Rembulan

Rembulan
Bonus Chapter 3


__ADS_3

Sepeninggal Bulan dan Juno,Marissa dan Inneke menatap kepergian pasangan itu dalam diam.


“Move on lu Ngge… kenangan elu udah gak bersisa tanpa bekas” ucap Marissa datar, selama tadi mereka mengobrol bersama ia berusaha bersikap santai dan wajar walau tahu kesedihan yang dirasakan sahabatnya.


“Sampai lu nangis kejer juga si Juno gak akan ngeliat elu… lu ngeganggu si Bulan lagi kaya kemarin… bakalan abis lu sama si Juno”


Inneke hanya diam. Matanya melihat ke arah Kevin dan Elma yang sedang asyik berdua mencari hidangan dessert yang disediakan.


“Gak usah lu omongin juga gw udah mikir” jawabnya.


“Gak ada niatan sama sekali buat masuk dalam kehidupan mereka, cuma kemarin kayanya gw masih kebawa kenangan masa lalu aja”


“Yah… gw sama dia kan lama banget pacaran… kadang suka ngerasa kalau dia tuh masih jadi bagian hidup gw”


“Gw mau resign dari Bank… mencoba membuat hubungan yang lebih baik lagi sama Kevin”


“Udah capek juga kerja di Bank… cepat atau lambat mesti berhenti biar balance sama rumah tangga”


“Sip gitu dong… itu baru temen gw yang cerdas” Marissa merangkul bahu temannya erat.


“Supaya lu punya energi mendingan kita makan yang banyak… lupakan diet. Anggap aja lu balas dendam sama si Juno dengan ngabisin hidangan pesta dia yang banyak sampe orang kehabisan”


“Gimana?....hehehhee” ucap Marissa tertawa jahil.


“Gila lu… gw jagain makanan bukan buat orang lain, tapi buat diri gw sendiri”


“Tapi idenya bagus juga…hahhahaa” ternyata tertawa memang selalu menjadi obat disaat perasaan sedih melanda.


Di bagian lain Ballroom Bulan dan Juno sibuk menyapa undangan yang hadir, dimulai dari relasi perusahaan Papa Bhanu, teman kerja Juno, teman Bulan di kantor KAP lama yang diundang oleh Afi diam-diam hingga teman sekolah Bulan di Bandung. Semua yang hadir seperti ingin memiliki kesempatan untuk berfoto dengan Pangeran dan Putri yang menjadi bintang pesta malam itu.


“Bulan ya Allah sampai pangling… geulis pisan” teriak teman Bulan saat SMA.


“Kamu yah diam-diam aja gak pernah ada cerita punya pacar ehhh langsung ngundang nikah aja” temannya yang lain langsung mengerubuti Bulan yang terlebih dahulu mendatangi teman-teman SMA nya. Juno masih asyik berbicara dengan teman kerja di konsultan dulu.


“Anjiiir kasep pisan Bul… nemu dimana eta?” salah satu teman Bulan yang memakai baju blink-blink dengan rambut ditata salon melirik Juno yang tampak akan mendekat ke arah mereka.


“Hehehhe nemu di rumah teman… Kakaknya Afi teman kuliah dulu” jelas Bulan pendek sambil tersenyum. Sebagian yang datang ternyata tidak hanya sahabatnya tapi ada juga teman sekelasnya yang lain yang tidak terlalu akrab. Rupanya mereka saling memberi tahu tentang pesta pernikahan ini.


“Maneh MBA?” sambung perempuan yang berambut panjang yang langsung disikut oleh temannya yang lain.


“Hahahaha… nyebelin ih kalian… gak lah.. masa MBA sih… nikahnya udah hampir setahun kemarin”


“Pas Bapak mau dioperasi kena stroke… Bapak minta aku akad nikah dulu”


“Aku udah gak kepikiran pesta, soalnya udah lama juga akadnya trus banyak yang mesti diurusin”


“Ehhh malah kena prank… ampun deh” keluh Bulan sambil tersenyum pada teman-temannya.


“Aku pindah lagi ke Bandung kok… jadi nanti bakalan sering ketemuan kita”


“Rejeki anak soleh kamu mah… bageur sih ka batur jadi dapat paket premium” ucap sahabat Bulan.


“Semoga samawa selalu yahhh” sambungnya lagi. Sikap mereka langsung berubah saat Juno bergabung bersama mereka.


