Rembulan

Rembulan
Tahun pertama pernikahan


__ADS_3

Pada mulanya setiap pasangan berpikir menikah itu adalaha hal yang mudah, apa lagi sejak awal mengenal sosok pasangan yang kita cintai, tentu bagi kita merasakan manis cinta, tetapi sulit melihat sikap buruk padanya.


Semakin dalam Iman mengenal Santi akhirnya hal-hal yang selama ini disembunyikan tampak jelas setelah satu tahun pernikahan mereka. Kebiasaan-kebiasaan menganggu mulai ia tunjukan sebagaimana sikap aslinya, mulai dari menaruh barang sembarangan, bangun siang, menuntut untuk selalu dilayani. Kisah adu mulut diruang kamar tidur saat adzan subuh berkumandang, Iman membangunkan istrinya.


Iman,"Dik santi...ayo bangun sudah subuh!


Santi," Nanti bang, lima menit lagi ya...


Iman," Bangun lebih awal lebih baik, ayo jangan menunda!


Santi,"Iya lima menit lagi, kan udah bilang tadi...


Akhirnya sang suami beranjak menuju kamar mandi untuk berwudhu, kemudian kembali lagi kekamar tidur, ia melihat Santi masih saja terbaring seperti semula, lalu Iman mencoba lagi membangunkannya.


Iman,"Bangunlah dik...


Santi,"Emm...iya bang.


Iman,"Ambil wudhu, ayo kita shalat berjama"ah.

__ADS_1


Santi,"Iya bang, bentar...


Kemudian keduanya melaksanakan shalat setelah menunggu Santi bangun, lalu mereka bersiap-siap untuk sarapan pagi, lagi-lagi Iman dibuat kesal oleh sang istri, karena Santi menaruh barang-barang yang tadi dipakai sarapan.


Iman," Hmmm..


Santi,"Kenapa abang?


Iman," Piringnya kok ditaruh sembarangan dik...


Santi," Udah biarin aja...


selanjutnya," sang istri melihat kebelakang, sambil berkata dalam hati rajinya suamiku, besok-besok berarti aku tak perlu repot-repot mencuci piring,"ujar Santi.


Iman ketika melihat tingkah istrinya mulai bertanya-tanya dalam hati. kenapa awal-awal bulan pernikahan kami begitu hangat? Tetapi ketika masa bulan madu berakhir semuanya jadi berubah. kesulitan berkompromi satu sama lain.


Keadaan ini membuat Iman kecewa, keragu-raguan mulai muncul pada dirinya, sepertinya aku salah memilih pasangan hidup, lalu ia termenung dikursi belakang rumah.


Tak kuasa melihat suaminya, Santi pun menghanpirinya, lalu mereka bercakap-cakap tentang perasaan keduanya.

__ADS_1


Santi,"Abang kenapa?


Iman," Tidak apa-apa, sekedar lamunan saja


Santi,"Oh begitu, yakin tak ada yang lain?


Iman,"Iya dik..,sebenarnya ada hal lain yang mesti abang ceritakan!


Santi," Apa bang?


Iman,"Sebenarnya, abang sedih melihat tingkah adik akhir-ahir ini.


Santi," Tak perlu sedih bang, katakan saja yang sejujurnya.


Tanpa ada yang ditutup-tutupi Iman menceritakan semua tentang kekalutan yang sedang melanda dirinya selama satu tahun menjalani mahligai rumah tangga bersama sang istri.


Mendengar hal itu, Santi tak kuasa menahan air matanya, setelah mengetahui bahwa suaminya kecewa dengan sikapnya selama ini. Sang suami pun mendekap dari belakang dan mengusap air mata istrinya, seraya berkata,"Setelah rentang waktu perjalanan pernikahan semakin jauh, maka tantangan dalam pernikahan akan lebih mudah dan bisa jadi lebih sulit di lakoni,"ucap Iman.


"Kalau hanya saling mencinta, itu tidak cukup, tetapi harus berbagi visi dan misi untuk menyelaraskan impian kita dimasa depan,"Tambanya.

__ADS_1


Sekarang yang harus kita pikirkan, Apakah kita sanggup mempertahan janji suci dalam pernikahan kita? Sejatinya menikah itu bukan mencari pasangan sempurna, tetapi mencari seseorang yg menerima segala kekurangan kita. Karena perjalanan cinta kita kedepan masih panjang, bisa jadi perjalanan yang kita lalui lebih mudah bahkan bisa jadi lebih sulit tergantung kita menyikapi keadaannya.


__ADS_2