Saldo Rekening Pacarku

Saldo Rekening Pacarku
Mahal Dan Murah


__ADS_3

"Tidak, aku---" Kata-kata Raka disela.


"Malam ini saja, tolong," pinta gadis itu memelas.


Raka kembali hanya dapat menghela napasnya."Hanya malam ini, dan tentang pekerjaan, aku akan menghubungi temanku agar mencarikanmu lowongan,"


Fujiko mengangguk, Raka menoleh ke arahnya. Wanita yang hanya memakai celana pendek sepaha, kemeja putih kebesaran, entah sejak kapan diambil wanita itu dari lemari Raka. Mungkin kala pemuda itu tidak menoleh, dua kancing bagian atas yang terbuka, agak sedikit miring ke samping memperlihatkan bahu bagian kirinya. Ditambah dengan postur tubuh Raka yang tinggi membuat bagian tangan pada kemeja itu menutupi hampir seluruh tangan Fujiko, mungkin hanya jemarinya yang terlihat.


Wajah gadis itu tersenyum tanpa dosa, Rambut setengah kering digerai, kulit putih khas blasteran indo-jepang, mata yang tidak sipit, mungkin menurun dari ayahnya, duduk di tempat tidurnya dengan pose lugu yang benar-benar manis. Raka hanya dapat kembali menelan ludahnya.


Pria mana yang akan tahan melihat segalanya? Tapi hanya berusaha, itulah yang dilakukan Raka.


"Ayo makan! Malam ini kita makan apa?" tanya Fujiko, pada Raka yang kesadarannya mulai kembali.


"A...aku, ini sudah waktunya ke warung!" ucapnya baru tersadar setelah melirik jam pada layar laptopnya.


"Ke warung? Kenapa jam segini?" Fujiko kembali bertanya.


"Biasanya di warung ada sayuran layu yang tidak laku tadi pagi. Jadi aku bisa membelinya setengah harga," jawaban dari pemuda itu bergegas pergi setelah memakai kaosnya.


Fujiko mengenyitkan keningnya, inilah prilaku pelit dari Raka. Perlahan gadis itu mendekati laptop, duduk di sana. Ada beberapa dokumen yang tidak bisa dibuka disetting menggunakan sandi. Sedangkan yang dapat dibuka hanya tulisan iseng sang pemuda.


"Darah Perjaka?" gumam Fujiko menahan tawanya. Novel bergenre misteri ada disana, dirinya mulai membaca. Sebuah novel yang bercerita tentang seorang wanita cantik yang kehilangan kekasihnya, yang mati akibat kecelakaan.

__ADS_1


Mulai mencari pria perjaka untuk ditiduri, kemudian dibunuh, darah-darah dari pria perjaka diminumkan pada mayat kekasihnya. Latar sebuah villa megah luar kota. Cerita dimulai ketika seorang putri konglomerat cantik mengadakan audisi untuk pencarian suami, dengan persyaratan harus perjaka.


Hingga banyak pria yang mendaftar, orang-orang yang lolos di tempatkan pada sebuah villa besar tengah hutan. Diberikan kesempatan untuk mendekati sang putri konglomerat. Tapi sejatinya itu perangkap untuk menumbalkan mereka satu persatu.


Banyak hal-hal aneh yang terjadi, seperti semua pelayan yang ada di villa itu bukan manusia. Satu persatu peserta menghilang, hantu cermin dengan wajah yang rusak. Boneka tua yang bergerak sendiri, serta putri konglomerat yang awalnya baik hati, wajahnya berubah mengerikan, setelah berhubungan badan.


Fujiko menelan ludahnya sendiri, benar-benar novel sadis yang jika di filmkan mungkin akan membuat penontonnya menjerit. Namun tidak banyak pembacanya, tapi entah kenapa cukup menarik untuk Fujiko.


Hingga pemuda itu masuk ke dalam kamar, kemudian mulai memasak di dapur kecil yang ada di sana. Tidak besar hanya cukup untuk satu kompor, meja dan wastafel.


Hingga kira-kira dalam waktu 45 menit."Ayo makan!" ucap Raka mengejutkan Fujiko.


Dua orang yang kembali duduk di lantai. Hanya sayur dengan potongan tahu dan telur di dalamnya yang terhidang. Tidak lupa dua porsi nasi. Sederhana bukan? Tidak ada lauk, karena hanya dua potong tahu dan telur yang sudah dicampurkan ke sayuran adalah lauknya. Dua orang yang makan dengan tenang, tersenyum bersama, memakan makanan mereka. Karena terkadang bahagia itu sederhana, tanpa kita sadari.


