Sang Pengantin Bayaran

Sang Pengantin Bayaran
Mendekati hari-H


__ADS_3

Hari itu juga, Aaron langsung membawa Hayley ke rumah sakit, ia tidak mau sampai lengah dan membiarkan terjadi sesuatu yang buruk pada anak dan istrinya.


"Sayang, coba telpon Alex," pinta Hayley.


"Sebelum memikirkan orang lain, lebih baik pikir dulu keadaanmu, Sweetheart. Jangan sampai terbalik," sahut Aaron, sudah puluhan kali Hayley mengingatkan untuk menelpon Alex dan menanyakan kabarnya dalam sehari ini, namun jawabannya masih sama, Alex belum mendapatkan apapun.


"Seharusnya kalau memang Melanie nggak ada di sana, dia harus pulang. Kita pikirkan lagi cara menemukannya," ucap Hayley.


"Dia masih punya keyakinan kalau Melanie ada di sana. Dia mencurigai warga desa tersebut juga menyembunyikan sesuatu," jelas Aaron. "Aku punya firasat, kalau tuan Gio memang sengaja menyembunyikan Melanie dan memperingatkan semua warga desa tersebut untuk merahasiakan keberadaan Melanie juga."


"Apa begitu? memangnya bisa?"


"Tentu saja bisa. Tuan Gio adalah pemilik kebun teh terbesar di daerah tersebut, hampir sembilan puluh persen penduduk desa bergantung pada pekerjaan yang tuan Gio berikan. Dengan uang, apapun bisa terjadi."


Hayley mengangguk-angguk mendengar penjelasan Aaron, ia sepertinya berpendapat sama dengan yang Aaron katakan. Sebagai seorang konglomerat, tentu saja keluarga Melanie bisa melakukan segalanya. Namun, yang membuat Hayley tidak habis pikir, kenapa Melanie begitu nekat menghindari Alex, padahal ia tau, Melanie mencintai Alex lebih hebat dari wanita manapun.


Melanie mengetahui segalanya tentang Alex, termasuk kebiasaan buruk laki-laki itu ketika sedang di landa masalah, yaitu menerima tawaran wanita manapun untuk tidur bersamanya. Dengan bermodalkan ketampanan, kekayaan, dan kesuksesan, Alex tidak perlu repot-repot merayu siapapun, karena wanita manapun akan dengan mudah tergoda hanya dengan sekali kedipan mata, mereka akan memohon dan mengiba ingin bersama. Melanie tau segalanya, namun dia tetap mencinta dengan hebatnya.


Hayley melamun di dalam mobil, memikirkan dirinya yang hampir mendekati hari persalinan, dan memikirkan Melanie yang pergi entah kemana, gadis itu bak hilang di telan bumi.


"Jangan melamun, Sweety. Ayo turun, kita sudah sampai," ucap Aaron, ia mengelus rambut istrinya yang hitam dengan lembut. Meskipun Hayley dalam keadaan hamil besar dan sudah merasa sulit untuk melakukan kegiatan apapun, Aaron dengan senang hati menyediakan perawatan rambut dan tubuh untuk Hayley, tentu saja dengan mengundang orang-orang yang sudah profesional di bidangnya. Jadi, Hayley tidak perlu kemanapun, ia hanya harus duduk manis di rumah tanpa melakukan apapun.


Aaron mengajak Hayley turun, mereka berdua sampai di rumah sakit dan di sambut oleh para pegawai.


"Selamat siang, Tuan. Dokter Elena sudah menunggu," ucap seorang suster.


Aaron dan Hayley mengangguk bersamaan, mereka mengikuti langkah suster tersebut menuju ruangan tempat dokter kandungan bertugas.

__ADS_1


"Selamat siang, Dok," sapa Aaron, ia dan Hayley berjabat tangan dengan dokter secara bergantian.


"Ah, Siang, Mr. Aaron dan Mrs. Hayley. Saya sudah mendapatkan laporan dari dokter Zhafa jika kalian akan berkunjung." Dokter Zhafa adalah dokter pribadi yang memeriksa Hayley saat dalam kondisi darurat dan di perlukan untuk datang ke rumah.


"Iya, Dok. Sepertinya istri saya sudah mengalami kontraksi palsu," jelas Aaron.


"Baik, semuanya sudah di laporkan oleh dokter Zhafa. Mrs. Hayley silahkan berbaring disana," pinta dokter Elena sambil menunjuk ranjang tempat pasien harus berbaring untuk melakukan pemeriksaan USG.


Hayley mengangguk dan menuruti perintah dokter.


"Air ketubannya bagus, masih banyak. Berat janin mencapai angka 3,3 kilogram. Cukup besar, ya." ucap dokter.


