
Hayley yang sedang bersantai di kamarnya panik mendengar keributan di lantai bawah, ia melihat Aaron dan Alex bersitegang dengan mata saling menatap penuh amarah.
"Dia itu simpanan laki-laki beristri, Aaron," ujar Alex sambil menuding Kathrine.
"Jangan asal bicara, Alex," sembur Aaron. "Sekali lagi kamu berani mengatakan hal yang buruk tentangnya, aku nggak segan-segan mengusirmu dari rumah ini."
"Oh, jadi begitu? kamu lebih percaya wanita jal*ng itu di bandingkan aku, sepupumu, yang sudah melewatkan puluhan tahun berada di sampingmu?"
"Kamu memintaku membalas jasamu selama ini, Alex?" tanya Aaron sengit.
"Sorry, Bro. Nilai persaudaraanku nggak bisa di bayar dengan apapun." Alex tersenyum miring, ia mengusap sudut bibirnya yang memar. "Kalau suatu saat kebenaran terungkap, jangan sekalipun mencariku!" seru Alex sambil berlalu pergi.
Hayley yang sudah berdiri di ujung tangga langsung berlari turun dengan niat menyusul Alex dan menghentikan laki-laki itu pergi.
Saat melewati Aaron, tiba-tiba tangan Hayley di tarik paksa sampai ia berhenti mendadak.
"Selangkah saja kamu melewati pintu rumah ini, jangan harap kamu bisa bernafas lega besok pagi!" ancam Aaron, wajahnya terlihat murka penuh amarah, tangan laki-laki itu mencengkram kuat lengan Hayley.
Niat Hayley untuk mengejar Alex urung, dia tidak mau terlibat masalah rumit tentang hubungan yang tidak jelas ini, meskipun ada sedikit rasa kecewa kenapa Aaron mengusir Alex begitu saja, tapi Hayley tidak punya kuasa apapun untuk membantah apa yang sudah terlontar dari mulut Aaron.
Dengan kasar, Hayley menepis cengkraman Aaron dan berlari kembali ke kamarnya, entah mengapa, ada rasa kecewa luar biasa pada Aaron, dan rasa kasihan pada Alex, dua laki-laki yang tumbuh besar bersama selama puluhan tahun telah terpisah karena seorang wanita.
Kathrine masih duduk manis di kursinya sambil memainkan drama, wanita itu berpura-pura menangis sepanjang pertengkaran Alex dan Aaron berlangsung.
"Kath, maafkan Alex," ujar Aaron lembut.
"Tapi, kenapa dia begitu membenciku, Sayang. Sekejam itu dia memfitnahku," ujar Kathrine sambil terisak.
"Maaf, maafkan dia, Kath." Hanya itu kalimat yang mampu Aaron ucapkan, Aaron memeluk Kathrine erat berusaha menenangkan wanitanya.
π€π€π€
Alex memacu mobilnya kencang sambil mengumpat dan memaki kebodohan Aaron, ia merasa gagal menjadi sahabat sekaligus saudara bagi Aaron, dirinya menyesal karena sudah menutupi kebusukan Kathrine sejak lama.
__ADS_1
Seharusnya dia mengatakan hal ini dari awal dan mengumpulkan bukti kuat tentang ulah wanita itu, namun Alex memilih untuk diam dan menyimpan rahasia itu sendiri.
Bukan karena dirinya tidak peduli dengan Aaron, tapi karena ia tidak ingin Aaron merasa tersakiti atas penghianatan Kathrine, toh yang ia tau, Aaron dan Kathrine sudah tidak bersama, jadi masalah Kathrine bukan lagi masalahnya.
Namun ternyata ia cukup bodoh sampai lengah dan tertipu oleh Aaron, bukan masalahnya dengan siapa Aaron berhubungan, tapi masalahnya ada pada Kathrine, Alex tau jika dia bukan wanita baik-baik.
"Aaron, nggak nyangka kamu sebodoh itu!" maki Alex, ia memukul stir mobil berkali-kali.
Alex mulai merasa frustasi karena sikap Aaron yang keterlaluan padanya, sejak mereka tumbuh dewasa, Alex tidak pernah sekalipun berbohong pada Aaron, dia berusaha saling percaya dan menjaga kepercayaan masing-masing, dia tidak menyangka jika akan ada masalah sebesar ini.
Alex tidak pulang ke apartemen miliknya, dia lebih memilih datang ke hotel dan meminta seorang wanita dekatnya datang, dia butuh pelampiasan atas kekesalan dan masalah yang dia hadapi kali ini.