"Gajinya sesuai standar yang dikatakan kakak-kakakku. Tapi sayangnya aku tidak nyaman," Fujiko menghela napas kasar.


Pemuda itu menipiskan bibir menahan senyumnya."Kenapa tidak nyaman?" tanyanya penasaran.


"Kakak-kakakku mengatakan perasaan dapat tumbuh seiring berjalannya waktu, yang terpenting pria mapan dan berpenghasilan. Tapi ada tetap saja, aku merasa ada yang aneh ketika pria-pria itu melihatku. Aku yang menggoda mereka, tapi aku juga yang tertekan. Rasanya seperti kupu-kupu malam." Jawabnya menghela napas kasar, memakan makanan buatan Raka masih dengan posisi duduk bersila.


"Terkadang aku ingin menemukan jodoh seperti kakak-kakakku. Mereka merasa nyaman dengan pasangannya, walaupun pacar mereka semuanya aneh. Pilot yang selalu membawa makanan aneh mulai dari ular hingga belalang goreng. Dokter bedah yang menceritakan secara rinci adegan sadis, ketika membedah tubuh manusia seperti sebuah kebanggaan baginya jika operasi berhasil, satu lagi seorang direktur walaupun botak tapi dia baik hati dengan cara yang berbeda. Mereka menyayangi kakak-kakakku dengan tulus, bahkan juga menyayangi ayah. Karena itu aku ingin seperti kakak-kakakku, mengikuti nasehat mereka, tapi malah berakhir seperti wanita penghibur." Lanjutnya, mengunyah dengan mulut penuh.


Raka hanya tersenyum, mengacak-acak rambutnya."Cinta itu murah jika kamu menganggapnya murah. Tapi cinta itu mahal jika kamu menganggapnya mahal."

__ADS_1


"Maksudnya?" tanya Fujiko.


"Ada banyak kasus perceraian dimana suami dianggap tidak dapat memenuhi atau memberi nafkah, antara suami yang egois atau istri yang tidak pernah puas, itulah ketika cinta itu mahal. Tapi ketika cinta itu murah, beberapa pasangan hidup hingga tua renta, sang suami tidak dapat mencari nafkah karena stroke tapi istrinya masih ada di sampingnya. Puas dan bahagia hanya dengan nasi aking. Begitu juga sebaliknya, ada pasangan lainnya kala istrinya buta, sang suami akan menuntun jalannya tanpa menuntut apapun." Ucapnya membuat Fujiko menoleh padanya.


"Kakak-kakakmu bahagia tanpa mereka sadari bukan karena memiliki kekasih kaya. Tapi sama-sama menilai cinta itu murah, dengan pasangannya. Cukup puas dan menghargai apa yang mereka miliki dalam kesetiaan." Lanjut Raka.


Plak!


"Kamu semakin pintar! Membuatku merinding saja!" Fujiko melayangkan satu pukulan keras ke punggung Raka, membuat pemuda itu hampir terbatuk-batuk mungkin nasi berkuah tidak sengaja masuk ke pernapasannya.


"Maaf!" ucap gadis itu tersenyum tidak tahu malu.


*


Kini hari semakin larut, dua orang yang berbaring satu ranjang. Menatap ke arah langit-langit ruangan.


"Bagaimana ini?" batin Fujiko ingin mengikuti saran Reina. Setelah berpelukan dan berciuman, maka masalah akan beres. Raka tidak akan menghindarinya lagi. Kembali hidup damai bersama sahabat laskar pelanginya.


"Aku ke kamar mandi sebentar," ucap Raka hendak bangkit.


Sementara jantung Fujiko berdegup cepat, menelan ludahnya berkali-kali. Meskipun sudah pernah, tapi tetap saja kali ini dirinya yang memulai bukan Raka.


Persahabatannya harus kembali seperti semula. Dirinya tidak dapat terlalu lama berbohong atau menumpang hidup pada Raka. Jadi malam ini dirinya harus membuat Raka kembali seperti semula, dengan saran terkutuk dari Reina.

__ADS_1


Hingga pemuda itu keluar dari kamar mandi. Menatap Fujiko yang telah berdiri. Seorang pemuda yang ketika akan tidur hanya menggunakan boxernya saja. Menatap sang gadis yang berdiri dengan raut wajah tegang di hadapannya.


__ADS_2