegeeran gitu” Bulan membalikan tubuhnya, matanya sudah mulai memejam dan sulit kembali membuka.
“Tadi bilang Aa sayang”
“Ehmm… ya daripada bilang Aa jelek mendingan Aa sayang, udah ah jadi ngelantur gak jelas… kita tidur sekarang. Aku capek ngantuk!” mata Bulan memang sudah terlihat merah.
“Aku masih pengen denger suara kamu tapinya…” seharian Juno tidak bisa membuka hp karena jadwal yang terlalu penuh.
“Nanti aku rekam voice note biar Aa bisa dengar ulang-ulang” Bulan menarik nafas panjang. Kesadarannya sudah mulai hilang timbul.
“Ya cerita apa aja, tapi jangan cerita bahasa inggris lagi, gak rame…” ucap Juno.
“Aku sampai harus mikir maksud cerita kamu apa, itu gara-gara Bahasa Inggris kamu yang abal-abal!”
“Hei… jangan tidur dulu!”
“Kasih kiss dulu!”
“Bul…”
“Bulaaaaaan… Muneeeeey….Muneeeey heeeii… kiss dulu!”
Tapi apa daya Rembulan sudah tenggelam di balik awan, dengan mata yang sedikit terbuka dan bibir yang tidak mengatup Bulan benar-benar sudah merasa lelah.
Juno tersenyum dengan penuh rasa sayang, muka Bulan yang terlihat polos dan lugu membangkitkan kembali semua memorinya tentang perempuan yang sekaramh menjadi istrinya itu.
“Selamat malam sayang… mimpi indah… mimpikan aku saja jangan yang lain” Juno tertawa sendiri.
“Kata orang kalau kita bicara pada orang yang tengah setengah tertidur itu seperti proses mencuci otak” ucapnya sambil memandang Bulan yang tertidur lelap.
“Jadi aku akan mencuci otak kamu sekarang…” kembali Juno tertawa sendiri.
__ADS_1
“Hmm… Rembulan ingat kalau untuk kamu sekarang Anjar tidak berarti apa-apa. Semua rasa nyaman dan senang yang kamu dapatkan dulu tidak sebanding dengan rasa senang dan kenyamanan yang dirasakan dari Juno”
“Ingat rasa senang dan kenyamanan yang kamu dapatkan dari Juno lebih baik dan hebat daripada yang didapatkan dari Anjar”
“Rembulan kamu harus ingat”
“Tidak ada laki-laki yang lebih tampan dan hebat selain dari Juno”
“Dia lebih tampan dan keren daripada mantan gebetan kamu…”
“Aku kok lupa yah siapa namanya” Juno menggumam sendiri
“Ahhh… pokoknya untuk kamu gak ada laki-laki yang lebih hebat, lebih tampan dan lebih keren daripada suamimu sendiri,Juno” suaranya memberikan penekanan pada kata hebat, tampan dan keren.
“Ketiga… Rembulan kamu harus ingat!”
“Kamu bisa memasak semua makanan yang diinginkan suamimu…”
“Kamu bisa masak bubur, nasi goreng, rendang, steak, pasta, ayam goreng, … aku ulangi kamu bisa memasak steak, pasta, ayam goreng dan bubur untuk suamimu!” Juno tampak berusaha menahan tawa.
“Terakhir… Rembulan ini hal yang paling penting kamu ingat!”
“Kamu adalah perempuan yang suka bermain se ks, kamu senang menggoda suamimu. Posisi yang kamu suka adalah woman on top… ingat woman on top!”
“Kamu suka menggoda suamimu setiap malam, karena buat kamu memberikan kepuasan se ks untuk suami adalah tujuan hidup”
“Pelayanan Se ks adalah tujuan hidupmu untuk suami!” Juno kembali memberikan penekanan pada kalimat terakhir.
“Wong edan!” tiba-tiba saja Bulan membuka mata dan melotot kemudian langsung mematikan handphone. Juno yang terperangah awalnya saat mengetahui Bulan ternyata terbangun akhirnya menjadi tertawa terbahak-bahak di kamarnya, betul-betul mood boster
“Kamu tuh lagi ikut pengajian atau nonton film bo kep sih? Orang lain itu jadi suka ikut mendesah tapi kamu malah banyak istighfar” protes Juno yang lama-lama terganggu karena Bulan seperti sedang menonton film horor, menyembunyikan diri tapi diam-diam terus ikut melihat.
“Aku kaget… itu perempuannya kok beranian… astagfirullah…” kembali Bulan bersembunyi ke belakang tubuh Juno”
“Ahh berisik kamu… sini aku ajarin langsung aja” akhirnya lebih mudah untuk praktek demonstrasi daripada melihat simulasi.
**********************************
Hari Jumat sore Bulan meminta ijin untuk pulang ke Ruko kepada Mama, walaupun sebetulnya Juno baru akan pulang di hari Sabtu sore. Mama Nisa awalnya tidak mengijinkan karena khawatir kalau bermalam di Ruko sendirian, tapi Bulan meyakinkan kalau semuanya akan baik-baik saja dan lingkungan di Ruko yang aman. Ia ingin merapikan dan membersihkan Ruko sebelum suaminya pulang, akhirnya dengan berat hati Mama Nisa mengijinkan dengan perjanjian kalau sekiranya merasa kesepian Bulan harus segera pulang kembali ke rumah.
