Rembulan

Rembulan
Bonus Chapter 1


__ADS_3

Flasback


“Gak… enak nya aja disuruh nge dance” ucap Juno kesal.


“Lah kan Kakak udah nyanyi di awal… efeknya itu loh luar biasa kalau Kakak ngedance” Afi keukeuh dengan skenario yang dibuatnya.


“Aku udah mau nyanyi aja udah butuh energi gede”


“Ini juga gak tau bisa atau enggak… gak bisa bayangin nyanyi depan banyak orang”


“Nyesel gw setuju sama rencana kamu”


“Tau gitu gak akan mengundang teman-teman” keluh Juno kesal.


“Alaaah cemen banget sih Kak jadi orang… ini Bapak Kiting setiap bulan kudu manggung… kaya udah haus perhatian penonton dia” gerutu Afi. Emil dan teman-temannya rajin mengisi acara live music di tempat tongkrongan mereka.


“Beuuh Kakak belum ngerasain jeritan dan tepuk tangan penonton kalau kita perform bagus”


“Cewek-cewek tuh kaya…. huwaaaaa… Emillio cowok paling keren seduniaaa…. adaaaw”


Emil menjerit karena telinganya langsung dijewer Afi.


“Tuuuh kan lu baru ngaku sekarang, pengen tampil ngeband supaya di kagumi sama cewek-cewek… lu gak liat nih perut gw ada isinya apa… ANAK LU KITING… Mau jadi Bapak tau gak lu… masih pengen aja dikagumi cewek-cewek… Dasar Kadal Buntung” gerutu Afi. Emil langsung nyengir kaku, ia lupa kalau selama ini alasannya izin pada Afi adalah untuk mengasah skil bermain gitarnya bersama teman-teman Band agar tidak lupa.


“Ampun.. ampun Sri Ratu… itu cuma sekedar kalimat motivasi…udah jangan ngambek itu kan cuma satu alasan aja”


“Aku dari dulu ngeband gak pernah main sama cewek-cewek kan kamu tahu sendiri… mereka udah pada takut sama kamu… lagian siapa yang mau sama aku anak band yang keriting” jelas Emil berusaha untuk membuat Afi tenang kembali.


“Gw yang mau sama kamu… cuma gw inget itu dicatat” ucap Afi sambil melotot. Emil mengangguk sambil tersenyum lebar. Afi adalah pengawal setianya semenjak SMA tidak ada perempuan yang berani macam-macam karena terlalu menakutkan untuk berurusan dengan Afi.


“Kak… udah fix… nanti tinggal latihan aja buat nge dancenya… biar efeknya lebih wow” bujuk Afi. Juno kembali menggeleng.


“Ya udah kalau gitu kita cari figur lain yang bikin Bulan sama cewe-cewe menjerit.. orang yang bisa bikin suasana jadi heboh” ucap Afi bingung.


“Hmmm gimana kalau si Anjar aja.. dia paling jago ngedance… si Bulan juga kan kenal deket sama dia… pasti dia suka” saran Emil.


“GAK… Enak nya aja… ini acaranya gw sama Bulan malah nanti dia yang jadi spotlight” protes Juno kesal.


“Nah kalau gak mau si Anjar yang jadi bintang panggung makanya kakak yang nge dance” sambung Afi cepat. Juno mendengus kesal bingung harus bersikap, antara tidak ingin tampil dance di depan orang banyak tapi ia tidak ingin Anjar yang menjadi bintang dalam pernikahannya. Untuk meyakinkan Juno agar mau menjadi opening dalam acara pesta pernikahan butuh beberapa hari apalagi nanti harus ngedance.


“Berapa menit?” tanya Juno tiba-tiba.


“Berapa menit apanya?” Afi bingung.


“Ngedance nya?” tanyanya dengan dahi berkerut dan muka kesal.


“Ahahhahaha gak sampai semenit.. kurang malahan… nih denger deh intronya… aku udah nyari beberapa dance cover lagu ini … Kakak tinggal pilih mau yang mana” Afi langsung menunjukkan video di yucub. Juno langsung melotot kesal.


“Gila… masa gw mesti nge dance kaya gitu… itu sih udah pro”


“hahahahaha gak yang itu juga kalii… pas bagian itu kan mereka pada nyanyi… Kakak yang bagian yang cuma instrumen musik yang ini” Afi tertawa terbahak melihatnya, sulit untuk bisa menguasai suatu gerakan dance kalau badannya tidak terlatih. Juno mengerutkan dahi.

__ADS_1


“Walaupun gerakannya sederhana tetap saja sulit De” keluh Juno. Mukanya perpaduan antara kesal dan sedih. Ia menyukai ide memberikan istrinya kejutan, tapi kalau sampai ngedance ia tidak pernah bermimpi sampai sejauh itu. Menyanyi okelah apalagi lagunya relatif mudah dan sudah ia kenal.