"Apa itu buruk, Dok?" tanya Hayley.


"Tidak juga. Anda hanya perlu mengurangi makanan yang manis, perbanyak minum air putih dan istirahat yang cukup. Pastikan kondisi perasaan anda selalu bahagia, agar proses persalinan nanti juga berjalan mudah."


"Ya, bisa jadi itu salah satu alasan janin anda tumbuh besar dengan cepat. Makanan atau minuman manis bisa mempengaruhi berat badan janin. Usahakan janin tidak terlalu besar, agar saat bersalin secara normal, anda tidak perlu menerima banyak jahitan," saran dokter.


"Mengenai flek atau pendarahan ringan yang anda alami tadi pagi, itu bisa jadi tanda bahwa tubuh sudah mempersiapkan proses persalinan. Flek coklat yang keluar bersamaan dengan lendir adalah sumbatan yang membantu melindungi rahim dari bakteri atau kotoran dari luar tubuh. Umumnya lendir yang keluar berwarna putih, merah muda, coklat, atau bahkan kehijauan."


"Artinya, ini tidak bahaya?" tanya Hayley.


"Tentu saja tidak, Mrs. Hayley. Jangan khawatir, kami selalu memantau perkembangan janin dengan baik. Tidak ada yang perlu di khawatirkan."


Hayley merasa senang dan lega atas penjelasan dokter, dirinya cukup takut dan was was karena ini adalah kehamilan pertamanya.


"Hari perkiraan lahir, sekitar 7 sampai 10 hari lagi. Tapi ini hanya perkiraan, bisa maju atau mundur, tergantung kesiapan tubuh dari ibu dan bayi," ucap dokter.

__ADS_1


Aaron merangkul istrinya yang masih berbaring di atas ranjang, semakin dekat hari persalinan, semakin banyak pikiran yang menghantui dirinya.


"Apakah ada cara agar istri saya tidak mengalami sakit saat melahirkan, Dok?" tanya Aaron. "Saya tidak mau istri saya sakit."


Dokter Elena menahan senyum, bagaimana bisa melahirkan tanpa rasa sakit.


"Maaf, Mr. Aaron. Sepertinya tidak ada obat atau apapun yang membuat seorang wanita melahirkan tanpa rasa sakit. Kalaupun kami melakukan tindakan operasi yang memakai bius, tapi rasa sakitnya tetap akan datang saat kesadaran pasien sudah pulih seutuhnya dan efek bius sudah habis."


"Tapi istri saya malah ingin sekali melahirkan normal, Dok. Bagaimana? apa lebih sakit?" tanya Aaron penasaran, Hayley mencubit lengannya sedikit, meminta sang suami agar berhenti bertanya hal-hal yang aneh, namun Aaron tidak memperdulikannya.


"Rata-rata tubuh manusia hanya mampu menahan 45 Del, tapi saat melahirkan, rasa sakit yang di rasakan oleh ibu tersebut bisa mencapai 57 Del. Anda bisa membayangkannya sendiri, Mr. Aaron."


"Namun, tubuh wanita memang di rancang untuk melahirkan, meskipun 5-10% diantaranya harus melakukan operasi karena sesuatu yang urgent."


"Nyeri dan rasa sakit saat melahirkan memang akan terjadi dan tidak bisa di pungkiri, tetapi perlu di pahami bahwa rasa sakit tersebut adalah normal, semua ibu yang melahirkan pasti merasakannya. Jadi, itu bukan sesuatu yang harus di takuti," jelas dokter.


Setelah mendapatkan penjelasan panjang lebar dari dokter, entah mengapa Aaron semakin ketakutan. Akhir-akhir ini, ia bermimpi buruk karena terlalu sering menonton video tentang saat-saat seorang wanita melahirkan.


Baginya, itu adalah hal yang sangat menakutkan. Aaron tidak habis pikir, bagaimana bisa seorang wanita menahan sakit saat tubuhnya mengeluarkan seorang bayi dari area intimnya, Aaron merasa, jagoannya yang ukurannya tidak terlalu besar saja merasa sempit dan terjepit saat melakukan hubungan bersama Hayley, namun apa bisa bayi kecil mereka lahir di jalan yang sama?


Pikiran takut dan mesumnya sudah menjalar ke segala arah. Aaron merasa bersalah, karena membuat Hayley berada dalam kondisi seperti ini.


🖤🖤🖤


***Hai semua, sedikit pelajaran tentang kehamilan untuk bab ini. Semoga yang sedang hamil bisa sukses melahirkan, sehat ibu dan bayi. Dan yang belum di beri momongan, semoga segera terkabul.


Aamiin***.

__ADS_1


__ADS_2