
Bulan PoV
Memiliki usaha sendiri bukan perkara mudah, terkadang orang merasa asal memiliki tekad dan keyakinan di jamin akan berhasil. Mungkin karena aku dibesarkan pada keluarga yang memiliki pekerjaan tetap sebagai guru sehingga terbiasa hidup stabil. Memiliki gaji yang besarnya pasti setiap bulan, mendapatkan bonus minimal dua kali dalam setahun saat lebaran dan saat anak harus masuk sekolah. Membuat keberaniannya untuk menjalani hidup di dunia wirausaha menjadi sangat riskan.
Selama beberapa hari ini, aku mencoba menghitung aset yang dimiliki, uang di tabungan yang kartu atm-nya aku pegang tidak pernah aku ambil untuk keperluan pribadi kecuali untuk keperluan belanja harian. Kondisi saat ini yang membutuhkan uang tunai dalam jumlah besar menjadikan aku harus lebih hati-hati dalam membelanjakannya.
Uang cash yang aku miliki pribadi di tabungan hanya uang pemberian Bapak, sedangkan mas kawin yang nilainya hampir seratus juta lebih aku masih titipkan di Mama. Dengan kondisi sekarang yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain khawatir tercecer atau hilang. Aku hanya memakai cincin pernikahan saja, lagi pula bukan penggemar perhiasan. Uang simpanan investasi di Anjar masih belum ada kabar beritanya, hanya bisa berdoa semoga bisa kembali. Uang tabungan berjangka baru bisa diambil lima tahun kedepan… betul-betul tahun ini adalah tahun yang penuh kewaspadaan.
Membuka usaha baru banyak sekali yang harus dipertimbangkan, mungkin sebetulnya A Juno tidak bermaksud untuk melangkah secepat ini, gara-gara bertengkar dengan Papa Bhanu hingga akhirnya harus meninggalkan rumah dan kemudian merasa tidak nyaman tinggal di kost-an bersamaku, menjadikan langkah menyewa Ruko menjadi pilihan pertama untuk membuka usaha.
Sebetulnya kalau tidak mahal sih tidak masalah, hanya masalahnya harga sewa yang cukup tinggi ini yang menjadi kekhawatiranku. Pengalaman menghitung nilai aset perusahaan yang layak di investasi membuat otak audit nilai mutu usahaku berjalan dengan cepat untuk menilai kecepatan perusahaan yang akan dirintis ini bisa Break Even Point.
Dalam memulai usaha hal yang harus dipertimbangan paling awal adalah produk yang ditawarkan, dan produk yang diusung oleh A Juno adalah jasa yaitu jasa konsultasi interior. Kalau aku analisa, jasa interior bukanlah jasa primer yang kalau tidak dipakai, akan membuat orang mati seperti jasa kesehatan, atau orang menjadi bodoh seperti halnya jasa pendidikan. Jasa interior adalah jasa sekunder atau bahkan tersier bagi sebagian orang.
Dengan kondisi ekonomi rata-rata orang Indonesia menengah ke bawah, kebutuhan untuk memakai jasa interior rumah biasanya hanya untuk kalangan menengah ke atas, dan perkantoran atau jasa kuliner yang membutuhkan tampilan estetik. Walaupun di Indonesia saat ini usaha perkantoran dan kuliner sedang berkembang, tapi tetap saja masih dalam tahap kebutuhan sekunder bukan yang utama. Ini berarti konsumen atau pemakainya masih terbatas, ini menjadi kendala kedua yang perlu diatasi dalam mengembangkan usaha ini.
Hal ketiga adalah walaupun A Juno adalah pemain lama di dunia desain, tetap saja dibutuhkan strategi pemasaran yang solid untuk bisa menjual nama perusahaan sebagai brand konsultan desain yang riabel. Ini berarti tambahan biaya karena harus mengiklankan perusahaan di internet dan pasar bisnis, dan tentu saja membutuhkan uang yang tidak sedikit.
Hal keempat dan sangat penting di awal usaha adalah memiliki pekerja yang mau dan siap untuk berjuang bersama. Siap untuk dibayar dengan gaji minimalis dan bahkan mau berinvestasi agar bisa mengembangkan perusahaan lebih baik lagi kedepan. Itu sebabnya aku berpikir untuk terus bekerja supaya tidak menambah beban A Juno dalam mencari nafkah, syukur-syukur bisa membantu menambah modal usaha.