“Hmmm tau gak Kak gerakan dance John Travolta yang di Grease?” ucap Emil tiba-tiba.


“Gerakannya kan simple banget bukan dance K-Pop”


“Banyak kakek-kakek suka ngedance pake gerakan itu” jelas Emil.


“Maksud kamu aku levelnya kaya dance kakek-kakek gitu” jawab Juno kesal.


“Ehhh bukan seperti itu.. Kak Juno tuh gampang emosian banget sih… coba kurangin sedikit bensinnya” keluh Emil kesal


“John Travolta Dance itu sangat legendaris… banyak orang yang tau gerakannya jadi kalau pas sama musiknya akan terlihat wow”


“Coba Fi kamu cari deh John Travolta Dance Tutorial … gampang banget nanti tinggal menyesuaikan dengan beat musiknya”


Afi langsung mengangguk setuju, ia mencari video yang dimaksud suaminya.


“Ahhh bener Kak … gampang ini” ucapnya setuju.


“Gampang-gampang… ngomong sih gampang yang susah eksekusi” keluh Juno kesal.


“Lihat ini tuuuh kan gampang” sambung Afi, Juno kemudian menonton dan hanya diam menyimak.


“Gini deh mumpung masih ada waktu.. Kak Juno latihan dulu sendiri… setelah latihan nyanyi lanjut latihan dance”


“Kalau aku bilang sih Kak… ini acara sekali seumur hidup… Kak Juno bisa ngasih hadiah yang tidak akan terlupakan sama Bulan” Emil berusaha menyemangati Juno.


Upaya memberikan kejutan pada Bulan untuk acara pernikahan mereka simpan rapat-rapat. Hanya keluarga inti saja yang tahu soal hal ini,  dengan dibantu WO akhirnya rencana Kejutan Pesta Pernikahan bisa dilakukan. Awalnya mula ide ini muncul karena penolakan Mama untuk mengadakan pesta pernikahan untuknya sedangkan Oma bersikeras ingin mengundang kerabat dan teman-temannya memperkenalkan anggota baru di keluarga  Rachmadi yang kini telah kembali utuh bersama.


Mama Nisa yang pertama kali memberikan ide itu, awalnya bukan pesta kejutan tapi keinginan untuk merayakan pesta pernikahan untuk Juno dan Bulan. Alih-alih merayakan pesta pernikahan yang sudah out of date katanya lebih baik menyelenggarakan pesta pernikahan untuk Juno dan Bulan yang belum sempat dilakukan. Papa Bhanu langsung setuju, merasa tidak terlibat dalam acara akad nikah, kesempatan untuk bisa terlibat dalam semua pernikahan anak-anaknya menjadi saat yang tepat setelah ia kembali menikah dengan Mama Nisa.


Awalnya Juno bersikap apatis itu karena tidak adanya ambisi dan keinginan dari Bulan untuk merayakan acara pernikahan, karena walaupun  sudah beberapa kali ditawarkan Bulan tetap merasa tidak tertarik untuk melakukan pesta pernikahan. Hal ini yang membuat Afi memiliki ide membuat Pesta Pernikahan Kejutan, biarkan saja Bulan mengira kalau pesta itu diadakan untuk merayakan pernikahan Mama Nisa dan Papa Bhanu yang terpenting jangan sampai ada yang tahu soal rencana pernikahan ini termasuk Oma.


Paling sulit untuk mengakali Oma, orangnya yang senang mengatur dan sangat kepoan. Awalnya mereka berhasil mengelabui Oma tapi pada akhirnya mau tidak mau Oma harus tahu dan dilibatkan dalam pesta kejutan itu daripada gagal di hari H. Oma berhasil mengendus rencana rahasia itu saat melihat draft undangan yang terlihat aneh untuknya, temanya terlalu umum kenapa seperti undangan silaturahmi keluarga katanya bukan pesta pernikahan.


Akhirnya Oma diberitahu soal rencana Pesta Kejutan, di luar dugaan Oma malah bersemangat. Ini menantang dan bikin deg degan katanya, bikin acara diam-diam dan ngerjain orang. Oma malah menambah ide mendokumentasikan semua tingkah laku Bulan yang akan kena prank kemudian nanti dibuat film seperti di yucub… ada-ada saja ide Oma tuh kalau tidak dibatasi bisa-bisa kebablasan dan akhirnya nanti Bulan curiga.