“Selamat yah Mas… senang bisa berkenalan dengan suaminya Bulbul… dia sahabat saya waktu SMA… Teman paling pintar dan sholehah Mas n geulis juga… beruntung bisa dapetin Bulan” ucapnya lagi.


“Naon sih kamu lebay pisan” ucap Bulan sambil menyikut temannya.


“Iya terima kasih ya sudah hadir di acara pernikahan kami. Walaupun akadnya sudah kelamaan tapi saya ingin kenal juga dengan teman-temannya Bulan”

__ADS_1


“Rencana nanti akan tinggal lagi di Bandung, jadi pasti Bulan akan sering bertemu lagi dengan teman-temannya” Juno tersenyum hangat pada semua teman Bulan, ia bisa melihat tatapan penuh kekaguman kepadanya.


“Pacarnya Bulan waktu SMA gak datang?” tanya Juno sambil tersenyum melirik istrinya.


“Ahahahah Bulan waktu SMA gak punya pacar Mas… pulang sekolah langsung ngacir pulang mesti ngasuh si Bebey” jelas sahabat Bulan itu, Bulan hanya tersenyum kecut mendengarnya. Ia jadi ingat dulu betapa harus segera pulang dari sekolah agar bisa menemani Benny karena Bapak biasanya pulang sore.


“Hahahaha aman kalau begitu… Bulan banyak mantannya setelah kuliah… tapi itu sudah saya amankan tadi semuanya” sambung Juno tertawa senang.


“Aa ihhh apaan sih” ucap Bulan kesal. Kekesalannya semakin bertambah saat mendengar suara Anjar di panggung.


“Selamat malam semuanya… Kalau tadi saya tampil bersama-sama dengan grup… Ijinkan saya tampil solo malam ini untuk menghibur para tamu undangan semuanya” ternyata Anjar sudah kembali menguasai panggung.


“Nahhh itu mantannya Bulan juga sebagai informasi” ucap Juno pada teman-teman SMA Bulan.


“Anjiiir maneh … ka Jakarta jadi boga kabogoh loba kieu… Bul masih ada stok gak… aku mau atuh … jomblo yeuh” ucap perempuan berambut panjang sambil memandang Anjar dengan tatapan penuh kekaguman.


Belum sempat Bulan menjawab ia mendengar namanya disebut Anjar di panggung.


“Lagu ini saya persembahkan khusus untuk Rembulan… mantan TTM saya… maaf bukan Teman Tapi Mesra yah tapi Teman Tapi Menjerumuskan… Iya Menjerumuskan saya untuk menjadi laki-laki yang lebih baik… tidak apa-apa ditinggalkan menikah karena memang bukan jodohnya”


“Saya akan persembahkan lagu… jangan khawatir tidak akan sedih… malu dong… kesannya Jones banget… tapi lagu untuk menyongsong masa depan yang lebih baik lagi”


“Mencari perempuan seperti Rembulan… yang cantik, pintar dan jago bikin kopinya”


“Karena seperti kalian tahu… Anjar itu adalah…” Anjar memandang teman-teman Bandnya yang memegang instrumen di panggung.


“PENCINTA WANITA” jawab mereka bersama-sama…


Ternyata lagu Pencinta Wanita yang dinyanyikan Irwansyah menjadi momen untuk menunjukkan bahwa Buaya Rawa sudah kembali berkeliaran mencari calon korban.


Ku temukan dalam pencarian


Kurang lebih yang seperti dia (Anjar menunjuk Bulan sambil tersenyum lebar). Bulan hanya bisa menggelengkan kepala pusing pada kelakuan sahabatnya.


Ku harap dalam cintaku


Ku tak mau menjanjikannya


Pasti bahagia bila denganku


Biar dia rasakan sendiri


Betapa gilanya cintaku


“Arghhhh…. ganteng pisan… kita kesana yuk”


“Bul… mau lihat yang ganteng lebih dekat ah” sebagian teman-teman Bulan langsung bergerak mendekati panggung untuk bisa melihat Anjar lebih dekat. Melihat rombongan perempuan mendekat, senyum Anjar semakin lebar dan percaya diri.


Aku memang pencinta wanita


Namun ku bukan buaya


Yang setia pada seribu gadis


Ku hanya mencintai dia (Sekarang ganti Anjar menunjuk teman Bulan yang berambut panjang sambil tersenyum menggoda).