Sehingga saat Sarah datang perasaanku campur aduk, antara lega dan khawatir. Lega karena pasukan yang bisa bekerja sama bertambah, tidak terfokus bebannya pada A Juno lagi, aku melihat Sarah sebagai perempuan yang berkemampuan, pasti dia bisa membawa keuntungan materil dan immateril kalau bergabung. Hanya saja masalahnya satu DIA SUKA SAMA A JUNO.
Saat tadi menyapanya, aku sempat lupa perempuan itu, tapi waktu dia menyebut aku sebagai asisten rumah tangga langsung ingat pada perempuan ketus yang dulu ada di kantor A Juno. Dari tatapannya yang kesal saat melihatku dan muka penuh harap saat melihat A Juno, langsung bisa mengambil kesimpulan kalau dia akan menjadi magnet negatif kalau ikut kerja bersama disini, tapi heiii… hidup itu pasti penuh tantangan, tinggal kita yang mesti berstrategi untuk bisa menghadapinya.
Kudengar mereka berdebat, jadi penasaran apa yang dibicarakan. Shiiiits…. Ngomongin aku punya bumper gede… please deh kok ngebahas fisik sih. A Juno kenapa lagi gak marahin Bang Doni.
Ewww…. Menghina aku bodoh lagi cuma ngandelin badan… kurang a jar ini cewek, disangkanya aku bakalan takut sama dia, badan cungkring kaya gitu, nungging juga gak ada bedanya dia sih. Mikir gak sih dia, cowok yang dia sukai itu sukanya sama yang dadanya gede dan pantatnya ngisi makanya influencer banyak yang bikin video exercise dua bagian itu, mungkin karena memang nilai jual perempuan ada disana… Damn… aku jadi ngebenerin pikiran Bang Doni... ini yang salah perempuan sering dinilai dari ukuran fisik, dan aku gak suka itu, awas nanti Bang aku sleeding kau. Musti dihentikan obrolan unfaedah itu. Ini mesin cuci kenapa lagi udah dicolok tombol power tapi malam muter-muter gak jelas.
“A… ini mesin cuci ngejalaninnya gimana? Kok beda sama yang punya di kost-an?” akhirnya ada alasan juga menghentikan obrolan mereka, emangnya enak diomongin orang terus kita bisa denger. Dan si Jelangkung masih saja terus komen soal bumper, cewek kaya ginih musti dikasih kompor meledug biar mikir. Pas A Juno masuk ke kamar mandi, sengaja pas A Juno mijitin tombol mesin langsung aku tempel dan gesek dengan bumper belakang yang tadi mereka bahas… langsung deh ON. Hahahahah tinggal bikin desahan dan jeritan kecil biar panas kupingnya.
“Aa ihhhh…. Aa…. diem” drama-drama dikit lah Bos.
“A.. itu nanti ada orang liat iiih” bisikku berusaha menahan tangannya yang sudah merayap kemana-mana.
“Breng sek mereka pada datang pagi-pagi padahal kan aku pengen sekali lagi” beuuuh ini sih pancingannya jadi kebablasan… Bahaya.
“Tutup dulu pintunya, malu…” ucapku… ehhh… gak pake tata tertib, dia main tendang aja sambil gak ngelepas pegangan dari vitamin D.
“Aa ihh..hmppp” gak bisa ngomong kalau kaya gini, mungkin ini yang disebut ngemil siang-siang.
“Huaah… ok kita lanjut nanti kalau mereka udah pada balik” akhirnya lepas juga...hufftt laki-laki gak bisa digesek dikit langsung nyetrum. A Juno menarik napas menenangkan diri sambil mengusap bibirnya… sambil menunggu si adik kembali tenang.
“Iseng banget sih” ucapku kesal, dia malah ketawa nyengir ihhhh ngeselin.
__ADS_1
“Sana keluar nanti Bang Doni makin berisik!” kudorong dia keluar dari kamar mandi,
“Kasih vitamin C dulu lagi dikit” ehhh masih minta bonus lagi, bibirnya nyosor-nyosor aja… ampun deh Afiii… kakak kamu mesum gini. Terpaksa dikasih sentuhan singkat sambil dipeluk biar semangat.
“Muachh… semangat kerjanya ya” ucapku. Kalau udah kaya gini suka beneran sayang sama manusia es batu.
Setelah drama ngemil snack selesai, ternyata Jelangkung bikin ulah lagi, minta nyewa kamar yang ditempati berdua….
“But… WAIT… dia masuk ke kamar” OMG...OMG...OMG… pakaian dalam yang semalam di lempar sama A Juno, tadi belum sempat aku beresin, pasti masih berserakan di lantai… hadeuuuuh ya Allah malu.
