Sang Pengantin Bayaran

Sang Pengantin Bayaran
Rencana


__ADS_3

Alex menceritakan semua yang ia tau pada Hayley, termasuk perselingkuhan dan skandal karir yang di alami oleh Kathrine, Alex tau semuanya.


"Terus, kenapa kamu nggak langsung ngomong sama Aaron?" tanya Hayley.


"Aku tau semua itu sewaktu Aaron bilang dia sudah putus hubungan dengan si jal*ng itu, jadi untuk apa aku membeberkannya? aku nggak mau Aaron sakit hati, toh mereka sudah tidak ada hubungan, begitu pikirku."


"Tapi nyatanya, Aaron nggak jujur, dia masih berpacaran sama Kathrine."


"Kamu punya bukti?" tanya Hayley.


"Belum, tapi kalau aku mau, aku bisa membongkar semuanya dengan mudah," ujar Alex percaya diri.


"Baiklah, aku akan membantu, kita susun rencana." Melanie ikut bersuara, ia merasa gemas dengan permasalahan dan hubungan rumit yang Aaron hadapi, ia juga mengutuk kebodohan laki-laki itu.


"Kamu mau membantu?" tanya Hayley menatap Melanie.


"Tentu saja, aku punya banyak kenalan di tempat Kathrine bekerja, aku bisa meminta bantuan mereka untuk diam-diam mengintai," ungkap Melanie.


"Dan aku, akan mencari bukti kuat perselingkuhannya di apartemen," sela Alex.


"Baiklah, mari kita mulai permainan," ujar Hayley sambil tersenyum.


🖤🖤🖤


Semuanya bekerja mencari bukti dan menyusun rencana pembongkaran kebusukan Kathrine.


Setelah perencanaan matang, semua berbagi tugas masing-masing, Melanie memanfaatkan teman-teman dekatnya dan para orang tersohor yang di kenal ayahnya untuk membantu. Meskipun membutuhkan waktu cukup lama bahkan sampai seminggu lebih, semuanya berjalan sesuai rencana.


Alex dan Melanie memutuskan untuk terbang ke Belanda, mereka langsung menyisir seluruh ruang apartemen milik Kathrine, ia dengan mudah membobol pintu dengan kunci cadangan yang di dapatkan dari seorang pengelola.


Semua ruangan tidak luput dari penyelidikannya, ia tidak ingin menyuruh orang lain untuk mengurus semua ini, ia takut akan membuat banyak orang tau tentang masalah yang ia hadapi bersama Aaron, itu akan membuat reputasi mereka menurun.


"Wanita licik, dia nggak ninggalin jejak perselingkuhannya sama sekali," geram Alex, ia lelah mengobrak-abrik ruangan namun tidak menemukan sesuatu.


Melanie berdiri di depan pintu utama, ia melihat sebuah CCTV yang terletak di ujung lorong.


"Alex, ada CCTV," seru Melanie senang.

__ADS_1


"Bagus, kamu ternyata nggak cuma cantik, Mel. Kamu lebih cerdik dari yang aku kira," puji Alex.


"Langsung hubungi pengelola apartemen ini, dia pasti punya rekamannya," ujar Melanie.


Kebetulan 3 hari ini Kathrine menghadiri acara perhelatan besar di New York, wanita itu tidak tau jika Melanie yang merencanakan keberangkatannya ke sana, Melanie memanfaatkan beberapa kenalannya untuk memberikan akses pada Kathrine datang ke acara besar tersebut, karena Kathrine terlalu haus popularitas, ia tidak menyadari jika dirinya masuk dalam perangkap.


Esok harinya, Melanie dan Alex langsung menemui pengelola yang mengurus apartemen milik Kathrine, cukup dengan memberikan satu bendel uang dollar, Alex langsung mendapatkan akses rekaman CCTV sebulan terakhir.


Mereka menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar komputer untuk memantau aktifitas Kathrine, terdapat 1 video berdurasi hampir 10 menit mereka temukan, video yang berisi sesuatu yang akan mengejutkan Aaron, dan menjadi akhir dari riwayat Kathrine.


🖤🖤🖤


Dua hari setelahnya.


Melanie, ia langsung dengan mudah mendapatkan informasi lengkap tentang Bob, pengusaha yang menjadikan Kathrine wanita simpanannya.


Berbekal semua data yang ia dapatkan, hari ini juga ia langsung menghubungi Margaret, istri sah dari Bob.


"Kita perlu bicara, Nyonya," ujar Melanie.


"Apa kita saling kenal?" Margaret mengerutkan kening, muak dengan orang-orang yang selalu datang membawa gosip buruk tentang suaminya.


"Apa maksudmu?" Margaret menatap sinis.