Puncak acara adalah membuat keributan dalam acara pernikahan, supaya Bulan kaget dan panik. Awal mulanya hanya akan membuat acara surprise wedding groomsmen dancing seperti yang ada di acara pernikahan di luar negeri. Tapi tiba-tiba saja Afi menambahi dengan ide keributan yang dibuat di tengah-tengah acara. Memang sotoy Afi tuh…


Yang paling sulit tentu saja melibatkan pihak ketiga dalam acara surprise party ini. Melibatkan Anjar karena dia adalah sahabat Bulan yang juga teman baik Emil, Doni menjadi pilihan kedua karena saat ia tahu langsung saja ingin terlibat walaupun pada awalnya kesulitan karena harus menyanyikan lagu berbahasa inggris. Berulang kali berlatih tapi tetap saja gagal salah dalam mengucapkan atau lupa syair hingga akhirnya diputuskan Emil yang bernyanyi sedangkan Doni tinggal cuap-cuap lipsync. Yang tidak diduga adalah kesediaan Cedrik, awalnya mereka kebingungan karena dibutuhkan tiga orang laki-laki yang kenal dekat dengan Bulan untuk memberi efek dramatis. Pilihannya antara Kevin dan Cedrik…. tentu saja Juno memilih Cedrik. Dan luar biasanya Cedrik bersedia berpartisipasi terutama setelah mendapatkan informasi dari Afi.


Flashback Off


Bulan PoV


Malam ini benar-benar menjadi malam yang tidak akan pernah aku lupakan, totally fooled oleh keluarga Rachmadi. Dan sudah dipastikan kalau sutradara utamanya adalah Afi, karena sikapnya benar-benar aneh sejak kemarin. A Juno juga terlihat tegang sejak kedatangan ke Bandung selalu saja mengecek hp dan mengirim pesan dengan muka yang mencurigakan. Kalau menerima telepon suka langsung menjauh, kadang sikapnya itu membuat ilfeel dan membuat aku curiga tapi kemudian aku lupakan semua pikiran buruk. Terlalu melelahkan memikirkan hal buruk disaat sedang hamil seperti ini, karena energi sudah terkuras untuk menjaga jabang bayi.


Ada anak perempuan yang sedang tumbuh di dalam perut, membayangkan rupanya seperti siapa rasanya membuat perasaan seperti membuncah. Apakah seperti A Juno …ah pasti cantik… mudah-mudahan saja jangan suka cemberut seperti Appanya. Akankah mukanya seperti aku… hmmm apa yang bagus yah dari muka aku… terkadang saat melihat cermin aku mencari faktor-faktor yang dominan yang ada di mukaku… hanya bibir yang lebih tebal dari kebanyakan perempuan, hidung biasa saja. Mata agak sipit diujung seperti ibu tapi bola mata besar jadi memberi efek seperti perempuan Mongolia.


Lagu Fly Me to The Moon sering aku dengar karena ada nama Bulannya, rasanya biasa saja tapi entah kenapa saat dinyanyikan A Juno terasa sangat istimewa. Saat dia bernyanyi sambil menatap begitu dalam entah kenapa semua orang yang ada di Ballroom seperti menghilang… seperti menonton pertunjukan konser dan si penyanyi cuma melihat aku seorang. Seumur hidupku belum pernah merasa seistimewa ini. Laki-laki yang untuk berbicara saja perlu diketok baru bunyi sekarang bernyanyi buat aku.

__ADS_1


Lebih gilanya lagi ngedance…. mimpi aku … My God kalau boleh disimpan dalam memori ini kayaknya akan disimpan dalam banyak flashdisk, kemudian disimpan di memori external, tersimpan juga di gdrive supaya gak hilang. Gayanya benar-benar seperti seorang superstar… darimana dia dapat kemampuan itu… nge dance dengan gaya yang cool dan gak kaku…. semua orang di ruangan Ballroom sampai menjerit dan dari suara jeritannya adalah cewek-cewek… Damn… gimana kalau mereka jadi ngefans sama A Juno… No..No…Big No… Ya Allah semoga itu jangan sampai kejadian.


“Mbull… gimana akting gw keren kan?” si blekok mendekati sambil cengar cengir, langsung aku mau melepas sepatu buat nge getoknya… kehalangan sama gaun dan perut membuat aku mengurungkan rencana itu.


“Nyebelin tau gak Njar… awas kamu… aku balas ntar” mau diketok sama buket Bunga sayang lagi takut rusak, akhirnya aku hanya mendorong sambil mencubit lengannya.


“Ahahahahahah…. makanya kenapa kamu mengundang aku sambil bilang jangan bikin rusuh… jadi aja aku rusuhin sekalian….hahahahah”


“Ngeselin tau gak… tadi hampir copot jantung aku tuh” kalau sekiranya tidak dilihat oleh tamu-tamu undangan rasanya pengen nge benyek benyek kepala si Anjar.