Whaaat… sepuluh juta… kalkulator bisnisku langsung jalan. Bener juga ngapain juga kamar dikosongin, mending disewakan supaya ada income yang pasti setiap bulannya. Gak akan bisa ngarepin Bang Doni buat bayar sewa kamar, soalnya dulu dia bilang cuma dipakai buat numpang istirahat siang aja. Uedaaan… dia ngebet pengen pakai kamar utama, hahahahah...ini bisa aku dimanipulasi... di saat orang punya ambisi biasanya suka dipengaruhi oleh emosi dan akal sehat suka kalah.
“Boleh kalau mau kamar itu.. Tapi sewanya lima belas juta… take it or leave it” ujarku sambil membawa keranjang kosong, dan A Juno melotot kesal, pasti emosi kalau aku ikut campur dalam urusannya.
“Bulaaaan….” teriaknya kesal. Hehehehehe… gampang banget ngambek, padahal tadi sudah dikasih cemilan. Aku cuma nyengir mendengar teriakannya, matanya seperti ingin menelanku hidup-hidup, segera ku hampiri kemudian berbisik.
“Gak penting kamar mandi di dalam atau di luar”
“Yang penting orang yang di dalamnya…selama kita barengan sekamar, dikamar manapun ok”
“Aa pilih mana? kamar mandi di dalam tapi gak bisa cuci baju bareng, atau kaya tadi… sambil nyuci baju terus bisa nyuci yang lain” bisikku sambil tersenyum.
“Kamu tuh….” Juno tersekat, ia seperti kehabisan kata-kata untuk mengomeliku.
Seorang Juno bukan tipe yang gampang pindah ke lain hati, contohnya sudah bertahun-tahun putus dari Kak Inne, baru bisa memutuskan menikah denganku, level perempuan seperti Sarah tidak akan dengan mudah mengambil alih hati A Juno, apalagi dengan kondisi sekarang Kartu As-nya aku pegang, selama kebutuhan makanan pokok dan cemilan terpenuhi Insya Allah dia akan lurus-lurus saja. Hanya aku yang butuh lebih sabar dengan mulut perempuan di depanku ini, ngomongnya sadis gak di filter. Model pedes kaya gini jangan dibawa pedes, ibarat kata kalau sudah makan yang pedas sebaiknya kita minum susu supaya menetralisir tidak sakit perut. Sekarang aku harus bersikap seperti susu dengan perempuan seperti ini, bersih, gak pake rasa dan terasa enak kalau dingin.
“Gimana deal?…OK aku bayar lima belas juta sebulan, tapi di kamar tidur utama” ucap Sarah puas. A Juno masih diam dan menarik napas panjang, melirik ke arahku yang langsung ku sambut dengan anggukan sambil tersenyum, akhirnya dengan berat hati dia menjawab.
“Ok… lima belas juta sebulan” jawab Juno, Aku langsung tersenyum lega, akhirnya beban biaya sewa Ruko berkurang, malahan gaji tidak habis semuanya. Soal tidak menempati kamar utama tidak masalah bagiku yang penting beban A Juno untuk membayar sewa bulanan Ruko tidak terlalu besar. Biaya bulanan yang sekarang harus kita siapkan tentu saja listrik, pam dan biaya tidak terduga lainnya. Selama belum ada pemasukan harus bisa berhemat dulu. Aku bukan anak CEO yang bisa mendapatkan suntikan dana dengan cepat, kalaupun Papa Bhanu punya perusahaan besar, aku sangsi A Juno mau minta bantuan pada Papanya.
Author PoV
“Bulan… lu waras?” tanya Bang Doni yang melongo mendengar transaksi barusan, dia tidak menyangka kalau Bulan menyetujui Sarah tinggal bersama.
Bulan menatap Doni dengan kesal.“Aku dengar Bang Doni nyamain aku sama bumper! ENAKNYA AJA MEMANGNYA AKU MOBIL! Jangan sekali-kali lagi memberikan label pada perempuan terkait fisiknya. Pelecehan tau!” ucapnya sambil melotot. Juno tertawa mendengarnya, ia sudah memperkirakan kalau Bulan akan marah kalau mendengarnya langsung. Tanpa suara di belakang Bulan, Juno meneriakan “Mampus Lu!” sambil tertawa-tawa senang.
“Fisik itu sudah takdir dari yang diatas, memangnya aku enak dibilangin kaya gitu?!” Bulan terlihat kesal.
"Coba Bang Doni disebut laki-laki hidung gede memangnya mau" sambung Bulan sambil cemberut, Doni langsung memegang hidungnya yang kembang kempis.
“Ya maaf… kalau kita sih laki-laki ngeliat perempuan yah kesana dulu”.
