Rembulan

Rembulan
Kejujuran Athar


__ADS_3

Dengan tergopoh-gopoh Mama Anesa menyusuri rumah sakit tempat dimana putrinya di rawat. Suaminya tak turut serta dengannya karena suaminya saat ini sedang berada di luar kota karena ada urusan pekerjaan. Tubuhnya yang tak lagi muda berjalan sekuat tenaga supaya lekas sampai di ruang rawat Kenanga, setelah beberapa waktu lalu Mama Anesa terlebih dahulu menanyakan ruang rawat Kenanga. Kini Mama Anesa sudah tiba tepat di depan ruang rawat Kenanga, dengan tergesa-gesa tangannya mendorong pintu, membuat Athar yang saat itu sedang duduk di kursi tepat di samping ranjang Kenanga menoleh ke arah pintu, kedua matanya tak berkedip saat melihat Mama Anesa juga terlihat mematung karena terkejut melihat Athar.


"Nyonya Anesa.." Athat beranjak berdiri dari kursinya kemudian mendekat ke arah Mama Anesa yang masih tak bergeming.


"Nyonya..." Athar memanggil sekali lagi, dan panggilannya kali ini mampu membuat Mama Anesa terbangun dari lamunannya.


"Nak Athar.." ucapnya dengan ragu-ragu


Athar tersenyum mendengar Mama Anesa masih mau memanggilnya dengan sebutan Nak. Meski setelah semua yang terjadi.

__ADS_1


"Oh ya, saya meminta maaf karena telah lancang langsung membawa Kenanga ke rumah sakit ini. Kebetulan rumah sakit ini kini tempatku bekerja, dan aku juga kini sudah menjadi dokter spesialis urologi, jadi dengan begitu Kenanga kini sudah di bawah pengawasanku" Athar mencoba tersenyum ramah kepada Mama Anesa


Tak ada jawaban dari mama Anesa, kedua matanya menatap ke arah Athar dengan seksama. Apakah mungkin Athar sudah tahu tentang kehidupan Kenanga selama ini? hingga Athar kembali menemui Kenanga? Bukankah selama ini segala permasalahan yang menimpa Kenanga hanya keluarga saja yang mengetahuinya.


"Nak, bisakah kita berbicara di luar?"


"Tentu saja nyonya" Athar mempersilahkan Mama Anesa berjalan keluar ruangan terlebih dahulu darinya.


"Nyonya Anesa apa kabar? bagaimana kedaan jantung nyonya saat ini?" Athar memulai percakapan supaya mencairkan suasana yang sangat canggung saat ini.

__ADS_1


"Ah.. iya ,saya baik. Jantung saya juga sudah membaik" mama Anesa menjawab dengan sedikit kaku.


"Nak..." Mama Anesa berucap dengan sedikit ragu.


"Iya, ada apa Nyonya?" Athar menjawab dengan cepat, sungguh dirinya penasaran akan obrolan yang akan di sampailan oleh Mama Anesa kepadanya.


"Hm.. apa kabar? sudah lama kita tidak bertemu?"


"Kabar saya baik" Athar berusaha mengulas senyum di bibirnya.

__ADS_1


"Oh ya bagaimana Nak Athar bisa bertemu dengan Kenanga? darimana Nak Athar tahu tempat tinggal kami yang baru?" tanya Mama Anesa.


Athar menghela nafasnya, kemudian menjawab pertanyaan dari Mama Anesa. Menjelaskan awal pertemuan mereka di supermarket beberapa hari yang lalu, lantas tak sengaja Athar bertemu kembali di rumah sakit tempat Kenanga berobat saat Athar sedang berdinas menggantikan teman sejawatnya, hingga membuat Athar tahu dimana Kenanga saat ini tinggal, kondisi kesehatannya dan tadi sebelum Kenanga pingsan, Athar juga sempat mengonbrol sedikit dengan Kenanga. Semua yang terjadi, Athar katakan dengan jujur kepada Mama Anesa. Termasuk rencana dirinya akan melakukan test kecocokan ginjal dengan Kenanga dan bila cocok Athar akan bersedia mendonorkan ginjalnya untuk Kenanga. Dan perihal perasaannya, Athar juga mengatakannya dengan jujur, kalau dirinya saat ini masih sangat mencintai Kenanga. Mencintai meski wanita itu sudah menjadi istri pria lain. Athar menutup perkataannya dengan tersenyum getir. Dirinya akan ikhlas dengan apa yang dirinya saat ini jalani.


__ADS_2