Aku memang pencinta wanita


Yang lembut seperti dia

__ADS_1


Ini saat ku akhiri semua


Pencarian dalam hidup


Dan cintaku ternyata yang ku mau hanyalah dia


Anjar menguasai panggung dan ruangan Ballroom yang langsung meriah karena lagu dan penampilannya. Ditengah-tengah lagu tiba-tiba saja, ada suara perempuan yang masuk naik ke atas panggung, ia mengambil mike yang dipegang oleh pembawa acara.  Raisya adik tercinta Emillio ternyata hadir untuk unjuk gigi. Anak SMA yang kini sudah jadi anak kuliahan naik ke atas panggung, dengan memakai baju baby doll berwarna silver dan hitam tampak serasi dengan blazer blue black yang dipakai Anjar.


Kamu memang pecinta wanita


Namun kau bukan buaya


Yang setia pada seribu gadi


Kau hanya mencintai aku


Emillio yang melihat aksi adiknya hanya menggeleng-gelengkan kepala sambil melotot. Apalagi saat gaya Raisya yang tampak mesra dengan memegang bahu Anjar sambil bergoyang mengikuti irama lagu.


Aku memang pencinta wanita


Yang lembut seperti dia


Ini saat ku akhiri semua


Pencarian dalam hidup


Dan cintaku ternyata yang ku mau hanyalah dia (hanya dia)


Pecinta wanita


Mencintai dia


*Hanyalah dia. *


Anjar seperti tersipu malu saat bernyanyi saat ditemani Raisya… anak kecil yang selalu diganggu saat SMP hingga menangis kesal ternyata sudah menjadi gadis yang cantik dan menarik. Sebagian penonton riuh berteriak dan bertepuk tangan melihat aksi keduanya.


Penonton perempuan yang sudah bersemangat di depan panggung langsung kehilangan harapan saat melihat kehadiran Raisya. Apalagi saat Raisya terlihat seperti berbisik ke telinga Anjar dengan gaya yang mesra.


“Jangan dikira aku suka sama Kak Anjar, aku cuma melakukan tugas dari Kak Emil, kalau Kak Anjar nyanyi galaw aku mesti nyeret Kak Anjar turun… sekarang ikuti aku atau aku bikin kacau sekarang” ucap Raisya sambil menarik dasi Anjar untuk mengikutinya.


Tanpa banyak protes Anjar langsung mengikuti Raisya sambil tersenyum penuh kemenangan pada Emil dan teman-temannya memberikan lambang tangan ok… sambil tersenyum malu. Emil langsung membalas dengan memberikan lambang jari tengah pada sahabatnya.


“Wooooy menang banyak eung Anjar dapetin Raisya… ospek Mil ospek…hahahahah” teriak teman-teman Emil di panggung. Emil seperti tidak peduli saat di hadapannya telah berkumpul banyak penonton yang melihat aksi panggung, ia langsung memainkan instrumen dengan penuh penghayatan. Kembali para penonton perempuan bertepuk tangan dan bersorak seakan menonton konser.


“Bubar…. bubar semuanya… yang ini udah laku… banyak gaya emang ini bapak-bapak… bubar ayo semua bubar”


Satpam Afi langsung membubarkan kerumunan massa di depan panggung.


“Silahkan saja menikmati hidangan… musiknya dinikmati dari kejauhan saja” dengan penuh ketegasan Afi membubarkan perempuan yang berkerumun. Sebelum meninggalkan depan panggung tidak lupa Afi menyematkan jari tengah ke arah suaminya… yang langsung disambut dengan gelak tawa oleh anak-anak Band kecuali Emil yang hanya bisa nyengir sambil memberikan ciuman jauh untuk istrinya tercinta.


Semua orang malam ini berbahagia… menikmati malam yang tidak akan pernah terlupakan.


#############     The End    #############


Hai Gembulers… Ini Bonus Chapter yang terakhir yaaa…


Sebagaimana janji dulu saya ingin memberikan hadiah tumbler dan tas untuk  pembaca Rembulan yang belum pernah mendapatkan giveaway. Yang dulu sudah pernah masuk ranking 100 fans mohon tidak ikut yah… berikan kesempatan pada yang lain untuk mendapatkan hadiah giveaway.


Caranya mudah tinggal buat komen yang menarik di episode ini yang menceritakan bagaimana Novel Rembulan menginspirasi pembaca dalam kehidupan sehari-hari. Dua komentar yang paling banyak mendapatkan like dan komentar dari pembaca lainnya akan mendapatkan hadiah giveaway dan akan dihubungi oleh admin zio jeremi langsung.

__ADS_1


Terima kasih yah atas dukungan dan komentar baiknya. Sehat selalu semuanya.


__ADS_2