π€π€π€
Sarapan pagi di rumah Aaron.
Dua wanita sudah duduk saling berhadapan di antara meja makan, sedangkan Aaron berada di tengah.
Hari ini mendadak Kathrine harus kembali ke Eropa karena ada salah satu agensi model yang menginginkannya datang malam nanti untuk acara besar yang di gelar di pusat kota.
"Kamu urus semua pekerjaan kantor pagi ini, aku harus mengantar Kathrine ke bandara," perintah Aaron pada Hayley.
"Ya," jawab Hayley singkat, lalu bergegas menghabiskan sarapannya dan kembali ke kamar lebih dulu.
Ada banyak hal yang ingin Hayley sampaikan pada Aaron, namun ia akan menunggu sampai keadaan mereda, apalagi masih ada Kathrine di rumah ini.
Setelah bersiap, Hayley langsung menuju kantor di antar oleh sopir seperti biasa, sedangkan Aaron dan Kathrine menghabiskan menit-menit terakhir mereka bersama sebelum melepas Kathrine kembali ke rutinitasnya.
Hayley merasa sangat lelah dengan pekerjaan yang menumpuk, ia yakin jika Alex tidak akan datang pagi ini, berbagai jadwal meeting dan pertemuan dengan dewan direksi membuat kepalanya hampir pecah.
Masalah pekerjaan yang menggunung dan kepergian Alex yang tidak ia ketahui membuat dirinya frustasi. Dia berinisiatif mencari tau tentang kebenaran yang Alex sampaikan semalam, Hayley menghubungi Marcel dan meminta laki-laki itu datang menemuinya di jam makan siang.
Di jam makan siang, Marcel menunggunya seperti biasa, mereka selalu bertemu di jam yang sama di ruang tunggu pintu utama gedung kantor PT. Conan Dream.
__ADS_1
"Sudah lama?" tanya Hayley.
"Baru sampai. Ah, makin hari kamu makin cantik, Hayley," puji Marcel sambil tersenyum manis.
"Kita makan di tempat biasa, ya. Ada hal penting yang perlu aku omongin," ujar Hayley to the point, ia tidak mengindahkan pujian Marcel yang memujanya.
"Siap, Princess!"
Hayley hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah Marcel yang lucu, di saat dirinya penuh dengan masalah yang membingungkan, melihat Marcel begitu perhatian padanya membuat mood Hayley membaik.
Sesampainya di warung nasi padang langganan, Hayley langsung memesan makanan dan membicarakan tentang apa yang sedang terjadi.
"Cel, Alex pergi dari rumah Mr. Ice. Sepertinya mereka sedang bertengkar dan banyak masalah, semua beban pekerjaan kantor menjadi tanggunganku, aku stress," keluh Hayley, ia tidak membicarakan persoalan itu secara gamblang.
"Hah, kayak anak kecil aja, paling juga nggak lama lagi mereka akur," jawab Marcel enteng.
"Sepertinya pertengkaran mereka bukan masalah sepele. Aku berharap kamu bantu aku buat nyari tau dimana Alex," pinta Hayley penuh harap.
"Buat apa, Hay?" tanya Marcel penasaran. "Kalau kamu merasa keberatan dengan pekerjaan yang di berikan Aaron, kamu resign aja. Aku siap menafkahimu," seloroh Marcel.
"Marcel!" ujar Hayley sambil mencubit lengan Marcel dengan gemas. "Aku serius!"
"Apa wajahku juga kurang serius?" tanya Marcel. "Aku bisa membantumu, Cantik. Tapi ada satu syarat."
"Apa syaratnya?"
"Datang makan malam ke rumahku, bagaimana?" tanya Marcel. "Mamaku nanyain kamu terus."
Sejenak Hayley berpikir, syarat yang Marcel ajukan memang sangat mudah, tapi dia harus punya alasan kuat untuk meminta izin dari Aaron, apalagi laki-laki itu sangat tidak menyukai Marcel dekat dengannya.
Karena niatnya sudah bulat untuk bertemu dengan Alex dan mencari kejelasan dari masalah ini, Hayley langsung menyetujui permintaan Marcel, tinggal bagaimana dia memikirkan cara untuk pergi dari rumah itu sebentar.
π€π€π€
__ADS_1
Bersambung ...
Hai teman-teman, ngobrol di grup chat yuk, kalian bisa langsung masuk GC di profil Author, biar kita saling kenalβ€οΈβ€οΈ