“Kan aku gak tau kamu orangnya kaya gimana? Yang aku liat yah bumpernya dulu” kembali Doni mengulangi kesalahan yang sama sambil melirik ke arah dada Bulan.
__ADS_1
"Trus yang gede gak cuma hidung aku, yang lain juga gede kok" jawabnya sambil tersenyum jahil.
“Tuh nyebut bumper lagi… Jangan lirik-lirik… kalau lirik-lirik aku gak mau temenan sama Bang Doni!” sambung Bulan kesal.
"Aku gak peduli Bang Doni pada gede di bagian mana aja... gak akan kepo"
“Peace… damai-damai aku mau liatin langit-langit aja sekarang kalau ngobrol sama kamu” ucap Doni sambil menatap ke atas.
“Gak lucu” ucap Bulan kesal, sebetulnya ingin tertawa tapi ia tahan.. Muka Doni memang lugu-lugu nyebelin.
“Mbak Sarah… aku setuju kalau laki-laki harus menikahi perempuan karena kecerdasannya, karena perempuan yang cerdas selain bisa menurunkan secara genetik juga harus cerdas supaya bisa mengurus keluarganya dengan baik”.
“Tapi cerdas IQ aja gak cukup, musti cerdas EQ juga, harus bisa mengendalikan emosi biar gak gampang emosi, salah satunya gak emosi sama Mbak Sarah yang nyebut aku Oon… Mbak Sarah jangan jahat gitu dong sama aku, masa aku cuma modal bumper doang… aku tuh lulusan cum laude Mbak… susah loh cum laude di Akuntansi”
“Lagian kalau aku gak pintar gak akan mungkin A Juno mau sama aku, butuh beauty and brain buat dapetin dia!” Bulan melirik Juno dengan senyuman sinis.
“Eits... jangan salah yang pinter disini yah aku” jawab Juno cepat.
“Huhh gak mau kalah!” Doni mendengus kesal, temannya yang satu ini memang paling narsis dan percaya diri.
“Ya iyalah aku yang pintar disini… pintar memilih perempuan pintar untuk jadi istri” Juno memandang Bulan sambil tersenyum menggoda.
“Isshhh… sebel dengernya juga!” Bulan melengos pergi sambil tersenyum tipis. Merasa dibela di depan Sarah, sangat jarang Juno memujinya di depan orang.
“Begini nasssib jadi bujangan…. “ Doni cuma bisa menyanyi sedih….
####################
Halo-halo Gembulers semua...
Apa kabar semoga semuanya sehat yaa di masa PPKM. Di awal Bulan Agustus ini saya ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Gembulers semua, vote, hadiah, like dan komen emosih jiwah nya ...hehehehe lucu-lucu ternyata. Terima kasih atas apresiasinya, semoga kita semua bisa saling menguatkan dan menghibur pada masa sulit ini. Hidup itu memang penuh tantangan kata Bulan juga, tinggal kita berstrategi untuk mengatasinya supaya bisa bikin hidup lebih hidup. Tetap semangat yaa... selalu positif thinking.
Banyak yang masih bertanya bagaimana caranya masuk GC sampai bikin admin teler, saya minta silahkan baca episode pengumuman supaya memudahkan untuk admin dan pembaca juga. Ada empat media berkomunikasi yang dipakai dalam novel ini GC, WAG, IG dan komentar di story. Semuanya memiliki kekhasan dan kelebihan serta kelemahannya masing-masing. Intinya lebih memanfaatkannya untuk sarana bersilaturahmi. Silahkan manfaatkan jangan memaksakan untuk masuk GC atau WAG yang sudah penuh kapasitasnya toh story Rembulan tetap bisa di akses oleh siapapun tanpa ada batasan.
Mohon maaf kalau saya beberapa waktu kebelakang dan kedepan tidak bisa update setiap hari, kesibukan dunia nyata yang menuntut perhatian lebih membuat saya harus membuat skala prioritas. Seperti saya katanya sebelumnya Insya Allah saya akan menyelesaikan semua pekerjaan yang saya mulai sampai selesai, jadi mohon bersabar kalau update story nya terkadang lebih lama dari biasanya. Orang sabar biasanya lebih lebar...hehehehe lebar pengertiannya maksudnya ...wkwkwkwkk. Kita bisa minta rekomendasi novel lain yang memiliki cerita yang bagus pada teman-teman lain sesama pembaca novel online, supaya tetap terjaga imunitasnya dan gak ngeluh Thooor... kapan up thoooor.... #sukapengennekepakepulpen.
Ok.. tetap semangat yaah...
Big hug
ShAnti
__ADS_1