“Ihhhh aku disuruh laki lu lagi… jadi yang mesti disalahkan tuh dia hahahahhaahah” malam ini si Anjar benar-benar merasa menang di atas angin. Tiga trio wek wek ini benar-benar berhasil mempecundangi aku.


“Bul… tadi gimana Abang jagoan kan Bahasa Enggresnya.. Ini Nur gak percaya kalau Abang bisa nyanyi” Bang Doni datang mendekat bersama Hani yang tampak cantik dengan hijab ala selebgram. Ternyata anak pesantren kalau dandan cantiknya dahsyat juga… pantes aja Bang Doni klepek-kelepek.


“Gak percaya ah… tadi Abang lipsync yah” ucap Nurhayani sambil cemberut. Aku tertawa melihatnya, yah sekali-kali memberikan kesenangan pada Bang Doni gak masalah.


“Gak kok Han… tadi beneran cuap-cuap… kayanya sukses les bahasa enggresnya”


“Nanti suruh nyanyi aja kalau pulang dites beneran bisa nyanyi gak …hahahahah” muka Bang Doni langsung pucat..hahahaha siapa suruh ngebohong.


“Gak ah udah capek nyanyi bahasa enggres terus dari kemarin ngapalin Bang Meyer.. mendingan nyanyi lagu Bang Mansur aja lebih dapat feelnya” si raja ngeles kembali keluar. Emang paling jago dia buat ngeles.


“Yuk Nur kita kulineran… rugi datang ke hotel cuma ngobrol”


“Bulan Honey… Congratulation… Great Party yah… aku belum pernah melihat acara kejutan like this”


“Totally awesome… kamu tadi kelihatan kaget sekali waktu pintu dibuka” Katrin langsung mendekat saat pasangan Betawi pergi untuk kulineran di hotel.


“Katrin tadi aku hampir collapse… aku kira aku salah masuk ruangan soalnya gak ada yang aku kenal… tapi begitu lihat muka Kak Cedrik aku langsung tenang…hahahaha terima kasih Kak.. udah tersenyum lebar… ternyata senyum itu ibadah benar adanya” ucapku pada pasangan multinasional ini.


“Iya kamu sudah pucat sekali tadi… hahahaha pasti kaget yah… adik iparmu itu hebat banget sampai telepon ke aku untuk menjelaskan detail acaranya”


“Ini kaya ospek mahasiswa aja … anak baru dikasih prank supaya panik di acaranya sendiri…hahahahaha” Kak Cedrik tertawa senang.


“Iya ngeselin banget ih… kok acara pesta pernikahan gini amat… orang lain mah syahdu ini malah bikin stress.. Ya Allah untung aku tadi gak nangis… padahal udah diujung mata banget ini air matanya” Katrin langsung memelukku erat, rupanya dia tadi memperhatikan bagaimana reaksi aku saat masuk ke dalam ruangan Ballroom.


“Its OK… you look so pretty … like an angel you know”


“Aduuuh pengen meniru konsep seperti ini but masa aku merancang surprise buat diri aku sendiri” Katrin memandang Cedrik sambil cemberut.


“And you know Bulan.. the best part is when Juno sings baby kiss me and he kisses you right away… Ohhh My God… all of the girls and women are screaming… such a great scene… It's like a movie show” Katrin mengepalkan kedua tangannya sambil bercerita saking bersemangatnya.


“Hahahaha really? actually when he sing... aku sampai lupa bumi alam… orang-orang itu kaya ngeblur… hehehehe… duh jadi malu ciuman depan orang banyak” aku langsung menutup muka dengan buket bunga. Tadi benar-benar jadi tidak terkendali… Ya ampun Bulan sekalinya ada cowok yang nyanyiin kamu lagu sampai klepek-klepek gini.


“Juno bernyanyi sangat bagus… dia seperti sudah biasa bernyanyi di depan banyak orang… aku kira dia orang yang multitalenta” ucap Cedrik tenang.


“Gak tau Kak… sebelumnya aku belum pernah mendengar dia nyanyi”


“Ehhh mana dia… tadi dia pamit karena ada Bosnya Pak Arvian datang” ucapku sambil melihat ke sekeliling.


“There he is… behind you… talking with his friend I think” Katrin menunjuk ke arah belakangku. Ternyata benar dia sedang berbicara dengan teman SMA nya… teman dekat tepatnya… Inneke tapi mereka tidak berbicara berdua ada Mbak Icha dan Pak Kevin bersama Elma…. Oh My God My Princess datang juga… Elmaaaa I Miss You.

__ADS_1


A Juno menatap ke arahku dan melambaikan tangannya. Ok… helo masa lalu bagaimana pesta pernikahannya mengesankan bukan?


__ADS_2