
Pernikahan adalah hal sakral bagi setiap sejoli yang saling mencintai, mulai hari pertama,kedua,ketiga, keempat, kelima, keenam, sepekan dan dua pekan, sebulan berikutnya apa jadinya ketika usia pernikahan yang sudah mereka lewati mencapai hitungan bulan.
Kisah pernikahan Santi dan Iman setelah melewati beberapa hari, minggu bahkan bulan keduanya mulai mengalami banyak berbagai macam pelajaran hidup dalam rumah tangganya.
Beban mental mereka mulai tergoncang dengan adanya insiden-insiden kecil yang mereka alami setelah sebulan pernikahan itu. Pada hari kamis tanggal 29 November terjadilah adu mulut antara keduanya, hal ini terjadi hanya karena suami tidak mencuci kaki dan cuci muka sebelum tidur.
Santi,"Bang abangkan dari luar, abang cuci kaki, cuci muka dulu sebelum tidur."
Iman," Iya dek, sebentar ya.
Santi,"Sekarang abang!
Iman," Iya nanti, sebentar lagi.
Santi mulai kesal mendengar jawaban suaminya, sampai berulang kali, akhirnya ia emosi dan mengulang lagi perkataannya.Namun lagi-lagi jawaban Iman pun tetap sama.
Santi," Abang ini susah kali dibilangin, itu kan untuk kebaikan abang juga tau."
Iman," Iya abang mengerti."
Santi,"Mengerti....mengerti....tapi belum juga abang beranjak."
Iman,"Sabarlah sedikit, abang kan udah bilang nanti!
__ADS_1
Kemudian Santi merajuk sambil melotot melihat suaminya yang tak kunjung melakukan apa yang ia sampaikan. keduanya tidak lagi saling bicara, nanun ketika melihat Santi sudah mulai cemberut, akhirnya Iman pun angkat bicara sambil merayu istrinya.
Iman,"Sayang, maafkan abang ya....!
Santi,"Maaf...maaf...kesel tau bang...!
Iman," Iya abang tahu, maafkan abang ya....
Santi," Emmmh....
Setelah mendengar jawaban santi, Iman pun mulai tersenyum dan beranjak melakukan apa yang telah disampaikan Santi sebelumnya, agar istrinya tidak kesal lagi.
Iman,"Cuci kaki udah.....cuci muka udah...,na..na..na..na...na.., gimana dik santi?
Santi,"Apanya yang gimana?
Santi," Ndaklah bang...(sambil senyum).
Malam pun semakin larut, namun dua sejoli ini masih belum mengantuk, akhirnya keduanya ngobrol lagi sambil mengenang perjalan hari-hari dalam pernikahan mereka.
Santi," Tidak terasa waktu sangat cepat berlalu bang!
Iman,"Iya."
__ADS_1
Santi,"Sudah sebulan kita menjalani hari-hari bersama.
Iman,"Iya dik, semoga kita selalu bisa melewati hari-hari berikutnya ya...
Santi," Hmmm....Santi harap begitu bang..
Setelah itu, Santi dan Iman terlelap tidur hingga adzan subuh berkumandang, lalu mereka melaksanakan shakat berjamaah.
Tepat pada pukul 06:00 mereka mandi, sarapan dan siap-siap berangkat kekantor tempat keduanya kerja, kebetulan tempat kerja keduanya searah. Istri Iman bekerja di salah satu perusahaan pembuat softlents sedangkan Iman sendiri mengajar disalah satu yayasan pendidikan swasta.
Setelah mengantar istrinya kerja Iman langsung menuju sekolah tempat Iman mengajar. Ia mengajar mulai pukul 07:00 sampai pukul 2, sepulang mengajar Iman kembali mengajar di taman pendidikan Al-qur'an sampai pukul 17:00, lalu Ia menjemput istrinya yang pulang kerja di jam yang sama.
ketika diperjalanan pulang diatas motor sambil melaju keduanya becakap-cakap tentang kejadian mereka semalam.
Santi," Bang Iman maafkan adik(panggilan sayang)
Iman,"soal apa, kok meminta maaf?
Santi," Soal semalam, karena udah membentak abang gegara suruh mencuci kaki."
Iman,"Tidak apa-apa, itu juga untuk kebaikan abang, jadi adik tidak perlu merasa bersalah."
Santi," tapi bang...!
__ADS_1
Iman," Tidak usah tapi-tapi, semua insiden-insiden kecil dalam kehidupan kita itu anggap saja bumbu cinta antara kita."
Sang istri pun auto tersenyum mendengar jawaban Iman, lalu mereka sampai dirumah melanjutkan aktivitasnya seperti biasa setelah lelahnya bekerja.