"Saya yakin nyonya sudah banyak mendengar gosip panas tentang tuan Bob dan seorang aktris cantik yang juga seorang model, saya punya bukti kuat." Melanie menjelaskan.


"Kamu serius dengan apa yang kamu ucapkan barusan?"


"Tentu saja, Nyonya. Saya bisa menjamin bahwa bukti yang saya miliki sangat kuat."


"Berikan bukti itu," pinta Margaret. "Dengan bukti itu, aku bisa dengan mudah menggugat cerai Bob dan menguasai seluruh kekayaan kami. Sekarang, dia bukan apa-apa bagiku."


"Ah, rupanya nyonya sangat ingin tuan Bob menjadi gelandangan, ya," ungkap Melanie tersenyum. "Saya bisa dengan mudah membantu asalkan nyonya mau bekerja sama."


"Baik, aku menerima tawaranmu."


Kesepakatan mudah antara Melanie dan Margaret membuat perencanaan berjalan semakin mulus.

__ADS_1


Margaret sudah muak dengan sikap Bob yang seolah-olah menyalahkan dirinya karena mandul dan pesakitan, Bob lupa jika semua kekayaan dan ketenarannya saat ini adalah berkat kerja keras Margaret sejak mereka masih muda.


🖤🖤🖤


Beberapa hari setelah kepergian Hayley dari rumah Aaron, tiba-tiba saja laki-laki itu datang ke rumah Andini dan meminta Hayley untuk kembali pulang bersamanya.


Tidak di pungkiri, kepergian Hayley menyusupkan rasa sepi dan kesendirian yang menyakitkan bagi Aaron, ia sudah mulai terbiasa mempunyai teman bersama dalam banyak hal. Tidak bisa menolak, Hayley akhirnya tetap ikut pulang bersama Aaron meskipun hatinya masih kecewa.


Keseharian Hayley selalu sibuk mengurus pekerjaan kantor yang tidak ada habisnya. Semakin kesini, Aaron semakin lalai dan menyerahkan berbagai urusan penting padanya, ia tidak keberatan, melihat akhir-akhir ini Aaron terlihat pucat dan tidak bersemangat.


"Bagaimana kabar kalian di sana?" tanya Hayley pada Alex melalui sambungan telepon.


"Baik. Hanya saja ada sedikit masalah, Kathrine melapor polisi karena kami membobol apartemen miliknya," jelas Alex.


"Terus, apa polisi tau kalau kalian yang melakukannya?"


"Hahaha, itu urusan kecil, Hay. Selagi ada uang, semua masalah bisa beres dengan mudah."


"Rencana selanjutnya apa?" tanya Hayley.


Alex menjelaskan semua bukti yang mereka dapatkan, ia juga sudah menyusun rencana untuk mengungkap kebusukan Kathrine.


"Semua akan berjalan lancar. Kamu cuma perlu memastikan kalau Aaron nggak bakalan kena serangan jantung, Hahaha." Gelak tawa terdengar nyaring di sebrang telepon, Alex terlihat sangat bahagia dengan apa yang sudah ia lakukan saat ini.


"Hah? apa dia punya penyakit jantung?" tanya Hayley terkejut.


"Nggak juga. Tapi dia lemah soal urusan perasaan, badannya aja yang gede berotot, hatinya lembek kayak bubur bayi," seloroh Alex langsung membuat Hayley tertawa.


Kathrine adalah cinta pertama sekaligus orang pertama yang membuat Aaron benar-benar hampir gila, meskipun pada awalnya Kathrine lah yang mengejar-ngejar cinta Aaron, pada akhirnya laki-laki itu bertekuk lutut atas nama cinta.


Hayley berfikir serius, ia mulai membayangkan hal-hal gila yang akan Aaron lakukan setelah mengetahui kebenaran ini, Hayley merasa kasihan pada Aaron, ternyata kesuksesan dan kekayaan tidak membuat laki-laki itu bisa merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya.


Hayley tidak habis pikir, apa yang membuat Kathrine melakukan hal serendah itu hanya demi sebuah karir, bukankah Aaron mampu memberikan segalanya padanya?


"Seharusnya kamu beruntung di cintai laki-laki sebaik Mr. Ice, dia berpegang teguh pada kesetiaan," gumam Hayley, membayangkan sikap Kathrine yang begitu serakah dan jahat, membuat ia juga ikut larut dalam kebencian.


Karena kebahagiaan yang sesungguhnya, tidak bisa di ukur dari sesukses apa dan sekaya apa seseorang. Kebahagiaan berasal dari hati, seseorang akan merasakan bahagia luar biasa apabila dia bersyukur dengan apa yang ia miliki saat ini. Karena hakikatnya bahagia adalah bersyukur.

__ADS_1


🖤🖤🖤


Bersambung ...


__ADS_2