Ternyata tinggal di tempat sendiri lebih nyaman dan bebas, bisa langsung duduk selonjoran di depan TV setelah pulang dari kantor dan makan cemilan dengan kaki diangkat ke sofa. Kalau dirumah Mama Nisa, ia berusaha untuk menjaga perilaku apalagi saat suami tidak ada di rumah.
Tuluit...tuluiit...tuluiiit. Terdengar hp berbunyi, biasanya kalau jam delapan A Juno yang telepon pikir Bulan langsung menekan tombol hijau untuk menyambung bicara.
“Assalamualaikum…” tanpa melihat layar Bulan menjawab telepon.
“Kamu kenapa ke Ruko gak bilang-bilang?!” seperti sudah di duga, Tuan Muda yang telepon.
“Surpriseee… kalau bilang nanti pasti dilarang”
“Besok kan Aa pulang jadi aku mau bersihkan dulu Ruko supaya kinclong saat Tuan datang” jawab Bulan, matanya asyik menatap layar TV yang menayangkan serial detektif kesukaannya.
“Sibuk yaah? Seharian meni gak ngasih kabar?”
__ADS_1
“Untung aja aku sibuk jadi gak nungguin kabar dari Paduka yang Mulia”.
“Atau jangan-jangan Aa main ke pantai… hari terakhir pengen liat telor ceplok di pantai!” Bulan tersenyum sinis membayangkannya.
“Aku sibuk beresin kerjaan biar cepet beres” jawab Juno cepat.
“Buka pintu!, aku gak bisa masuk kalau handle atas sama bawahnya dikunci begini!” ucap Juno lagi.
“Pintu apa? Kamar hotel? Aa ngelindur? Aku di Jakarta A… Salah kamar kali liat lagi nomor kamarnya… “ Bulan tertawa sendiri membayangkan Juno yang salah memasukan kartu kamar hotel.
“Aku pernah loh A kaya gitu, main swipe aja… sampai kesel kenapa gak hijau terus… malah tulalit… tulalit…”
“Aku udah emosi mau turun ke resepsionis lagi… eh tiba-tiba pintunya ngebuka dari dalam… keluar bule…
“Excuse me… may I help you…?”
“Ya Allah Aa itu bulenya ganteng kaya penyanyi Michael Learns To Rock yang cakepnya itu loh” Bulan menghentikan cemilan saking bersemangatnya.
“Aku menjerit gitu… kaget bayangin… tetiba di kamar yang akan aku masukin keluar laki-laki… Gimana gak kaget coba… Gimana kalau pas aku udah masuk ternyata dia udah di dalem lama… ya Allah… kaget pake banget!”
“Aku sampe speechless gak bisa ngomong”
“Trus… kamu akhirnya ngomong apa?”
“Aku bilang… Oh.. sorry… I just wanna go to my room but I think the key is broken”
“Trus dia bilang what is your room number? Dia bilang... “
“Terus aku bilang 544… eh dia senyummmm… hadeuuuh ajaib aku baru ngeliat itu gigi sampai kinclong ngebaris kaya mutiara… jadi pengen tanya pasta giginya apa”
“Dia bilang aku salah kamar, kamar 544 itu yang sebelah, yang ini 566… emang nomornya itu ngederet atas bawah… aku kirain yang 566 itu yang dia….”
“Aslinya maluuuuu…. Udah gitu kedengaran dari dalam kamar suara cewe “Honeey who is she? Beuuuh ternyata bawa istri… hancurlah sudah harapan aku A… kiraian jodoh yang dikirim Allah… judulnya salah kamar berakhir di pelaminan” Bulan mengakhiri ceritanya sambil menggelengkan kepala menyesali mimpi indahnya di masa lalu.
“Hmmm biarpun kamu suka sama dia dijamin Bule nya gak akan suka sama kamu!” jawab Juno kesal.
“Ehhh kata siapa, muka aku tuh eksotis lagi, mata besar tapi agak menyipit seperti almond, bola mata agak kecoklatan, alis tebal hitam aku gak pernah pake pensil alis kaya perempuan di instagram, trus nilai jual aku yang paling plus-plus adalah di bibir”.
“Gak pakai filler juga udah gede… Aa aja udah ketagihan sama pillowy”.
“Bukan soal fisik tapi soal kemampuan berpikir cepat terus kamu tuh berisik ngomong terus!”.
“Bule gak suka sama perempuan yang suka ngomong berisik kaya kamu!” ucap Juno lagi dengan kesal.
“Aku tadi udah bilang aku gak bisa masuk kalau slot atas dan bawah dikuncikan… aku udah sepuluh menit berdiri di depan pintu!”
“Dengerin cerita kamu yang gak penting tentang Bule yang tertukar”
“Buruan turun buka pintu … AKU UDAH DI DEPAN!!” teriakan Juno di telepon sampai terdengar dari luar saking kerasnya. Bulan langsung terlonjak, ternyata Juno pulang lebih cepat.
“Arghhhhh Aa udah pulaaaaaang….. Yeaaaay kirain bohongan… bilang atuh dari tadi malah dengerin cerita aku”
“Bang Toyib…. Bang Toyib…. Ternyata udah pulang… lay...lay… lay aku bisa dibelai….” sambil turun Bulan bernyanyi dengan semangat.
Adeuuuh yang butuh belaian meni semangat. Awas loh Bulan besok bakalan ada kunjungan dari musuh dalam selimut… kudu hati-hati.
__ADS_1